NovelToon NovelToon
MAINAN RANJANG TUAN

MAINAN RANJANG TUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: PC. Priyanka Chandler

Bukan bacaan anak di bawah umur, mengandung kata-kata kasar dan adegan ranjang.

Gadis berusia 18 tahun itu nekat mendatangi mansion Tuan Leonel Dankar, demi kebebasan kakaknya yang telah dijebloskan ke dalam penjara usai menggelapkan dana perusahaan Dankar Company. Dan sebagai imbalannya, gadis muda itu harus merelakan keperawanannya untuk direnggut oleh Tuan Leonel.

Namun bagaimana jadinya jika gadis itu malah jatuh cinta pada Tuan Leonel? Sedangkan ia hanyalah dianggap sebagai mainan ranjang tuan. Akankah gadis itu mampu merebut hati Tuan Leonel? Atau justru harus menanggung sakit akibat cinta yang tak berbalas.

~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PC. Priyanka Chandler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengenang

Crishtie mengantarku ke kampus usai kami menyelesaikan masalah tes DNA-nya, dia masih belum bisa masuk kuliah, dan aku memintanya untuk istirahat saja.

Sampai di kelas, aku sudah terlambat, dosen menatapku dengan ekor mata yang tidak suka, dia memang salah satu dosen terkiller. Tapi dia masih mengizinkanku masuk untuk mengikuti kelasnya, untungnya.

Pukul 3 kuliahku usai, aku mengirim pesan pada Sisil jika aku baru keluar kelas, memintanya untuk menyiapkan buku dan peralatan Darren selagi aku dalam perjalanan ke mansion Tuan Leonel.

***

"Aku datang,,,," sapaku membuka pintu kamar Darren, memasukinya begitu saja seperti biasanya. Namun aku salah, di dalam kamar Darren ada Mommynya, Nyonya Annora.

"Sopankah begitu? Apa kau tidak memiliki tata krama? Tak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? Dasar tak punya etika, bagaimana Leon bisa mencarikan seorang pengajar sepertimu untuk putraku,"

"Mommy!"

Aku langsung mendapat semburan dari Nyonya Annora, ia tengah berdiri di depan Darren yang duduk di atas ranjang tidurnya, dengan buku-buku dan peralatan belajar lain.

"Iya, sayang?"

"Jangan marahi Re, Re sudah biasa masuk ke kamarku, tidak apa-apa. Dia bukan hanya pengajarku, tapi juga temanku," rengek Darren dengan suara khasnya yang nyaring melengking.

"Teman? Sejak kapan kamu berteman dengan orang rendahan? Ingat, sayang. Kau adalah pewaris utama Dankar, jadi kau harus hati-hati memilih teman mulai sekarang, mengerti?"

Darren mengangguk mengiyakan peringatan Mommynya.

"Dan kau," kini Nyonya Annora kembali berfokus padaku.

"Iya, Nyonya." jawabku tak seceria saat datang tadi.

"Jaga sikapmu, ketuk pintu sebelum masuk ke kamar siapa pun, termasuk Darren,"

"Iya, Nyonya."

"Baiklah, sayang! Mommy harus pergi sekarang, belajarlah dengan baik," Nyonya Annora mengecupi wajah Darren, kemudian ia keluar, pergi dari kamar meninggalkan Darren.

"Brak!"

***

Seperti biasa, aku mengajari Darren dengan metode bermain dan belajar, kami memainkan game, tapi juga mempelajari pelajaran dasar anak seusianya.

Setelah memainkan permainan, memberikan penjelasan, selanjutnya aku memberikan soal tes untuk Darren, seperti biasa.

Hening,

Darren begitu berkonsentrasi dengan soalnya, aku melamun, entah mengapa bayangan Tuan Leonel memenuhi kepala.

Aku kembali teringat kala pertama kali datang ke mansion mewah ini, yang harus bermalam di luar gerbang duduk semalaman, menahan dinginnya hembusan angin malam. Hingga pada malam kedua, di mana aku datang untuk menyerahkan tubuhku.

