Ini adalah lanjutan dari kisah cinta Yudhatama Dewantara dan Yasmin Kusuma Putri di novel Cinta Yudha
Aryana Maira Yudhatama anak ketiga dari kembar bersaudara dari pasangan Yudhatama Dewantara dan Yasmin Kusuma Putri. Aryana terlahir dengan kelainan Jantung bawaan, maka dari itu kedua orang tuanya sangat protektif dengan Aryana. Aryana tumbuh menjadi gadis yang ceria meski ia mempunyai kelainan Jantung. Aryana menyukai kakak kelasnya bernama Ghavin Herlambang tetapi ia hanya memedamnya, ia tahu atas kekurangannya sebagai gadis yang tak sempurna.
Apakah Aryana akan memperjuangkan cintanya pada Ghavin atau menyerah dan memilih hati yang lain?
Penasaran, ikuti terus ceritanya
Budayakan Like, Vote dan Coment yang sopan karena menulis itu juga perjuangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 21
"Semoga cinta dan sayangmu pada putriku Aryana tulus, bukan karena kamu masih mencintaiku, kalau kau bisa buktikan cintamu tulus pada putriku dan tak ada bayang-bayang diriku maka aku membantumu berjuang menadapat restu dan keikhlasan mas Yudha, tapi jika kamu hanya mempermainkan putriku, aku tak akan memaafkanmu dan akan aku nikahkan putriku dengan laki-laki pilihan kami," ucap Yasmin dalam hati sambil menatap nanar putrinya dipeluk mesra oleh pria yang dimasa lalu pernah menolongnya sekaligus memendam rasa cinta untuknya.
Flash back on
Satu hari yang lalu ketika Yasmin menemani suaminya memeriksa laporan di kantor hotel Dewantara, Yasmin merasa bosan lalu meminta ijin pada suaminya untuk jalan-jalan sekitar hotel. Pada saat Yasmin berada di lobby hotel, ia melihat Afwa berbicara dengan seseorang yang sepertinya ia kenal. Yasmin ingin mendekat dan menyapa, namun Afwa dan orang tersebut berjalan keluar hotel, Yasmin lalu mengikutinya, sampai ia melihat Afwa dan seseorang yang dikenalnya masuk ke sebuah cafe. Yasmin menajamkan penglihatannya, ia benar-benar terkejut ketika tahu bahwa yang bersama putra sulungnya adalah dokter Fahmi.
Yasmin merasa aneh dengan pertemuan Afwa dan dokter Fahmi, diam-diam Yasmin juga masuk ke dalam cafe tersebut dengan memakai masker dan duduk tak jauh dari Afwa dan dokter Fahmi. Yasmin begitu terkejut mendengar topik pembicaraan Afwa dan dokter Fahmi. Sekarang ia tahu kenapa beberapa minggu ini Aryana bersikap sedikit aneh dan seolah menjaga jarak darinya,
Flash back off
Di pantai saat liburan bersama keluarga Dinda, tanpa sengaja Yasmin melihat dokter Fahmi berada di sana dan sedang berbicara dengan putrinya juga memeluk putrinya mesra. Dalam hati Yasmin merestui jika dokter Fahmi tulus mencintai Aryana tanpa embel-embel dirinya, tapi yang menjadi pr bagi Yasmin adalah meluluhkan hati suaminya untuk ikhlas menerima Fahmi menjadi pendamping hidup Aryana.
Sedangkan Fahmi masih sibuk menghabiskan waktunya yang mungkin hanya sebentar, tanpa mereka tahu ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Besok Om akan kembali ke Singapura," ucap Fahmi ketika melepas pelukannya pada Aryana
"Hati-hati."
"Nggak romantis masa kekasihnya mau pulang cuma bilang begitu," ucap Fahmi kesal.
"Memang kita sepasang kekasih?" tanya Aryana bingung karena sampai saat ini dia belum memutuskan apapun tentang perasaannya pada om dokternya itu.
"Ya kalau kamu belum menganggap om sebagai kekasihmu tak apa, tapi di dalam hati om kamu adalah tak hanya sekedar kekasih tetapi separuh hidup om," ucap Fahmi.
