NovelToon NovelToon
Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

Jonathan di paksa menikahi Paribannya (sepupunya) Nettania yang baru lulus sekolah SMA,karena mengikuti tradisi Batak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada apa dengan Netta?

“Tidak lagi bang, tidur sajalah,” kata Netta merebahkan tubuhnya dan memilih tidur, aku tau ia sedang sedih dan mungkin saat ini ia sedang menangis.

“Maafin Mami iya, Ta,” kataku, berucap pelan mungkin ia sudah tidak mendengarnya lagi.

Aku merasa lelaki yang lemah, tidak punya pendirian dan ketegasan. Lelah dengan pikiran dan tubuhku, aku juga sebenarnya belum makan, tapi memilih untuk tidur melihat Netta tidak mau makan, aku juga kehilangan selera makan.

Saat aku bangun, Netta juga sudah bangun, seperti kebiasaanya ia selalu bangun sebelum jam lima pagi, walau di rumah kami ada dua orang Asisten rumah tangga tapi ia selalu ikut membantu di dapur, membereskan banyak hal, boleh dibilang di rumah ini sebenarnya, ia lebih terlihat seperti pembokat daripada seorang istri, semua ia kerjakan.

Sejak malam itu, ia sedikit demi sedikit mulai berubah.

Aku sudah sengaja bangun cepat, niat ingin mengantarnya ke kampus, tapi saat ingin serapan pagi ternyata kata si Bibi , pagi-pagi sekali ia sudah berangkat.

Tumben pagi-pagi ia sudah berangkat, apa ia tidak serapan? Di meja makan ada dan tidak ada Netta, mami tetap saja bernyanyi membuatku tidak berselera makan. Baru dua suap, tapi mendengar mami marah-marah pagi-pagi membuatku kehilangan nafsu makan.

“Aku berangkat.”

“Loh, serapan belum habis,” Papi menegurku, Papi paling tidak suka melihat nasi terbuang-buang.

“Maaf Pi, tiba-tiba kehilangan selera makan karena Mami marah-marah terus.”

“Aku marah sama si Netta bukan sama kamu,” kata Mami dengan suara menggelegar dalam rumah.

“Netta ada, tidak ada, Mami tetap saja marah-marah, Mami tidak kasihan apa sama dia?”

“Kasihan? kenapa saya harus kasihan, saya memberinya nasehat untuk kebaikannya,” kata Mami selalu ada jawaban dan tidak pernah mau mengalah.

“Nanti kalau Mami terus menerus seperti itu, kami akan mengontrak sendiri.”

“Kamu tidak akan mampu jauh dari Mami Tan, kamu sama Netta harus tetap bersama kita, agar kita mengawasi kalian berdua.”

Tapi sejak Tulang kami memberi nasehat pada Netta malam itu, sejak hari itu ia mulai berubah, ini sudah hampir empat bulan Netta mulai jaga jarak, terlihat di rumah ia seperti semakin menjauhkan diri, rumah kami sudah seperti menginjak bara api baginya, ia tidak pernah betah di rumah, berangkat pagi-pagi sekali, pulang sudah sangat larut malam .

Aku sudah tidur, ia baru pulang. Hampir tidak mengobrol dengannya lagi, aku terlalu santai, tapi hatiku sangat sedih memikirkannya, aku sengaja tidur malam sengaja ingin melihatnya pulang jam berapa.

Jam 23:30 ia baru sampai, aku masih berkutat di meja kerjaku.

Kereaak

decit pintu di buka.

“Eh, abang belum tidur?”

“Kok baru pulang jam segini, Ta,?”

"Ia bang tadi restorannya sangat ramai jawabnya," tapi wajahnya terlihat sangat lelah, bahkan ia tidak membuka baju yang ia pakai lagi dan langsung merebahkan tubuhnya.

“Ta, kamu sudah tidur?”

“Aku ngantuk bangat Bang, biarkan aku tidur sebentar,” pintanya, matanya sangat berat.

