NovelToon NovelToon
MISTERI RUMAH WARISAN KAKEK

MISTERI RUMAH WARISAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Rumahhantu
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Iephe Tyo

Theo adalah seorang laki laki yang baru saja menikah dengan perempuan bernama Tiara. keduanya adalah pasangan yang bahagia yang tinggal cukup sederhana di Kota. namun ketenangan mereka berubah ketika Thao mendapatkan warisan rumah dan tinggal di rumah tersebut.

keanehan demi keanehan ia alami selama tinggal di rumah tua yang memang sudah terkenal angker sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iephe Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 3

Setelah selesai buang air kecil, pak Agus pun membuka pintu dan hendak keluar dari bilik toilet.

Saat ia melangkahkan kakinya keluar toilet, ia menoleh ke kiri dan melihat laki laki itu masih tetap berdiri terdiam di posisi yang sama persis.

"astaga, orang itu kenapa masih disitu sih." batin Pak Agus saat melihat ke arah laki laki itu.

"bapak lagi nunggu siapa pak?" tanya pak Agus kepada laki laki yang ia lihat.

Namun, laki laki itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Pak Agus.

"haloo .. Pak ... Ditanya diem aja ... Aneh." ucap Pak Agus sedikit kesal sebelum meninggalkan kamar mandi.

Pak Agus pun berlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dengan perasaan agak kesal. sebelum benar benar keluar dari area kamar mandi, ia menolehkan kepalanya kearah kanan untuk sekali lagi melihat laki laki tadi.

Tapi saat pak Agus menoleh, ia sudah tidak melihat laki laki tadi. Pak Agus pun menghentikan langkah kakinya dan tertegun sejenak.

"lho, kok orang itu udah nggak ada?" batin Pak Agus penasaran dengan pemandangan yang ia lihat.

Laki laki paruh baya itu menghilang begitu saja bagaikan di telan bumi. Rasa penasaran pun tiba tiba muncul di benak Pak Agus.

"masa iya setan sih, apa jangan jangan dia masuk ke salah satu bilik ya?" Gumam Pak Agus penasaran.

Untuk mengobati rasa penasarannya, Pak Agus berbalik arah lalu berjalan kembali masuk ke dalam area kamar mandi.

Pak Agus berjalan pelan sambil memeriksa satu persatu bilik yang ada didalam area kamar mandi. meskipun ada sedikit rasa takut dan was was, namun rasa penasarannya lebih besar daripada rasa takutnya.

Tapi setelah pak Agus berjalan sampai di bilik terakhir atau di ujung dari area rungan kamar mandi, semua pintu bilik toilet terbuka, yang menandakan semua bilik dalam keadaan kosong.

Disini bulu kuduk Pak Agus mulai berdiri.

"apa laki laki itu bener bener setan ya?" batin Pak Agus.

"hiii ... Ngeri ah." batin Pak Agus sambil sambil berjalan agak cepat menuju ke luar area kamar mandi.

Byurrr ....sreettt!

Saat Pak Agus sedang berjalan, tiba tiba dari salah satu bilik kamar mandi terdengar suara flush toilet dinyalakan. Tanpa pikir panjang, Pak Agus segera berlari keluar dari area kamar mandi menuju warung dimana Theo dan Tiara berada.

.

Theo dan Tiara yang duduk berdampingan dan posisi duduknya menghadap ke arah kamar mandi, terheran saat melihat Pak Agus berlari ketakutan saat keluar dari dalam kamar mandi.

"kenapa Pak?" tanya Theo dengan heran melihat tingkah Pak Agus.

"sialan! Setan mas." ucap Pak Agus menjawab pertanyaan Theo.

setelah mendengar jawaban dari Pak Agus, tampak Theo dan Tiara saling tatap satu sama lain.

"setan apa pak?" tanya Theo.

"lah, katanya tadi ngga takut setan Pak." ucap Tiara menambahkan.

Pak Agus pun segera duduk lalu menenggak habis kopi yang ada di depannya.

"laki laki itu setan Mas." ucap Pak Agus sambil masih menunjukan raut wajah ketakutan.

"laki laki yang mana Pak?" tanya Theo.

"yang tadi mas Theo lihat di kamar mandi itu lho mas. Itu setan." jawab Pak Agus.

