NovelToon NovelToon
MENIKAHI MANTANKU

MENIKAHI MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Satu Atap Bersama Mantan

Aira seorang gadis yang hobi berbelanja menggantungkan hidupnya pada pundi-pundi kekayaan keluarganya terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan rekening banknya yang terancam diblokir papinya.

Namun di hari pernikahannya niatnya untuk kabur justru malah bertemu mantan pacarnya yang 8 tahun lalu mencampakkannya dengan alasan dingin.

Devan, cinta pertama Aira sekaligus mantan Aira yang sangat ia benci ternyata adalah calon suaminya.

Dua orang yang masih sama-sama sayang, tapi sangat gengsi dalam mengakui perasaannya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Skenario Meja Makan

Suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring terdengar begitu nyaring di ruang makan keluarga Hermawan.

Udara pagi itu terasa sedingin pendingin udara yang berhembus pelan dari sudut ruangan.

Suasananya begitu mencekik, membuat Aira rasanya ingin melompat keluar dari jendela lantai dua.

Aira duduk di kursi, mengaduk-aduk makanan di piringnya tanpa niat menelannya. Lingkaran hitam samar menghiasi bagian bawah matanya—hasil dari bergadang semalaman sambil meratapi nasibnya.

Di ujung meja, Papi Surya sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca tablet.

Mami Maya duduk di sampingnya, sesekali melempar tatapan khawatir ke arah Aira.

Papi Surya meletakkan tabletnya di meja, suara ketukannya langsung membuat Aira menegang.

"Gimana, Aira?" tanya Papi Surya tanpa basa-basi. "Jam delapan kurang sepuluh menit. Papi butuh jawaban kamu sekarang. Kamu mau terima perjodohan ini, atau Papi suruh Pak Mamat buat angkat koper kamu ke luar gerbang?"

Aira menggigit bibir dalamnya, tangannya yang memegang garpu gemetar menahan letupan emosi.

Kemarin malam, ia sempat nekat browsing cara bertahan hidup dengan uang tiga ratus ribu rupiah di Jakarta, dan hasilnya benar-benar bikin jiwanya terguncang.

Biaya sewa kos-kosan terpencil saja sudah memakan habis uangnya, belum lagi makan sehari-hari, ongkos transportasi, dan... fashion? Jangan harap!

Gengsinya tinggi, tapi ketakutannya akan kemiskinan ternyata jauh lebih tinggi.

Aira meletakkan garpunya agak keras, mengeluarkan bunyi trang yang membuat Mami Maya mengelus dada.

"Aira terima," desis Aira dengan nada ketus, matanya menatap tajam ke arah ayahnya. "Aira mau dijodohin. Puas Papi?!"

Mami Maya menghembuskan napas lega, sementara Papi Surya hanya menaikkan satu alisnya, tidak terlihat terkejut sama sekali.

"Pilihan yang cerdas," sahut Papi Surya tenang. Ia meraih cangkir kopinya lagi. "Bagus kalau kamu masih punya otak buat mikir logis."

"Tapi Aira punya syarat!" potong Aira cepat, dadanya naik turun memburu. "Detik setelah Aira bilang 'iya' di depan penghulu nanti, Papi harus buka semua blokir kartu kredit Aira! Porsche Aira balik, fasilitas kantor balik, dan Papi nggak boleh campur tangan lagi soal urusan belanja Aira!"

Papi Surya menyunggingkan senyum tipis. "Deal. Semua fasilitas kamu bakal balik seratus persen begitu berkas pernikahan kamu sah secara hukum."

"Terus... siapa cowok itu?" tanya Aira, suaranya berubah sinis. "Anak rekan bisnis Papi yang mana? Om Teguh? Om Lukman? Atau jangan-jangan anak Om Bambang yang kurang ngajar itu?!"

"Aira! Jaga mulut kamu, nggak sopan banget," tegur Mami Maya lembut tapi tegas. "Calon suami kamu itu anak dari Om Bramantyo Argawinata. Kamu inget kan Om Bram? Rekan bisnis lama Papi yang dulu sempat pindah ke luar negeri."

Aira mengerutkan dahi. Namanya terdengar agak familiar di telinganya, tapi pikirannya terlalu kalut buat mengingat-ingat memori belasan tahun lalu.

Argawinata? Ah, masa bodoh. Mau anak siapa pun, yang jelas di mata Aira, cowok itu hanyalah alat biar rekening banknya bisa bernapas lagi.

"Iya, terserah," sergah Aira malas, menyandarkan punggungnya ke kursi sambil melipat kedua tangan di dada. "Terus kapan Aira harus ketemu sama 'calon suami idaman' pilihan Papi ini? Jangan bilang hari ini juga, Aira lagi nggak mood dandan."

"Nggak perlu," balas Papi Surya santai sambil berdiri dan merapikan jasnya. "Dia masih ngurus beberapa bisnisnya yang mau dipindahin dari luar negeri ke Jakarta. Papi sama ayahnya udah sepakat kalau kalian berdua nggak perlu pake acara pedekate atau makan malam romantis yang buang-buang waktu."

