Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Tuan.." Panggil pengawal saat melihat Verdi menuruni anak tangga dengan darah yang masih menetes.
Verdi menaikkan tangannya agar pengawal itu tak mendekat. "Aku tak apa" katanya.
"Tuan, nona Melati, dia ...." Ucapan pengawal itu terhenti kala Verdi menyela.
"Dia tidak akan mungkin bisa kabur dari sini." Jawabnya dengan senyum Devilnya.
Melati berlari keluar rumah. Matanya mencari kesana kemari, lewat mana ia harus keluar. Tak ada satupun celah untuknya. Rumah Verdi yang ia tempati saat ini, dinding pagarnya berdiri tinggi dengan kokoh. Tidak mungkin Melati bisa memanjat dinding pagar tersebut. Terlebih diujung atas pagar terdapat pecahan botol yang ditancam ke dinding.
"Tidak mungkin." Ucap Melati sambil menggelengkan kepalanya.
Melati lalu kembali berjalan mencari celah, namun tetap saja tidak menemukan apa-apa. Hingga Melati berhenti dan duduk ditanah. "Apa hidupku harus berakhir disini." Lirihnya
"Kenapa berhenti?" Tanya Verdi dengan senyum melihat Melati yang putus asa.
Melati menolehkan kepalanya.
"Kau ingin aku matikan?" Tanya Melati.
"Tentu! Aku ingin menyiksamu hingga kau mengakhiri hidupmu."
Tanpa banyak bicara Melati menggores penggelangan tangannya dengan sisa pecahan botol yang tadi ia pukulkan ke kepala Verdi.
"Maka apa yang kau inginkan akan terjadi." Ucap Melati.
Lalu Verdi dengan cepat mendekat ke arah Melati, dan menarik pecahan botol tersebut. Dilihatnya banyak sekali darah segar keluar dari pergelangan tangan Melati dan dengan sigap Verdi membalut tangan Melati dengan baju kaosnya. Dan menggendong tubuh Melati masuk kedalam rumah.
"Bibi." Teriak Verdi memanggil.
"Iya Tuan."
"Cepat telpon dokter sekarang juga." Pintahnya dan kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Setelah sampai dikamar, Verdi meletakkan tubuh Melati dengan perlahan ketempat tidur.
"Gadis bodoh" gumam Verdi menatap wajah Melati yang kini sudah terlihat pucat.
Beberapa saat kemudian dokter datang dan langsung menindaki tangan Melati yang terluka akibat irisan yang Melati lakukan pada pergelangan tangannya.
"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Verdi kepada dokter.
"Iya pak. Untung saja tidak terlalu dalam."
"Syukurlah." Ucap Verdi.
"Kalau begitu saya pamit dulu, Pak Ver."
"Baik Dok, terima kasih"
Setelah dokter tersebut keluar dari kamar Verdi. Verdi lalu duduk di bibir ranjang, memerhatikan Melati yang kini sedang tertidur.
"Jangan berharap mati sekarang. Itu terlalu muda." Ucapnya, lalu kemudian ponsel Verdi berdering. Verdi yang melihat kearah layar langsung tersenyum.
"Sayang." Ucap Verdi saat panggilan terhubung.
"Sayang maaf. Aku tidak menjawab telpon mu karna sibuk jalan-jalan dengan temanku." Ucap Sandra berbohong di sana.
"Tak apa, tapi lain kali jangan seperti itu lagi."
"Iya sayang, ahhh"
"Kau kenapa?" Tanya Verdi
"Ini sayang, anu ahhh."
"Kenapa?"
"Aku lelah berjalan sayang, makanya kakiku kesemutan." Lagi-lagi Sandra menjawab dengan berbohong.
"Ouh yah sudah, kamu istirahat saja dulu. Ingat jangan terlalu capek. Kau kesana untuk liburan, jadi bersenang-senanglah."
"Baiklah sayang terima kasih. Aku sayang banget sama kamu"
"Yah aku juga."
Lalu Sandra memutuskan panggilannya.
"Kau itu sayang, untung saja Verdi terima alasanku."
"Habisnya tubuhmu sangat menggodaku, jadi aku tidak sabar ingin memakanmu lagi."
"Ahh kau memang sangat pandai memuaskan ku." Ucap Sandra dengan senyum lalu mereka berdua kembali melalukan kegiatan panas mereka.
Setelah keduanya telah selesai, kini Alex berbaring di samping Sandra.
"Beb, aku butuh dana lagi."
"Lagi? Emang yang kemarin sudah habis?"
"Kau tahu sendirikan, kalau aku baru membangun usahaku dari bawah. Makanya aku butuh dana yang banyak."
"Baiklah sayang, apapun untukmu akan aku berikan. Asal kau bisa memuaskan ku dan selalu berada disampingku." Jawab Sandra.
smw pada gantung ceritanya