Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21. Cepatlah Sembuh
Aroma wangi makanan membuat Wiway terbangun dan berjalan menuju ruang makan.
"Wah lezat sekali, apa kau yang m memasaknya sendiri?" ucap Wiway sembari mencicipinya masakan Ezza
"Tentu saja, gini-gini aku tuh jago masak loh. Chef Juned mah lewat!" ucap Ezza menyombongkan diri
"Aku percaya kok tayank," sahut Wiway mengedipkan matanya
"Dih gelay!" seru Ezza kemudian meninggalkan gadis itu
Wiway terkekeh melihat ekspresi wajah Ezza.
"Yes, syukur dia pergi jadi aku bisa bebas menyantap semua makanan ini sendirian," gadis itu segera menarik kursi dan bersiap menikmati makanan di hadapannya.
"Hmmm, Rasanya maknyus. Jadi pengin nambah lagi," gadis itu begitu lahap menikmati nasi goreng buatan Ezza.
*Praangg!!
Seketika Wiway langsung menoleh kearah Ezza yang memucat ketika melihatnya.
"Apaan tuh!" seru Wiway memicingkan matanya
Wanita itu tertawa terbahak-bahak saat melihat Ezza kencing di celana.
"Masa sudah sering lihat wajah ku masih saja ketakutan, sampai kencing di celana lagi, wkwkwk!" celoteh gadis itu menertawakan Ezza.
"Tetap saja serem kalau lihat Lo waktu magrib, apalagi gue kan abis masak di dapur jelas aja horor pas kembali lihat Wewe Gombel lagi makan," sahut Ezza sembari menutupi bagian depan celananya.
*Ting nong!!
Keduanya kemudian terdiam saat mendengar suara bel rumah itu berbunyi.
"Tunggu di sini, aku akan mengecek siapa yang datang," ucap Ezza segera berlari ke depan.
"Bibi!!" seru Ezza segera menutup kembali gorden jendelanya.
Ia segera berlari menghampiri Wiway yang masih asyik menikmati makanannya.
"Cepat sembunyi sembunyi," ucap Ezza menarik lengan Wiway.
"Ezza!!" seru Bi Neneng terus menekan belnya
"Sial, kemana tuh bocah, bukanya bukain pintu malah kabur. Gak tahu apa kalau gue lagi kebelet banget!" keluh Neneng
"Ezza, buka pintu atau bibi dobrak nih!" ancamnya sembari memasang kuda-kuda
*Braakkkk!!!
Karena tak kuat menahan pipis Neneng pun akhirnya mendobrak pintu itu.
"Sial," Ezza segera memeluk Wiway saat wanita itu menghampirinya.
"Astaga, pantas saja kau tak mendengar teriakan ku, ternyata kau malah asik-asikan bermesraan di sini!" cibir Neneng
"Pantas saja Abang memintaku mengawasi mu di sini. Ternyata kau suka membawa teman kencan mu kerumah. Astaga mau ditaruh dimana mukaku, andai semua orang tahu Ezza Sinatria putra Wisnu Sinatria membawa Tan wanitanya menginap di rumahnya saat orang tua tuanya tidak ada di rumah. Bagaimana jika kalian tertangkap oleh petugas keamanan kompleks lalu dinikahkan paksa, lalu bagaimana dengan nasibku!. Masa kamu akan melangkahi bibi mu,"
"Oii, nih anak diajak ngobrol bukannya nyaut malah makin lengket aja kaya permen karet," Neneng berusaha menarik Ezza agar melepaskan diri dari pelukan Wiway.
*Braakkkk!!
"Awww, Bibi!" seru Ezza kesakitan saat ia terlempar menghantam meja makan.
"Wiway, jangan sampai Bibi melihat wajahnya," Ezza segera bangun dan menghampiri Wiway
"Halo Tante!" sapa Wiway melambaikan tangannya kearah Neneng.
"Syukurlah," ucap lelaki itu lega
"Oh My God, pantas saja Ezza mengabaikan panggilan ku, ternyata kau sangat cantik seperti seorang Dewi," ucap Neneng berdecak kagum menatap Wiway
"Terimakasih Tante. Tapi Tante juga cantik kok, apalagi wajah baby face Tante membuat orang menyangka jika Tante masih tiga puluh tahunan," sahut Wiway mendekati wanita itu
"Emang usia Tante 35 tahun," jawab Neneng gusar
"Astoge, maaf Tante. Btw nanti Wiway kasih resep biar Tante awet muda dan memiliki wajah glowing seperti artis Korea Shin Min A," Wiway
"Apa resep itu bisa membuatku cepat mendapatkan suami?" bisik Neneng
"Sudah pasti semua lelaki akan menempel pada Tante, jadi Sans aja," sahut Wiway
"Benarkah, Oh ternyata selain cantik kau juga sangat baik hati, btw kalau boleh tahu siapa namamu cah ayu?" tanya Neneng
"Panggil saja aku Wiway," jawabnya ramah
"Nama yang cantik secantik orangnya,"
"Ah Tante bisa aja. Kalau boleh tahu nama Tante siapa, kan ada yang bilang kalau tak kenal maka gak boleh ngutang jadi kuy kenalan dulu," ucap Wiway membuat Neneng terkekeh mendengarnya
"Ternyata orang cantik bisa ngelawak juga ya,"
"Paket komplit Tan," bisik Wiway membuat Neneng semakin terpingkal-pingkal di buatnya
"Panggil saja Tante Neneng, btw apa kamu teman kuliah Ezza?" tanya Neneng
"Bukan Tante,"
"Oh, begitu lalu kalian ketemu dimana?"
