NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DALAM PANTAUNKU.

"Rava." panggil Renata, saat melihat ke arah Rava yang turun dari mobil. Rava yang mendengar suara Renata, dalam keheningan lokasi rumah yang memang seperti tidak berpenghuni itu, menoleh pada Renata. Wajah yang sempat di tekuk, langsung berubah dengan cepat menghampiri Renata.

 

"Kenapa kau kesini?" tanya Rava.

 

 

"Ini, ponsel dan kunci mobilmu. Siapa tahu besok kita tidak berjumpa, jadi aku ke sini hanya untuk mengantarkan barang yang penting untuk, seorang pengusaha seperti kamu." ucap nya dengan senyum yang melekat di bibirnya.

 

Rava mengambil barang dari tangan Renata, dengan mata yang terus memandangi wajah Renata yang tampak sendu karena habis menangis dan wajah lelahnya. Rava menangkap perkataan Renata, dengan yakin Rava menebak, Renata mau kabur dengan berpindah tempat menginapnya.

 

 

 

Usai barangnya di terima Rava , Renata hendak kembali masuk ke dalam taxy, Rava menarik tangan Renata, mendorongnya ke belakang tubuhnya, dengan cepat Rava mengambil dompet dan membayar Taxy dengan memberikan uang lebih.

 

 

"Maaf... Pak. Alamat sudah sesuai, Terima kasih." ucap Rava lalu menutup pintu mobil, Taxy. Lalu menarik tangan Renata kembali, "Ayo masuk, ini sudah sangat malam." ucapnya ke Renata.

 

 

Tampak Vara yang menatap mereka sedari tadi, begitu juga dengan Defan.

 

 

"Rava, aku mohon jangan begini. Biarkan aku pulang!" ucap Renata dengan menarik tanganya hingga membuat Rava terhenti.

 

 

"Apa, Kau itu tidak bisa mendengarkan perkataanku sekali saja! kenapa kau suka sekali, membuatku khawatir!" bentak Rava ke Renata.

 

 

"Aku tidak mau kalian bertengkar karena aku, Rava." balasnya lembut seraya memohon dan sekilas melirik Vara yang menatap tajam.

 

 

"Kenapa! jangan ada satupun yang berani menentang aturan di rumahku! Kalau kalian tidak suka, jangan harap aku akan memaafkan kalian semua!" suara Rava meninggi, lalu ia melepaskan tangan Renata dan masuk ke dalam rumah, mendahului Vara dan Defan. Tiba-tiba , Rava kembali menoleh dan menatap tajam ke Renata, "Jika kau berani melewati pintu pagar itu, Aku akan menganggapmu tidak ada selamanya!" teriak Rava dan kembali berjalan masuk.

 

 

 

Vara, Defan dan Renata semuanya beradu pandang. Dan Renata yang mendapatkan pandangan Vara, itu memilih berbalik dan hendak berjalan ke arah pintu gerbang, "Jika kak Rena berani melangkah! Selamanya , Vara juga akan membenci kak Rena, karena kak Rava akan membenciku." ketus Vara kemudian berjalan masuk, tanpa menunggu respon Renata.

 

 

Rava dengan cepat berlari ke arah tangga, karena benar dugaanya, Renata tidak bakalan takut dengan ancamannya. Sehingga, ia mengintip dari jendela ruangan tamu, ternyata Vara sudah mau masuk. Rava memang sengaja mengancam di depan Vara, agar Vara merasa bersalah dan bisa menghentikan Renata.

 

 

Cuma sama Vara, hati si Renata luluh. Ia pasti memilih mengalah, jika Vara sudah marah-marah enggak jelas padanya. Renata yang masih diam mematung, di hampiri oleh Defan.

 

 

"Maafi kedua kakak beradik itu ya kak? Defan yakin, Mereka berdua sangat menyayangi kak Rena. Sekarang ayo, masuk. Angin malam enggak , baik untuk wanita secantik ka Rena." gombal si Defan.

 

Renata tersenyum dan memeluk tangan Defan, "Kau adik yang sangat pengertian," ucapanya lalu mengajak Defan untuk masuk ke dalam. Rumah besar itu, sudah sangat sepi. Tampak bibi Tarni menyambut keduanya.

 

 

"Selamat malam Nona, apa ada yang bisa bibi bantu? Tuan muda?" tanyanya pada keduanya.

 

 

Renata tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Bi." jawab Renata.

 

 

Defan juga menjawab hal yang sama, lalu membawa Renata berjalan ke arah tangga. Sesampainya di atas, Defan bingung. Kamar mana yang di gunakan untuk, Renata.

 

 

"Kak Rena, pernah bobok di rumah sini, sebelumnya?" tanya Defan memastikan.

 

Renata menggelengkan kepalanya."Tidak pernah, kakak hanya berkunjung. Ada apa?"

 

 

"Defan bingung kak, kamar mana yang harus kakak tempati." ucap Defan menatapnya.

 

 

"Tidak usah di pikirkan, kakak bisa tidur di manapun." ucapnya meyakinkan.