***

"Setelah kau selesai, selain Kak Harry yang harus kau bebaskan, kau juga harus membiayai pengobatan Kakakku, dia terbaring di rumah sakit karena kanker, jika kau tidak bersedia, maka lepaskan aku dan biarkan aku pergi,"

"Omong kosong, kau pikir siapa kau bisa memerintahku, dan pergi dari sini? Dalam keadaan seperti ini? Bahkan kau tidak bisa keluar dari kamarku tanpa seizin diriku."

"Eemmpphh!" Tuan Leonel menautkan bibir kami tiba-tiba, menciumku dengan sedikit kasar, aku sempat memberontak mendorong dadanya, karena ia belum menyanggupi syaratku, tapi apa dayaku, ia kuat dan aku lemah.

Tuan Leonel terus menciumku dengan brutal, merentangkan kedua tanganku ke sisi kiri dan kanan, kepalaku menggeleng sekuat tenaga, aku tidak mau melakukannya, aku berubah pikiran.

"Aaahh,,,," jerit Tuan Leonel kala kugigit bibir bawahnya hingga berdarah, dalam kesempatan itu aku mendorongnya hingga tersungkur ke belakang, dan aku bangun segera, melompat turun dari ranjang, berlari ke arah pintu.

"Klak klak klak!"

"Buka, buka pintunya? Tolong aku, buka pintunya?" aku berteriak frustasi.

Tawa Tuan Leonel terdengar menggema, membuatku semakin takut. Ia sudah berdiri menuang botol wine yang masih penuh ke gelas, kemudian menenggaknya habis dalam sekali teguk, mengusap bibirnya yang masih berdarah dengan jari jempol dan gerakan yang sensual. Menatapku nyalang seolah aku adalah mangsa buruan.

"Aku tidak mau, aku berubah pikiran, kumohon buka pintunya, Tuan! Kumohon!" Isak tangisku terdengar lirih penuh keputusasaan. Aku benar-benar menyesali perbuatanku yang bodoh datang ke mari. Menyerahkan diri sendiri pada predator area inti seperti dirinya.

"Terlambat, Nona! Adikku sudah terlanjur berdiri, dia terbangun, dan kau harus bisa menidurkannya sekarang," Tuan Leonel menaruh gelas dan botol wine kembali ke atas meja. Ia berjalan cepat ke arahku.

"Aahh,,, Tuan?" teriakku saat kedua tangan kekarnya itu meraih tubuhku, memanggulku seperti karung beras, membantingku ke atas ranjang dengan kasar.

"Tuan, hentikan, kumohon!" aku terus berteriak sambil menangis, membuat permohonan yang hanya ia tanggapi dengan senyum menyeringai penuh kemenangan.

Seerraakkk!

"Aahh,"

Kemeja putih miliknya yang kukenakan sebatas paha tanpa memakai celana, ia robek dari atas bagian depan, kancing-kancing kecil berbentuk bulat itu berhamburan entah kemana.

Tuan Leonel tidak main-main dengan perkataannya, saat ia sudah mulai menyentuhku, maka ia tidak akan bisa berhenti, sebelum ia bosan.

"Aaahh,,,," de.sahku.

Satu tangan Tuan Leonel menangkup dadaku yang tanpa mengenakan dalaman, sebelahnya lagi ia masukkan ke dalam mulut.

"Aah,,, Tuan,,, hen-tik-kan! Aahh!"

Tuan Leonel terus bergerak, meremas, menyesap, sedikit kasar karena aku masih terus melawan, hingga tubuhku mulai melemah karena tenaga yang sepertinya hilang entah ke mana. Dan aku tak sanggup lagi memberontak.

Barulah caranya menyentuhku perlahan mulai lembut, bahkan sangat lembut, ia mengelus dadaku sangat perlahan, seluruh tubuhku terasa panas, aku merasakan ada suatu aliran bergelanyar mengaliri peredaran darah. Hangat.

