tentang seorang gadis yatim piatu yang di tinggal ibunya di asuh oleh ayahnya,setelah umur 18tahun ayahnya meninggal,dan di asuh oleh bude nya yang berusaha untuk menguasai hartanya,setelah menikah pun d hianati oleh suami yang di jodohkan budenya,bisakah Lhatifah mengambil lagi harta warisan peninggalan orang tua nya dan seperti apa pernikahan yang akan dijalani!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umy chaeendar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengeksekusi semua kunci mobil
''neng bude minta tolong tandatangani berkas berkas ini ya''
''berkas berkas apa bude,boleh neng baca dulu''
''eh, eh.. gak perlu neng,ini mah gak penting penting amat,yang jelas cuma hal sepele,tolong ya neng''
''baiklah bude,mari sini''
''alhamdulillah, akhirnya selesai juga''...
*****
''setelah ini neng mau di boyong kerumah mama ya''
''klo boleh malam ini neng mau nginep di sini ma,karna neng belum menyiapkan barang yang mau di bawa''
''baiklah mama ijinin,alif setuju kan?''
''terserah dia aja,''
''alif pamit dulu entar lagi ada miting di kantor''
''ya udah sekarang semua udah selesai,neng pasti capek,silahkan istirahat.
''oya jenk aku pulang dulu ya''
''baik silahkan jenk''
Setelah acara selesai semua orang entah pergi kemana,dengan gontai kini rasa capek badan pikiran,semua seakan tumpang tindih,belum lagi masalah yang di timbulkan kluarga bude ira,ku langkahkan kaki ini menuju kamar,berat rasa hati untuk meninggalkan rumah peninggalan abbah,begitu banyak kenangan yang terukir di sini,masa ma bersama ummy dan abbah,demi ketaatan kepada suami aku harus ikut kemanapun dia membawaku,sedangkan dari pertama bertemu sampai sekarang tidak pernah ada komunikasi,keluar dengan alasan kantor,tanpa memberitahu ku,entahlah apa yang akan terjadi dengan pernikahanku tanpa ada komunikasi.
Ceklek.
ku masuk kamar mandi untuk membersihkan badan,biar terasa segar,karna sebentar lagi akan menghadapi keluarga benalu yang tak tahu berterimakasih.
ku ganti gamis sederhana,sesekali menahan sesak di dada,kubaringkan tubuh ini untuk mengobati rasa lelah.
tok.. tok..
"masuk''
''permisi neng,mau nganterin sarapan,dari pagi neng lhatifah belum makan''
''makasih bi,tolong bawa sini,bibi dah makan?''
''udah neng tadi pagi,ya udah saya makan dulu ya bi''
''silakan neng, klo gitu saya permisi dulu''
''eh tunggu bi,mau nanya dikit,bibi di ambil dari yayasan atau dari kampung?''
''saya dari kampung neng,kami bertiga sodara, tapi bukan kandung''
''terus ketemu di mana?dan di janjikan gaji berapa?''
''kami bertemu di terminal,karna saat itu kami kebingungan,gak ada tempat untuk di tuju neng,Tiba-tiba nyonya mendekati kami dan menawari kerja,kami di gaji tuju ratus ribu perbulan,semua kebutuhan di tanggung nyonya,kami cuma Terima bersih,karna kami tidak tau mau kemana jadi kami Terima tama tawaran nyonya''
''ooo gitu, saya mau bilang sama bibi, sayalah pemilik rumah ini dan mereka hanya menumpang,dan sebentar lagi mereka akan pergi dari rumah ini''
''terus nasib kami gimana neng''
''saya sih terserah bibi,mau di sini monggo,mau ikut bude ira juga silahkan,saya tidak menghalangi atau pun menyuruh,karna yang saya tau,selama ini yang mereka pergunakan uang saya,dan saya pastikan mereka pergi dari rumah cuma bawa baju aja''
'' klo begitu kami di sini aja neng''
''bibi rundingkan sama sodara sodara bibi dulu gimana baiknya,karna saya juga butuh orang orang yang membantu saya untuk membersihkan rumah ini,karna sebentar lagi saya akan sibuk dengan kegiatan saya''
dan kemungkinan saya pulang kerumah suami,tapi jangan khwatir bibi bisa tinggal di sini,sewaktu waktu saya akan tidur di sini,dan trimakasih sarapanya bi''
''baik neng akan saya rundingkan,klo begitu saya turun dulu''
''tunggu saya di ruang belakang sebentar lagi saya turun''
****
Sebaiknya aku lanjutkan rencanaku,''(wah pintu kamar mas adam dan mbak yuli kok terbuka,tak tunggu lama langsung kusambar kunci mobil dan set perhiasan ku yang dia pinjam tapi tak pernah kembali, cuz kekamar mas adam,kucari kunci d atas nakas, nihil...
su susuri ranjang dan laci,ternyata terjatuh di lantai,langsung ku sambar aja,ku masukan di tas kecil yang selalu aku bawa,yang isinya beberapa ATM restoran dan kebun,smbil berjalan berjinjit seperti pencuri, padahal mengambil punya sendiri,selanjutnya mengeksekusi kamar bude ira''
Cek kle..
dengan pulan menuju nakas,sepertinya bude ira sedang mandi,langsung aku sambar kunci dan perhiasan umi yg terakhir dipakai.
Dengan keluar tergesa-gesa ku tutup pintu dengan pelan,tak lupa mengusap dada takut ketahuan,bisa berabe.
Tak lama terdengar sayup-sayup dari atas seperti suaranya mas adam dan mbak yuli,entah apa yang di ributin,segera ku langkahkan kaki ke ruang belakang untuk menemui art baruku.
''assalamu'alaikum bi,udah lama nunggu''?
''belum neng?
judule Mempertahankan rumah tangga