Bagaimana jadinya ketika sesuatu terjadi tanpa di sengaja, iseng pembawa malapetaka. Akan kah hidup Zoya bahagia setelah ia mendadak hamil hanya karena kesalahan 1 malam?.
Setelah bertanggung jawab, apakah semuanya selesai?? pernikahan yang di lakukan ketika masih sekolah apa akan berjalan lancar??
Ikutin kisah Zoya yuk, baca dari awal hingga ending.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembelaan Azlan!
Seperti biasa, Zoya mengecup punggung telapak tangan Azlan sebelum turun dari mobil. Azlan tidak mau menurunkan Zoya di ujung jalan sana, ia malah mengantar Zoya sampai ke dalam perkarangan sekolah karena status Zoya adalah pacar Azlan.
"Aku duluan! " pamit Zoya hendak turun dari mobil, namun Azlan menahan tangannya.
Zoya menatap Azlan seolah melempar pertanyaan melalui matanya.
"Ini, gunakan ini untuk memenuhi kebutuhan loe" ucap Azlan memberikan kartu ATM.
Zoya mengerut, ia merasa tidak membutuhka nya. Uang tabungan yang mamanya berikan untuk dirinya selama ini masih tersisa banyak.
"Gue gak butuh itu. Uang tabungan gue masih banyak! " ucap Zoya menolak kartu ATM itu.
"Loe tanggung ta jawab gue sekarang, jadi gue harus memenuhi semua kebutuhan loe" Azlan meletakkan kartu ATM ke tangan Zoya. Mau tak mau Zoya menerima nya.
"Baiklah, gue turun dulu" ucapan Zoya berlalu keluar dari mobil Azlan.
Zoya terhenti, matanya menatap lurus pada Mila yang berdiri tak jauh dari nya berdiri. Zoya hendak menyapa Mila, namun gadis itu sudah pergi lebih dulu.
"Maafin gue mil, " batin Zoya, gadis itu menghela nafas berat, tangan seseorang di bahunya membuatnya kaget.
"Biarkan Mila tenang dulu, nanti biar gue bicara sama dia" ucap Azlan.
"Hmm... " dehem Zoya mengangguk pelan. Lalu berjalan menuju kelasnya.
Di dalam kelas.
"Mil... " panggil Nisa, walau bagaimana pun nisa harus membuat Zoya dan Mila kembali bersatu.
Mila tak bergeming, membuat Nisa berpindah duduk ke samping gadis itu.
"Mil, udah dong ngambek nya. Gak baik tahu kaya gini mulu" bujuk Nisa. Seketika itu Zoya memasuki kelas, membuat Mila memalingkan wajahnya tak berniat menatap Zoya.
"Huhhh" lenguh Nisa frustasi.
Zoya duduk di bangkunya, lalu mengeluarkan handset dari dalam tasnya dan langsung memakainya.
"Lihat tu, dia aja gak berniat untuk meminta maaf" batin Mila.
"Zoya!!!!! " teriak intan melengking, siswi berwajah bule itu berjalan cepat memasuki kelas IpA 1 si ikuti 2 gadis lainnya mengipas ngipas gadis bule itu.
"Heh! mulut pelakor, bisa kecilin tu mulut kagak? " hardik Nisa.
Intan tak peduli, gadis itu menoleh sebentar pada Nisa lalu beralih menatap Zoya yang tampak santai dengan novel di tangannya.
Srekk~intan merebut novel Zoya agar gadis itu menatap ke arahnya.
"Apaan sih intan! " bentak Zoya marah.
"Apa? mau marah?? . Seharusnya gue yang harus marah sama loe! " bentak Intan melempar novel zoya ke atas meja.
Zoya melirik Mila sebentar, gadis itu terlihat biasa saja tanpa respon.
"Mau loe apa sih! " tantang Zoya sudah mulai jengah dengan sikap Intan yang Zoya sendiri bingung apa asal muasal permusuhan mereka.
"Azlan itu pacar gue!!! " bentak Intan.
"Yaudah ambil sono!! gue gak pernah ambil cowo alay itu dari loe" balas Zoya.
"Tapi loe merebut dia dari gue! "
"Makanya jadi cewe gak usah kecentilan, jangan terlalu murah! " balas Zoya dengan nada biasa namun perkataan nya tajam setajam silet.
Di kelas Azlan, Ali heboh masuk ke dalam kelas.
"Azlan!! Azlan! " teriak Ali membuat si empunya nama mengangkat kepala nya yang tadinya menempel ke meka.
"Ada apa? " tanya Azlan malas.
"Itu... duhh si ituuuu" ucap Ali gak jelas.
