NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : PESTA MALAM DI TIRTAMAYA

Malam pun menutupi cakrawala Tirtamaya. Di tengah lautan jernih yang memantulkan pendar rembulan, Aura Teater Agung Tirtamaya berdiri bagaikan kristal raksasa yang menyala terang dari dalam air.

Suasana pesta malam itu terasa begitu megah dan mengagumkan. Ratusan bangsawan serta rakyat kelas atas Tirtamaya berkumpul dengan gaun sutra bergelombang dan jubah-jubah bertahtakan mutiara purba.

Lampu-lampu dari ubur-ubur kristal mengapung di langit-langit aula, memancarkan cahaya lembut bergradasi biru, unggu dan emas.

Di sekeliling aula, air mancur mini menari-nari mengikuti irama musik, sementara para pelayan hilir mudik membawa nampan berisi anggur laut dan hidangan istimewa.

Namun, di antara lalu lalang para bangsawan yang bersuka ria, terdapat enam sosok dengan aura yang sedikit berbeda, sedang berpencar di keramaian.

Bhaskara berdiri di sudut aula dekat pilar kristal, mengenakan pakaian bangsawan serba hitam sutra malam nan elegan lengkap dengan topeng ukir perak berornamentasi ukiran menutupi separuh wajah atasnya.

Di samping kanan dan kirinya, Danendra, Ranajaya, serta tiga prajurit elit Agnivara lainnya juga menyamar rapat dengan topeng serupa.

Meskipun busana mereka telah disesuaikan agar menyatu dengan gaya bangsawan Tirtamaya, gestur tubuh yang tegap dan pandangan mata yang sangat waspada di balik lubang topeng sama sekali tak bisa membohongi insting prajurit elit.

"Tetap waspada, Yang Mulia," bisik Danendra setengah berbisik seraya menyapu pandangan ke arah panggung utama teater. "Kami bertiga sudah menyebar di pintu keluar. Jika ada kejanggalan,"

Ranajaya menggeser posisinya sedikit, menutupi Bhaskara dari jangkauan mata para pengawal istana yang lalu lalang. "Ratu Nyai Samudrani tampaknya benar-benar ingin menciptakan ilusi bahwa Tirtamaya dalam kondisi aman sempurna di mata para pejabatnya."

Bhaskara memegang tepi topeng peraknya, memicingkan mata menatap lurus ke arah tirai merah megah di panggung utama teater yang sebentar lagi akan dibuka.

"Ssssh... perhatikan panggung," gertak Bhaskara pelan. "Kitalah yang bakal membuktikan, apakah Putri Nirmala benar-benar cuma 'latihan tarian' atau ada hal lain yang sedang dimainkan di sini."

TUUTTT... TUUTTT!

Suara terompet kerang raksasa berkumandang nyaring, membelah hiruk-pikuk pesta teater. Seketika, alunan harpa air terhenti. Para bangsawan Tirtamaya mendadak bungkam, menyibak ke sisi kiri dan kanan aula seraya membungkuk takzim.

Ratusan prajurit Tirtamaya berbaris rapat dalam baliran zirah pualam, membentuk barisan pengawalan ketat yang membentang dari aula utama hingga ke dermaga khusus gedung Teater.

Dari arah lautan kegelapan, muncul sebuah kapal raksasa yang seluruh badannya terbuat dari kristal es murni. Kapal itu memancarkan aura dingin yang membekukan permukaan air di sekitarnya saat menepi dan berhenti tepat di dermaga utama Teater Tirtamaya.

KREK... KREKKK!

Sebuah tangga berpahat pecahan es mengembang keluar dari lambung kapal, mendarat mulus di atas lantai dermaga.

Tak lama kemudian, seorang pria melangkah turun dari dalam kapal. Pria itu mengenakan pakaian kebesaran mantel bulu dan jubah es keemasan. Rambutnya putih keperakan terurai panjang, dengan sepasang telinga runcing yang mencuat di balik helaian rambutnya.

