NovelToon NovelToon
Sephia

Sephia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

"Gila ... ini sungguh gila, bagaimana bisa jantung ini selalu berdebar kencang hanya karena tatapan matanya, senyumnya bahkan sentuhan yang tanpa sengaja itu."
~Sephia~

"Rasa ini salah, tapi gue suka ... dia selalu membuat jantung ini berdebar-debar ... damn! kenapa datang di waktu yang salah sih."
~Danar~

Pertemuan itu, membuat mereka ada dalam posisi yang sangat sulit. Terlebih lelaki itu sudah mempunyai seorang kekasih. Sementara hatinya memilih gadis lain.

Entah waktu yang salah ... atau takdir yang mempermainkan mereka. Apakah akan berakhir dengan indah atau sama-sama saling melepaskan ... meski CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembur

Danar baru saja tiba di lobby kantornya ketika melihat Sephia membayar pesanan makanan yang dibawa oleh ojek online. Ia berjalan di belakang gadis itu, lalu tiba-tiba gadis itu berhenti di depan lift lalu berbalik badan untuk mengangkat ponselnya.

Danar sekilas mendengarkan pembicaraan Sephia dengan seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan Ibu. Pembicaraan seputar motor yang di jual dan akan membeli motor di Bali dengan alasan uang untuk membayar ojek bisa digunakan untuk yg lain.

Sebegitu rumitkah kehidupan bawahannya ini? Berinisiatif menekan tombol membuka dan menunggu gadis itu selesai berbicara. Danar pun dengan santainya bersandar di dinding lift.

Ketika gadis itu tersadar bahwa yang ia tunggu bukan hanya lift tetapi seorang pria yang menunggu dia di dalam sana. Pria yang siang tadi resmi sudah menjadi pimpinan perusahaan tempat ia bekerja.

" Ayo ... masuk, malah bengong ... pegel saya nungguin kamu dari tadi," ujar Danar masih menekan tombol open.

"Eh ... oh ... iya, maaf Pak ... saya kira---," ujar Sephia bingung harus berkata apa.

"Buruan ...."

Sephia melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dengan membawa beberapa kantung nasi Padang yang tadi ia pesan.

Memperhatikan apa yang gadis itu bawa dan bertanya untuk apa, Danar memutuskan untuk ikut masuk keruangan Sephia dimana tim sedang menghabiskan waktu lemburnya malam ini.

"Nah ... dateng juga itu nasi Padang aku, lama banget Phi?" tanya Ardi yang langsung menyambar plastik berisi makanan itu tanpa melihat siapa di belakang Sephia berdiri.

"Mas ... sstt," Sephia memberikan kode pada Ardi.

"Jadi ... malam ini lembur akhir tahun kalian?" tanya Danar berjalan mendahului Sephia yang membagikan makanan sesuai pesanan.

"Pak Danar ...." Ketiga dari mereka tersentak kaget ketika mengetahui bahwa atasannya ikut masuk ke dalam ruangan itu.

"Eh ... em ... iya Pak," jawab Ibu Ratna. "Memang setiap akhir bulan dan akhir tahun akan seperti ini."

"Silahkan kalo mau diterusin, santai aja ... anggap saya gak ada," ujar Danar namun sorot matanya jatuh pada Sephia.

"Kita makan di pantry aja Luh," ajak Ardi. "Udah laper aku," bisiknya pada Ni Luh, lalu mereka beranjak berpamitan untuk menikmati makanan itu di pantry, disusul Ibu Ratna yang sudah pasti kelaparan karena sudah lebih dari jam makan malamnya.

"Kalau semua ke pantry jadi siapa yang menemani saya di sini," ujar Danar ketika melihat Sephia juga ingin beranjak dari tempat duduknya.

"Eh ...."

"Kamu makan aja di sini kalo mau makan, gak akan saya minta," ujarnya santai.

"Tapi yang lain ke pantry Pak," kata Sephia. Lagian ini orang ngapain juga ikutan kesini sih gumamnya.

"Udah tinggal di makan apa perlu saya yang suapin?"

"Eh ... gak usah Pak," jawab Sephia lalu membuka bungkusan nasi Padang.

Harum yang menguar saat bungkus nasi itu terbuka memang luar biasa mengundang selera, Danar yang memang belum menyentuh nasi sedari siang berkali-kali menelan ludahnya menahan keinginan untuk ikut menikmatinya.

Pandangan matanya yang tak lepas dari Sephia, membuat gadis itu merasa kikuk. Untuk menyendokkan satu suap ke mulutnya pun rasanya susah. Padahal cacing-cacing di perutnya sudah bergejolak menunggu asupan nutrisi yang datang.

"Bapak mau? ini bisa saya bagi dua kalo Bapak mau," tawar Sephia karena ia merasa terintimidasi oleh tatapan Danar.

"Gak ... gak, kamu makan aja dengan tenang," jawabnya datar.

Hello, gimana mau tenang kalo makan di liatin gini ... kayak kucing maling ikan batin gadis itu.

Suapan demi suapan akhirnya lolos dengan sempurna masuk ke dalam mulut Sephia melewati kerongkongan, terdengar sorak sorai cacing di dalam sana menerima santapannya.

"Biasanya kalian lembur sampai jam berapa?" tanya Danar.

"Paling cepat jam sembilan sudah selesai Pak, tapi akan diteruskan besoknya."

"Paling cepat? paling lama?" tanya laki-laki itu lagi.

"Jam 10," Sephia menjawab dengan memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.