"taunya itu setan Pak?" tanya Theo kembali.

saat Pak Agus bercerita, beberapa orang yang ada disana yang juga mendengar pun ikut menyimak cerita Pak Agus, termasuk ibu pemilik warung.

"tadi, pas saya masuk ke kamar mandi, orang itu masih ada mas, pas saya keluar juga masih ada. Tapi pas saya noleh lagi, dia udah ilang mas." Ucap Pak Agus menceritakan kejadian yang baru ia alami.

"ilang? Mungkin masuk ke dalam bilik kali pak." ucap Tiara.

"engga mbak. Tadi kan saya udah keluar, trus saya noleh. nah, pas saya noleh itu orang udah ngga ada, karena saya penasaran, saya balik masuk mbak. Trus saya cek satu per satu bilik, tapi kosong semua mbak. Pas saya mau jalan kesini, ada salah satu toilet yang airnya tiba tiba nyala." Ucap Pak Agus.

"ciri cirinya kaya gimana Pak?" tanya ibu warung yang juga mendengar cerita Pak Agus.

"orangnya agak kurus agak tinggi buk, terus rambut sama kumisnya udah sebagian ber uban." Pak Agus mendeskripsikan ciri ciri laki laki yang ia lihat.

"oh iya, sama Pak ... Yang aku lihat juga sama kaya gitu." Ucap Theo membenarkan ciri ciri laki laki yang tadi ia lihat juga di dalam kamar mandi.

"oh gitu, rambutnya pendek, bibirnya agak tebal terus kulitnya agak pucat ya pak?" ucap ibu pemilik warung yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Pak Agus.

"emhhh dia." ucap ibu warung yang seakan akan bukan kali pertama ini saja ada orang yang bertemu dengan sosok laki laki yang ada di kamar mandi.

"ibu pernah melihat juga?" tanya Theo dengan penasaran setelah mendengar perkataan ibu warung.

Ibu itu mengangguk.

"bukan cuma saya mas, kayaknya udah banyak yang ketemu sama dia." jawab ibu warung dengan santai.

"memangnya dia itu siapa buk?" tany Theo semakin penasaran.

"kalau siapa nya si saya nggak tau mas, tapi udah lama dan udah sering mas ada yang melihat orang itu. Kalau saya sendiri melihatnya pas saya mau nyalain lampu kamar mandi tuh mas. Masih sore itu malahan, sekitar jam setengah 6 sore." ucap ibu warung.

"terus gimana buk?" tanya Theo penasaran.

"ya nggak gimana gimana mas, dia cuma berdiri aja disana. Udah sering saya lihat, ngga cuma sekali dua kali mas. Saya diemin aja udah." jawab ibu warung dengan santai.

Mereka pun berbincang membahas tentang sosok yang baru saja Theo dan Pak Agus jumapi di kamar mandi, hingga tak terasa sudah sekitar setengah jam lebih mereka beristirahat sambil bercerita. setelah di rasa sudah cukup beristirahat, Theo dan yang lainnya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman Theo.

.

.

.

Pukul 07.00 WIB

Theo dan yang lainnya sudah berada di rumah milik orang tua Theo.

Di depan rumah, tampak kedua orang tua dan adik Theo sudah menyambut kedatangan mereka.

"Assalamualaikum." ucap Theo dan Tiara secara bersama sama, sesaat setelah turun dari mobil.

"waalaikumsalam" jawab ketiga orang yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Theo dan Tiara bergantian menyalami kedua orang tua Theo dan juga adik laki laki Theo.

Pak Wibowo dan Bu Gina adalah orang tua Theo. Pak Wibowo sendiri kini berusia 58 tahun sementara Bu Gina berusia 52 tahun. Sedangkan Adik Theo yang bernama Kiki berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

Pak Wibowo sendiri memiliki perawakan tinggi dan agak berisi dan memiliki kulit sawo matang dengan rambut pendek sedikit ikal serta kumis tebal dan berkacamata. Sedangkan Bu Ani memiliki perawakan agak gemuk namun tak terlalu tinggi dan selalu mengenakan hijab. Kulit Bu Ani kuning Langsat, dengan tahi lalat diatas bibir. Sedangkan penampilan Kiki nyaris sama dengan Theo, hanya saja Kiki memiliki tubuh lebih kurus dari kakaknya tersebut.

pak Wibowo adalah sosok laki laki tegas namun hangat, sangat mirip dengan karakter Theo. sedangkan Bu Ani adalah sosok wanita yang baik namun juga tegas dan tidak suka bertele tele.