"Tuan,,,,"

"Iya, Nona,,,"

"Tuan,,,, Aahh,,,,"

Tuan Leonel menjatuhkan kepalanya ke dalam ceruk leherku, ia mencium dalam aroma tubuhku yang segar.

Bibirnya mulai membuat sesapan, meninggalkan tanda-tanda kecil kepemilikan, aku benar-benar gila, pikiranku mengatakan jika apa yang terjadi ini salah, tapi aku ingin lebih, tubuhku merespon sempurna setiap sentuhan yang Tuan Leonel berikan.

Kemeja yang kukenakan sudah tertanggalkan, menyisakan tubuhku yang po.los tanpa sehelai benang.

Untuk sesaat kami hanya diam saling pandang, aku yang terbaring lemah, pasrah, menyilangkan kedua tangan menutup dada dengan mengatupkan kedua kakiku yang kutekuk, menatap Tuan Leonel dengan mata berbinar, sedangkan Tuan Leonel berdiri di hadapanku dengan tumpuan lututnya.

"Kau cantik, Nona. Tubuhmu sangat cantik," ucap Tuan Leonel lirih membuatku tersipu, pasti pipiku sudah merona oleh pujiannya.

Perlahan Tuan Leonel melepaskan bathrobe yang ia kenakan. Lalu ia lempar ke sembarang arah. Menampakkan bentuk tubuhnya yang indah sempurna di mataku.

Leher panjang yang kekar berurat, bahu lebar dengan otot kuat yang menonjol, dada bidang yang pasti sangat nyaman sebagai sandaran, kedua lengan berotot yang sangat kuat, dan, perut kotaknya yang membuatku meneguk ludah kasar.

"Kau suka bentuk tubuhku?" tanyanya membuang waktu. Dan bodohnya aku yang mengangguk, pasrah, selain alkohol yang mempengaruhiku, mungkin juga naluri alamiah seorang gadis remaja yang memang sudah memiliki rasa ingin dengan sebuah sentuhan. Mendorongku mengikuti alur permainannya, entahlah.

Tuan Leonel mengelus kakiku, dari bawah merambat halus ke atas hingga bagian paha, kemudian ia turut menciuminya.

"Tuan,,,," kurasakan geli namun enak, lagi-lagi tubuhku merasakan gelanyar aneh yang membuatku senang.

Tuan Leonel tak berhenti, ia terus bergerak dan aku tak lagi melawan, menikmati setiap sentuhan tangannya yang tak akan pernah kulupakan.

"Ennghhh,,,," le.nguhku kala kepala Tuan Leonel sudah berada di bawahku, di antara kedua pa haku.

"A-pa yang eng-kau lak-kukan? Aaahh,,,," tanyaku terengah.

Ia memainkan area inti tubuhku dengan bibir dan lidahnya, sangat lembut, hangat, ba.sah. Rasanya jutaan kupu-kupu berterbangan di atas perutku, menari-nari menghadirkan sensasi geli, enak, secara bersamaan.

"Tuan,,,, aku_"

"Keluarkan," ucapnya parau memotong kalimatku, ia kembali melanjutkan aksinya hingga aku benar-benar tidak tahan.

"Aaaahh,,,," sesuatu mengalir, dari sana, hangat, bersamaan dengan rasa yang tak dapat kugambarkan, tubuhku menegang, kedua tanganku mencengkeram seprei, dan kaki yang mengtup kuat. Sangat nikmat.

Nafasku tersengal, kedua mataku terpejam, aku merasakan sesuatu yang aneh, yang membuatku gila, sesuatu yang biasa.

"Enak?" tanyanya yang tiba-tiba sudah menin.dihku, berada tepat di atasku.

Perlahan kubuka mataku lamat-lamat. Mendapati wajah tampan yang terlihat sangat seksi tepat di depan mata.

"Ini baru pemanasan," ucapnya menyeringai.

