NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENTHOUSE

Seline segera memeriksa, lalu menoleh kepada tim dengan nada tegas, “Tekanan darah pasien drop, jangan sampai detak jantung janin melemah! Kita harus segera lakukan operasi caesar darurat. Tidak ada waktu lagi.”

Suami si wanita, yang mengikuti dari belakang, wajahnya pucat pasi, mencoba bertanya dengan suara bergetar, “Dok… apakah istri dan bayi-ku masih bisa selamat?”

Seline menatapnya serius. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin, tapi harus cepat. Jika kita tunda, risikonya keduanya bisa tidak tertolong.”

Dengan sigap, perawat memasang infus cairan, transfusi darah sudah dipersiapkan. Ranjang pasien langsung di dorong menuju ruang operasi. Sepanjang perjalanan,wanita hamil itu masih berusaha membuka mata, menatap suaminya yang menggenggam tangannya. “Sayang… jaga anak kita…” bisiknya lirih sebelum kesadarannya memudar karena kehilangan darah.

Lampu ruang operasi menyala terang. Tim medis bergerak cepat, Seline bersiap melakukan sayatan, dokter anestesi memantau pernapasan dan tekanan darah, sementara perawat menyiapkan peralatan untuk resusitasi bayi. Ini adalah tindakan darurat medis untuk mengembalikan fungsi tubuh yang hampir berhenti atau sudah berhenti, terutama pernapasan dan peredaran darah, dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Saat sayatan dibuat, darah masih terus keluar, namun Seliner fokus menembus lapisan demi lapisan hingga mencapai rahim. “Janin distress! Cepat, kita harus keluarkan bayi sekarang!” Kata Seline dengan suara serius tapi tetap menjaga intonasi ketenangan.

Beberapa menit terasa seperti berjam-jam. Hingga akhirnya, suara tangisan bayi terdengar, nyaring, memecah ketegangan ruangan. Semua tim menghela napas lega. Bayi segera dibersihkan dan dibawa ke inkubator oleh perawat neonatus, perawat yang khusus menangani bayi baru lahir, terutama yang kondisinya membutuhkan perawatan khusus.

Namun perjuangan belum selesai. Si Ibu masih mengalami perdarahan hebat, Seline segera menjahit pembuluh darah yang pecah, memasang obat untuk menghentikan kontraksi rahim, dan memastikan kondisi stabil. Setelah beberapa menit penuh ketegangan, akhirnya perdarahan berhasil dikendalikan.

Di balik pintu,Si Suami terduduk lemas, menunggu kabar dengan doa yang tak henti-hentinya. Ketika perawat keluar sambil tersenyum, dia langsung berdiri. “Ibu dan bayi selamat. Bayinya laki-laki, sehat, dan menangis kuat.”

Air mata haru pun jatuh tanpa bisa dibendung. Suasana yang semula penuh kepanikan akhirnya berubah menjadi kelegaan mendalam. Seline tadi belum sempat mengabari orang tuanya jika dia akan datang terlambat.

Dia segera kembali ke ruangannya, begitu selesai membersihkan diri. Mengambil ponselnya, banyak panggilan telepon tak terjawab, lalu dia mengirim pesan sedang dalam perjalanan ke sana. Baru saja keluar dari ruangannya, telah berdiri pria berjas hitam. “Tuan Eric mengirimku untuk menjemput Nyonya!”

Merasa sedang lelah, enggan menyetir, dia pun menganggukan kepalanya. Seline berpikir akan lebih cepat dari pada memanggil taksi online.

Seline bersandar di kursi sambil memijit-mijit pelipisnya. Beberapa hari ini dia merasa sangat lelah, dia pun memejamkan matana sebentar, namun terjaga ketika dia merasakan ada yang salah dengan tubuhnya.

Sebagai dokter jelas betul dia mengenali tanda-tanda tubuh yang dia rasakan saat ini, “Aku di beri obat!” gumam pelannya.

Seline merasakan meningkatnya aliran darah ke organ intim yang terasa hangat. Dia juga merasakan denyut jantung dan napas sedikit lebih cepat. Timbut rasa hangat, geli bergairah.

Seline melenguh sambil sedikit menyentuh tubuhnya yang perlahan mulai merasa sensitif. “K-kau siapa… mau bawa aku ke mana?” katanya dengan suara gemetar terbata.

Pria di depannya terlihat menutup wajahnya dengan masker, karena itu hanya Seline saja yang menghirup uap perangsang yang ada di dalam mobil itu.

Pada saat ini seline masih merasa beruntung karena, obat perangsang yang diberikan kepadanya bukan berupa minuman alkohol yang bercampur obat bius, jika seperti maka dipastikan saat ini dia pasti sudah kehilangan kesadaran.

Seline memutar otak untuk bisa melarikan diri, Dia mengambil gantungan tasnya. Ini adalah hadiah dari Ayhanya yang bilang suatu hari alat kecil itu bisa jadi menyelamatkan dirinya suatu hari. Gantungan kunci itu bernama Resqme.

