NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: PENCULIKAN SINTA DI MALL DAN CEO MENGGILA

3 hari setelah Arga meninju Kelvin Tan di gudang tua Bandung, keadaan terlihat tenang.

Saham Wijaya Group sudah stabil kembali di angka hijau. Ayahku, Pak Herman, sudah bebas dan tinggal bersama kami di penthouse bersama ibuku, Rina. Tante Mira masih di penjara menunggu sidang seumur hidup.

Kelvin Tan dikabarkan sudah pulang ke Singapura dengan hidung patah dan wajah babak belur. Semua orang pikir perang sudah selesai.

Tapi kami salah besar. Pria terobsesi seperti Kelvin Tan tidak akan pernah menyerah hanya karena ditinju sekali.

Hari itu adalah hari Sabtu, Arga mengizinkanku pergi ke mall Grand Indonesia untuk belanja baju hamil, karena aku telat datang bulan 2 minggu dan kami curiga aku hamil. Tentu saja Arga tidak mengizinkanku pergi sendiri, dia mengerahkan 4 bodyguard wanita yang menyamar jadi teman belanjaku, dan 2 bodyguard pria yang standby di luar mall.

"Sinta, jangan lama-lama ya, 2 jam saja, Mas tunggu di kantor, kalau ada apa-apa langsung telepon Mas, jangan angkat telepon dari nomor tidak dikenal, mengerti?" kata Arga pagi itu sambil mencium perutku yang masih rata.

"Mengerti Mas CEO protektif, Sinta cuma mau beli baju hamil, bukan mau kabur sama Kelvin kok," godaku.

Arga mencubit pipiku gemas.

"Jangan sebut nama dia lagi, Mas masih emosi."

Jam 10 pagi, aku sampai di Grand Indonesia dengan 4 bodyguard wanitaku. Kami masuk ke toko baju hamil Mothercare di lantai 3.

Aku sedang mencoba sebuah dress hamil berwarna pink yang lucu di ruang ganti, saat salah satu bodyguard wanitaku mendapat telepon.

"Halo? Iya ini bodyguard Nyonya Sinta, ada apa? Apa? Tuan Arga kecelakaan di tol?"

Bodyguard itu langsung panik dan berlari ke arahku yang baru keluar dari ruang ganti.

"Nyonya, Tuan Arga kecelakaan beruntun di tol Jagorawi! Mobilnya hancur! Sekarang di UGD Rumah Sakit Wijaya!"

Jantungku berhenti berdetak, dress hamil pink itu jatuh dari tanganku.

"APA? MAS ARGA KECELAKAAN?"

"Ya Nyonya, kita harus ke rumah sakit sekarang!"

Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari keluar toko meninggalkan semua belanjaan, diikuti 4 bodyguard wanitaku yang juga panik. Kami berlari menuju parkiran basement.

Di parkiran basement yang sepi, sebuah mobil Alphard hitam plat Singapura tiba-tiba menghadang jalan kami.

Pintu Alphard terbuka, dan keluarlah Kelvin Tan dengan perban di hidungnya, senyumnya sangat mengerikan dan penuh dendam, di belakangnya ada 6 pria besar bertato.

"Selamat siang Nyonya Sinta Wijaya, kita ketemu lagi," kata Kelvin dengan suara dingin.

4 bodyguard wanitaku langsung berdiri melindungiku.

"Jangan dekati Nyonya! Mundur!"

Kelvin tertawa dan menjentikkan jarinya. 6 pria besarnya langsung maju dan berkelahi dengan 4 bodyguard wanitaku. Perkelahian sengit terjadi di parkiran mall, tas-tas belanjaan berantakan.

Aku mencoba lari dan berteriak minta tolong.

"TOLONG! TOLONG! ADA PENCULIKAN!"

Tapi parkiran basement itu sepi, tidak ada yang dengar.

Salah satu pria besar Kelvin berhasil menangkapku dari belakang dan membekap mulutku dengan sapu tangan yang berbau obat bius.

Aku mencoba meronta, menendang, menggigit, tapi tenagaku tidak ada apa-apanya dibanding pria besar itu.

Dalam hitungan detik, pandanganku mulai buram, kepalaku pusing, dan aku pingsan di pelukan pria itu.

Hal terakhir yang kudengar sebelum benar-benar pingsan adalah suara Kelvin yang berbisik di telingaku.