Aira membelalak. "Hah?! Nggak ketemu dulu?! Papi bercanda ya?! Masa Aira nikah sama orang yang mukanya aja Aira nggak tahu sekarang kayak gimana?!"

"Nanti juga ketemu di pelaminan," sahut Papi Surya dingin, melangkah keluar dari ruang makan. "Pernikahannya bakal diadakan bulan depan. Privat. Cuma keluarga inti dan beberapa saksi. Kamu cuma perlu datang, pake gaun, senyum, dan tanda tangan. Mengerti?"

Aira menatap punggung ayahnya yang menjauh dengan raut muka syok berat.

Gila, batinnya histeris. Ini beneran pernikahan bisnis paling dingin sepanjang sejarah manusia!

Pukul sebelas siang, Aira sudah mendekam di dalam kafe langganannya di kawasan Senopati.

Di depannya, Sandy menatap sahabatnya itu dengan mulut setengah terbuka, memegang croissant yang baru digigit separuh.

"Lu gila ya, Ra?!" seru Sandy setengah berbisik, matanya hampir melompat keluar. "Lu beneran mengiyakan perjodohan itu tanpa tahu calon suami lu bentukannya kayak gimana?!"

"Terus gue harus gimana, Sandy?!" rengek Aira frustrasi. Ia mengaduk iced matcha latte-nya dengan sedotan sampai es batunya bergemerincing nyaring. "Lu tahu sendiri kan, kemarin pas gue coba bayar bensin pake sisa uang tunai gue, kembaliannya cuma cukup buat beli permen! Gue nggak bisa hidup miskin, Ra! Gue bisa gila kalau seminggu lagi nggak perawatan!"

Sandy menghela napas panjang, meletakkan croissant-nya kembali ke piring. "Iya sih, gue tahu lu itu tipe cewek yang kalau nggak pegang kartu kredit langsung migrain. Tapi nikah sama stranger? Gimana kalau dia cowok aneh? Gimana kalau dia kakek-kakek brewokan, atau cowok ansos yang hobinya ngurung diri di kamar?"

"Ya tinggal gue cuekin!" jawab Aira penuh percaya diri, meski dadanya sebenarnya agak deg-degan juga. "Rencana gue simpel, San. Gue turuti kemauan Papi, nikah resmi, kartu kredit gue aktif lagi... terus begitu masuk rumah baru, gue bakal bikin tuh cowok nggak betah! Gue bakal belanja sesuka hati gue, bikin rusuh, pokoknya bikin dia frustrasi sampai dia sendiri yang minta cerai ke orang tua gue!"

Sandy menatap Aira dengan tatapan prihatin bercampur takjub. "Lu pikir pernikahan itu kayak main rumah-rumahan? Kalau dia nggak mau nyeraian lu gimana?"

"Ya gue paksa!" Aira menepuk meja pelan, matanya menyala-nyala. "Mana ada cowok yang betah punya istri yang kerjaannya cuma ngehamburin uang, nggak mau dilayani, dan selalu ngajak perang tiap hari? Paling bertahan tiga bulan, terus dia kibar bendera putih!"

"Terserah lu deh, Ra..." Sandy menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi tadi lu bilang calon lu anaknya Om Bramantyo Argawinata kan?"

"Iya, kenapa? Lu kenal?"

Sandy memegang dagunya, mencoba mengingat-ingat sesuatu. "Nama Argawinata itu agak gak asing sih di kalangan pengusaha muda belakangan ini. Katanya anak tunggalnya Om Bram baru aja balik dari Eropa setelah sukses bangun perusahaan investasi di sana. Banyak pengusaha yang mau ngerebut dia buat dijadiin menantu, lho."

Aira mencibir, mengibaskan tangannya meremehkan. "Palingan juga cowok kaku. Sok sibuk, sok kaya, palingan juga sombongnya setengah mati."

"Ya tapi kalau dia ganteng gimana?" tebak Sandy sambil menaikkan alisnya goda.

Aira mendengus kasar. "Mau mukanya kayak aktor Korea sekalipun, gue nggak bakal peduli! Di hati gue udah nggak ada ruang buat cowok mana pun sejak... yah, lu tahu lah sejak kapan."

Atmosfer di meja mereka berubah agak canggung. Sandy langsung diam, ia tahu baru saja menyenggol topik sensitif yang menjadi tabu dalam hidup Aira selama delapan tahun terakhir.

1
Fazira
lanjut 💪
Fazira
🤣
Ael
seru👍
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
lanjut 💪
Ael
/Heart//Heart//Heart/
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
😍😍😍
Fazira
lanjut 💪
Fazira
semangat Kak 💪
Fazira
seru kak , lanjutkan 😍😍
zeylin
Wowwww baguss banget
Ael
🤭
Fazira
Ihh gemezz banget sih mereka 😍😍
Ael
next next 💪💪
nebula🌌
sukaaa
semangat thorr💪💪😍
Fazira
😍😍
Fazira
😍😍😍
Ael
next
Ael
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!