Lahirnya Penguasa Kegelapan season 2 : The Union Of World Academies
Tasya yang memiliki kekuatan dari Crystal Suci, sedikit demi sedikit mulai mengalir pada seluruh tubuhnya.
Tiba pada waktunya pada saat kekuatan Crystal Suci telah memuncak, Dewa dari para monster mulai bergerak.
Semua monster mulai keluar dari dalam portal sesuai dengan perintah dari Dewa mereka, yakni memusnahkan seluruh umat manusia sampai tidak tersisa. Namun Akademi yang berada di seluruh dunia tidak ingin hal itu terjadi dan mereka berniat untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.
Pertempuran yang sangat besar, tidak lama lagi akan terjadi pada dunia yang ditinggali Tatsuya.
Apakah Tatsuya bisa mencegah hal itu terjadi?
Bisakah Tatsuya melindungi kekasihnya, yang menjadi target Dewa dari para monster?
Mampukah Tatsuya mengalahkan Dewa tersebut dengan kekuatan penguasa kegelapan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21 Dimulainya Operasi Penangkapan Tatsuya
...*Selamat Membaca*...
Kedatangan Antonio dengan semua mobil mewah, membuat semua orang yang berada di kediaman Tatsuya sangat terkejut, terlebih lagi pada saat Antonio bertanya tentang kesiapan mereka untuk segera pergi menggunakan koleksi mobil mewah miliknya.
Sesaat semua orang kecuali Tatsuya sempat merasa bingung dengan ajakannya, namun dia mulai menjelaskan kalau kedatangan Antonio untuk membawa mereka semua, supaya bisa menghadiri sebuah acara.
"Tatsuya! Kenapa kamu tidak bilang dari awal, supaya aku dan semua orang bisa langsung bersiap-siap." ucap Tasya dengan kesal, sambil menghampiri Tatsuya.
"Bila aku bilang dari awal, itu namanya bukan sebuah kejutan." jawab Tatsuya dengan mendekatkan wajahnya pada Tasya yang menghampirinya.
"Apa? Sebuah kejutan? Memangnya kita akan menghadiri acara apa?" tanya Tasya dengan terkejut.
"Tentu saja nona, ini adalah acara..." jawab Antonio, namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Sebaiknya kamu segera bersiap-siap." sela Tatsuya sambil meminta pada Tasya untuk melakukan apa yang di inginkannya. "Kalian semua juga boleh ikut, jadi jangan buang waktu lagi." lanjutnya sambil menatap semua orang yang berada di kediamannya.
Mendengar perkataan seperti itu dari Tatsuya, semua orang merasa sangat senang. Akan tetapi ketua dari tentara bayaran tersebut, dengan sengaja menyela kesenangan bawahannya karena tugasnya harus dilakukan.
"Sepertinya saya dan semua bawahanku tidak bisa menghadiri acara tersebut, karena kami bertugas untuk melindungi kediaman anda." sela Josep dengan menyesal.
Perkataan dari Josep membuat semua bawahannya merenung, dikarenakan mereka semua harus menjalani tugas sampai tuntas hingga kontrak yang di tanda tangani mereka selesai. Akan tetapi, Tatsuya mencoba untuk membujuk mereka dan mengesampingkan masalah tugasnya.
"Memang benar, kalau jati diri kalian sebagai seorang tentara sudah pasti memikirkan sebuah tugas sampai tuntas. Perlu kalian ketahui, memikirkan sebuah tugas hanya membuat seseorang tertekan. Bila kalian bersikeras untuk melakukan sebuah tugas, kalau begitu aku perintahkan pada kalian untuk menjaga keamanan di dalam acara, dan lakukanlah penyamaran dengan sempurna." ucap Tatsuya dengan memberikan sebuah perintah kepada semua tentara bayaran.
"Tapi hal ini..." ucap Josep namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Tidak perlu banyak alasan, aku sendiri yang menyewa kalian. Jadi lakukan saja dan ikuti perintahku." sela Tatsuya sambil berjalan memasuki kediamannya untuk bersiap-siap.
Mendengar perkataan seperti itu, semua bawahan dari tentara penjaga sangat senang, karena mereka menganggap kalau dibalik tugasnya itu sebuah liburan untuk melepaskan pikirannya dalam tekanan.
Sementara itu di dalam markas pusat akademi Violet.
Semua ketua guild beserta anggotanya masing-masing sudah berkumpul di halaman kecuali Cecilia. Dia masih trauma akibat perkataan Mozark, yang mengingatkan kembali pada kesalahan kedua orang tuanya.
Kemudian Mozark bertanya pada salah satu bawahannya mengenai keberadaan Cecilia serta kondisinya pada saat ini. Namun bawahannya sama sekali tidak bisa memasuki rumahnya, setelah mendapat kabar dari pekerja di kediamannya kalau Cecilia sedang menenangkan dirinya dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
Mendengar penjelasan dari bawahannya itu, seketika Mozark merasa bersalah karena tidak mengontrol perkataannya, dan dia juga berniat untuk menemuinya nanti. Selain itu, Mozark juga menanyakan keberadaan Reinhard pada bawahannya, karena dari kemarin dia tidak mendapatkan kabar apapun darinya.
Untuk kedua kalinya bawahannya itu menjelaskan, kalau dia sudah beberapa kali menghubunginya namun tetap saja tidak dijawab olehnya. Hal ini tentu saja membuat ketua dari pasukan elite lainnya merasa sangat khawatir, dan mereka berpikir kalau sesuatu telah terjadi menimpa dirinya.
