Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
***
"Ini ada sedikit makanan untuk kalian berdua. Pindah ke rumah baru, kalian tentu tidak akan sempat memasak." Ujar Lona mengulurkan paper bag pada Anna. Anna menyambutnya hanya dengan mengangguk.
"Terima kasih nona Lona. Seharusnya nona tidak perlu repot-repot." Jawab Sekretaris Aron tak enak hati dengan semua kebisuan Anna.
"Tidak usah bicara begitu. Kau tau bukan seenak apa masakan istriku. Chef terhebta dantermahal didunia tidak akan mempu menandingi masakan istriku," puji tuan Devan pada masakan Lona yang memang sangatlah lezat
"Baikah taun, terima kasih. Kalau begitu kami pamit." Ujar Aron lalu membawa kopernya juga koper Anna kedalam bagasi.
"Aku akan merindukan kakak." Tangis Zanna langsung memeluk erat kakaknya itu.
"Kakak juga akan sangat merindukanmu." Balas Anna yang akhirnya berbicara.
"Ayo Anna. Kalau begitu kami permisi." Ujar Aron kemudian membukakan pintu depan untuk Anna. Setelahnya mobil mewah itu menghilang dari pandangan mereka yang ditinggalkan.
"Sayang, apa pilihanku salah. Kak Zanna tampak tidak bahagia. Seharusnya ia bahagia karena kita membantunya menikahi lelaki yang dia cintai. Kenapa kakakku tidak bahagia." Keluh Zanna.
"Siapa bilang sayang. Kakakmu bahagia. Dia diam karena sedih meninggalkanmu." Jawab Presdir Chao menenangkan sang istri.
"Tenang saja, Zanna. Kalau Aron berani macam-macam pada Anna aku yang akan memenggal kepalanya." Jawab Tuan Devan.
***
"Apa aku terkena karma. Lihatlah sekarang dia yang cuek padaku," kesal Aron pada Anna yang langsung meninggalkannya dengan bersusah payah membawa dua koper besar dan satu paper bag berisi makanan yang terpaksa ia lingkarkan dilehernya.
"Rasakan itu, siapa suruh menikahiku. Tanpa mencintaiku," oceh Anna langsung masuk kedalam mansion besar itu.
"Kenapa sepi sekali, rumah sebesar ini hanya akan aku dan dia yang menempati. Apakah tidak ada pelayan atau penjaganya." Kesal Anna lagi.
"Tentu saja ada. Tapi, karena malam ini malam pertama kita. Aku meliburkan mereka semua," Jawab Aron yang tiba-tiba berbisik dibelakang Anna membuat Anna terkejut juga ketakutan.
"Mengagetkan saja." Kesal Anna.
"Malam pertama katanya. Jamga harap! Malan pertamaan saja sendiri." Batin Anna juga kesal.
"Akhirnya kau mengelurkan suara." Ujar Aron melepaskan kedua koper besar itu dari tangannya. Juga meletakkan paper bag keatas meja di ruang tamu itu.
"Apa kau hanya berani bicara saat sepi saja sayang," ujar Aron semakin mendekat pada Anna. Anna semakin mundur hinga mentok di dinding.
"Ayolah berbicara lagi sayang. Kita akan melakukan malam pertama. Apakah kau juga akan Diam," ujar Aron lagi.
"Berhenti mendekat padaku." Ujar Anna bersandar di dinding yang ternayat adalah pintu kamar itu.
Aron pun sengaja membuka pintu kamar yang kini Anna senderin.
"Aaaaaaaargh," jerit Anna kala tubuhnya akan jatuh kebelakang. Dan otomatis kedua tangannya langsung melingkar di leher Aron, karena Aron juga langsung menangkap tubuhnya.
Jadi, kau langsung ingin melakukannya tanpa mandi dulu." Ujar Aron tanpa Anna sadari sudah membuka resleting gaunnya yang ada dibelakang.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Bentak Anna.
"Apalagi, selain melakukan hal yang seharusnya kita lakukan," jawab Aron
"Lepaskan aku!" Teriak Anna berontak, namun tak kunjung dilepaskan oleh Aron.
"Aaaargh, perutku sakit." Teriak Anna berpura-pura.
"Kau kenapa?" Tanya Aron kuatir. Namun, Anna langsung berlari menuju kamar mandi dikamar itu.
Braaaak, (Suara pintu yang Anna tutup sekuat tenaga.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