NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rima Bercerita Masa Magang

Suasana kantin kantor pada jam istirahat siang selalu terasa paling ramai dan hidup. Meja-meja kayu dipenuhi karyawan yang tertawa, bercerita, dan menikmati hidangan.

Di sudut dekat jendela kaca, sekelompok anak magang berkumpul di satu meja panjang, ada Rima, Dika, Sari, dan Eka.

Mereka adalah teman-teman yang paling sering bekerja sama sejak hari pertama orientasi.

Hari itu Rima tampak sangat ceria, matanya berbinar saat menyeruput es teh manis. Ia menepuk pelan meja untuk menarik perhatian teman-temannya.

"Teman-teman!" serunya antusias. "Tahu nggak? Hari ini tepat genap tiga bulan aku mulai magang di sini."

"Wah beneran Rima?" tanya Sari sambil tersenyum. "Cepat sekali rasanya ya. Rasanya baru kemarin kita sama-sama bingung cari ruangan administrasi."

"Benar sekali Sar," jawab Rima sambil mengangguk kencang. "Tiga bulan rasanya seperti satu tahun penuh.''

''Aku belajar banyak hal di sini. Belajar menyusun berkas yang rapi, belajar bicara sopan pada tamu, belajar sabar saat ada kesalahan, bahkan belajar menggambar poster yang enak dilihat.''

''Aku sangat berterima kasih sekali pada semua. Pada Bu Tia yang sabar membimbing, pada Pak Andre yang tegas tapi adil, pada kalian semua teman-temanku."

Wajahnya perlahan berubah sendu. Ia memainkan ujung sendok di tangannya, suara bicaranya melembut.

"Tapi... rasanya baru saja betah dan kenal semua orang, waktu magangku sebentar lagi selesai. Tinggal beberapa hari saja lagi."

"Waktu memang nggak berasa ya Rima. Setelah ini kita berpisah. Melanjutkan sisa waktu kuliah kita. Semoga secepatnya kita bisa lulus.'' ujar Dika.

"Aku juga ingin sekali nantinya bisa terus bekerja di sini. Kalian pun bekerja di sini. Jadi kita bisa berkumpul lagi." jawab Rima dengan mata berkaca-kaca.

''Ayah dan Ibuku juga sudah nggak sabar menunggu aku pulang.''

Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum lagi berusaha tegar. "Kuliahku tinggal dua semester lagi.''

''Aku janji akan belajar sekeras mungkin supaya nanti pulang membawa hasil yang membanggakan. Aku cuma... agak sedih saja harus berpisah dari tempat yang sudah seperti rumah kedua ini."

Teman-temannya mengangguk paham. Mereka menghibur Rima, berjanji akan tetap berhubungan lewat pesan singkat, dan berharap Rima sukses dalam studinya.

Percakapan itu berlanjut dengan cerita tentang mata kuliah yang akan diambil Rima, tentang rencana pulang ke desa untuk pamit pada orang tua, dan tentang harapan-harapan masa depan.

Tanpa disadari, di lorong kaca tepat di sebelah kantin, Andre sedang berjalan perlahan menuju ruang rapat.

Ia berniat mengambil air minum di ruang istirahat yang terhubung dengan kantin. Langkahnya terhenti mendadak saat mendengar nama Rima disebut, lalu kalimat tentang masa magang tiga bulan dan keharusan pulang melanjutkan kuliah.

Andre berdiri diam di sana, tersembunyi di balik dinding kaca yang tembus pandang dari satu arah.

Hatinya yang tadinya tenang seketika terasa berat sekali, seolah ada batu besar menindih dadanya. Napasnya terasa sesak mendengar kata-kata itu.

"Ternyata sudah tiga bulan... Tidak kerasa." gumamnya pelan tak percaya. "Rasanya baru kemarin dia salah masuk mobilku di tengah hujan. Waktu berjalan begitu cepat sekali..."

Ia selama ini terlalu sibuk menikmati kehadiran Rima setiap hari, menikmati senyumnya, mendengar tawanya, sampai lupa bahwa gadis itu hanya anak magang dengan waktu terbatas.

Ia lupa bahwa suatu saat nanti Rima harus kembali menempuh jalan hidupnya sendiri, melanjutkan pendidikan, dan mungkin pergi jauh dari pandangannya.

