Warning ya!!!
Anget-anget kuku, bikin gerah, ketawa, dan menangis.
Harap baca 'My Sexy Old Man' agar mengenal karakter protagonis prianya.
Emanuel adalah pria yang gemulai yang mempunyai sifat yang lembut bagaikan kapas.
Sedangkan Afika larasati adalah gadis kecil yang baru berusia 17 tahun itu mempunyai sifat yang keras, tomboi dan jago bela diri.
Bagaimana jika dua manusia berbeda karakter itu di satukan dalam ikatan pernikahan?
Bagaimana kisah selanjutnya?
Penasaran? Yuk simak terus kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wedding 2
Tidak terasa acara pernikahan yang di laksanakan pagi hari itu telah usai di siang hari tepatnya jam 11 siang, saat ini Ema dan Fika sudah berada di kamar hotel mewah tersebut. Fika sudah selesai membersihkan diri dan sudah mengenakan dress berwarna pink yang sangat pas di tubuh rampingnya. Awalnya Fika menolak untuk memakai dress itu, namun karena pakasaan dari Ema dan juga hari itu masih hari bahagia untuk mereka jadi dengan terpaksa ia mau mengenakan dress tersebut dan tak lupa Ema juga merias wajah istrinya secantik mungkin.
"Kamu lelah sayang?" Tanya Ema, sembari mengusap halus kedua lengan Fika dari belakang.
"Sedikit." Jawab Fika sembari memejamkan matanya karena saat ini jantungnya sudah berdetak tak karuan.
"Kalau begitu istirahat saja." Ucap Ema, lalu mengecup leher istrinya berulang kali, membuat Fika ingin pingsan di tempat saat merasakan sentuhan itu.
Entah kenapa rasa sentuhan itu sangat berbeda dari sebelumnya? Sentuhan dari suaminya itu menyulutkan api gairah yang ada di dalam tubuhnya.
"Tidak enak dengan keluarga Clark yang masih disini." Jelas Fika, sembari menggigit bibir bawahnya karena saat ini bibir Ema sudah menggigit kecil lehernya.
"Ya sudah, kita didalam kamar saja bikin yang enak-enak." Jawab Ema, membuat Fika merinding disco.
"Enak-enak apa? Aku lapar sekali." Fika sengaja mengalihkan perhatian Ema agar dirinya tidak di lahap sekarang oleh suaminya.
Dan benar saja saat mendengar istrinya berkata 'lapar' membuat Ema menghentikan aktifitasnya.
"Ya sudah kamu tunggu disini sebentar aku akan membersihkan diriku, setelah itu kita turun bersama." Jelas Ema, dan diangguki Fika.
"Huh selamat." Gumam Fika, sembari mengusap dadanya berulangkali saat Ema sudah berjalan kearah kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Ema selesai membersihkan dirinya dan sudah berpakaian lengkap, setelah itu keduanya turun bersama menuju ballroom hotel yang masih menyisakan tamu besarnya yaitu Keluarga Clark.
"Oh, ini dia yang ditunggu-tunggu." Ucap Oma Airin saat melihat pasangan pengantin baru berjalan ke arah mereka dengan bergandeng tangan mesra.
Kemudian pengantin baru itu duduk di antara keluarga Clark dan di dekat Rima.
"Waww, apa dia sudah mencuri start? Lihat rambutnya basah." Ledek Devan tergelak saat melihat rambut Ema terlihat basah.
"Namanya juga pengantin baru, Tuan." Ucap Rima tersenyum bahagia sembari melirik putra dan juga
menantunya.
Semua orang disana nampak bahagia sekali karena melihat Ema sudah menemukan tambatan hati dan tentu saja ledekan terus bergulir untuk pengantin baru itu.
"Sudah jangan meledek mereka terus." Oma Airin berkata sembari melihat wajah Fika yang sudah seperti kepiting rebus.
"Sayang, katanya tadi kamu lapar. Mau di pesankan apa?" Tanya Ema kepada Fika.
"Ciee perhatian bener bang?" Celetuk Raya, membuat semua orang disana tergelak keras.
"Em tidak jadi lapar." Jawab Fika, menundukan kepalanya lantaran malu.
"Jangan sungkan, keluarga Clark memang begitu pada gesrek semua." Ceplos Jeje langsung mendapat protes dari keluarganya.
"Honey." Kesal Xander.
"Bercanda Daddy." Ucap Jeje lagi, lalu mengecup pipi suaminya tanpa malu.
Kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka dan juga memberikan beberapa hadiah lagi untuk pengantin baru itu.
"Wah terimakasih, sering saja seperti ini." Ucap Ema terkekeh pelan.
"Btw, Four J dan si cantikku kemana?" Ema baru menyadari jika lima anak yang menggemaskan itu tidak terlihat sejak tadi.