"Terserah Om saja, berdebat juga percuma," ucap Aryana kemudian berlalu meninggalkan om Fahmi. Aryana berjalan kembali untuk bergabung dengan yang lain, sedangkan Fahmi yang paham situasinya tak menyusul Aryana. Fahmi hanya berdiri di tempatnya sambil menatap yang berjalan menjauh.
Setelah melihat Aryana beranjak pergi meninggalkan dokter Fahmi, Yasmin pun juga segera beranjak dari tempat ia bisa melihat interaksi putrinya dengan seorang pria yang ternyata adalah dokter Fahmi.
Sampai di base camp yaitu restoran yang sudah di pesan oleh Yudha, semua orang menatap Aryana dengan tatapan yang penuh tanda tanya karena Aryana datang paling akhir dan sedari tadi Aryana tidak terlihat bermain bersama rombongan menghilang entah kemana.
"Maaf ya saya terlambat," ucap Aryana merasa tak enak karena datang paling akhir dan pakai acara menghilang dari peredaran tadi.
"Kamu kemana aja sih?, kita tadi sempat panik nyariin kamu!" ucap Afwa sedikit kesal karena tadi ternyata Aryana tak bermain bersama mereka terpisah dari rombongan dan ponsel Aryana tidak aktif.
"Maaf, Kak, tadi sampai sini saking senangnya aku langsung berjalan menyusuri bibir pantai tak terasa aku sudah berjalan jauh terpisah dari kalian," jawab Aryana sedikit berbohong karena sebenarnya ia tak berjalan terlalu jauh dari saudara-saudaranya, kehadiran om Fahmilah yang membuat ia tertahan di dekat batu karang berbincang dengan om kecenya yang nggak mau melepasnya.
"Sudah-sudah ini makanannya sudah datang, makan dulu, nggak enak kalau dingin!" titah Yasmin.
Mereka pun segera menikmati hidangan yang tersedia yaitu gurami bakar, nila asam manis plus sambal dan lalapannya juga sayur asem.
Dari kejauhan seseorang menatap kebahagiaan dua keluarga yang sedang makan siang bersama dengan tatapan yang tidak dapat diartikan, namun hatinya bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia.
Selesai makan siang bersama, dua keluarga yang saling bersahabat itu berfoto bersama, di area restoran juga menyediakan spot untuk berfoto yang cukup menarik meski hanya sederhana. Si kembar, Azka, Kiran dan Kiara tak melewatkan foto bersama dengan berbagai gaya. Afwa juga tak membuang kesempatan foto berdua saja dengan Kirana.
"Kiran foto berdua yuk!" ajak Afwa.
"Dimana?" tanya Kiran
"Disitu saja," tunjuk Afwa pada sebuah spot foto yang tampak sederhana tapi tampak elegan.
"Lalu siapa yang fotoin, nggak mungkin minta tolong yang lain bisa diledekin kita," ucap Kirana.
"Tuh ada pak Agus, minta tolong dia aja," usul Afwa yang melihat pak Agus berjalan di dekat mereka.
"Pak Agus!" panggil Afwa.
Pak Agus yang di merasa di panggil oleh seseorang menghentikan langkahnya, ketika tahu siapa yang memanggilnya pak Agus bergegas mendekat.
"Ada Mas Afwa?" tanya pak Agus setelah berada di hadapan Afwa.
"Pak Agus bisa fotoin kita nggak?" tanya Afwa.
"Oh bisa Mas," jawab pak Agus.
Lalu Afwa dan Kiran mengambil posisi yang bagus untuk foto berdua saja tanpa saudara mereka yang lain.
Setelah foto berdua, Afwa dan Afwi kembali bergabung dengan yang lainnya. Saat Afwa dan Kirana datang langsung disambut omelan dari Afwi.
"Ye elah, tadi Ana yang ngilang sekarang Kak Afwa dan Kiran yang ngilang!" ucap Afwi kesal.
"Kiran tadi kamu kemana sih?" tanya ibunya.
"Tadi ada spot foto yang bagus di dekat restoran sebelah sana jadi aku sama kak Afwa mencoba spot foto disana difotoin sama pak Agus," jawab Kirana.
"Jangan marahi Kiran tante, tadi Afwa yang ajak Kiran nyobain spot foto disana," ucap Afwa membela Kiran agar tak dimarahi ibunya.