"Kalau dia pergi... bagaimana aku?" batinnya gelisah. "Setiap hari aku mencari keberadaannya, setiap hari aku ingin melihat senyumnya.''

''Kalau dia pulang ke kota asalnya, siapa yang akan membuat hariku jadi lebih berwarna?"

Andre menatap Rima yang masih tertawa mendengar candaan teman-temannya.

Senyum itu sama sekali tidak menyadari betapa besar dampak kepergiannya nanti bagi diri Andre.

Rima berbicara seolah perpisahan itu hanya hal biasa, hal yang harus dijalani, tanpa tahu bahwa bagi Andre itu rasanya seperti kehilangan bagian penting dari dunianya.

Ia ingin sekali melangkah masuk, bertanya lebih banyak, atau bahkan memintanya untuk tetap tinggal. Tapi ia sadar diri.

Ia tidak berhak melarang cita-cita gadis itu. Ia tidak bisa memaksa Rima meninggalkan kuliahnya hanya karena ia tidak sanggup berpisah.

"Kamu punya mimpi yang harus dikejar Rima," bisiknya pelan dengan suara bergetar. "Aku tidak boleh menjadi penghalangmu. Tapi... aku juga tidak sanggup sekadar melepaskanmu begitu saja."

Dino yang berjalan di belakang Andre ikut berhenti saat melihat atasannya diam mematung dengan wajah pucat.

Ia mengikuti arah pandang Andre, lalu paham apa yang sedang terjadi.

"Sebentar lagi magang Rima selesai ya Pak?" tanyanya pelan.

Andre mengangguk lemah. "Aku pikir masih ada waktu beberapa saat lagi Dino. Rasanya baru aku mulai mengenalnya dengan baik, dia sudah harus pergi."

"Bapak berniat menyampaikan perasaan sebelum beliau berangkat?"

Andre menunduk menatap lantai. "Aku harus berani. Kalau tidak, penyesalan ini akan membayangi aku selamanya.''

''Aku tidak mau dia pergi tanpa tahu bahwa kehadirannya sangat berarti bagiku."

Mereka pun melanjutkan langkah perlahan, meninggalkan area kantin. Namun hati Andre tidak lagi tenang seperti sebelumnya.

Ada rasa cemas dan takut kehilangan yang kini menyelimuti pikirannya sepenuhnya.

Sementara itu di meja makan, Rima menutup bekalnya dengan rapi.

Ia sama sekali tidak tahu bahwa percakapan sederhananya tadi telah mengguncang hati orang yang diam-diam paling menyayanginya di gedung ini.

Ia hanya berharap waktu berjalan lebih lambat sedikit saja, supaya ia bisa menikmati sisa hari di kantor ini dengan lebih indah.

1
🌺⃟ SasMaya
dihhh pak dino ngintipin ya.. 😂
🌺⃟ SasMaya
ckckck... Andre sudah tidak tertolong .. udah terpesona akut dia
🌺⃟ SasMaya
ya .. iya pak, sendirian.. emng kamu mau temenin ... udah makin bucin ya, Andre
🌺⃟ SasMaya
modus doank kah ini Andre 🤭
Europa.
selotip penutup itu dalam kata medis namanya plester gulung ya kak/Slight//Slight/
Europa.
jangan ditutup woi. jadi tambah nyama—ehm—pengap disini suasananya 😡😡
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Dino begitu peka ya
Europa.
cuma segores luka, eh atasan malah nyuruh ambil sekotak²nya. woo atasan sableng 😡😡😡
Europa.
woy. lu ngintilin gue ya? dimana² ada elu, Ndre😂😂
Europa.
bentar. jendela diperbaiki... bukannya malah di bongkar ya bingkainya? kok ini malah pengap thor?🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
meleleh aku bang
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jelas lah pak
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
malah jujur gimana sih pak🤣🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kok puas banget ya. jahat enggak sih aku🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bagus lah Rima, cukup aku saja yang patah hati 🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Rimaaa🤧🤧🤧🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
hu hu hu aku patah hati tor🤧🤧🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: 😄😄 jangaaan
total 1 replies
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah berpotensi tinggi jadi antagonis ini🤭🤭🤭
RahmaYesi
Akhirnya bisa melihat pasangan ini date di Malioboro. Langgeng ya kalian sampai nikah 🥰
Alia Chans
Walaupun Rima ceroboh, jiwa Hero nya gk main" ya🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!