Ya Tuhan, apa ia sangat lelah?

Aku bangun pagi-pagi, ia sudah berangkat, ia hanya menumpang tidur beberapa jam di rumah kami, bahkan ia tidak pernah lagi mendengar Mami mengomelinya.

Tadi melihatnya semakin menjauh aku merasa ada yang hilang dari bagian hatiku. Aku sangat sedih pernikahan kami hanya pajangan, Aku jarang mengobrol dengan Netta bahkan hampir tidak pernah, ini sudah hampir berbulan-bulan sejak ia melakukan itu.

Aku malah tidak perduli lagi pada Mikha, malah sering mengabaikannya dan sudah jarang aku menemuinya. Tapi hatiku mulai terusik atas sikap Netta

Tidak, aku harus melihatnya ke kampus, aku sengaja membatalkan rapat ku hari ini, agar aku bisa melihat apa yang di kerjakan Netta di Kampusnya.

Kebetulan juga, sudah waktunya aku membayar uang semesternya.

Saat ingin membayar uang semester untuk tahun ini, aku ingin melunasi, tapi Netta sudah melunasi katanya.

Jantungku berdetak tidak karuan, uang sebanyak itu dari mana ia dapatkan? Pekerjaan paruh waktu tidak akan bisa melunasi semua itu.

Aku mencari Netta, tapi hari ini ia tidak ada mata kuliah, tapi ia berangkat pagi-pagi dari rumah.

Apa yang terjadi, kemana dia? Ia berangkat pagi-pagi sekali dan pulang sangat malam, Pekerjaan apa itu?

Aku pulang ke rumah badan tiba-tiba lemas, sengaja menunggunya pulang, jam sepuluh belum pulang, jam sebelas belum pulang hingga jam 12 ia belum pulang juga, emosiku tidak tertahan lagi, aku meneleponnya tapi ponselnya tidak aktif . Aku sengaja mematikan lampu di kamar agar ia tidak curiga.

Kreaak

Ia sudah datang, aku menyalakan lampu. Ia terkejut mengalihkan wajahnya.

Darahku langsung mendidih melihat wajahnya, lipstik merah, bulu mata, ayeliner dan pipinya di merah-merahin.

“Kamu dari mana?”

“Abang… belum tidur, apa perlu sesuatu? Apa abang lapar?" Tapi ia tidak berani menatapku, membuatku semakin panas.

“Iya aku memerlukan mu,” kataku, emosi.

Dadaku naik turun, bahkan aku merasakan bulu kudukku berdiri, ia sangat cantik malam itu, ia tidak pernah secantik itu sebelumnya, untuk apa itu, untuk apa ia melakukan itu?

“Aku mau ke kamar mandi dulu Bang, katanya.

“Katakan …! Kamu dari mana?" aku menahan lengannya mencoba menatap wajahnya, tapi ia tidak berani menatapku, Saat itu juga aku merasakan duniaku seolah runtuh.

“Aku mau ke kamar mandi dulu Bang.”

“Apa kamu tidak ingin memberitahu, kamu dari mana?”

“Ini sudah malam, aku sangat mengantuk aku capek ,” ia melepaskan tanganku dan masuk kedalam kamar mandi membersihkan makeup-nya dan sekalian berganti baju.

Ya Tuhan, apa yang sudah terjadi? Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku dengan kasar,

tidak sanggup rasanya aku memikirkan hal itu, ia keluar dari kamar mandi sudah berganti pakaian.

Merentangkan kasurnya dan merebahkan tubuhnya, aku masih terduduk dengan lemas.

“Apa kamu akan tidur begitu saja,Ta?”

“Aku minta maaf bang Nathan, besok saja, aku lelah.”

“Menunggu besok aku rasa aku mau mati, Ta.”

“Aku minta maaf bang, tapi aku tidak pernah mengurusi pribadi abang, bukankah begitu sebaliknya? Bukankah abang yang dulu membuat peraturan itu satu setengah tahun yang lalu?”