"Ini sudah lengkap kan?, ayo kita pulang sekarang nanti kesorean!" ajak Yasmin memotong pembicaraan Dinda dan Kiran.
Setelah semua personil sudah lengkap, mereka segera ke parkiran untuk perjalanan pulang. Di dalam mobil Afwi duduk di depan bersama pak Agus. Kiara dan Azka duduk bersama Yasmin dan Dinda di tengah sedangkan Afwa, Kirana dan Aryana duduk di belakang, karena Aryana minta dekat jendela dan Kirana juga di ingin duduk dekat jendela, jadilah Afwa duduk di tengah diantara Kirana dan Aryana. Dalam perjalanan Kiran merasa matanya terasa berat ia sangat mengantuk dan akhirnya tertidur dengan kepala bersandar di pundak Afwa, Aryana yang berada di sebelah Afwa hanya senyum-senyum melihat rezeki nomplok yang di dapat kakak sulungnya. Sedangkan Afwi yang duduk di depan bersama pak Agus, mendengus kesal ketika melihat sang kakak dari spion depan mobil.
"Huh, dasar modus, pantes aja nggak mau duduk di depan, ternyata!, dasar kakak menyebalkan!" umpat Afwi dalam hati.
Akhirnya mereka sampai dengan selamat ke hotel, namun sebelum ke hotel, Yasmin meminta pak Agus mengantar Dinda ke rumah Dinas terlebih dahulu baru mereka kembali ke hotel.
Sampai hotel, Yasmin dan anak-anaknya langsung masuk ke kamar mereka masing-masing untuk bersih-bersih. Yasmin masuk ke kamarnya dan ternyata sang suami sudah menunggu di dalam.
"Gimana jalan-jalannya ke pantai?" tanya Yudha yang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Seru semua happy cuma sayangnya para pak suami lagi cuti," jawab Yasmin sambil mencebikkan bibirnya membuat Yudha gemas.
"Maafkan aku, Sayang, jangan ngambek dong!" pinta Yudha sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Nggak usah minta maaf, bukankah aku sudah biasa dengan hal seperti ini, sudah ah aku mau mandi dulu gerah," ucap Yasmin sambil melepas paksa pelukan suaminya, Yudha yang tahu suasana hati istrinya melepas pelukannya dan membiarkan sang istri pergi ke kamar mandi.
"Maaf, Sayang, jika aku sudah pensiun dari militer aku janji waktuku milikmu seutuhnya," ucap Yudha dalam hati.
Di dalam kamarnya, Afwa, Aryana dan Kirana melakukan hal yang hampir sama meski beda tempat, setelah membersihkan diri, ketiga muda mudi itu membuka galeri ponsel mereka masing-masing. Afwa melihat foto-foto mereka ketika tadi di pantai, terutama foto berdua dirinya dan Kirana, Afwa sambil tersenyum mengusap layar ponselnya yang menampakkan fotonya berdua dengan Kirana yang terlihat mesra.
"Semoga kita akan selalu bersama Kiran," ucap Afwa sambil masih menatap fotonya dan Kirana yang terlihat mesra.
Di kamarnya Kirana juga melihat galeri ponselnya yang berisi fotonya dan Afwa sambil bibirnya meyungingkan senyuman dan tangan kirinya memeng kalung berbandul mutiara yag dibelikan Afwa tadi di pusat sovenir.
"Kak, Afwa kenapa setiap dekat denganmu aku selalu berdebar dan salah tingkah, apa ini yang dinamakan cinta?" gumam Kirana dalam hati.
Aryana ternyata juga melakukan hal yang sama dengan kakak sulungnya dan juga Kirana. Aryana memandang ponselnya yang berisi foto selvinya dengan om Fahmi.
"Apa kita akan benar-benar berjodoh, Om?" ucap Aryana sambil memandang foto selfi mereka di pantai tadi dengan tatapan sendu.
_________________________________________
Nah sudah tahu kan siapa yang ngintip Aryana dan dokter Fahmi.
Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit
Thank You
Bersambung....
semangat rutin up nya ka' sampai cerita Azka selesai..
💪💪💪🔥🔥🔥
pingin ada cerita ttg aleysa sendiri...