NovelToon NovelToon
NICHAELA'S SECRET SLAVE

NICHAELA'S SECRET SLAVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dark Romance
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: msxeikapoison

Nichaela Rosabella adalah mahasiswi kaya raya yang dipuja karena kecantikannya, namun ia menyimpan rahasia kelam: di balik sikap manisnya di hadapan orang tua, ia adalah sosok yang manipulatif dan liar. Di balik kemewahannya, Nichaela memanfaatkan Braxton mahasiswa miskin penerima beasiswa yang juga pelayan pribadinya sebagai tempat pelampiasan amarah sekaligus kekasih rahasianya di malam hari.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika obsesi Nichaela pada pria idamannya, Bredth, kandas setelah pria itu justru memilih Micheala, anak pembantu yang polos dan sangat disayangi oleh orang tua Nichaela. Ketika cemburu buta dan tekanan emosional menghancurkan kendali Nichaela, Braxton terjebak dalam pusaran amuk sang nona, memicu konflik rahasia yang mengancam kehancuran mereka semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon msxeikapoison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng Teman Khusus

Dengan kecepatan berpikir khas dirinya, Nichaela langsung memotong sebelum Tuan Artur sempat menginterogasi lebih jauh.

"Maksudnya... hubungan khusus sebagai teman dekat, Papa! Mama!" sela Nichaela cepat dengan raut wajah yang diatur sedemikian rupa agar tampak wajar dan sedikit merajuk.

Ia melangkah mendekat dan secara alami merangkul lengan tegap Braxton, memamerkan kedekatan mereka tanpa ragu, namun membingkainya dalam konteks yang aman.

"Selama ini kan aku tidak punya teman tulus di kampus," lanjut Nichaela dengan nada bicara khas anak perempuan yang manja di hadapan orang tuanya. "Semua orang mendekatiku cuma karena uang Papa atau status keluarga kita. Tapi Braxton beda. Dia jujur, selalu membantuku belajar, dan menjaga rahasia-rahasia rumitku. Panggilan Honey itu... cuma julukan akrab di antara kami berdua sebagai teman khusus!"

Braxton melirik ke arah Nichaela dari sudut matanya, dengan cepat menangkap permainan peran gadis itu. Ia segera menyambung dengan nada santun dan penuh hormat kepada Tuan Artur dan Nyonya Audrey.

"Benar, Tuan, Nyonya," ucap Braxton mantap, menjaga sikap profesionalismenya. "Saya sangat tahu diri dengan posisi dan latar belakang saya. Nona Nichaela sangat baik telah menganggap saya sebagai teman terdekatnya di kampus, dan saya berkomitmen untuk selalu menjaga serta mendampingi beliau."

Tuan Artur terdiam sejenak. Tatapan matanya yang tajam bergantian menatap Nichaela yang memegang lengan Braxton rapat-rapat, lalu ke arah Braxton yang berdiri tegap tanpa celah ketakutan.

Perlahan, ketegangan di wajah Tuan Artur melunak. Mengingat bagaimana fakta terkuak tadi pagi bahwa Braxton adalah korban tuduhan palsu Michaela dan bahwa Braxton-lah yang selalu setia menemani Nichaela belajar hingga larut malam pandangan Tuan Artur terhadap pemuda desa itu telah berubah drastis.

"Hubungan khusus sebagai teman dekat, hm?" gumam Tuan Artur, menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Awalnya ia mengira putri tunggalnya yang keras kepala ini telah dimanfaatkan, namun melihat kejujuran di mata Braxton dan kebahagiaan murni di wajah Nichaela, keraguannya menipis.

Nyonya Audrey tersenyum lega, mendesah pelan seraya meletakkan nampan jus buahnya di atas meja kecil dekat pintu gym.

"Astaga, Mama sempat jantungan, Nichaela," ucap Nyonya Audrey menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi Mama senang kalau kalian memang berteman dekat dengan tulus. Lagipula, setelah kejadian dengan Michaela tadi pagi, Mama sadar bahwa karakter dan kejujuran seseorang jauh lebih penting daripada status sosial."

Nyonya Audrey mendekati mereka berdua, lalu menepuk bahu Braxton dengan ramah. "Terima kasih ya, Braxton. Kamu sudah menjadi teman yang baik dan selalu menjaga Nichaela di kampus."

"Sudah menjadi kewajiban saya, Nyonya," jawab Braxton merendah.

"Baiklah kalau begitu," tambah Tuan Artur dengan suara beratnya yang kini ramah. "Braxton, nanti malam ikutlah makan malam bersama kami di meja utama. Sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah mendampingi Nichaela selama ini."

Mendengar ajakan makan malam di meja utama keluarga Mercy sesuatu yang biasanya hanya diperuntukkan bagi kalangan konglomerat dan pejabat Braxton sempat tertegun. Namun Nichaela yang berada di sampingnya langsung tersenyum lebar, memeluk lengan Braxton lebih erat.

"Tentu saja Papa! Brax pasti ikut!" seru Nichaela riang.

Begitu Tuan Artur dan Nyonya Audrey berlalu meninggalkan ruang gym, pintu kaca kembali tertutup rapat. Topeng anak penurut Nichaela seketika runtuh.

Ia berbalik menghadap Braxton, mengalungkan kedua lengan mulusnya di leher pemuda itu sambil menyipitkan mata cokelatnya dengan kerlingan cengil yang sangat nakal.

"Hubungan khusus sebagai teman, huh?" bisik Nichaela menggoda, menggesekkan hidungnya ke pipi Braxton. "Teman mana yang tiap malam mengisap dada temannya sampai ketagihan, Braxton?"

Braxton menyeringai rendah, meraup pinggul molek Nichaela dan mengangkatnya dalam sekali gerakan. "Teman yang sebentar lagi bakal bikin anak denganku di apartemen, Baby."

1
𝕯𝖚𝖈𝖍𝖊𝐬𝐬 𝕻𝖆𝖝𝖑𝖊𝖞
alurnya sangat mudah difahami dan ngak kaku
renjana biru
pusing ama si nicha" ini
seikαα 𝖻𝖾𝗅𝗅𝗂𝗇𝗀𝗁α𝗆: pusing kenapa tuhh /Chuckle/
total 1 replies
renjana biru
pedess bgt omongan cwenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!