Ini adalah alat keselamatan darurat yang bentuknya kecilyang dirancang khusus untuk memecahkan kaca mobil atau memotong sabuk pengaman jika dalam keadaan darutat. Di ujungnya ada mekanisme pegas dengan jarum baja keras. Cara pakai hanya tinggal tekan alat ke kaca samping mobil maka jarum baja akan otomatis menghantam kaca dan kaca langsung pecah jadi butiran kecil.. Tidak butuh tenaga besar, bahkan orang dengan tenaga lemah pun bisa menggunakannya.

Seline mengambil kesempatan ketika mobil melaju lambat karena lampu merah. Dalam hitungan detik, kaca mobil pun langsung pecah, “Tolong aku!” katanya ke mobil yang ada di sampingnya. Kaca mobil begitu pekat, jadi akan sangat percuma jika dia berteriak meminta tolong, satu-satunya jalan adalah menghancrukannya.

Si supir merasa terkejut, dia tidak menyangka wanita yang dibawanya ini memiliki sejuta akal. Dia pun langsung melajukan cepat mobilnya. Seline sedikit mengeluarkan kepalanya, mengulurkan tangannya, melambai pada mobil di belakangnya, “Tolong!”

Merasakan udara malam menerpa wajahnya, kulit dan tubuh Seline semakin sensitif. Dia pun duduk bersandar, memeluk dirinya sendiri sambil sedikit melenguh. Tiba-tiba sana mobil berhenti mendadak, tubuh Seline sedikit terpental,

Pintu mobil terdengar dibuka, Seline melihat sosok pria asing sedang menatapnya. Pria itu berdiri tegak, seolah ruang di sekitarnya memang tercipta hanya untuknya. Tubuhnya proporsional, wajahnya terbingkai rapi dengan rahang tegas dan kulit bersih yang memantulkan cahaya.

Tatapan matanya dalam, seperti menyimpan rahasia yang sulit ditebak, sementara senyumnya samar, cukup untuk membuat siapa pun menoleh dua kali. Rambutnya tertata alami, tidak berlebihan, justru menambah kesan elegan.

Ada sesuatu yang tidak biasa darinya, seakan-akan dia bukan sekadar pria, melainkan sebuah karya seni yang hidup. Wajahnya begitu simetris, tiap garis dan lekukan tampak dirancang dengan cermat. Kehadirannya memancarkan aura menawan, hingga orang yang melihatnya bisa lupa bernapas sejenak. Dia terlihat sempurna, bagai sosok yang baru saja keluar dari sebuah lukisan klasik, dibalut keanggunan yang tak lekang oleh waktu.

Seline langsung mengambil tangan pria itu, “T-tuan… tolong aku!”

Pria itu langsung menggendong Seline, tapi malah langsung membuat pria itu tidak bisa bergerak. Seline mengecup jakun pria itu, “Eum…!” desah seline menggoda telinga pria asing itu.

Berada dalam pelukan pria, tubuh Seline semakin sensitif, sampai rasanya dia mau mengerang sekencang yang dia bisa. Wajahnya memerah, mendongak kepada pria asing yang sedang menatapnya. “Tolong aku!”

Pria itu meletakan seline di kursi penumpang, “Kau urus yang di sini!” kata pria itu kepada asistennya, seraya menuju ke kursi kemudi.

Pria itu segera melajukan mobilnya, sementara seline berubah menjadi lebih brutal, untung saja sabuk pengaman sedikit memperlambat gerakannya yang ingin menyentuh pria itu secara terus menerus.

Pria itu dengan susah payah mengambil ponselnya dan menghubungi teman baiknya yang seorang dokter. “Obat Detoks!” pintanya.

“Obat detoks?” tanya pria di seberang sana dengan rasa sedikit penasaran, “Kau sedang bersama wanita?” tanyanya lagi.

“Cepat katakan apa obatnya?” kata pria itu. Dia sudah merasa tidak sabaran.

1
Tuti Tyastuti
𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳😂😂
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘮𝘰𝘯😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘺𝘢 𝘯𝘥𝘦𝘳😂
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢 𝘯𝘪𝘵𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘳𝘢" 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘵𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘨 𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦🤔
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤 𝘮𝘰 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘰 𝘬𝘢🤔
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘢 𝘕𝘪𝘵𝘢☝
Endah Sea
suka dengan semua cerita2 author.. terimakasih
Ellaa Nurell
karya yg sangat bagus banget dibaca....
dengan alur yg bagus...ditambah ada banyak bgt ilmu yg tersaji didalemnya ....
pokoknya recommended novel author ini gak pernah gagal 🫶🏻
Shee_👚
ulah keluarga rania atau rania sendiri yang melaporkan kejadian itu🤔
dasar nya pelekor buat drama murahan aja terus. orang juga pasti mikir masa baru mau di pasang infus dah ada kontraksi yang membuat keguguran. kan aneh belum ada semenit juga.
Shee_👚
ngamuk aja situ gak bakalan ada yang peduli.
eric PeDe gila mau balikan lagi sama seline, orang seline ja dah muak sama kamu😏
Shee_👚
luntang Lantung tapi ATM terus berjalan🤭
Shee_👚
ternyata hanya karena status sosial😏
inget bu harta yang kamu miliki bisa lenyap hanya dengan hitungan menit, tapi menantu baik dan tulus tak bisa di ganti dengan apa pun
Shee_👚
kayanya dia minum obat menggugurkan kandungan karena di minta tes DNA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!