Tuan Leonel menundukkan kepalanya, menautkan bibir kami, aku tak lagi memberikan perlawanan, meski aku tak tahu harus bagaimana, tapi kubiarkan Tuan Leonel yang bermain dengan bibirku.

Ia melepaskan lu.ma.tan bibir kami kala nafas kami hampir habis.

"Balas ciumanku saat aku menciummu," perintah Tuan Leonel. Aku mengangguk. Meski tidak tahu harus bagaimana, tapi aku mencoba mengikuti permainannya, dengan cara menirukan apa yang ia lakukan.

Kami masih berciuman saat tangan Tuan Leonel mulai bergerilya, menelusuri seluruh tubuhku, dan sepertinya ia begitu menyukai dadaku, bergantian ia mencum.buku di bagian leher dan dada.

"Aahh,,,,"

Di bawah sana ada yang sangat keras mengenai area inti tubuhku, Tuan Leonel memegangi adiknya, ia menuntunnya untuk melakukan gerakan itu, perlahan membuka.

"Kau siap? Aku akan ma.suk!"

"Aaahh,,,, sak.kiiit,,,, t-tu tuan?" aku menjerit tertahan, merasakan sesuatu yang be.sar berusaha menero bos masuk ke dalam.

Kedua tanganku mencengkeram seprei sangat kuat, dengan dahi mengernyit dan buliran bening air mata mulai menetes melewati pelipis.

Ini sangat sakit, tak senikmat pemanasan tadi.

"Tuan, hentikan, a-a aku t-tidak mau," teriakku yang bersahutan dengan era.man Tuan Leonel yang terdengar seksi di telingaku.

Ia terus mendesak dengan lebih kuat, semakin kuat, lebih kuat lagi, dan aku merasakan sesuatu yang robek. Jeritku sangat kuat begitupun dengan era.ngan Tuan Leonel yang semakin menjadi, akhirnya ia berhasil masuk.

"Eenghhh!"

"Aaahhh,,,, sak.kiiitt,,,,"

***

1
Musrini
crtakok nggantung
Kak Min: Saya penulisnya kak, lupa email sandi akun jadi nggak bisa masuk buat lanjut nulis lagi. 🙏
total 1 replies
heylo
Luar biasa
Siti Ramlah
ngagantung nih..thoor lanjut 🤩
dita18
thoorrr padahal ceritanya baguss bngt,,,, apa gak di lanjutkan lg ya thoorrr??
Nurus Shofiah89
Luar biasa
Lnaa
Next
Rangga Sonjaya
apakah akan ada lanjutannya?
Rangga Sonjaya
bagusss dan sangat bagus
Ati Sumariati
walaupun bacanya telat tapi aku suka banget thor
Ati Sumariati
assalamu'alaikum wah saya terlambat membacanya ya thor
Rose
tinggl kn pria yg suka celup2
Esih Nuraeni
Luar biasa
Vie Desta
rachel tor knpa jd kak laura 🤭
Love 💞💞💞
ceritanya keren 👍👍
inlen
agak aneh sih

emang klw dilihat dari sufut pandang orang ketiga kelakuan re itu keterlaluan sama tuan leon dan nyonya annora pasti sakit hati banget
ya tapi gimana ya pilih jalan yg terbaik buat kedua sisi ajah
re dan tuan leon saling mencintai
nyonya annora jga gak kan publikasi pernikahannya karena jadi model
Anis Nisa
Biasa
Urus Baen
iyah nih seru bagat😁
Darsini Bbt
saling memendam rasa,,😊
Nur Fasyhin
x ini aq pingin komen....anjr jg liat si Renata....kok bisa2 ny sich balek lgi dgn Erick 🙄🙄🙄🙄🙄....kasihan jg liat tuan kaya, udh mutusin Annora....eehhhhh malah ketiban sial re lgi berdua dgn erick, ap sich mau kamu re 😣😣😣😓
nov
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!