Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.
Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!
Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.
Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SANGKAR EMAS DAN PASUKAN BAYANGAN
Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden otomatis tidak mampu mencairkan atmosfer sedingin es kutub utara di dalam kamar tidur rahasia mansion Azrael. Valkyrae perlahan membuka matanya, mengerang pelan saat merasakan setiap jengkal raga Aurora kembali remuk, kaku, dan kebas luar biasa. Dampak dari tambahan dua ronde hukuman yang dieksekusi Kaelen dengan begitu brutal dan menuntut semalam benar-benar menguras habis seluruh sisa energi yang dia miliki. Jiwa montir jalanannya yang bar-bar mengutuk habis-habisan stamina monster milik sang tiran di dalam hati. Pria itu benar-benar tidak memiliki batas rasa kenyang jika menyangkut kepemilikan atas tubuhnya.
Namun, di balik rasa lemas dan nyeri fisik yang menjalar di pinggang serta paha dalamnya, sepasang mata cokelat madu milik Rae berkilat penuh kepuasan kemenangan yang absolut. Rasa sakit ini terbayar lunas. Keberhasilannya melompati benteng besi Iron Citadel dan menguasai satelit militer selama tiga detik penuh dalam simulasi kemarin adalah bukti bahwa otak genius siber miliknya jauh lebih dominan daripada kekuasaan senjata yang dibanggakan oleh Azrael Corps.
Saat Rae mencoba mendudukkan diri secara perlahan sembari menarik selimut sutra tebal berwarna hitam untuk menutupi tubuh polosnya yang dipenuhi tanda kepemilikan baru, telinganya yang tajam menangkap suara langkah kaki berat di luar pintu jati. Itu bukan langkah kaki tunggal milik Kaelen yang berwibawa, melainkan derap sepatu bot militer yang terorganisir dengan sangat rapi, konstan, dan menekan. Atmosfer di sekitar kamar mendadak berubah mencekam, memicu insting waspada di dalam diri Rae.
Klik. Sreeet.
Pintu jati besar itu bergeser terbuka dengan perlahan namun tegas, menampilkan sosok Kaelen Azrael yang sudah berdiri tegap. Pria itu mengenakan kemeja hitam legam tanpa dasi dengan lengan yang digulung hingga sebatas siku, memperlihatkan urat-urat keras di lengan bawahnya yang sarat akan kekuatan fisik yang mematikan. Di belakang tubuh tegap sang tiran, berdiri dua baris pasukan khusus bersenjata laras panjang dengan seragam hitam legam tanpa atribut resmi—sebuah unit taktis rahasia yang hanya bergerak di bawah perintah langsung sang Raja Mafia. Aura yang dipancarkan Kaelen pagi ini terasa sangat posesif, protektif, dan dominan, mampu membuat siapa pun bertekuk lutut hanya dengan tatapan matanya.
Kaelen melangkah masuk ke dalam kamar, mengabaikan barisan pasukannya yang langsung mengambil posisi siaga di sepanjang koridor luar. Sepasang mata merah mautnya langsung terkunci pada sosok Rae yang duduk bersandar di kepala ranjang, membungkus diri dengan selimut sutra mahal miliknya. Kilat obsesi gila dan kecurigaan yang pekat masih menari-nari di balik netra merah tersebut, sisa dari teka-teki hantu siber kemarin yang belum terjawab.
"Mulai detik ini, dua puluh pasukan elit dari divisi bayangan Azrael Corps akan berjaga tepat di depan pintu kamarmu tanpa jeda, Aletheia," desis Kaelen dengan suara bariton rendahnya yang teramat seksi, namun mengandung titah mutlak yang tidak menerima bantahan apa pun.
Pria itu melangkah mendekati tepi ranjang, membuat kasur busa mahal itu sedikit amblas di bawah beban tubuh tegapnya. Dia merangkak naik, mengurung raga lemas Rae di antara kedua lengan kekarnya yang sekeras batu. Cengkeraman tangan besarnya mendarat di rahang murni Rae, mengangkat wajah cantik istrinya dengan sentuhan posesif yang kuat hingga hidung mereka saling bersentuhan, membiarkan napas panas mereka berbaur menjadi satu di dalam keheningan kamar.
Rae menyunggingkan senyuman miring tiraninya, sama sekali tidak menunjukkan setitik pun rasa gentar atau takut terhadap moncong senjata yang terlihat jelas di balik pintu yang terbuka setengah. Jiwa bar-barnya justru merasa tertantang oleh kekangan fisik ini.
"Dua puluh pasukan elit bersenjata lengkap hanya untuk menjaga satu wanita lumpuh yang bahkan kesulitan untuk turun dari atas kasurmu, Tuan Azrael?" sindir Rae dengan suara seksinya yang masih terdengar serak dan parau, sisa dari desahan pasrahnya semalam. "Katakan padaku secara jujur... kau sedang mencoba melindungiku dari bahaya luar, atau kau sebenarnya sedang ketakutan setengah mati karena kekaisaran bisnis Azrael Corps yang agung baru saja dipecundangi oleh sebuah perusahaan hantu bernama Aletheia Tech?"
Mendengar sindiran tajam dari bibir mungil istrinya, otot rahang Kaelen tampak mengeras. Matanya menggelap, memancarkan gairah posesif ekstrem yang kembali mendidih di dalam dadanya. Ibu jari tangannya yang kasar bergerak mengusap permukaan bibir Rae yang bengkak dengan penekanan yang intim dan menuntut kepatuhan.