"Jam 10 malam, lalu diteruskan lagi besoknya?"

Sephia mengangguk, membungkus kembali kertas makanan yang ia makan, lalu meneguk air mineral hingga tandas. Danar memperhatikan semua gerak gerik gadis itu.

"Ngapain lembur kalo masih diterusin besoknya?"

Bisa gak sih ini orang gak di sini, ganggu konsentrasi aja.

"Kan di cicil Pak, disamakan setiap laporan yang masuk ke divisi ini, belum lagi kroscek angka-angka jangan sampai ada kesalahan, karena untuk posisi keuangan sendiri jika salah satu digit saja itu bisa berefek ke segalanya." Jelas gadis itu yang mulai kesal.

Ketiga teman yang sudah menghabiskan waktu di pantry yang pasti dengan senda gurau obrolan saat makan, datang tanpa dosa dan duduk di tempat masing-masing mulai melakukan kembali pekerjaan mereka.

"Coba tunjukin ke saya, satu laporan yang kamu kerjakan," ujarnya pada Sephia lalu melangkah mendekat pada gadis itu.

Ya Tuhan, bisa gak sih ini orang di kirim ke planet Uranus aja biar agak jauhan dikit.

Entah apa yang salah, debaran itu begitu kencang. Harum maskulin lelaki itu tercium lolos begitu kuat masuk ke dalam penciuman Sephia. Jaraknya yang begitu dekat, dengan posisi membungkuk melihat ke arah laptop yang berada di depan mereka.

Danar menarik satu kursi untuk duduk di dekat Sephia. Tangan Sephia dengan lihainya memainkan mouse membuka satu file yang harus dia contohkan pada Danar.

"Seperti ini ... ini neraca keuangan kita dari awal tahun, di sini ada aktiva lancar dan tetap ... total dari kedua aktiva ini harus balance dengan utang lancar dan modal selama satu tahun .... Nah jika kita dapati ketidaksamaan antara keduanya itu otomatis kita harus merunut lagi pada buku besar selama satu tahun. Buku besar itu sendiri berisi tentang aktivitas penjualan, pembelian, pemasukan, hutang piutang dan lain-lain." Jelas Sephia lalu membenarkan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya.

Danar bukan tidak tahu apa yang dijelaskan oleh Sephia. Tidak mungkin lelaki kelulusan University of Birmingham Inggris itu tidak mengerti dalam hal ini.

Dia hanya ingin lebih dekat saja dengan gadis itu, memperhatikannya berceloteh menjelaskan sesuatu menurut Danar itu terlihat keren. Sosok wanita smart dan mandiri, bukan sosok wanita yang bisanya hanya bermanja-manja dan menghabiskan kekayaan orang tua mereka.

Sephia terus saja menjelaskan pada Danar apa yang ia tahu, sesekali pandangan mereka bertemu. Jika hal itu terjadi maka Sephia lah yang mengalah melempar pandangan ke tempat lain atau berusaha sebisa mungkin mengatur detak jantungnya yang bertalu-talu.

Danar sadar itu, senyum tipis kadang mengembang di sudut bibirnya. Penjelasan demi penjelasan tentang keuangan perusahaannya membuatnya mengerti tentang seluk beluk keuangan perusahaan selama ini.

"Sebaiknya kalian selesaikan pekerjaan kalian, sekarang sudah pukul delapan malam, saya tidak ingin keluarga kalian menunggu kalian terlalu lama." Danar melirik jam di tangannya lalu beranjak dari tempat duduknya di samping Sephia, melangkah keluar ruangan itu diiringi nafas lega dari keempat orang yang sedari tadi menegang akan kehadiran lelaki itu.

***pada ngerti gak neraca keuangan? sama aku aja sampe sekarang paling males kalo di suruh buat apalagi kalo gak balance... njelimeeeettt bebs 😂

lanjuuut yaaaak... tapi sore

enjoy reading 😘***

1
74 Jameela
aq sllu senep mules kl pas dtg pelajaran akuntansi blm lg matekmatika...ws kudu ndang lulus ae kpn yaaa..aaahh tp syukur Alhamdulillah udh terlewati masa" ituuuuu🤭
Enisensi Klara
udah lewat batas teritorial mah tuh Danar wkwkwk 🤣😂
Enisensi Klara
Udah sering aneh 2 danar nya pak
Enisensi Klara
Udah di iya iya terus masa mau pisah
Enisensi Klara
Baca ulang aku 😂😂
Enisensi Klara
Ya kali minta ijin bawa anak gadis orang bawa ke Bali tapi blm di nikahin piye Tah danar 😳😳
Enisensi Klara
Dan Kalla ku bayangjn kyk Maxim 😂
Enisensi Klara
Demi shepia aku baca ulang lagi utk sekian kalinya 😂
Enisensi Klara
Aku baca ulang lagi ini utk sekian kali nya 😇😇kangen sama KK chida 😇
Rianty Permata
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Dewa Rana
Thor, baju satu Tali itu di bahu, bukan di lengan
Chida: mungkin melorot talinya jadi sampe ke lengan ...
total 1 replies
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Chida: makasih koreksinya 🙏
total 1 replies
Dewa Rana
kayaknya danar udah punya pacar atau tunangan
Dewa Rana
visual sephia cakep 👍
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Dewa Rana
baca ulang Thor
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
piwpie
JANGAAAAAAANNNNNN kasih Phiaaaaaaaaaa
piwpie
gimana sih phia... kesannya kek munafik gak sih. kok gak kayak karakter phia di awal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!