"gimana kondisi kakek, yah?" tanya Theo kepada Pak Wibowo.

pak Wibowo tampak murung.

"kakek sedang kritis di rumah sakit." jawab Pak Wibowo.

"kamu istirahat dulu, nanti sore kita jenguk kakek." ucap Bu Ani.

Theo mengangguk mendengar perkataan Ibunya. Ia dan Tiara serta Pak Agus pun kemudian masuk kedalam rumah untuk beristirahat sejenak.

Setelah berbincang sebentar, Theo dan Tiara kemudian izin kepada kedua orang tuanya untuk beristirahat, karena sejak dari jakarta, ketiga orang ini tidak tidur sama sekali. Theo kemudian mengajak Tiara masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Pak Agus masuk ke kamar tamu untuk beristirahat.

Rumah milik orang tua Theo ini terbilang cukup besar. Rumahnya tidak mewah, namun cukup luas.

Rumah dengan ukuran 12 x 15 meter dengan halaman berukuran 3 x 5 meter dengan rumah dikelilingi tembok beton. Di rumah itu juga terdapat kolam ikan dan gazebo untuk bersantai di salah satu sudut halaman rumah.

.

.

.

Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 WIB.

Semua orang yang berada di rumah keluarga Theo sudah siap siap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk kakek Theo kecuali Pak Agus. Pak Agus yang seharian penuh menjadi supir Theo, tampaknya masih sedikit kelelahan, jadi ia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah orang tua Theo.

"saya tinggal dulu ya Pak." ucap Theo.

"aman mas." jawab Pak Agus yang tampak sedang duduk santai sambil menghisap rokok di sebuah gazebo yang berada di halaman rumah Theo di samping kolam ikan.

"nanti kalau butuh apa apa, tinggal ambil saja Pak. Ada makanan juga di meja makan, takutnya nanti kami pulangnya telat." ucap Bu Ani.

"siap Buk, terimakasih banyak Bu." jawab Pak Agus sambil tersenyum.

mereka pun berangkat menuju kerumah sakit yang jaraknya hanya ditempuh sekitar 20 menit dari rumah Pak Wibowo.

Saat sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tiba tiba ...

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aduuuh... Bakalan ada apa lagi, nih?
Tiba-tiba hawanya dingin begitu...
🤨🤨🤨
Tita Tata
sumpahhhh penasaran bgt sama kelanjutannya
Tita Tata
pokoknya terus lanjut bacaa
Tita Tata
suara apa itu thorrrrrrr
Tita Tata
lanjut thor ... semakin seruuuu
Tita Tata
jadi Theo pernah se trauma itu yaaa
Tita Tata
aku suka bngt sama tulisan author ini
Tita Tata
apa yang akan terjadi selanjutnya yah
Tita Tata
tegang bgt sumpah
Tita Tata
lanjut thorrrr
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Loh, wafatnya Kakung Theo belom dikasih kabar ke orang tuanya kah??? 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kira-kira Theo bisa "merasakan" kejanggalan di rumah peninggalan Kakeknya gak, ya???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Owalaaah... Jadi makhluk-makhluk yang mengganggu itu kiriman orang lain ternyataaa... Gak bisa dibiarin terus kalo begitu...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aduuuh, saya bener-bener jadi inget sama Almarhum Mbah saya pas baca BAB ini, Kak... Emosi memorinya kuat banget... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Jangan-jangan semua makhluk yang ada di rumah Almarhum Kakek Theo itu, sosok penjaga rumah itu kah???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya suka banget nih, ceritanya semakin mendebarkan... 🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Siapa sih, wanita yang menangis itu? Penasaran banget jadinya...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah, nostalgia banget pas baca kata "Playstation"... Jadi sama-sama inget masa SMP dulu, mirip kayak Theo... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduh, ada rahasia apa di balik rumah dan peternakan Almarhum Kakek Theo, ya???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah... Makin seru ceritanya Thor!

Kira-kira, suara rintihan dari sosok siapa atau apa yang di denger sama neneknya Theo, ya???

🤨🤨🤨🤨🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!