NovelToon NovelToon
Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa-Percintaan bebas / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:205.4k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Assalamu'alaikum...
Selamat datang di karya pertamaku.

Kisah seorang muslimah yang berasal dari keluarga sederhana.
Fatimah,ia rela bekerja keras demi adik kembarnya dapat melanjutkan sekolah.

Mengalami kekerasan dan pelecehan di pabrik,tak menyurutkan tekadnya.
Meskipun memiliki ilmu beladiri ia tak ingin menunjukkannya di hadapan orang lain.

Hingga kehormatannya hampir di jual oleh sepupunya sendiri.

Berawal dari memesan ojek melalui sebuah aplikasi online.
Perkenalannya dengan seorang pemuda rupawan namun tengil dan selengean.

Dialah Rojali pemuda jenaka yang ternyata menyimpan kisah kelam dalam hidupnya.
Sebagai putra yang terbuang,mampukah ia menyadarkan sang ayah?





🐾mohon kritik dan sarannya... 🐾
jangan lupa tinggalkan jejaknya... 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enak tapi cekat-cekit

✨✨

Manusia boleh berencana akan tetapi, Allah-lah yang akan menentukan.

Tiada manusia yang tahu akan garis kisah takdir kehidupannya.

Jalani saja , nikmati setiap prosesnya dan ikhlaslah dalam menjalani part demi partnya.

✨✨

°°°°~~~°°°°

*Fatimah Pov*

Keadaan di kosan lumayan kondusif tiga hari ini.

Sepi, itu yang terasa, weekend dikamar kosan sendirian.

Ingin rasanya pulang saja, tapi tidak mungkin, karena aku belum gajian.

Ada beberapa kendala di pabrik hari ini, dari salah barcode sampai salah label.

Membuatku harus di panggil keruangan pengawas line, dan beberapa x kena bongkar pallet. Beberapa regu satu line pun menatap sinis ke arahku.

(Perasaan aku sudah melakukannya dengan benar, dan selalu mengecek semua label itu sebelum ku serahkan)

Entahlah.

Aku juga tidak mengerti, dengan apa yang terjadi.

Sekarang,aku sedang di kantin menunggu Nur,karena kami janjian untuk makan siang.

(Sumi, kenapa enggak ada kabar sama sekali ya ini bocah?)

(Apa bener dia mau resign? kenapa?)

Kabar desas-desus yang santer ku dengar di pabrik, bahwa Sumi akan resign, tapi aku tidak akan percaya begitu saja,sebelum mendengar sendiri dari orangnya langsung.

*Fatimah Pov End*

__**__

Siang itu di sebuah kantin.

"Hola, Kakak!"

Nur dengan sumringahnya, menghampiriku dan menarik kursi di depan mejaku.

"Girang bener, kan gajian masih lama? "

sindirku

"Ish Akak ni ha, biarpun kantong menipis, hidup harus selalu optimis! "

Serunya lantang sembari mengepalkan tangannya ke udara.

"Iyelah tu,!

ejekku dengan mencebikkan bibir.

" Ude tu makan, kebanyakan diplomasi, keburu dingin tu soto mie nye,"

saran ku, karena waktu istirahat cuma 40menit.

" Gimana Kak, Sumi bener-bener lom ngasi kabar? "tanya Nur setelah kami berdua menghabiskan makan siang.

"Belom, pasti ada sesuatu yang lagi ditutupin ama tu anak," jawabku sembari menyeruput es teh manis ku.

"Masa iya sih, dia enggak sempet megang hape terus ngabarin kita? " keluh Nur dengan cemberutnya.

"Ya, bisa aja emang dia enggak sempet, kita huznudzon aja," ujarku, mencoba mencari beberapa alasan yang masuk akal.

"Chat kita juga belom di buka sama dia. "

"Bener-bener ya tu anak! " oceh Nur dengan raut wajah yang kesal.

Sambil jalan menuju musholla pabrik, kami berdua terus membicarakan Sumi.

Bahkan mengenai bisik-bisik di area pabrik kalau Sumi akan berhenti bekerja.

Kami berdua terus membahas Sumi pada saat di jalan pulang sekalipun.