Tanpa berpikir panjang, dengan sengaja Mozark mengesampingkan masalah tersebut, karena dia harus melakukan hal penting yang harus diselesaikan. Dengan segera dia memerintahkan bawahan lainnya, untuk segera mengambil beberapa alat komunikasi khusus, yang akan diberikan pada masing-masing ketua guild.
Tidak lama setelah itu...
Bawahan yang diperintah oleh Mozark sudah kembali sambil membawa sebuah koper kecil berwarna hitam, lalu dia menyerahkannya pada Mozark. Di dalam koper tersebut terdapat alat komunikasi khusus, yang dilengkapi dengan alat pelacak bila terjadi sesuatu pada setiap ketua guild.
Kemudian, Mozark meminta pada semua ketua guild untuk mengambil masing-masing satu, supaya bisa mempermudah mereka untuk saling berhubungan. Selain itu juga, Mozark bisa memantau keberadaan mereka dan juga bisa mengirimkan informasi secara bersamaan.
"Sungguh merepotkan bila harus memakai alat komunikasi itu, lebih baik aku segera bergerak daripada harus membuang banyak waktu." ucap Steven sambil berjalan keluar halaman markas pusat.
"Tunggu dulu Steven! Akan lebih baik kau memakainya, supaya kita bisa saling berkomunikasi bila salah satu dari semua ketua guild mengetahui keberadaan Tatsuya." pinta Kazima sambil memegang pundak Steven.
"Tanpa alat seperti, aku masih bisa mencarinya dengan caraku sendiri." jawab Steven sambil melepaskan tangan Kazima yang menempel di pundaknya, lalu dia berjalan kembali.
"Dasar anak mudah jaman sekarang, kelakuannya selalu egois." ucap Kazima dengan sedikit kesal.
"Biarkan saja dia melakukan apa yang di inginkan olehnya, mengurus orang seperti itu hanya akan merepotkan kita semua." sambung Leonard tanpa memperdulikan orang yang tidak sopan.
"Bila seseorang tidak memakai alat komunikasi ini, maka hadiahnya tidak akan diberikan." ucap Mozark dengan nada cukup tinggi, karena melihat Steven berjalan keluar tanpa mengambil alat komunikasi tersebut.
Mendengar perkataan seperti itu, seketika Steven menghentikan langkah kakinya. Dia kemudian membalikkan badannya, dan menyuruh Tommy untuk mengambil satu alat komunikasi tersebut. Dengan spontan, Tommy melakukan apa yang diperintahkan olehnya Steven, lalu dia melemparkan alat komunikasi tersebut kepadanya.
"Setelah aku memakai alat ini, apakah anda berniat untuk membuang waktuku?" tanya Steven sambil memasang alat komunikasi tersebut pada telinga kirinya.
"Hah... Sekarang kau bisa pergi untuk mencarinya dan jangan lupa memberi kabar bila kau menemukannya." jawab Mozark sambil menghela nafasnya.
"Itupun bila aku mengingatnya." jawab Steven sambil membalikkan badannya, lalu berjalan kembali bersama anggotanya dengan jumlah lebih dari 20 orang.
Tidak lama setelah itu, Tommy berjalan mengikutinya dengan anggotanya karena dia adalah rekan seperjuangannya sebelum mendapatkan kedudukan menjadi ketua guild terkenal.
Disisi lain, sebagian dari ketua guild berpikir kalau mencari orang tersebut di daerah selatan, sudah pasti memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu semua portal yang berada di daerah tersebut, sudah dibasmi olehnya dan kemungkinan Tatsuya bergerak ke darah lainnya.
"Maaf Pak, kenapa anda tidak memberitahu media sosial mengenai penangkapan Tatsuya? Bukankah akan lebih mudah bagi kita bila semua orang bisa membantu mencarinya." tanya salah satu dari ketua guild.
Mendengar perkataannya seperti itu, semua orang terdiam dan berpikir kalau perkataan dari orang tersebut sangat benar. Lebih dari setengah ketua guild mendukung saran darinya, akan tetapi Mozark tidak setuju untuk melakukannya.
"Bila aku memberikan kabar pada media sosial, besar kemungkinan Tatsuya sudah melakukan persiapan sebelum kita menemukannya. Jadi aku akan melakukannya pada waktu yang tepat, ketika kalian sudah menemukannya." jawab Mozark dengan raut wajah serius.
"Bagaimana anda bisa yakin kalau Tatsuya sedang berada di daerah tersebut?" tanya ketua guild lainnya, karena masih ragu dengan keyakinannya.
"Meskipun ada beberapa orang yang membantunya, pembasmian portal yang dilakukan olehnya tentu sangat menguras tenaga, terlebih lagi dia melakukan pada satu daerah. Jadi segeralah pergi ke daerah selatan, sebelum dia bergerak kembali ke daerah lain." jawab Mozark sambil memberikan perintah pada semua orang yang berada di halaman markas pusat.
Mendengar penjelasan dari Mozark mengenai situasi yang di alami oleh Tatsuya, membuat semua orang yakin kalau dia masih berada di daerah tersebut. Tanpa membuang banyak waktu lagi, semua orang berangkat secara bersamaan dari markas pusat lalu berpencar ketika sudah sampai di daerah selatan.
"Sudah lama aku menantikan momen seperti ini untuk balas dendam padamu Tatsuya. Kali ini akan aku pastikan kau membayar semuanya atas perlakuanmu pada anakku dan juga diriku yang tidak kau hargai. Hahahaha..." gumam Leonard dengan senyum yang lebar.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara Up masih tidak normal🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...
egois
gk baik itu untuk apa punya teman
gk melawan