Kisah Amaira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panik
Keesokan harinya
"Nara mana? Gak masuk" tanya Amaira
"Gatau biasanya jam segini dia udah dateng" ucap Fera
"Apa dia sakit" tanya Ana
"Coba telfon An" ucap Amaira
"Bentar bentar" Ana mencoba menghubungi Nara namun ponsel Nara mati
"Mati Handphone nya" ucap Ana
Tok.. tok.. tok..
Pintu kelas di ketuk oleh seorang laki laki seumuran mereka dengan senyum manis membuat siswi di kelas itu memusatkan perhatian mereka pada lelaki itu
"Pagi" sapa Dimas
"Eh Dim ngapain kesini" tanya Ana
"Nara mana" tanya Dimas sembari mengedarkan pandangannya mencari kekasih baru nya
"Dia... dia belum dateng" ucap Ana
"Belum dateng?" tanya Dimas melongo
"Iya" ucap Fera
"Padahal kemarin kita janjian jam enam pagi tapi kenapa dia belum dateng udah lu coba hubungi gak" tanya Dimas
"Eh kampret udah gue coba tapi ponsel nya mati" ucap Ana kesal
"Yaudah deh gue balik ke kelas dulu bentar lagi masuk kalau ada apa apa sama Nara hubungi gue awas lu kalau pikun" ancam Dimas
"Ck dateng dateng ngancem" ketus Ana
"Ada Apa Nara hilang?" tanya Ilham
"Hm dia gak bisa di hubungi dan gak biasanya dia jam segini belum dateng" ucap Amaira
"Udah kita pikirin nanti sekarang udah mau masuk" ucap Ilham
-
-
-
Di kediaman Nara
"Pak Nara udah berangkat" tanya Mama Nara
"Loh saya kira tadi berangkat sama tuan nyonya" ucap Pak supir
"Hah? Dia gak berangkat sama Mas Alan dan gak berangkat sama bapak tapi di kamarnya dia gak ada" ucap Mawar mama Nara
"Apa semalem non Nara udah balik" tanya pak supir
"Kan harusnya bapak yang jemput gimana sih" ucap Mawar
"Kemarin ban mobil tiba tiba pecah di tengah jalan saya juga udah hubungi non Nara waktu saya kesana di sana udah sepi nyonya makanya saya balik saya kira non Nara sudah balik sama teman nya" ucap Pak supir apa adanya
"What!! Bentar saya tanyakan teman nya dulu" ucap Mawar
Mawar mengambil ponselnya dan menghubungi Amaira, Fera dan juga Ana tapi semuanya tak ada yang menjawab panggilan nya karena sudah di mode silent oleh mereka saat pelajaran berlangsung
"Haduhh ini kemana sih" ucap Mawar dengan cemas perasaan tidak enak tiba tiba muncul
Mawar melangkah dengan cepat ke kamar pribadinya dia melihat CCTV kemarin dan benar jika semalam Nara tidak pulang
"Kemana tuh anak" gumam Mawar
-
-
-
Di sisi lain Tara berjalan dengan anggun menuju ke sebuah gudang tua yang di penuhi dengan penjagaan
"Pagi nyonya" sapa salah satu dari mereka
"Mana anak itu" tanya Tara dengan dingin
"Ada di dalam" Tara melangkah masuk setelah pintu terbuka lebar
Disana Nara di ikat dengan sebuah tali di bangku dengan keadaan pingsan semalam dia sudah sadar namun dengan cepat orang suruhan Tara membius nya lagi
"Kasian orang tua kamu yang berulah kamu yang kena getah" ucap Tara dengan sinis
Tara kembali keluar dan menutup pintu kemudian mengunci nya. Wanita itu mengambil ponselnya yang ada di dalam tas mewah miliknya dan menghubungi Mawar
"Hallo adik ipar" sapa Tara dengan senyum licik
"Siapa kamu aku bukan adik ipar mu" tegas Mawar
"Oh bukan ya maaf perkenalkan aku Tara istri dari Dion Mahemara" ucap Tara dengan penuh percaya diri
"Dion bukan keluarga Mahemara dia hanya menumpang marga saja" ucap Mawar dengan ketus
"Ada apa kamu hubungi saya" tanya Mawar
"Oh aku cuma kasih tau aja kalau Nara ada bersama ku dia aman disini" ucap Tara
"Apa?? Nara bersama kamu?? Gila kamu Tara" pekik Mawar
"Mmm enggak tenang aja aku cuma kasih beberapa persyaratan aja yang harus kamu penuhi jika mau anak kamu kembali dengan selamat" ucap Tara
"Syarat? Apa syarat nya" tanya Mawar
"Gampang kok kamu jangan pernah buka mulut soal kehidupan Amaira saat ini" ucap Tara
"Heh!! Kenapa? Takut ya? Penjara adalah tempat terbaik untuk wanita licik seperti mu" umpat Mawar
"Diam!! Berani kau buka mulut nyawa anak mu yang jadi taruhannya" ancam Tara
"Jangan!! Jangan sakiti Nara dia gak bersalah" ucap Mawar dengan takut jika Tara akan melukai putri semata wayang nya
"Hahaha hanya itu saja kau cukup berjanji maka Nara akan kembali" ucap Tara
"Ok aku janji gak akan buka mulut soal Amaira" ucap Mawar
"Bagus" ucap Tara dengan puas dan mematikan sambungan telepon nya
Bagus sekali ceritanya 👍
LIKE♥️♥️
Mampir di novelku ya
GADIS TIGA KARAKTER
aku mampir bawa bintang lima dan jempol buatmu