Bahkan aku berkali-kali meneleponnya.

Tapi nihil, tak ada respon sama sekali, padahal kali ini hapenya sudah aktif.

Bikin geram saja, sekaligus penasaran.

___💞___

Sedangkan,orang yang sedang dibicarakan saat ini tengah berpelukan mesra di dalam satu selimut dengan tubuh keduanya yang polos laksana bayi baru lahir.

Dengan pasangan yang sudah ber-label halal tentunya.

"Mas, tolong ambilkan hape Adek dong, bunyi terus dari tadi,"

pinta Sumi kepada suaminya, dengan wajah yang setengahnya tertutup selimut.

"Lho, kan hapenya ada di atas meja samping Adek tu. " Ujar Aji, dengan suara serak khas orang mengantuk, kemudian berbalik membelakangi istrinya yang baru beberapa jam lalu di buatnya meringis sampai menangis.

"Ih, Mas, Adek susah gerak tau, perih nih! "

Protes Sumi, sambil mengguncang-guncang bahu suaminya, yang tidur tertelungkup di sebelahnya.

"Ehmmm,yaudh biarin aja Dek, kita istirahat aja dulu. " Ucap aji masih dengan tidak bergeming sedikit pun.

"Mas Aji,benar-benar ya,"

dengus sumi gemas.

Ia pun berusaha beringsut pelan sambil merasakan nyeri di area donatnya.

"Waahh...,Kakak fatimah nelpon berkali-kali!"

Serunya, kaget.

"Mereka berdua sampe spam chat di grup jomblo fishabilillah juga,"

ucapnya lagi sambil terkekeh.

"Kalian ndak tau ae, apa yang terjadi karo aku, hihihi...! "

Sumi pun mengirim beberapa foto pernikahannya, dari pas ijab kabul dan juga foto cincin mas kawin dari aji suaminya.

Sebelumnya, ia meminta foto-foto itu dari ratih sepupunya.

Kemudian ia terkikik jahil, setelah foto-foto itu terkirim.

"Mata kalian pasti melotot hendak keluar dari cangkangnya,"

kekehnya lagi sambil meringis.

"Ish, duuh...!"umpatnya lirih

"Begini toh ,rasane di jebol,enak tapi cekat-cekit,"

desisnya sambil berusaha memunguti pakaiannya yang terserak.

(Ngomong opo to kowe sum, iki banyak jomblowati, mereka yo ra ngerti, ojo mengen-mengeni)

Perlahan sumi mengenakan kembali pakaiannya dan beranjak keluar dari kamar untuk mandi, karena hari hampir masuk waktu Ashar.

Sementara di depot es kelapa terjadi kehebohan, akibat ada dua gadis berkerudung,menjerit histeris.

Sampai si abang tukang es kelapa, menjatuhkan kelapa utuh yang hampir saja mengenai jempol kakinya. Saking kagetnya.

"Aakkhh...! Kakaaaakkk...! jerit Nur memekakkan telinga

" SUMIIIII...! Jerit gadis kedua yang tak kalah nyaringnya ya ,dialah Fatimah Al Fihri.

"Keterlaluaaann...! jerit kami bersamaan, sambil menggebrak meja.

Untung gelas nya cuma goyang saja,tidak ada yang sampai tumpah.

" Ya ampun,Neng,Neng...! Ade ape si neng?! "

"Lu kagak pade kesurupan kan? "terka si abang penjual es.

" Aih, si Abang, siapa yang kesurupan?"tukasku sambil meringis,ketika melihat beberapa pasang mata sedang menatap kami berdua.

Sedangkan Nur, dia pura-pura sibuk dengan hapenya.

" Sorry Bang sorry, kita cuma lagi syok aja tadi, he... "kilahku, sambil nyengir.

Malu juga jadi diliatin pengunjung yang lain. Ish, gara-gara si Sumi nih.

Dilain tempat, ada dua orang pria,satu bertubuh agak gempal,yang satu bertubuh kurus,mereka sedang menyesap rokoknya.

Asap pun mengepul, memenuhi ruang warung kopi pinggir jalan.