"Tidur yang nyenyak ya Sinta cantik, kamu akan bangun di Singapura dan jadi milik saya selamanya, bukan milik Arga lagi."

---

Di sisi lain, di Wijaya Tower, Arga sedang meeting dan tidak kecelakaan sama sekali. Telepon tentang kecelakaan itu adalah jebakan Kelvin untuk memancing bodyguard Sinta panik dan membawa Sinta ke parkiran sepi.

Jam 12 siang, Arga selesai meeting dan meneleponku.

"Sayang, sudah selesai belanjanya? Mas jemput sekarang ya, Mas kangen."

Tidak diangkat.

Arga telepon lagi.

Tidak diangkat.

Arga telepon bodyguard wanitanya.

Tidak diangkat juga.

Firasat buruk langsung menyelimuti Arga. Dia langsung menelepon kepala security mall Grand Indonesia.

"Cek CCTV parkiran basement B2 jam 11 tadi! Cari istri saya Sinta Wijaya!"

5 menit kemudian, kepala security itu menelepon balik dengan suara gemetar ketakutan.

"Tuan Arga... di CCTV... Nyonya Sinta... diculik... oleh 6 pria besar masuk ke Alphard hitam plat Singapura... bodyguard Nyonya semua pingsan dipukul..."

Dunia Arga runtuh saat itu juga.

"APA? DICULIK? SIAPA? KELVIN TAN?"

"Ya Tuan, pria dengan perban di hidung, mirip foto Tuan Kelvin Tan yang Tuan kasih kemarin..."

Arga langsung membanting ponselnya sampai hancur berkeping-keping, dia berteriak sekencang-kencangnya di ruang meeting lantai 50 sampai seluruh karyawan di tower mendengar teriakan CEO nya.

"KELVIN TAN!!!!!! SAYA AKAN BUNUH KAMU!!!!!!"

Arga berlari ke parkiran seperti orang gila, matanya merah darah, dia tidak peduli jas mahalnya robek, dia masuk ke mobil sportnya dan melaju 200 km/jam menuju Grand Indonesia, melanggar semua lampu merah, hampir menabrak 3 mobil.

Di parkiran basement Grand Indonesia, Arga menemukan 4 bodyguard wanitanya yang pingsan dengan darah di kepala, dan dress hamil pink yang tadi aku coba tergeletak di lantai dengan noda darah sedikit.

Arga memungut dress hamil pink itu dan memeluknya erat sambil berlutut di lantai parkiran yang kotor, air mata CEO yang tidak pernah menangis selama 10 tahun sejak orang tuanya meninggal, akhirnya jatuh deras hari itu.

"Sinta... maafkan Mas... Mas janji jaga kamu... tapi Mas gagal... Mas gagal jaga kamu dan calon anak kita..."

Arga menangis seperti anak kecil kehilangan mainan kesayangannya, tidak ada lagi image CEO dingin dan kejam.

Hendra dan 20 bodyguard datang menyusul.

"Tuan, kami lacak GPS dari kalung berlian Nyonya, kalung itu ada GPS yang Tuan pasang minggu lalu, lokasinya bergerak cepat ke arah Bandara Halim Perdanakusuma! Pesawat jet pribadi plat Singapura standby di sana!"

Arga langsung berdiri, air matanya langsung kering dan berubah menjadi amarah yang membara, amarah yang lebih besar dari saat orang tuanya dibunuh.

"Siapkan semua mobil! Kepung Halim! Jangan biarkan pesawat itu terbang! Hubungi TNI AU, bilang ada penculikan, minta tahan pesawat jet Singapura itu! Saya tidak peduli ini masalah internasional! ISTRI SAYA DI DALAM PESAWAT ITU!"

Konvoi 10 mobil mewah Wijaya Group melaju dengan kecepatan gila menuju Halim, sirine meraung-raung, membuat jalanan Jakarta macet total.

Di dalam pesawat jet pribadi mewah milik Tan Group yang sudah siap terbang di Halim, aku terbangun dengan kepala yang sangat pusing. Tanganku diikat ke kursi pesawat dengan borgol kain, mulutku dilakban.

Kelvin Tan duduk di depanku dengan senyum kemenangan, hidungnya masih diperban karena tinju Arga.

