NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

​"Selamat datang di Rumah Sakit Medika Sentosa, Tuan Rizal."

​Suara Direktur Gunawan terdengar sangat hormat dan sedikit gemetar karena gugup.

​"Saya dr. Gunawan, Direktur Utama yang akan melayani semua kebutuhan Anda mulai hari ini."

​Seluruh lobi rumah sakit seketika menjadi sunyi senyap.

​Para perawat, dokter jaga, dan pengunjung yang tadinya meremehkan Rizal kini membelalakkan mata tidak percaya.

​Nadia mundur satu langkah dengan mulut terbuka lebar hingga hampir menyentuh lantai.

​"A-apa yang terjadi? Direktur Gunawan... menunduk pada Rizal?"

​Nadia bergumam dengan suara bergetar dan tatapan kosong.

​Raka yang berdiri di dekatnya juga menelan ludah dengan susah payah karena jantungnya seakan berhenti berdetak.

​"Direktur Gunawan, Anda pasti salah orang!"

​Nadia tiba-tiba berteriak histeris dan berlari menghampiri sang direktur.

​"Pria ini namanya Rizal, dia itu cuma pengangguran miskin yang baru saja dipecat!"

​Direktur Gunawan langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Nadia dengan pandangan sangat tajam.

​"Jaga ucapan Anda Nona! Tuan Rizal adalah pemilik sah dari seluruh saham rumah sakit ini!"

​Duarr!

​Pernyataan Direktur Gunawan bagaikan petir di siang bolong yang menyambar tepat di atas kepala Nadia dan Raka.

​"Pemilik... saham? Seratus persen?"

​Kaki Nadia seketika terasa lemas seperti jeli dan dia hampir terjatuh jika tidak berpegangan pada kursi tunggu.

​"Ini tidak mungkin, ini pasti bohong! Kemarin dia masih menangis memohon padaku!"

​Nadia terus menggelengkan kepalanya menolak realitas yang ada di depan matanya.

​Rizal melangkah maju dengan aura intimidasi yang membuat Raka perlahan mundur ketakutan.

​"Bagaimana Tuan Raka? Katanya kamu kenal dekat dengan bawahanku ini?"

​Rizal bertanya dengan nada mengejek yang sangat kentara.

​"S-saya... saya..."

​Raka tergagap tidak bisa mengucapkan satu kata pun untuk membalas.

​Rizal menoleh ke arah Direktur Gunawan yang masih berdiri tegap di sampingnya.

​"Dokter Gunawan, apakah pria bernama Raka ini adalah kenalan Anda?"

​"Saya sama sekali tidak mengenal pria ini, Tuan Rizal."

​"Lalu, apakah rumah sakit elit saya ini mengizinkan orang-orang berisik untuk berkeliaran di lobi?"

​Direktur Gunawan adalah orang yang cerdas, beliau langsung mengerti maksud dari bos barunya itu.

​"Tentu saja tidak Tuan, kami sangat menjaga kenyamanan di sini."

​Direktur Gunawan memberi isyarat tangan kepada kepala keamanan yang berdiri di belakangnya.

​"Petugas, tolong seret kedua orang ini keluar dari area rumah sakit sekarang juga."

​"Baik, Pak Direktur!"

​Tiga orang satpam bertubuh besar langsung maju dan mencengkeram lengan Raka serta Nadia.

​"Lepaskan aku! Berani-beraninya kalian menyentuhku!"

​Nadia meronta-ronta dengan histeris saat tubuhnya diseret paksa menuju pintu keluar.

​"Rizal! Kamu pasti menggunakan ilmu hitam kan?! Ini tidak mungkin!"

​Raka juga mencoba melawan namun tenaganya bukan tandingan para petugas keamanan.

​"Tunggu, saya ini pengusaha kaya! Kalian tidak bisa memperlakukan saya seperti ini!"

​"Simpan saja omong kosongmu untuk melunasi hutang pinjaman onlinemu, Raka."

​Rizal membalas teriakan Raka dengan senyum miring yang mematikan.

​Mata Raka melotot lebar saat rahasia terbesarnya tiba-tiba dibongkar di depan umum.

​Keduanya akhirnya dilempar keluar dari pintu kaca otomatis hingga jatuh tersungkur di aspal pelataran rumah sakit.

​Rizal hanya menonton pemandangan itu dari dalam lobi dengan perasaan yang sangat puas.

​"Ini baru permulaan, Nadia."

​Rizal membatin di dalam hatinya.

​"Saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini, Tuan Rizal."

​Direktur Gunawan kembali membungkuk hormat untuk meminta maaf.

​"Tidak masalah, kerja yang bagus Dokter Gunawan."

​"Mari Tuan, saya akan mengantar Anda ke ruangan VVIP khusus untuk pemilik di lantai paling atas."

​Rizal mengangguk pelan dan mulai berjalan mengikuti sang direktur menuju lift khusus.

​"Oh ya Tuan, ada satu hal penting yang harus saya laporkan kepada Anda."

​Direktur Gunawan berbicara saat mereka sudah berada di dalam lift yang bergerak naik.

​"Hal penting apa itu?"

​"Saat ini di ruang rawat VVIP lantai empat, sedang dirawat Tuan Besar dari Keluarga Wijaya."

​Rizal mengerutkan keningnya karena merasa asing dengan nama tersebut.

​"Siapa itu Keluarga Wijaya?"

​"Mereka adalah salah satu konglomerat terbesar di Jakarta, Tuan."

​Direktur Gunawan menjelaskan dengan nada yang sedikit berhati-hati.

​"Cucu perempuan beliau, Nona Clara Wijaya, saat ini sedang berada di sini dan keadaannya cukup tegang."

​"Tegang? Memangnya ada masalah apa?"

​"Tuan Besar Wijaya didiagnosis menderita penyakit langka yang sangat sulit disembuhkan, dan Nona Clara berjanji akan memberikan apapun kepada siapa saja yang bisa menyelamatkan kakeknya."

​Rizal menyentuh dagunya perlahan saat mendengar informasi berharga tersebut.

​Ting!

​[Misi Sampingan Terbuka: Sembuhkan Tuan Besar Wijaya melalui manipulasi sistem.]

​[Hadiah: Membuka fungsi baru sistem dan koneksi emas di dunia bisnis Jakarta.]

​Rizal tersenyum penuh arti melihat panel biru yang baru saja muncul di depan wajahnya.

​"Sepertinya hari pertamaku menjadi pemilik rumah sakit akan sangat sibuk."

​Rizal menatap pantulan dirinya di pintu lift kaca yang perlahan terbuka menuju lantai eksekutif.

​Kehidupannya yang baru benar-benar telah dimulai.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!