Terdapat beberapa pengunjung juga yang berada disisi lain kursi, yang sekarang sedang diisi oleh dua orang yang sesekali menyeruput kopi hitam mereka.

"Tadi lancar kan ngerjain si cewek sombong bin belagu itu? " tanya si pria kurus yang tak lain bernama Rudi.

"Lancar Bang, dia sampe dipanggil ke ruangan pengawas. Abis dia diomelin, gegara kerjaannya yang nggak becus, jadi pada bongkar pallet tadi,"

jwab si pria yang bertubuh agak gempal tersebut.

Pria yang bernama Rudi pun tersenyum puas, kembali menyesap rokoknya lebih dalam.

"Besok kita masih lanjut Bang, biar tu anak kena SP sekalian,"

terang pria di sebelah Rudi itu, sambil mengangkat gelas kopinya dan kemudian menyeruputnya hingga tandas.

Rudi hanya menganggukkan kepala nya sambil menyeringai kecil.

" Gue balik duluan Bang,bayarin tu kopi sekalian sama mi goreng barusan,"

pamit si pria bertubuh gempal.

"Lu tenang aja bro, kalo misi ini sukses, gue traktir lu kopi selama setahun plus sama pisang goreng dan kawan-kawannya!"

pungkas pria bertubuh kurus dan berkaca mata tersebut.

Didalam kamar yang masih beraroma pengantin baru.

Sepasang sejoli yang sedang hangat-hangat kuku, baru saja melaksanakan ibadah solat Maghrib berjama'ah.

Aji menoleh kepada satu-satunya makmum di belakangnya.

Hatinya begitu teduh menatap wajah manis yang sedikit lembab itu.

Wajah yang terbalut mukena berwarna putih gading, hadiah pernikahan darinya.

Perempuan muda yang dulu selalu tersemat namanya di setiap sepertiga malam, kini sedang tersenyum dengan pancaran mata yang hangat penuh cinta.

Senyum itu kini akan selalu menghiasi hari-harinya.

Senyum yang dulu sering hadir mengganggu, kini dapat ia reguk manisnya kapanpun ia mau.

Mungkin, kini gilirannya lah yang akan mengganggu setiap waktu tidur,bidadari pujaannya itu.

💐Jangan lupa goyang jempolnya💐

😚 Komen dan like😚

Biar akoh semakin semangattt 🤗

1
Rahmaniar
puas banget bacanya.alur nya bagus gak berbelit,pokok nya karya yang luar biasa👍👍
Mak Aul: masyaallah, Alhamdulillah. maksih ya kak.
total 1 replies
Hr sasuwe
👍👍
Dyah Oktina
aamiin
Dyah Oktina
😢😢😢😢😢😢😢😢
Dyah Oktina
MasyaAllah....😭😭😭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂 kacau ya rojali.. d kerjain.. kirain dah sah.. ternyata masih latihan ijab.. 🤭
Dyah Oktina
sehat terus ya thor... 💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
Aamiin YaaRob
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
emang ada hubungan apa fatimah sama kakeknya rojak ...thor.. maaf kok rada bingung.. 🤭
Dyah Oktina
aamiin..... hehhehe.. semua tergantung padamu thor..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nadia atU diana sih namanya thor..
Dyah Oktina
jadi d gantung nih thor.... krn jarinya keram... 🤭💪🏻😅
Dyah Oktina
betapa sulitnya.. pemaaf selalu d kianati.. kembali memaafkan.. berbesar hati.. 😔
Mak Aul: benar sekali 😪 rasanya seperti di tikam berkali-kali
total 1 replies
Dyah Oktina
💪🏻💪🏻💪🏻
Dyah Oktina
MasyaAllah... keren...anak 3 masih bisa nyempetin berkarya... 👍🏻😍❤️
Mak Aul: makasih kak udah baca karya pertamaku yang acak kadut ini 🤭
total 1 replies
Dyah Oktina
iya bener banget thor... 😁... semangat 💪🏻💪🏻😍
Resti Amalia
keren euy....🤗🤭
Resti Amalia
uwuwuwu
Mak Aul: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!