NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 - Menunggu Jawaban

“Shey, makan dulu.” kata Bunda Sheyra saat melihat anaknya berjalan menuju dapur.

Sheyra membuka kulkas dan mengambil sebuah botol yang berisi minuman dingin dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menggenggam handphone. “Bentar bunda.” jawabnya sembari keduanya bola matanya terfokus pada layar handphone di tangannya.

Sheyra duduk di meja makan. Menuangkan air dingin di gelas lalu segera meminumnya. Rasa segar membasahi kerongkongannya. Tapi tetap tidak membantu menghilangkan kegelisahan dalam dirinya. Ia mengerutkan dahinya kesal sambil telur menatap layar handphone di depannya. Me-refresh aplikasi WhatsApp berulang kali berharap tindakan tersebut bisa membuatnya menerima pesan dari seseorang yang sedang ia tunggu sejak tadi. Tidak mendapatkan notif yang ia tunggu, ia berdecak sebal, “ish kemana sih itu orang?” tanyanya dalam hati.

Terlihat di layar handphonenya nama ‘Alvaro’. Ya, notif dari Alvaro lah yang sedang Sheyra tunggu. Sheyra butuh jawaban dari Alvaro perihal kerja kelompok yang harus dijalankannya besok bersama teman-teman yang lain. Sheyra ditunjuk sebagai penanggung jawab kelompok, oleh karena itu dia berusaha memastikan bahwa semua anggota saling bekerja sama tanpa ada satupun yang tidak ikut berpartisipasi.

Sheyra membuka ruang obrolannya bersama Alvaro. Sungguh miris melihat ia mengirimkan banyak bubble pesan yang satupun tidak ada yang dibalas oleh cowok itu. Jangankan dibalas, dibuka pesannya saja tidak.

...Kemarin, 22 Juli...

^^^Alvaro, ini Sheyra.^^^

^^^Besok kerja kelompok bareng anak2 di kantin. Jangan lupa buat ikut.^^^

...Hari ini...

^^^Kenapa langsung pulang?^^^

^^^Kalo gitu besok lo harus ikut kerja kelompok lagi di perpus^^^

^^^Woi! Niat kerja kelompok ga sih?^^^

^^^Gak mau tau pokoknya lo harus ikut besok^^^

Sheyra mengirimkan pesan dari kemarin. Bahkan hari ini pun Sheyra terus mengingatkan Alvaro perihal kerja kelompok. Ia rutin mengirimkan chat setiap 5 jam sekali berharap pesannya akan dibaca. Pesan terakhir Sheyra kirimkan 2 jam yang lalu. Namun sampai sekarang belum ada jawaban sama sekali. Sheyra mengacak rambutnya frustasi, ia terlihat sangat kesal. Jika tidak karena dia yang ditunjuk jadi penanggung jawab kelompok, pasti dia tidak akan sebegitunya pada Alvaro hingga harus mengirim pesan sebanyak ini.

Sheyra merasa tidak beruntung karena satu kelompok dengan cowok egois itu. Setidaknya seharusnya Alvaro membalas pesannya bukannya hanya mengabaikannya seperti ini. Sungguh cowok yang tidak punya hati. Ia ingin sekali bodo amat, tapi bagaimana dengan kelompoknya nanti?

Bunda Sheyra terlihat heran saat melihat Sheyra. Sebagai seorang ibu, dia tau bahwa anaknya sedang dalam masalah karena dari tadi anaknya terlihat kesal dan frustasi. “Shey lagi ada masalah? Kok kelihatan kesal gitu? Kalau mau, bisa cerita ke bunda kok.” ujarnya hati-hati.

Seketika raut wajah Sheyra segera berubah menjadi ceria. Ia tersenyum manis ke arah bundanya. Ia tidak ingin membuat bundanya khawatir. Menurutnya ini masalah kecil yang tidak perlu diceritakan, ia yakin bisa menyelesaikannya sendiri.

“Nggak ada apa-apa kok bunda. Cuman masalah sepele aja. Bukan hal yang penting. Maaf ya udah bikin bunda khawatir. Shey mau balik ke kamar dulu buat ngerjain tugas. Nanti kalo lapar Shey bakal turun.” elak Sheyra sebelum berjalan meninggalkan Bundanya.

