Hi ☺️
Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.
Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Dengan langkah malas akhirnya Syuhada sampai di rumah miliknya saat ini. Di mana rumah itu yang selama ini dirinya miliki. Syuhada masuk ke dalam kamar miliknya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya.
"Kenapa hidup ku seperti ini" Ucap Syuhada dengan melihat langit-langit kamar miliknya
"Apa yang sudah Bapak lakukan kepada diriku dan akhirnya aku harus menanggung beban semua ini" Teriak Syuhada dengan mengobrak-abrikkan tempat tidur miliknya dan mulai menangis dipojokkan kamar miliknya. Suara tangisan tersebut semakin kencang dan di dengar oleh Bu Murni yang merupakan tetangga Syuhada
Bu Murni yang mendengarkan suara tangisan tersebut langsung menghampiri Syuhada yang berada di dalam rumahnya.
"Syu... Syuhada" Panggil Bu Murni dengan mengetuk pintu rumah milik Syuhada. Syuhada yang mendengarkan suara Bu Murni segera mengusap air matanya dan menuju ke ruang tamu
"Syu... Bukakan pintunya, Nak. Ibu ingin berbicara dengan mu" Ucap Bu Murni yang masih berdiri di depan rumah Syuhada dan mengetuk pintu rumah Syuhada
"Bu... Biarkan aku sendiri! Aku tidak ingin di ganggu" Jawab Syuhada yang masih berada di dalam rumah
"Ada apa dengan mu? Ceritakan semua keluh kesah mu kepada Ibu. Siapa tau Ibu bisa membantumu, Nak" Ucap Bu Murni
"Tidak Bu terimakasih. Aku ingin sendiri! Tolong lah mengerti, Bu" Jawab Syuhada dengan meneteskan air matanya kembali
"Baiklah Ibu paham. Jika kau butuh sesuatu hubungan Ibu iya, Nak" Ucap Bu Murni segera pergi
"Terimakasih" Jawab Syuhada dengan lirih
.
.
Di tempat lain
Tuan Anas yang tidak sadarkan diri. Kini dirinya berada di bawah Kungkungan Tiara. Tiara mulai mengeluarkan jurus andalannya dengan menggoda Tuan Anas. Tuan Anas yang melihat tubuh Tiara hanya mengenakan pakaian dalam saja dirinya serasa ingin menikmati tubuh indah itu.
Tiara dengan sengaja membuat Tuan Anas mabuk. Agar Tuan Anas bisa Ia kendalikan dengan begitu dirinya dapat berbuat seenak hatinya dengan menuduh Tuan Anas yang sudah memaksa dirinya untuk melakukan hal tersebut.
Tiara yang baru saja melepaskan pakaian milik Tuan Anas. Namun pintu hotel tersebut berhasil di buka oleh para petugas. Dengan gelagapan Tiara menutupi tubuh miliknya dengan kain sprei yang berada di situ. Tuan Anas yang sudah tidak sadarkan diri di bopong oleh Agung dan di bawa ke dalam mobil miliknya dan segera meninggalkan tempat itu. Sedangkan anak Buah Agung mulai mengambil barang-barang milik Tuan Anas yang masih tertinggal dan mulai mengambilnya.
Sesampainya di rumah
Bu Anna sudah berdiri di depan rumah miliknya dengan melipat kedua tangan miliknya penuh emosi. Tuan Anas di turunkan oleh Agung dari dalam mobil miliknya dan di tidurkan di depan halaman rumah miliknya. Dengan segera Bu Anna menyuruh Bu Mijah menyalahkan keran air yang biasa untuk menyirami tanaman dan sekarang malah untuk menyemprotkan ke arah wajah Tuan Anas. Tuan Anas yang mendapatkan perlakuan seperti itu dirinya gelagapan dan mulai sadarkan diri.