“Apa!?”

“Mari kita, tidak saling mengurusi satu sama lain,” kata Netta. suaraku meninggi tapi ia menjawab dengan suara pelan dan lembut.

Aku terdiam aku merasa ada puluhan batu menghantam bagian dadaku, rasanya sakit.

Aku tidak bisa bicara apa-apa, malam itu tidak sedikitpun aku bisa memejamkan mata.

Aku bangun lagi-lagi Netta sudah tidak ada lagi, kasurnya sudah di lipat dengan rapih.

Aku Mandi dan baju yang ingin aku pakai sudah terlipat rapi, di sediakan Netta sepasang ****** *****, kaos kutang, celana dan kemeja.

Aku membiarkan baju yang sudah disiapkan Netta, memakai pakaian yang lain.

Pagi itu aku seperti mayat hidup, seluruh tubuh dan otak ini seakan mati rasa mengingat penampilan Netta.

Dalam meja makan Mami tidak cerewet lagi, ia mulai berkurang saat tidak melihat Netta.

“Abang Nahthan, kenapa pucat seperti itu sih?" Arnita menatapku diikuti yang lain ,gadis berseragam abu-abu itu selalu cerewet dan selalu ingin tahu.

“Kamu sakit Tan?” Papi menatapku aku hanya menggeleng dengan pelan.

Aku bahkan tidak menyentuh serapanku.

Bersambung....

1
Yurnalis Hasibuan
dokter tidak pakai jubah toor.tapi sneĺljas putih.kslau jubah itu utk wisudawan/ti dan hakim dan pengacara waktu sidang dipengadilan.
Silvi
Luar biasa
siti salamah
ini ceritaa sangat bgus, syang sekli klah populer smaa cerita halu nya di langit ke7,, semoga Author nya bisa br karya lbih bgus dri ini
siti salamah: sama" Author semngat bkin karya lgi yaa, sya pmbca bru.. sya dri jabar jd tau budyaa batak
total 2 replies
siti salamah
cerita nya bguss, dengan cerita daerah nya ,, semoga lbih nyak yang suka dengan cerita seprti ini, cerita lbih membumi .
Rika Sintya Panggabean
katanya orang kota, tp pemikirannya ga maju. bukannya didukung malah dilarang. kan bisa Lo samperin nanti ke sanaaaa kan banyak duitttttt
Hartini May
Luar biasa
Isra Nariah
main kesini main nangis bacanya/Sob//Sob//Sob/
Eva Nova
amang tahe... lomomma nathan.. 🤣
Eva Nova
wkwkwk.. 🤣🤣
Eva Nova
Huta raja itu itu kampung ayahku. Kami situmorang banyak dr sana..
Eva Nova
Dah lama gak jalan2 lg ke danau toba..
Eva Nova
Salam dr medan.. Aku juga boru Situmorang ..
Salam kenal ya thor.. Horass..
Betaria: Salam kenal Eda🙏🏻
total 1 replies
Alirosidin
Lumayan
Caecilia Triendah
Luar biasa
Shella Antika
knp diulaon tardidi jenny cuma ada dua marga siahan sama nainggolan bknnya eva boru situmorang yaa koq gk ada marga dari pihak papinya
Marulitua Tamba
aku suka kali dengan karya mu tour
Betaria: Terimakasih ito🙏🏻
total 1 replies
wasrawati botji
selamat bapa adelio...🤭
Melia Gusnetty
kamu yg tolol..nyalahin orang sgl..lu yg minta d temanin minum dn lo yg minta buat nyoba..udh d ksh tau bonar jgn coba2..malah lu maksa...salah luu sendiri begok...orng pl yg d salahin...🤪
Melia Gusnetty
semakin rusak ..😏
Melia Gusnetty
bukan nya berobat...sprt yg d suruh netta..malah tambah rusak...mampos aja lh kau nathan...begok..😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!