"Bangsa Elf?!" pikir Bhaskara terbelalak dari balik topeng ukir peraknya, mengintip di balik pilar kristal.

Danendra bergeser sedikit, menyetarakan posisinya di samping Bhaskara seraya berbisik lirih, "Itu orang-orang dari pegunungan es Negeri Himakarsa, Yang Mulia."

"Untuk apa mereka kemari?" tanya Bhaskara penuh rasa penasaran, matanya menyipit memperhatikan sosok berambut putih tersebut.

"Mereka adalah suku yang ditugaskan langsung oleh Dewa Tirta untuk melindungi Negeri Tirtamaya," terang Danendra pelan. "Sejak zaman purba, Himakarsa dan Tirtamaya terikat oleh perjanjian suci pertahanan bersama."

Bhaskara mengerutkan dahinya erat-erat di balik topeng. Pandangannya terpaku pada para prajurit Tirtamaya yang berbaris di dermaga—posisi berbaris para prajurit itu terlalu mengepung, seolah-olah mereka sedang menyambut tamu agung.

"Aneh..." batin Bhaskara memiringkan kepala. "Kalau mereka sekutu yang punya perjanjian suci, kenapa penyambutannya malah heboh seksli? Ada yang tidak beres!"

Tak lama kemudian, pintu besar di balik panggung utama menyibak. Nyai Samudrani melangkah keluar dengan keagungan penuh, didampingi oleh Adipati Jaladri dan Raden Varuna di sisi kiri dan kanannya.

Pendar jubah sutra sang Ratu menyapu lantai pualam saat mereka melangkah menuju dermaga dalam untuk menyambut sang tamu agung.

Pria berambut putih dan bertelinga runcing itu melangkah mantap menyusuri tangga es. Aura dingin memancar kuat dari setiap tapak kakinya, membekukan percikan air laut menjadi kristal tipis.

"Selamat datang di Tirtamaya, Yang Mulia Raja Varkana Eirvindr," pukas Nyai Samudrani seraya menyatukan kedua telapak tangannya di dada dan menunduk anggun.

Adipati Jaladri dan Raden Varuna turut membungkuk dalam-dalam. Namun, Bhaskara menyadari urat-urat leher Raden Varuna menegang keras—anak muda itu tampak mati-matian menahan emosi atau kebingungan yang berkecamuk di dadanya.

Raja Varkana Eirvindr menyunggingkan senyum tipis yang amat dingin. Iris matanya yang sebiru pecahan es menyapu seisi aula teater sebelum tertuju tepat pada Nyai Samudrani.

"Suatu kehormatan bagi Himakarsa bisa kembali memenuhi panggilan Perjanjian Suci, Ratu Samudrani," ujar Raja Varkana dengan suara dalam yang terdengar garing bagai es pecah. "Namun... di mana Putri Nirmala? Saya berharap penyerahan 'Ikatan Suci' ini disaksikan langsung oleh calon mempelai saya."

DEG!

Bhaskara yang bersembunyi di balik pilar kristal membelalak tajam di balik topeng peraknya.

"Mempelai?! Ikatan Suci?!'"!batin Bhaskara tersentak.

> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> 👑 Tokoh Baru Terdeteksi: Raja Varkana Eirvindr (Penguasa Pegunungan Es Himakarsa).

> 🎯 Motif Tersembunyi: Memanfaatkan ancaman krisis Tirtamaya untuk memaksa Pernikahan Politik dengan Putri Nirmala.

Ranajaya berbisik tepat di samping telinga Bhaskara, matanya berkilat waspada. "Yang Mulia... sepertinya Negeri Tirtamaya sedang mengalami tekanan politik dari Himakarsa!"

Bhaskara menyipitkan mata tajam, mengamati gestur Nyai Samudrani yang kini tampak memucat di balik senyum bahagianya.

"Sialan..." gumam Bhaskara pelan dari balik topeng. "Ratu Nyai rela bohong kepada kita demi menutupi kalau negaranya sedang disandera secara halus!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!