"Ada apa ini?" Tanya Tuan Anas yang tidak mengerti
Semua orang tertuju kepada Tuan Anas dan tidak ada yang menjawabnya
"Hentikan semua ini" Ucap Tuan Anas segera berdiri
"Bu Stop" Teriak Tuan Anas dengan membuang selang tersebut
"Apa yang sudah terjadi dengan ku?" Tanya Tuan Anas
"Sudahlah jangan pura-pura tidak tau" Jawab Bu Anna
"Sungguh Bu. Aku tidak mengerti" Ucap Tuan Anas
"Kau sudah tidur bersama Tiara apa kau tidak tau atau kau pura-pura tidak tau?" Tanya Bu Anna dengan berkacak pinggang
"Tidur bersama Tiara. Mana mungkin, Bu" Jawab Tuan Anas dengan tertawa
"Di mana Syuhada sekarang?" Tanya Bu Anna
"Syuhada..." Jawab Tuan Anas dengan lirih
"Syuhada di mana?" Tanya Bu Anna balik
"Syuhada di bawa pergi oleh Riswan dan Salman" Jawab Tuan Anas dengan terbata-bata
"Apa? Apa maksudmu Anas" Ucap Bu Anna dengan berteriak
"Aku... Aku tanpa sadar sudah menyuruh mereka membawa Syuhada untuk ikut bersama dengan mereka" Jawab Tuan Anas dengan menundukkan kepalanya
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Bu Anna
"Saat itu aku sangat marah kepada Syuhada. Mereka melihat Syuhada dan mengajaknya berbicara namun Syuhada tidak menanggapi ucapan mereka. Dengan begitu... selanjutnya... aku sudah tidak ingat lagi Bu" Jawab Tuan Anas dengan mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Plak..." Suara tamparan yang mengenai pipi Tuan Anas
"Kau tidak pantas disebut dengan manusia. Kau seorang iblis Tuan Anas Mikail" Ucap Bu Anna dengan geram
"Bu jangan berbicara seperti itu kepada ku. Aku minta maaf" Jawab Tuan Anas dengan bertekuk lutut di hadapan Ibunya dan menangis
"Kalian cepat cari Syuhada!" Perintah Bu Anna kepada Agung dan para anak buahnya
"Siap Bos" Jawaban dan segera pergi
Dengan segera Tuan Anas berlari mengikuti langkah mereka.
"Kau mau pergi ke mana Tuan Anas Mikail" Teriak Bu Anna dengan sangat lantang
"Aku harus mencari Syuhada! Aku tidak ingin sesuatu buruk terjadi kepada Syuhada" Ucap Tuan Anas
"Tidak perlu! Kau di rumah saja. Aku tidak ingin kau pergi ke luar rumah lagi" Jawab Bu Anna
"Bu... Aku harus mencari Syuhada" Ucap Tuan Anas
"Cukup Anas. Ibu tidak ingin kau melakukan kesalahan lagi kepada Syuhada. Kau di rumah dan tunggu kabar dari mereka saja" Jawab Bu Anna segera masuk ke dalam rumah miliknya dan di ikuti oleh Tuan Anas
Tuan Anas merebahkan tubuhnya di kursi ruang tamu dengan memijit kepalanya yang terasa sangat pening. Sesekali Tuan Anas menelepon Dirly sang asisten namun lagi-lagi nomor ponsel milik Dirly di luar jangkauan. Tuan Anas mulai gelisah dan mondar-mandir di depan pintu rumah miliknya dengan melihat arah ke luar pintu.
"Bagaimana kalau mereka sudah melakukannya" Ucap batin Tuan Anas
"Apa yang sudah mulutku ucapkan, Astaga" Ucap Tuan Anas dengan memukul mulutnya sendiri dengan tangan miliknya dan marah
Beberapa jam kemudian
Syuhada berhasil di bawa pulang oleh Agung dan para anak buahnya ke rumah Bu Anna.
"Kenapa kalian membawaku ke rumah ini? Bukankah aku sudah mengatakannya kepada kalian aku tidak ingin berurusan dengan mereka lagi" Ucap Syuhada yang masih duduk di dalam mobil tersebut
"Turunlah dan ini perintah dari Bos ku" Jawab Agung dengan membukakan pintu mobil tersebut
"Tidak" Ucap Syuhada dengan memalingkan wajahnya
"Ayolah cepat turun atau aku akan" Jawab Agung
"Atau akan apa?" Tanya Tuan Anas yang berkacak pinggang di belakang mereka
"Tuan" Jawab Agung dengan menundukkan kepalanya
"Menyingkir lah kalian semua!" Perintah Tuan Anas. Dengan segera Tuan Anas berjalan menuju ke arah Syuhada yang masih duduk di dalam mobil tersebut
"Sayang turunlah. Ibu ku sudah menunggu kedatangan mu dan maafkan aku" Ucap Tuan Anas dengan mengulurkan tangan miliknya
"Ck. Kau itu sangatlah jahat, Anas" Jawab Syuhada dengan memalingkan wajahnya
"Apa... Kau berani memanggil ku dengan sebutan Anas. Awas saja iya, nanti malam" Ucap Tuan Anas segera menggendong Syuhada masuk ke dalam rumah miliknya
"Turunkan aku Anas" Teriak Syuhada dengan memukul dada bidang milik Tuan Anas
"Astaga mereka" Ucap Agung dengan geli
Bersambung... ✍️
ihh gudeg jadinua