Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 - Dia Ketahuan Juga
Sabina pergi ke salon untuk melakukan beberapa perawatan pada wajah dan tubuh nya, dari ujung rambut hingga ujung kepala.
Dan saat ini, Sabina sedang duduk santai sembari membaca majalah sedangkan karyawan salon itu sedang memotong kuku kaki Sabina kemudian mewarnai nya.
Saat Sabina membuka lembar demi lembar majalah itu, tiba tiba mood nya langsung rusak saat melihat foto Zee dan Jose.
"Sok cantik banget sih..." gerutu Sabina kesal "Aku harus bikin dia putus sama Ken, dia engga sekelas dengan kami" gumam Sabina.
Setelah selesai melakukan semua perawatan dan kemudian membayar nya, Sabina pun memerintahkan sopir nya untuk pergi ke kantor Ken.
Dan sesampainya di sana, Sabina langsung bergegas menuju ruangan Ken.
"Ken..." Ken hanya mendongak sekilas sebelum akhir nya kembali fokus pada pekerjaan nya.
"Ken, ih kamu ini ya. Aku mau bicara..." tukas Sabina kesal.
"Ya bicara saja, Bi" jawab Ken
"Kamu kenapa sih harus pilih Zee sebagai pacar kamu? Kayak engga ada cewek lain aja, yang lebih berkelas, yang se-level sama kita" tukas Sabina yang membuat Ken langsung mengernyit apa lagi Ken baru teringat sebelum nya Sabina pernah mengatakan hal yang sama.
"Maksud kamu?" tanya Ken.
"Maksud aku kamu putus saja sama Zee, dia engga pantas buat kamu, Ken" tukas Sabina setengah merengek.
"Putus?" tanya Ken yang masih tak mengerti.
"Iya, kamu ngapain pacaran sama Zee" tukas Sabina lagi.
"Siapa yang bilang aku pacaran sama Zee?" tanya Ken lagi yang semakin bingung.
"Zee lah, dia sendiri yang bilang sama aku kalau kalian itu pacaran. Kamu aneh banget, Ken. Masak pacaran sama pembantu..." Ken hanya terdiam mendengarkan ocehan Sabina, namun kemudian senyum simpul terbit di bibir Ken saat ia mulai menangkap apa yang di maksud Sabina.
"Ken, kok malah diam. Kamu putus saja ya sama dia..." rengek Sabina lagi.
"Ck, kami baru saja jadian masak sudah di suruh putus sih, Bi. Ada ada saja kamu ini..." ucap Ken yang membuat Sabina langsung menghela nafas berat.
"Tapi dia kan cuma pembantu, Ken"
"Dulu, pekerjaan nya memang pembantu. Bukan karena kualitas dia cuma bisa sebagai pembantu, tapi karena kamu yang tidak mau memberi dia kesempatan" jawab Ken penuh penekanan yang membuat Sabina semakin memberengut.
"Dia memang tidak sesuai dengan kriteria yang di butuhkan perusahaan ini, Ken" jawab nya membela diri.
"Sejak kapan perusahaan ini membuat peraturan seperti itu, Bi? Kualitas orang itu tidak cukup hanya di penampilan, Bi. Tapi di attitude, Kecerdasan otak. Sedangkan penampilan itu sesuatu yang bisa berubah dan di ubah"
"Ken..." rengek Sabina karena justru di ceramahi oleh Ken.
"Begini, Bi. Sebaiknya kamu fokus pada karir kamu, dan soal perusahaan biar aku yang handle. Kecuali kalau kamu memang mau ambil bagian dan kamu harus bekerja secara profesional, bukan datang pergi sesuka kamu apa lagi ambil bagian untuk merekrut karyawan"
"Ken..."
"Sekarang kamu keluar dulu ya, adik ku sayang. Aku mau bekerja" Sabina menatap Ken dengan kekecewaan dan kemudian ia bergegas keluar dari ruangan Ken.
...
Sementara itu, Zee saat ini berada di mall untuk urusan pekerjaan nya dan tentu saja ia di temani oleh Kayla. Dan saat Zee sedang sibuk berbicara dengan Kayla, tiba tiba seorang gadis remaja datang menemui Zee dan Zee ingat gadis itu adalah gadis yang di lampu merah dulu.
"Kak..." gadis itu memanggil nya dengan sangat manja.
"Kamu kan yang..." ucapan Zee terpotong saat ia melihat Arun datang menghampiri gadis itu.
"Zee, kamu di sini juga?" tanya Arun.
"Iya, Tu_eh, Arun... Gadis ini..."
"Kak Arun, ini lho model yang Divya maksud..." rengek gadis bernama Divya "Waktu itu kakak nya lari, padahal Divya cuma mau minta tanda tangan"
"Dia adik ku, Zee. Nama nya Divya" jawab Arun "Asatag, Div. Jadi model yang kamu maksud itu Zee ini? Dia mah teman kakak" ucap Arun yang membuat Zee tercengang namun kemudian ia memaksakan bibir nya tersenyum.
"Hai, Divya..." Zee mengulurkan tangan nya pada Divya dan Divya tentu menyambut nya dengan senang hati.
"Kenapa waktu itu Kak Zee pergi?" tanya Divya cemberut.
"Hehe, maaf ya. Waktu itu aku masih takut sama orang" jawab Zee yang membuat Arun terkekeh begitu juga dengan Divya.
"Div, mau foto?" tawar Arun kemudian dan tentu saja adik nya itu menganggu "Foto bertiga ya" lanjut nya dan Divya kembali mengangguk.
Zee pun meminta tolong Kayla untuk mem-foto mereka, dan di sini dengan sengaja Arun merangkul Zee dan mendekatkan wajah nya dengan wajah Zee. Meskipun awalnya Zee terkejut, namun Zee tak masalah karena ia menganggap Arun sebagai teman. Sementara Arun ingin menggunakan foto itu untuk memancing Ken.
"Haha, kena kau, Ken. Cemburu tidak ya?