Bunda Sheyra memperhatikan punggung anaknya yang semakin menjauh. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Ia paham betul kalau tidak semua masalah yang dihadapi seorang anak bisa dibagikan dengan orang tuanya. Sehingga ia hanya bisa berdoa semoga apapun masalah yang sedang dihadapi anaknya bisa segera terselesaikan.

***

Handphone Sheyra berdering, sebuah telepon masuk. Mata Sheyra yang sebelumnya fokus ke buku mata kuliah seketika langsung menoleh dan melihat layar handphonenya untuk melihat siapa yang sedang menelepon. Keisha, nama si penelepon.

Sheyra langsung mengangkat telepon kemudian terdengar suara ‘halo’ dari ujung sana.

”Tumben nelepon? Ada apa emang?” tanya Sheyra heran.

Terdengar Keisha cekikikan, “hahaha gak apa-apa sesekali. Oh ya lo gak lagi sibuk kan?” tanyanya memastikan.

”Engga kok. Cuman lagi baca buku doang. Tapi udah hampir selesai sih.” kata Sheyra sembari menutup bukunya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung berbaring di tempat tidur. ”Ada apa emang?” tanyanya lagi.

”Gue pengen cerita.” ucap Keisha. Suaranya terdengar riang.

“Bentar biar gue tebak.” Sheyra pura-pura berpikir.

“Duh pokoknya gue bingung banget ceritanya mulai dari mana. Saking senangnya gue sampe engga bisa nunggu hari esok buat cerita.” Keisha terdengar sangat senang dan antusias.

“Soal Arga kan? Pasti berhasil kan first date kalian?” Sheyra menjawab dengan antusias. Ia ikut senang dengan hal ini.

“He em.” jawab Keisha sambil tertawa kecil.

”Jadi udah jadian?” tebak Sheyra asal.

Suara Keisha malu-malu, “ehhh belum sampe ke situ lahh! Tapi kayaknya mungkin nanti? Hahaha. Arga ngajakin gue buat ngedate lagi minggu depan. Duh gue gugup banget Shey!”

Sheyra membulatkan matanya. Ia sungguh senang dengan kabar tersebut. “Gue bakal bantuin lo buat dandan yang cantik!”

Keisha senang, “Wah makasih Sheyra sahabat aku yang paling cantik dan baik! Sayang banget gue sama lo Shey!”

“Hahaha bisa aja lo mujinya.” Sheyra terlihat malu.

”Oh ya, gue penasaran. Lo sekelompok kan sama si kulkas itu?” tiba-tiba Keisha mengganti topik.

Sheyra menggaruk kepalanya yang tidak gatal pertanda sedang bingung, “Kulkas? Siapa yang lo maksud?”

”Duh masa sih gak paham. Itu loh si Alvaro.”

Sheyra tertawa kecil. Ia langsung mengangguk setuju. Kulkas memang julukan yang cocok untuk pria dingin dan egois itu.

“Gue gak tau lagi Kei. Gue frustasi banget arhhh!” keluh Sheyra frustasi.

“Pasti dia susah ya dihubungi?” tanya Keisha seolah bisa membaca pikiran Sheyra.

Sheyra heran, “kok tau?”

“Ya tau lah. Kan Nara kemarin-kemarin curhat soal chat dia yang gak dibalas Alvaro. Jadi kemungkinan chat lo juga dikacangin. Jahat banget itu cowok. Padahal kan lo ngechat juga karena terpaksa. Kalau gak sekelompok sama dia, pasti lo juga ogah ngechat.”

Sheyra mengangguk tanda setuju dengan perkataan Keisha. Menurutnya Alvaro memang sangat keterlaluan. Pokoknya saat nanti ketemu di kampus, ia harus bisa membuat Alvaro ikut kerja kelompok.

“Tau ah kesel banget gue.”

“Sabar ya Shey. Kalo dia nyusahin lo bilang aja. Ntar gue bantu ngasih pelajaran hahaha.”

“Pasti!” jawab Sheyra sambil menguap. ”Kayaknya gue udah ngantuk deh Kei. Kalau gitu gue pamit tidur duluan ya. Besok kita ketemu di kampus.”

“Oke Shey, gue juga mau tidur. Babaiiii.”

Telepon di tutup, Sheyra meletakkan handphonenya di meja. Ia langsung menutup matanya. Tak butuh waktu lama, gadis itu segera terlelap dalam tidurnya. Semoga hari esok berjalan dengan lancar.

^^^Bersambung….^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!