"Di Semarang pas Ezza lagi liburan Bi," ucap Ezza menimpali pertanyaan Neneng.
"Oh gitu,"
"Btw kaya ada bau-bauan menyengat yang membuat bulu hidungku, terkena serangan jantung," ucap Ezza mengendus-endus seperti seekor kucing
Neneng menyunggingkan senyumnya mendengar keluhan Ezza.
"Tadi Bibi kebelet pipis tapi karena kamu kelamaan membukakan pintu, akhirnya jebol juga pertahanan bibi saat mengeluarkan tenaga dalam untuk menghancurkan pintu rumahmu," jawab wanita itu menutupi wajahnya
"Astaga, pantas saja baunya gak enak banget. Btw Lebih baik Bibi mandi dulu ganti baju baru ngobrol lagi," sahut Ezza
"Ok," jawab Neneng kemudian meninggalkan keduanya
"Sebaiknya kamu juga mandi wajib Za, bahaya kalau Tante Neng tahu kamu celana kamu basah gara-gara ngeliat aku, bisa dinikahkan sukarela kita," tandas Wiway
"Dih itu sih maunya kamu," sahut Ezza segera berlari menuju kamarnya.
*************
Malam Harinya Wiway terlihat gelisah, wanita itu tak dapat memejamkan matanya karena mulai merasakan tubuhnya tidak enak.
"Kamu kenapa Wi?" tanya Ezza menghampirinya
Ia mengusap keringat dingin yang membasahi kening gadis itu.
"Kamu panas sekali Wi," ujarnya khawatir
"Apa malam ini bulan purnama?" tanya Wiway
"Entahlah, sebentar aku lihat dulu," Ezza membuka sedikit gorden kamarnya dan menatap ke langit.
"Benar, malam ini langit sangat cerah karena bulan purnama bersinar terang," ucap Ezza menatap Wiway yang semakin memucat.
"Arrgghhh!!" seru gadis mengerang kesakitan.
"Apa yang sakit?" tanya Ezza begitu panik melihat Wiway yang mulai berubah. Matanya mulai menghitam dan wajahnya berubah memucat seperti mayat. Kuku-kukunya mulai memanjang membuat Ezza beringsut mundur menjauhinya.
"Peluk aku Ezza, peluk aku...." ucapnya lirih
"Peluk aku please, aku tidak mau menjadi Wewe Gombel jahat malam ini," ucap wanita itu mengejar Ezza yang terus menjauhinya.
"Peluk aku Za, cepat!!" serunya sembari menarik baju lelaki itu.
"Astoge, sadar Wi, istighfar.... aku belum siap Wi," ucap lelaki itu berusaha melarikan diri darinya.
"Ada apa sih Za, kok berisik amat!" tiba-tiba Ezza segera kembali masuk kedalam kamarnya ketika mendengar suara Bi Neneng.
Ia segera mengunci pintu dan mematikan lampu kamarnya.
"Peace," ucapnya saat Wiway menyeringai kearahnya.
*Tap, tap, tap!!
Wiway berjalan mendekati lelaki itu membuat Ezza semakin ketakutan.
"Masa sih harus kencing di celana lagi. Baiklah sepertinya tidak ada cara lain untuk menyelamatkan keperjakaan ku," Ezza langsung memeluk erat Wiway saat gadis itu akan menerkamnya.
"Gadis baik gak boleh nakal," ucap Ezza sembari mengusap lembut rambut Wiway.
*Bruuugghh!
Saat itulah Wiway jatuh Pingsan dan Ezza memindahkannya ke kasur.
"Syukurlah kau sudah kembali normal," ucapnya lega
Ia kemudian mengompres Wiway yang mengalami demam tinggi. Ezza bahkan terjaga sepanjang malam demi merawat Wiway.
Ia akhirnya terlelap di samping Wiway sembari menggenggam erat jemarinya.
"Cepatlah sembuh Wiway,"