NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:139.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Tiga sekawan Raksa, Ricko dan Harry hal yang sugah menjadi rutininas mereka sejak SMA, makan siang bareng di kantin namun sekarang dengan suasana yang berbeda tapi dengan candaan dan kehangatan yang sama.

"Di pikir-pikir bosen juga ya, dari SMA yang di liatin kalau lagi makan muka kalian terus," gurau Harry.

"Eh eh, maksud tuan muda ini apa. Terus ngapain pake ikut-ikutan masuk kampus suni?" bapas Harry "Sono kalau bosen, cari pacar biar kalau makan yang nemenin pacarnya bang."

"Seperti anda laku saja brooo," timpal Harry, "Jomblo abadi juga

"Lebih tepatnya jomblo terhomat saya," Ricko tak mau kalah, "Tidak sembarangan jatuh ke pelukan cewek saya mh bos, musti jelas bebet bibit babat nya."

"Babat sapi? enak tuh," Raksa ikut masuk dengan menggelen dan tetsenyum kecil.

"Ya kaya babat, musti enak." Ricko.

"Enak, enak bau yang ada,"

"Stoop ngomongin babat, nanti aku keruman mu ya ri," Raksa pada Harry

"Tumben minta ijin, kapan emang gak boleh?!"

"Ada perlu sama papamu, kira-kira ada nggak? " jawab Raksa

"Ngapain sama bokap? gak tau jrang ketemu akhir-akhir ini."

"Gitu amat sama bapak sendiri," timpal Harry "bisa telpon kali tanyain,"

"Yaudah nanti aku bilangi ke papa, sekalian lah kita mabar baru beli ps terbaru," Tawar haru menggakat kedua alisnya

"Siap bosku, tolong bilangin sama si bibi masakin yang banyak sekalian nginep seminggu." sela Ricko

"Enak aja, kamu tidak di ajak," balas Harry

"Terus kalian mau berdua-duaan aja gitu?" ledek Eicko geli "Hati-hari loh, jomblo sama jomblo berdua-duaan, hiii."

"Usaha papamu kan bergerak di bidang properti kan, cuma mau belajar aja. Siaoa tau di ajakin kerja aama, aku mau coba jadi agen properti." Jawab Raksa.

"Yaelah Rak, ngapain harus ribet-ribet, Masih kuliah juga. Kamu dapet beasiswa ini beda sama kita, emang buat apa harus  susah-susah cari uang." cerca Ricko.

"Iya bener.." Timpal Hary

"Ya justru karna aku masih kuliah, aku mau memanfaatkan masa muda ku sebaik mungkin untuk mengumpulkan dana, agar aku bisa membangun bisnis ku sendiri," Ucap Raksa "Aku kan bukan anak orang kaya seperti kalian yang nantinya tinggal mewarisi bisnis orang tua kalian."

"Ya ampun Rak, kamu juga kan bukan orang miskin. Usaha Cake bakery mu juga maju?" Harry yang masih tidak mengerti dengan niat sahabat nya itu.

"Merintis usaha sambil seneng-seneng kan bisa," jawab Raksa tetap dengan semangat nya "Lagian usaha cake kan punya ibuku dan aku punya dua adik, mereka yang akan melanjutkan usaha ibuku nantinya."

"Iya, iya.. lupa kita kalo Tirta Raksa Darma mau jadi pengusaha sukses dengan usahanya sendiri untuk mewujudkan mimpinya bersama gadis impian nya," ledek Ricko, yang di balas satu dorongan kepala oleh Raksa.

Setelah selesai dengan makan siang mereka, Raksa Hary dan Ricko pun beranjak hendak kembali ke kelas mereka. Saat hendak masuk kelas, seperti biasa selalu ada Bonanza yang selalu berbuat menyebalkan pada Rakksa.

"Ups, gak sengaja" Bonanza menabrakan dirinya pada Raksa, dan menumpahkan minuman yang dia bawa pada mengenai baju Raksa, tanpa rasa bersalah senyuman tertarik dari salah satu sudut bibirnya. Gadis itu begitu saja masuk kekelas.

"Dia kenapa Rak, kaya dendam banget sama kamu?" Ricko ikut kesal pada kelakuan Bonanza.

"Biarin lah, kalo di tanggepin malah puas dianya," Raksa selalu sebisa mungkin bersikap acuh, seberapapun Bonanza mengganggu nya.

"Tapi kalo menurutku, dia itu caper sama kamu Rak, keliatan banget." Timpal Hary

"Udah lah, gak penting!"

