Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
Kembali dengan Naya, kesibukan Naya dimulai ketika semua model untuk pemotretannya sudah datang, Naya adalah orang yang mudah bergaul. Dia juga terbuka dengan saran hasil foto yang diambilnya.
“ Ka Prilly, bagaimana hasil foto jepretan ku ?“ kata Naya sambil menampakkan layar kamera miliknya
“Bagus Nay, aku suka. Kamu memang fotografer professional“ kata Prilly sambil menunjukkan dua jempolnya memuji Naya
“Ah, tidak juga kak. Naya masih harus banyak belajar agar bisa mengambil gambar yang baik dan bisa membuka pameran foto nantinya…” kata Naya merendah
“Nay, sudah jam 3 sore nih kami ke studio dulu ya ada pemotretan lagi “ kata ka Tina rekan model lainnya. Ka Prilly dan Ka Tina satu agnesi model dan teman karib. Mereka berusia 25 tahun makanya Naya memanggil mereka dengan sebutan kakak.
“Iya ka, terimakasih atas waktunya nanti Naya kirim lewat email ya “ sahut Naya ramah
“Siiip,,, semua fotonya pasti bagus Nay kamu gak perlu dipilih-pilih kirim aja semuanya “ kata ka Tina memuji secara tersirat
“haha, Kakak bisa aja. Siapa tau tadi aku ada ke foto kaka dengan pose bengong “ sahut Naya
“gak papa Nay, kaka bengong aja cantik apalagi berpose. Ya gak Pril ? “ kata ka Tina menanggapi
“Elo mah pd nya udah over dosis Tin “ sahut Prilly. Naya yang mendengar hal tersebut hanya tertawa sedangkan Tina memajukan bibirnya cemberut.
“Udah yuk, berangkat. Naya kami duluan “ Kata Prilly menyudahi pertemuan kali ini
“Iya ka hati-hati, sekali lagi terimakasih atas kerjasamanya ka” sahut Naya sambil melambaikan tangannya
“santai aja kali Nay, gak perlu terimakasih melulu kita juga dapat budget dari pemotretan kali ini” kata Tina
“Dah, kami duluan “ sambung Tina kemudian mereka berdua meninggalkan Naya
Setelah Prilly dan Tina keluar dari café Naya mulai merapikan kembali kursi yang digesernya, di sekitar spot mereka melakukan pemotretan tadi memang beberapa kursi sengaja dikosongkan agar pemotretan tidak menggangu pelanggan yang lain.
***
Disisi lain Café Derya masih membicarakan beberapa hal yang harus dilakukan agar kerjasama menjadi saling menguntungkan.
“Menurut saya kita memerlukan tour guide yang bisa menjadi fotografer sekaligus agar bisnis travel kita memiliki kualitas yang lebih “ kata Derya memberi saran untuk kemajuan bisnisnya
“Saya rasa itu ide yang baik Pak Derya, baiklah nanti akan kami masukkan kualifikasi tersebut untuk para calon pegawai yang mendaftar nanti “ sahut Pak Budi sebagai rekan mitra kali ini.
“ Saya rasa sudah cukup pembicaraan kita kali ini, karena sudah jam 3 sore saya masih ada keperluan lainnya Pak Budi” kata Derya mengingat waktu
“Tapi Pak Derya masih ada beberapa hal yang perlu dibahas“ kat Pak Budi meminta tambahan waktu
“Mohon maaf Pak Budi, sesuai dengan janji pertemuan kita bahwa hanya memerlukan satu jam untuk membahas hal ini. Jika hal tersebut sangat penting untuk dibahas kita bisa mengadakan pertemuan lagi nanti atau anda kirimkan email ke sekretaris saya jika itu mendesak“ Sahut Derya sambil beranjak berdiri
“Ah baiklah Pak Derya terimakasih atas waktunya, senang bisa bekerjasama dengan anda” Kata Pak Budi beranjak berdiri dan bersalaman dengan Deya
“Ya “ Kata Deray sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum singkat
***
_Kita kembali pada Naya
Saat ini Naya merapikan kursi dengan tergesa-gesa karena sudah sore dia perlu ke perpustakaan sebelum tutup untuk mencari bahan referensi tugas akhirnya.
Saat Naya sedang mengangkat kursi yang lumayan berat tidak sengaja Naya seperti menabrak sesuatu dibelakangnya.
“Brukkk…” bunyi sesuatu jatuh
“Ah, apa ya ? “ Kaget Naya kemudian langsung berbalik
.
.
.
.
.
Thanks all
See you next episode ya 😉~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