 

 

Defan membulatkan matanya, "Aisss... Enggak yakin. Tunggi di sini kak," Defan berjala ke kamar Rava dan mengetuk pintu sampai terbuka. Rava keluar dengan memanjangkan kepalanya, melirik pada Renata. Hatinya pun tenang.

 

"Kak, di mana kak Rena tidur?"

 

"Kamar di lorong kedua, antarlah." ucapnya seraya melirik Renata dengan lirikan tajam,kemudian masuk ke kamar dan kembali menutupmya. Renata hanya sekedar menatap Rava. Dengan cepat, Defan mengantarkan Renata ke kamarnya. Dan izin kembali ke kamarnya.

 

"Wuh... Aku benar-benar sangat lelah. Ranjang ini sangat empuk." ucap Renata saat ia merebahkan tubuhnya.

 

 

Tok... Tokk... Tokkk...

 

 

Suara ketukan pintu kamar Renata terdengar, Renata terhenti dari aksi menggesekan kakinya yang ia suka di atas ranjang, "Mau apa lagi sih, anak ingusan ini." bergegas berjalan dan membuka pintu.

 

 

"Mau apa lagi sih, Def'."ucapannya tergantung.

 

 

"Turun... Makanlah denganku." ajak Rava kemudian bergegas menuruni anak tangga, tanpa menunggu jawaban Renata.

 

 

Dengan terpaksa, tidak ingin membuatnya kembali marah, Renata berjalan ke arah anak tangga, dan berjalan ke arah meja makan.

 

Rava sudah duduk di depan meja makan, kemudian menatap Renata yang masih kesal dengan mengerucutkan bibirnya.

 

 

"Duduk, dan makanlah. Aku tahu kau seharian di rumah sakit."

 

 

Tanpa menjawab, Renata duduk dan mengambil beberapa sendok nasi dan lauknya. Kemudian memakannya tanpa menatap ke Rava. Rava yang sedang mengunyah makannnya, menoleh ke Renata.

 

 

Setelah selesai makan, Renata mencoba mengangkati piringnyaa ,dengan cepat di hentikan oleh bi, Tarni. Renata kembali duduk, karena mata tajam Rava mengarah pada dirinya.

 

 

"Jangan berniat untuk kabur, kemanapun kau lari, pasti aku bisa menemukanmu."

 

"Jangan mengancam aku! aku tidak takut, dan aku kan bukan siapa-siapamu, kenapa kau harus menjagaku." balas nya ketus.

 

"Karena aku sudah berjanji dengan mamaku dan mamimu. Selama kau di sini, kau masuk dalam pantauanku! ikuti saja aturanku."

 

 

"Tidak usah repot-repot, Rava. Aku sudah mengabarkan pada mamiku, dan aku sudah katakan ke mami, Aku tidak bersamamu. Jadii... Kau tidak perlu repot-repot menyusahkan, kamu" Renata berdiri dan berjalan ke arah tangga. Lalu memilih rebahan di atas ranjangmya , menatap kosong pada langit-langit. Sedangkan Rava, yang di tinggal Renata, hanya bisa menghela nafasnya.

 

 

^

Keesokan paginya.

 

"Bang Rava,." teriak Defan seraya mengetuk pintu kamar Rava.

 

 

"Bang Rava, oh bang Rava." teriak Defan dari arah luar, ikut membangunkan Vara.

 

 

"Fan, Lu pagi-pagi sudah buat ribut!" ketus Vara dengan mata baru bangun tidur.

 

 

"Diam! gua bukan ngetuk pintu kamar mu! kenapa malahan kau yang keluar."

 

 

"Ya mana aku tahu! suara cemprengmu, sangat menggangku tidurku! Kenapa sih pagi-pagi sudah histeris kek kebakaran jenggot!" ketus Vara.

 

 

"Semuanya gegara lo nih! Kalau mulutmu itu enggak sibuk membentak kak Renata, dia gak mungkin lari , di jam yang masih sangat pagi."

 

 

"Maksudnya apaa?" tanya Rava yang barusan keluar membuat Defan dan Vara menatapnya.

 

"Kak Renata sudah pergi, Kak. Kata pak satpam kisaran jam enam pagi. Kak Renata, keluar dari rumah."

 

 

Vara tertunduk, mendapatkan tatapan Rava. Tetapi Vara tidak mau berlama-lama di diamin kakaknya.

 

 

"Kak Rava, Maafin Vara ya." ucapnya ke Rava ,menadapat tatapan defan ke arah wajah Vara yang meinta pengampunan itu.

 

 

"Ya sudahlah, buruan siap-siap untuk ke kampus, kakak tunggu di meja makan." jawaban Rava membuat hati Vara lega.

 

 

"Ke mana dia pergi." ucap Rava seraya kembali masuk ke kamarnya.

 

 

"Bersambung."

Jangan lupa berikan Like, Vote maupun bintang 5 ya. Terima kasih semuaya, dan yang sudah memberikan ku tips berupa koin 🙏.

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!