*****

Hxxxxd Business School, Univesitas ternama dunia yang menjadi tempat Niana menimba ilmu, Niana bisa dengan mudah di terima Universitas tersebut atas kemampuan nya sendiri. Hari-hari yang Niana jalani penuh dengan penyesuaian, sungguh berat baginya berada di negara asing itu, namun ia bertekat menjalani semuanya dengan baik dan penuh tanggung jawab dalam menimba ilmu

Niana banyak mengenal orang-orang baru dari berbagai negara, berbagai kalangan dan latar belakang. Niana bisa dengan bebas bisa bersosialisasi dengan siapapun dan tanpa pengawasan ketat

Niana tinggal di sebuah rumah milik keluarganya yang bernuansa federal, yang cukup besar dan fasilitas yang serba ada selama di Cambridge, Massachusetts yang lokasinya tak jauh dari kampusnya. Selama di sana Niana tinggal di temani Maya pengawal pribadinya dan juga dua orang asisten rumah tangga yang bertugas mengerjakan semua pekerjaan rumah.

"Seperti ini rasa nya sakit hati Maya." Niana yang sedang duduk di atas tempat ditunya dengan meluk guling. karna permintaan Nuana Maya duduk di sebuah kursi tak jauh dari Nona mudanya, mendengarkan curhatan dari majikan nya itu.

"Apa aku yang bodoh, terlalu berharap?" Niana membenankan wajahnya di balik guling, menangis, mengeluarkan semua rasa kecewa dan sakitnya. "Kenapa kamu diap saja Maya? jawab pertanyaan ku." Niana yang sudah mengangkat kepalnya melihat Maya.

"Tolong jangan seperti ini Nona!" jawab Maya. "Anda tidak bodoh."

"Dia tidak mengharapkan ku, dia tidak perduli pada ku, setelah mengetahui siapa aku dia sangat tidak perduli." wajah niana memperlihatkan jelas rasa sedih nya, "Kenapa aku harus berharap bertemu dengan nya, kenapa aku bahagia saat bersamanya dan sesakit ini mendengar penolakan nya."

"Tolong jangan seperti ini Nona." Maya panik dengan kondisi Nona mydanya, entah apa yang harus dia lakukan. "Itu tidak seperti yang saya lihat nona."

"Apa maksudmu?"

"Dia memiliki perasaan yang sama dengan anda, dia juga seperti terpaksa mengatakan hal yang membuat anda kecewa. Dia juga sepertu berat melihat anda pergi." Niana menoleh, meluhat Maya lekat-lekat.

"Benarkah," Seakan setitik harapan yang Niana temukan.

"Iya, Saya yakin."

"Tapi kenapa dia berbicara seperti itu?" Niana kembali meluruskan pandangan nya memeluk erat guling yang sedari tadi dia dekap, seperti pelampiasan kekecewaan nya di sana.

"Entahlah, mungkin ada hal membuatnya terpaksa melakukan hal itu." jawab Maya. "Saya akan mencari taunya. Saya pamit Nona."

"Maya! tunggu sebentar," Niana menahan Maya yang hendak akan meninggalkan Niana keluar kamarnya "Maya terimakasih banyak kamu selalu menemaniku."

"Sudah kewajiban saya Nona, tidak perlu berterimakasih." tolak Maya

"Maya ini bukan di Indonesia, tidak ada ayah disini." ujar Niana. "Anggap aku seperti adik mu disini, bukan majikan mu."

Maya terdiam sejenak mendengar ucapan Niana "Maaf nona, permintaan anda terlalu berlebihan."

Niana berjalan menghampiri Maya dan menatapnya dalam "Maya kamu yang selalu ada di sampingku, aku sudah mengagapmu seperti kakaku."

"Terimakasih atas semua kebaikan Nona, tapi saya tidak merasa pantas."

"Maya di muka bumi ini kita semua sama, jangan bersikap terus seperti abdiku. Jadilah teman ku dan sodaraku selama aku disini." Niana menggegam tangan Maya, dengan tersenyum tulus pada wanita yang sedang tertunduk di depan nya.

"Begini saja kamu berkerja pada ku cukup delapan jam, lebih dari delapan jam kamu bebas, kamu cukup jadi sahabat dan kakaku lebih dari itu."

"Terimakasih Nona," Maya mencoba menahan harunya "Tugas saya menjaga Nona tidak sebanding dari kebaikan kedua orang tua anda pada saya."

"Saya sangat menyangi anda, Seperti adik saya sendiri." Niana lekas memeluk Maya erat, terlihat tetesan bening keluar dari sudut dalam mata Maya yang tak bisa lagi ia tahan.

Maya adalah seorang anak yatim piatu yang kehilangan kedua orangtuanya di usianya yang masih remaja kala itu. Orang tua Maya meninggal akibat musibah kebakaran yang membakar habis rumahnya termasuk orang tua Maya, Maya beruntung tidak menjadi korban karna sedang mengikuti kegiatan camping sekolah kala itu.

Dari kejadian itu Ayah Niana dan Ibunya yang sangat berjasa di kehidupan Maya dan yang memberinya semangat baru dalam menjalani hidup, dan yang membuatnya untuk mengabdikan diri untuk keluarha Wijaya.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
kalea rizuky
bapaknya tolol
kalea rizuky
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
kalea rizuky
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
kalea rizuky
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
kalea rizuky
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!