"Ngomong yang jelas lu, udah kaya bajai rusak aja lu" sungut Agai kesal.
"Zoya!!! si Zoya berantem sama si bulee" ucap Ali jelas.
Azlan langsung bangkit, lalu berlari keluar kelas menuju kelas Zoya.
"Loe itu pelakor! " tuding Intan mendorong bahu Zoya, sehingga gadis itu terhuyung sedikit ke belakang. Untung Nisa menyambut Zoya, sehingga Zoya tidak jatuh.
Mila tak tahan lagi, ia ingin membantu Zoya. Namun gengsi nya terlalu tinggi.
Zoya tak Terima di dorong Intan, ia malah bergerak maju membalas Intan dengan menarik rambut panjang pirang si keturunan bule itu.
Mila tergerak ingin membantu, namun niatnya kembali di urungkan nya ketika melihat Azlan berlari memasuki kelasnya, menyibak keramaian siswa siswi yang menyaksikan pertengkaran Zoya dan Intan.
"Stop!!! Stop!!! " teriak Azlan menarik Zoya, lalu menyembunyikan Zoya di belakang punggung nya. Sementara Intan di pegangin si Adit yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Ihh beb.. kok loe belain si anak koruptor itu sih!! " rengek Intan manja tak Terima Zoya di bela Azlan.
"Gue bukan anak koruptor!!! " bantah Zoya hendak menyerang Intan lagi, namun di tahan oleh Azlan.
"Ihh lepasin, gue gak bakal biarin tu cewe anak koruptor merebut bebeb Azlan!! " Intan terus meronta melepaskan cekalan tangan Adit.
"Udah deh diem cempreng" ucap Adit.
Mila menatap tangan Azlan yang mencekal tangan Zoya, bukan rasa cemburu yang Mila rasakan. Ia hanya tidak ingin kasih sayang Azlan terbagi dengan sahabat nya, Mila tidak ingin merasa iri dengan sahabat sendiri.
"Bubar bubar!! " teriak Agai pada semua teman temannya sembari menggerakkan tangan nya seperti mengusir ayam.
"Dan loe, balik ke kelas" ucap Ali menarik tangan Intan keluar dari kelas Zoya.
"Ihhh Aly, lepasin gue mau bareng bebeb Azlan!! " teriak Intan terus meronta.
kedua temannya pun hanya bisa mengikuti Intan dari belakang. Ingin ikut melawan, mereka takut mendapat sangsi dari sang ketua OSIS yang tampan.
"Loe gak papa? " tanya Azlan memeriksa tubuh Zoya mencari cari yang luka. Zoya hanya menggeleng pelan, gadis itu merasa tidak enak dengan Mila. Zoya tahu alasan Mila tidak ingin sahabat nya menyukai Azlan, karena Azlan satu satunya saudara laki-laki Mila. Mila gak mau sifat irinya nanti akan menghancurkan persahabatan nya yang sudah lama hancur.
"Yaudah gue ke kelas dulu" ucap Azlan keluar dari kelas Zoya setelah mendapat anggukan dari Zoya. Gadis itu bingung dengan sikap Azlan yang aneh.
Zoya bersyukur berantem kali ini tidak sampai masuk ke ruang Bk, jika sampai masuk ke sana, Zoya tidak tahu lagi harus mendapatkan surat panggilan untuk mamanya yang pertama kali.
Setelah Azlan pergi Nisa langsung mendekati Zoya, Nisa sangat khawatir dengan keadaan Zoya.
"Loe gak papa kan? " tanya Nisa. Zoya menjawab dengan celengan, matanya sesekali melirik Mila lagi.
Bu mindi masuk ke dalam kelas, pelajaran pertama pun di mulai. Zoya sesekali melirik ke arah Mila yang duduk di depannya. Ingin sekali Zoya menceritakan semuanya pada kedua sahabat nya, namun Zoya masih terlalu ragu.
Ali dan Agai menatap Azlan tak biasa, kedua laki-laki tampan itu masih tidak percaya jika Azlan menolong Zoya, tidak seperti biasanya jika Zoya bertengkar dengan Intan atau yang lainnya, Malah Azlan yang jadi kena hukuman dari guru BK, karena yang bertengkar dengan Zoya tidak lagi Intan, tetapi Azlan.
"Loe beneran suka Zoya"
? "tanya Ali
" Uhuk uhuk"Azlan mendadak tersedak, ia langsung meneguk habis air yang di sodorkan Agai.
"Gak usah kepo deh" ketus Azlan.
"Lalu kenapa mendadak kalian Damai? " tanya Agai yang juga penasaran.
Teka teki baru untuk Agai dan Ali, penyebab damainya si musuh bebuyutan.
...T E R I M A K A S I H...