"Selamat pagi calon Nyonya Tan, kita akan segera terbang ke Singapura, 1 jam lagi kamu akan sampai di mansion saya yang 10 kali lebih besar dari penthouse Arga, dan kamu akan jadi istri saya, bukan istri Arga lagi."

Aku menangis dan meronta, mencoba melepas borgol kain itu, tapi tidak bisa.

"Jangan meronta sayang, kamu sedang hamil kan? Kasihan calon anak kamu kalau kamu stres. Oh ya, kamu belum tahu ya, Arga kecelakaan tadi di tol? Itu bohong, saya yang bikin bodyguard kamu panik biar kamu turun ke parkiran. Licik ya saya? Tapi demi cinta, semua halal."

Kelvin mencoba mengelus perutku yang masih rata, tapi aku menendang kakinya dengan keras.

"JANGAN SENTUH ANAK SAYA! ANAK SAYA ANAK ARGA! BUKAN ANAK ANDA!"

Kelvin tertawa dan malah semakin dekat.

"Anak Arga? Setelah di Singapura, anak itu akan jadi anak saya, saya akan besarkan dia, saya akan buat dia lupa Arga Wijaya."

Tepat saat pesawat akan bergerak ke landasan pacu, tiba-tiba dari luar terdengar suara sirine polisi dan tentara yang sangat keras, dan suara tembakan peringatan ke udara.

"Pesawat jet Singapura! Berhenti! Jangan terbang! Ada laporan penculikan di dalam!"

Pilot pesawat yang ketakutan langsung mematikan mesin.

Pintu pesawat didobrak dengan keras dari luar.

Arga Wijaya berdiri di pintu pesawat dengan napas terengah-engah, kemeja putihnya penuh keringat dan robek, matanya merah darah, di belakangnya ada 20 bodyguard dan 10 tentara TNI AU dengan senjata lengkap.

Kelvin Tan langsung pucat pasi melihat Arga.

"Arga... kamu..."

Arga tidak bicara, dia langsung berlari menghampiri aku yang terikat di kursi, melepas lakban di mulutku dan borgol kain di tanganku dengan tangan gemetar, lalu memelukku sangat erat sampai aku sesak napas.

"Sinta... Sinta... kamu tidak apa-apa? Anak kita tidak apa-apa? Maafkan Mas... Mas terlambat..."

Aku menangis histeris di pelukan Arga, memeluknya erat tidak mau lepas.

"Mas... Mas datang... Sinta takut Mas... Sinta kira Sinta akan dibawa ke Singapura... Sinta kira tidak akan ketemu Mas lagi..."

Arga mencium seluruh wajahku yang basah air mata, kening, pipi, bibir, hidung, semua diciumnya dengan penuh cinta dan rasa bersalah.

"Tidak akan pernah Mas biarkan kamu dibawa, sayang. Tidak akan pernah. Kamu milik Mas."

Setelah memastikan aku aman, Arga berdiri dan berjalan menghampiri Kelvin Tan yang masih duduk ketakutan di kursinya.

Tanpa banyak bicara, Arga langsung meninju wajah Kelvin lagi, lebih keras dari di gudang Bandung.

"BUK! BUK! BUK!"

3 pukulan beruntun mendarat di wajah Kelvin yang sudah diperban, perbannya langsung berdarah lagi.

"INI UNTUK ISTRI SAYA! INI UNTUK ANAK SAYA! DAN INI UNTUK KELUARGA SAYA YANG KAMU ANCAM!"

Kelvin pingsan di kursi pesawat dengan wajah penuh darah.

Arga kemudian menggendongku keluar dari pesawat dengan gaya bridal style, di depan tentara, polisi, dan bodyguard, seperti pahlawan yang menyelamatkan putri.

Semua orang di bandara Halim bertepuk tangan melihat CEO ganteng menggendong istrinya yang baru saja diculik.

Di dalam mobil menuju rumah sakit untuk cek kandungan, aku tertidur di pelukan Arga karena kelelahan dan efek obat bius.

Arga memelukku erat dan berbisik di telingaku.

"Tidur ya sayang, Mas janji, tidak akan ada lagi yang bisa culik kamu dari Mas, Mas akan jaga kamu dan anak kita 24 jam selamanya."

Tapi apakah janji itu bisa ditepati? Karena di rumah sakit, dokter memberikan kabar yang sangat mengejutkan tentang kehamilanku yang membuat Arga terdiam dan menangis bahagia sekaligus takut.

(Bersambung...)

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!