NovelToon NovelToon
Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:29.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Uni Ramadhani

Dilamar seorang perjaka, namun ternyata dinikahi seorang duda, bagaimana rasanya?? temukan jawabannya di Novel terbaru uni.

Semoga terhibur 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu

Dika POV

Malu, benar-benar memalukan, aku bahkan tidak mengerti bagaimana bisa aku akan,,, ah,, aku rasa otaku sudah tidak waras ketika menatap bibir merah jambu itu. Bukan hanya malu karena sudah memiliki niatan seperti itu kepada Dinda, ini justru semakin malu ketika gagal dan itu karena putraku. Oh ya ampunnnnn,,,, kenapa Fatih harus datang disaat yang tidak tepat nak?! hampir saja ayahmu ini merasakan manisnya bundamu, tapi,,, kamu mengacaukan segalanya. Oke, baiklah,,, kita coba nanti dilain waktu. Ohh,,, apalagi ini?! Sepertinya otakku benar-benar konslet! apa karena sudah lama tidak menyentuh wanita? ah mungkin saja begitu. Jika bisa menghilang, aku ingin menghilang saja dari peredaran sekarang .

"Ehem,,, Fatih,,, sudah bangun ya" ucap Dika jadi kikuk menutupi malunya

"Iya,, Ayah cama unda Agi apa?"tanya Fatih yang kemudian duduk di pangkuan Dinda

"Ah, lagi,,,emm,, ngobrol aja" jawab Dika bingung mencari alasan sementara Dinda hanya diam menahan tawa dan juga malu

"api ayah adi deketin Unda,,,"tanya Fatih lagi

"Iya,, cuma ngobrol aja, iya kan Bun?" tanya Dika meminta pembelaan..

"Ah,, iya iya" jawab Dinda kaku

Tatapan Fatih kepada ayahnya seolah tidak percaya. karena sikap mereka terlihat aneh tidak seperti biasanya

"Oh iya, ayah harus pergi ke warung, sudah hampir jam 2" ucap Dika yang langsung beranjak dan berjalan menuju ke kamarnya.

"Ayah kabul,," ucap Fatih dan Dinda terkekeh saja

Beberapa saat kemudian Dika sudah berpakaian rapi dengan membawa tas ranselnya. Siang itu Dika memiliki jadwal ngajar di salah satu kampus swasta hingga sore nanti, baru setelah selesai Dika langsung ke warungnya.

"Fatih, Bundanya Fatih, ayah pergi dulu ya,, nanti ayah pulangnya malem" ucap Dika saat menghampiri Dinda dan Fatih yang tengah bermain

"Abang gak makan malem dirumah?"tanya Dinda

"Kayaknya Abang pulangnya malem, gak papa yah, kalian makan malem berdua" ucap Dika

"Iya bang gak papa" jawab Dinda

"Ayah berangkat ya,,," ucap Dika yang kemudian mengecup pipi Fatih berkali-kali

"Kok cuma atih, unda ga di cun?" tanya Fatih dengan polosnya

Deg!

Dika dan Dinda terlihat saling lempar pandang, terasa kaku karena kejadian tadi cukup membuat malu keduanya.

"Cun unda uga yah,,,"

Kemudian perlahan Dika mendekat dan mengecup kening Dinda sekilas.

"Maaf ya" ucap Dika lirih dan Dinda mengangguk kecil

"Iya bang"

"Udah,, Ayah berangkat ya, assalamualaikum" ucap Dika cepat-cepat pergi

"Wa'alaikumsalam" jawab Dinda melihat kearah Dika meninggalkan mereka. Dinda tersenyum kecil melihat Dika yang ternyata bisa juga salah tingkah.

"Undah Napa cenyum-cenyum gicu?" tanya Fatih

"Ah,,, gak papa,, ayo kita main lagi" jawab Dinda mengalihkan perhatian Fatih agar tidak bertanya lagi. Meski begitu senyumnya berkembang didalam hati

Kemudian terdengar suara Vespa Dika meninggalkan rumah mereka.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 waktu setempat, Warung Dika juga sudah tutup namun Dika dan juga pegawainya masih berada di dalam warung itu.

"Ini gaji bulan ini buat Santo, ini Daru, dan ini Jaki" ucap Dika menyodorkan 3 amplop kepada mereka

"Terimakasih pak" jawab ketiganya bersamaan

"Sama-sama. Oh iya, saya sudah mendaftarkan warung mie ayam kita ke aplikasi, sambil saya juga mencari 1 pegawai lagi untuk membantu pekerjaan disini. kalau kalian ada keluarga atau teman yang mau bekerja, saya tidak buka lowongan lain. tapi kalau gak ada, ya saya buka lowongan"

" Saya punya keponakan pak, dia baru lulus sekolah. Tapi cewek, apa boleh kerja disini pak? anaknya cekatan juga pak kerjanya" ucap Daru

"Coba besok sore ajak dia ke warung untuk bertemu saya" jawab Dika

"Baik pak, nanti saya sampaikan kepada dia" ucap Daru

"Ya sudah kalau begitu saya pulang duluan ya" ucap Dika yang kemudian pamit pulang lebih dulu

Sampainya dirumah, Dika melihat rumah itu sepi, mungkin Fatih sudah tidur atau Dinda juga sudah tidur. Lalu Dika masuk kedalam rumah dengan menggunakan kunci serep yang dia bawa.

"Sepertinya mereka sudah tidur" ucap Dika saat masuk kedalam rumah.