"Di rumah, kami malas membawa mereka karena mereka itu tidak pernah mau diam jika berada di suatu acara." Jelas Jeje, kepada Ema.
Saat mereka lagi asyik mengobrol, Bondan baru datang karena ia pun sama harus mmebersihkan diri dulu dan berganti pakaian dengan pakaian casual, karena Bondan tidak betah jika harus menggunakan pakaian formal terlalu lama. Terlihat tidak sopan, tapi itulah Bonda yang selalu tampil apa adanya.
"Maaf aku terlambat." Ucap Bondan lalu duduk di sebelah putrinya dan tak lupa ia memperkenalkan diri kepada keluarga Clark.
"Oh My God, Hot sekali." Gumam Raya, saat melihat penampilan Bondan yang sangat Hot jeletot.
"Uh, Hot daddy." Gumam Jeje dan matanya tak lepas dari Bondan.
"Ehem." Xander berdehem keras saat melihat istrinya memandang pria lain.
"Wah, jadi kamu ayah Fika?" Tanya Oma Airin, memperhatikan Bondan.
"Iya nyonya." Jawab Bondan sopan, dan tersenyum.
"Tattomu banyak sekali?" Tanya Xander sedikit ketus, karena dirinya merasa tersaingi.
"Ini belum seberapa di punggung dan di dadaku masih banyak lagi." Jawab Bondan apa adanya, membuat mereka yang di sana tercengang kecuali Fika dan Ema.
"Maaf tuan dan nyonya, Ayah saya adalah mantan Atlet tinju jadi ya seperti itu penampilannya." Jelas Fika, dan mereka yang mendengar menganggukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, aku malah suka melihat yang bertato lebih hot dan Errrrr." Ucap Raya, sembari menggerakkan jari-jari tangannya seperti kucing yang akan menerkam lawannya.
"Sayang." Devan melotot sebal.
"Apa?! Tadi kamu melihat pepaya busuk tapi aku santai saja tuh!" Balas Raya kesal, dan membuat Devan langsung bungkam, sedangkan yang lain hanya menahan tawa mereka
Bondan hanya tersenyum tipis saat mendapat pujian dari wanita cantik itu, dirinya sudah terbiasa mendapat pujian dari kaum hawa.
Setelah selesai mengobrol panjang lebar, kini saatnya Keluar Clark pamit pulang dan tak lupa Ema dan Fika mengucapkan banyak terimakasih karena sudah datang ke pesta pernikahannya yang sederhana itu, setelah itu Bondan dan Rima juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Keluarga Clark.
"Ayah langsung pulang ya." Ucap Bondan kepada Ema dan Fika.
"Loh kok? Ayah menginap saja disini dulu." Cegah Ema dan diangguki Bondan.
"Sekarang kalian sudah jadi suami istri, kalian harus hidup rukun jika ada masalah harus di diskusikan bersama. Kamu juga Fika, sekarang sudah jadi istri jadi harus bisa menjadi istri yang baik dan patuh kepada suami." Bondan memberi wejangan kepada pengantin baru itu.
"Iya Yah, terimakasih." Ucap Fika, lalu memeluk Erat Ayahnya.
"Terimakasih, Yah." Kini giliran Ema yang memeluk Bondan sesaat.
"Ingat, lakukan pelan-pelan karena putriku masih tersegel." Bisik Bondan, sembari menepuk punggung Ema dengan keras membuat menantunya itu meringis kesakitan.
"Iya, Ayah." Ucap Ema, lalu segera melepaskan diri.
Dan tiba giliran Rima yang memberi wejangan kepada Putra dan juga Menatunya.
"Duh seneng banget akhirnya punya menantu cantik." Ucap Rima, sembari menguyel-uyel pipi Fika dengan gemas. "Mami nitip jagain putra mami ya, sayang." Ucap Rima.
"Maksud mami?" Tanya Fika, dengan kening yang berkerut.
"Loh Nue tidak memberi tahumu jika setelah menikah kalian akan tinggal dirumah baru kalian?" Ucap Rima, dan Fika hanya menggeleng saja bertanda jika dirinya tidak tahu.
"Kamu bagaimana sih?" Protes Rima kepada putranya.
"Maaf lupa." Jawab Ema tersenyum, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah kalian makan siang dulu, setelah itu istirahat." Ucap Rima, dan diangguki pengantin baru itu.
*
*
*
Setelah makan siang bersama, pengantin baru itu menuju kamarnya lagi untuk beristirahat tak lupa keduanya itu juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.
"Sayang bobok bareng yuk!" Ajak Ema, lalu menggendong tubuh istrinya menuju tempat tidur.
Dan
Nungguin apa kalian? Hah?🤣
Jangan lupa kasih dukungannya ya....
Tekan favorit, like, vote, komentar dan kasih gift seikhlasnya😘