"Aku tidak pernah takut pada hantu digital, Sayang," desis Kaelen berbahaya, suaranya seberat kematian yang mengancam. "Tapi tim sibernya baru saja memverifikasi bahwa sinyal siber dari Aletheia Tech kemarin malam sempat memantul dan menggunakan jalur satelit logistik yang mencakup perimeter mansion ini. Siapa pun pengacau genius yang berani bermain api denganku, mereka berada sangat dekat di sekitarku. Dan sampai aku menemukan kepalanya untuk kuremukkan di bawah kakiku, aku tidak akan membiarkan seujung rambutmu pun berada di luar jangkauan pasukanku. Kau adalah hak milik mutlakku, Aletheia. Tugasmu hanyalah berada di sini, melayaniku, dan membiarkan aku menghancurkan siapa saja yang berani mengusik ketenanganmu."
Kaelen menunduk, menekan bibirnya di atas dahi Rae dengan kecupan yang teramat dalam, lama, dan penuh penekanan posesif yang ekstrem, seolah sedang menstempel raga wanita itu agar tidak bisa direbut oleh siapa pun. Setelah memastikan istrinya terkunci rapat di dalam sangkar emasnya, Kaelen bangkit berdiri, merapikan kemeja hitamnya, dan melangkah lebar keluar kamar untuk memimpin sisa operasi perburuan taktisnya di kota. Pintu jati besar itu kembali menutup dan terkunci otomatis dengan bunyi klik yang menggema buntu.
Begitu keheningan kembali menguasai ruangan dan dua puluh pasukan bayangan Kaelen telah berdiri tegak bagai patung bernyawa di luar koridor, Rae langsung mengubah posisi tubuhnya. Rasa lemas yang tadi dia tunjukkan di depan Kaelen lenyap seketika, digantikan oleh ketegangan taktis seorang dewi hacker kelas kakap. Senyuman miringnya melebar, memancarkan aura keangkuhan yang luar biasa.
Kaelen berpikir bahwa dengan menaruh pasukan militer terbaiknya di depan pintu, dia bisa menghentikan pergerakannya? Pria tiran itu terlalu meremehkan fakta bahwa di era digital, tembok beton setebal apa pun dan senapan mesin tercanggih sekalipun tidak akan pernah bisa memenjarakan sebuah pikiran yang genius.
Rae menggeser tangan kirinya, mengetuk permukaan layar smartwatch minimalis miliknya dengan gerakan kilat. Jari-jari lentiknya menari dengan kecepatan luar biasa di atas antarmuka hologram mini hijau yang memancar di udara, memasukkan ratusan baris kode biner terenkripsi untuk menembus jaringan internal mansion tanpa memicu alarm siber milik Azrael Corps.
"Cyra, intersep seluruh kamera pengawas yang mengarah ke koridor luar kamarku sekarang juga," perintah Rae dingin, suaranya berbisik halus melalui earphone mikro tersembunyi yang melekat di telinganya.
"Sudah masuk ke dalam sistem, Bos!" sahut Cyra dari balik sambungan rahasia di markas utama mereka, terdengar terkekeh kagum sekaligus tegang dengan kenekatan Rae yang bergerak tepat di bawah hidung musuh. "Aku sedang meretas gateway lokal mereka. Butuh waktu sepuluh detik."
"Lakukan pengalihan visual. Buat rekaman looping berdurasi tiga puluh menit yang menampilkan koridor dalam keadaan aman dan statis. Biarkan dua puluh pasukan elit di luar sana menjaga video kosong di monitor pengawas mereka," instruksi Rae miring, jemarinya mengeksekusi perintah Aletheia Protocol untuk mengunci sistem visual pertahanan mansion.
"Selesai! Visual berhasil dialihkan secara sempurna, Bos. Mereka tidak akan tahu kalau kau sedang mengendalikan dunia dari balik selimut sutra suamimu," ujar Cyra dengan nada lega yang luar biasa. "Lalu, bagaimana dengan persiapan peluncuran resmi Aletheia Tech di lapangan? Berkas sengketa dan seluruh data logistik keluarga Elixir yang kita amankan kemarin sudah sah berpindah tangan ke server kita. Kita memegang kendali penuh atas tender satelit militer wilayah barat sekarang."
"Bagus. Aktifkan server utama kita yang berada di sektor tiga dunia bawah tanah secara berkala agar tidak memicu kecurigaan sistem militer Kaelen," jawab Rae, matanya merefleksikan pergerakan grafik data perusahaan barunya yang terus melonjak naik menggerogoti saham Azrael Corps di pasar gelap. "Biarkan Kaelen sibuk mengerahkan seluruh armada udaranya dan membalikkan kota untuk mencari 'hantu digital' yang dia sangka berada di luar sana. Dia tidak akan pernah menyadari bahwa musuh terbesar yang siap meruntuhkan monopoli bisnisnya adalah istri yang dia kurung dan dia hukum di atas ranjangnya sendiri."
Dari balik selimut sutra hitam milik sang tiran, dengan raga yang masih merasakan sisa-sisa gairah gila semalam, Rae terus memutar otaknya yang genius. Dia menyusun strategi intrik baru yang jauh lebih bar-bar, mempersiapkan sebuah kejutan besar yang dipastikan akan membuat jantung Kaelen Azrael melompat gila saat menyadari bahwa ratu yang dia bucin dan dia kurung dengan pengamanan militer ketat adalah penguasa siber sejati yang berhasil membuatnya bertekuk lutut. Pertainan dua penguasa ini baru saja dimulai, dan Rae tidak memiliki niat sedikit pun untuk kalah.