Dika masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya. Setelah itu Dika merebahkan dirinya diatas tempat tidur untuk beristirahat

"Rasanya kok sepi ya, mungkin aku ketagihan Fatih dan Dinda tidur disini" ucap Dika saat melihat sisi kanannya hanya ada guling saja yang bisa dia peluk

***

Pagi sudah menyapa,,,,

Dinda yang setelah subuh sudah langsung mengubrek dapur pun kini telah menyelesaikan masakannya dan semua sudah terhidang diatas meja makan. Pagi ini Dinda akan ke kampus untuk mengikuti tes wawancara,,

"Pagi bundanya Fatih" sapa Dika saat menghampiri Dinda di meja makan

"Pagi bang,,, sebentar ya, Dinda panggil Fatih dulu" ucap Dinda yang kemudian pergi untuk memanggil Fatih yang masih bermain didalam kamar.

Dika melihat makanan yang sudah terhidang diatas meja, menu lengkap dan begitu menggugah selera

"Dia benar-benar memanjakan perutku jika begini" ucap Dika ketika memandangi makanan-makanan itu. Lalu Dika duduk dan menunggu Fatih juga Dinda.

"Sekarang Fatih duduk ya, ini udah unda siapin nasi goreng sama nugget untuk Fatih" ucap Dinda

"Makacih unda" ucap Fatih

"Din, Fatih diajak ke kampus apa di tititip tempat eyangnya?" tanya Dika saat mereka sedang makan

"Ikutttttt" sahut Fatih

"Diajak aja bang, kan sebentar juga" jawab Dinda

"Ya sudah,,,"

Setelah selesai sarapan, mereka bertiga bersiap untuk ke kampus. Setelah mengunci pintu, lalu ketiganya menaiki vespa dan menuju ke kampus. Dinda dan Dika berdoa semoga urusan mereka di lancarkan.

Tak jauh dari mereka yang baru saja keluar dari gerbang komplek, Dimas menghentikan sejenak motornya dan mengawasi Dinda dan Dika

Deg!

"Bang Dika sama Dinda mau kemana?! lebih baik aku ikutin mereka" ucap Dimas yang kemudian mengikuti Vespa Dika .

Beberapa menit kemudian,,,,

Vespa Dika memasuki area kampus kedokteran salah satu universitas swasta. Dimas pun yang mengambil jarak sedikit jauh mengawasi mereka yang sudah berada di parkiran dan tengah memarkirkan motor dan melepas helm mereka. Setelah itu Dika menggendong Fatih dan ketiganya menuju ke kampus itu

"Ngapain mereka kesana?!Aku jadi penasaran!" ucap Dimas yang kemudian memasuki area kampus dan bermaksud untuk mengikuti mereka lagi.

Saat Dimas akan masuk, dia malah bertemu dengan Edo

"Dimas?!"

"Eh kak Edo! baru Dateng kak?" tanya Dimas

"Gak, baru dari kantin tadi. Tumben kesini, ngapain?" tanya Edo

"Ah itu,, tadi aku gak sengaja lihat Fatih sama bang Dika ke sini. Apa Fatih ikut Abang ngajar kak?!" tanya Dimas

"Oh,, Dika sudah sampai dengan Dinda?! Pagi ini Dinda ada wawancara dengan dekan. Dia kan lulus tes kedokteran disini" ucap Edo

"Apa?!"

"Dinda lulus kedokteran kak?!" tanya Dika memastikan lagi

"Iya,, dia lulus dengan nilai tinggi, Oh iya kakak masuk dulu ya" jawab Edo

"Iya, makasih kak Infonya" ucap Dimas

Lalu Edo pergi meninggalkan Dimas yang masih berdiri ditepatnya

"Dinda lulus kedokteran?! jadi,,, dia akan menjadi dokter seperti yang dicita-citakan nya?!" ucap Dimas sendiri dengan tersenyum

.

.

.

.

.

To be Continue gaesssss 🤗

1
Tian tika
tp kisah bu nanad yg jahat sma mantu nya ada loh thor,, dn sadar pas dia jatuh sakit dan strok.. yg ngurusin mantunya
Tian tika
pertama bubur ayam,, skrg seblak.. 🤭
Tian tika
ngakak. ragara baca kata "kepletet" doank 🤣🤣🤣
Tian tika
mulaaii deh sieraa menggataalll
Tian tika
hormon bumil mulai muncul 🤭
Tian tika
sieraaa kiniiiihhh,, pling dia main api sama pejabat² tinggi biar bsa leluasa mainin dika... iihhh dasar uler kadut
Tian tika
udah nampak ko hilalnya
Tian tika
jangan² juragan empang ini yg akan jadi jodohnya dimas 🤭🤭
Tian tika
gaya helikopter,,cicak nemplok didinding,,katak melompat 🤣
Tian tika
iihh aku jga ikutan makin emeessshh tau ngga sih din sama abang dika mu 🥰🥰🥰
Tian tika
jangan sampe lu jadi ulet bulu
Tian tika
Najis bgt deh sama si dimas... iuuhhh
Tian tika
jgn sampe jadi ulet bulu nih pegawe baru
Rea Sitta
😂😂😂
Rea Sitta
Luar biasa
Pagit Tarigan
iklan terus
Pagit Tarigan
iklan trus
bhunshin
Dara....???? si dara....??? oh iya Kerang dara🤣🤣🤣🤣
bhunshin
wah 36 nomer benda keramat 🤣🤣
bhunshin
ah kasihan bgt si Dika 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!