NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Malam akhirnya tiba menyelimuti gedung karantina Master Chef Nusantara dengan hawa yang sangat dingin.

Suasana di dalam galeri utama terasa jauh lebih mencekam dan menyeramkan dari biasanya.

Lampu sorot utama dimatikan dan hanya menyisakan lampu sorot merah terang yang menyorot meja para peserta.

Aldo berdiri mematung di atas balkon sambil melipat kedua tangannya erat erat di depan dada.

Rina berdiri tepat di sebelahnya dengan raut wajah pucat dan sangat cemas.

"Aldo, aku tidak tega melihat Jojo gemetar ketakutan seperti itu di bawah sana," bisik Rina pelan.

"Dia harus belajar mandiri Rina, kita tidak bisa terus menerus menyelamatkannya dari atas sini," jawab Aldo dengan suara datar.

Ketiga juri berjalan memasuki galeri dengan langkah kaki yang menggema keras memantul di dinding baja.

Tap tap tap.

Chef Arya menatap tajam ke arah delapan peserta yang memakai celemek hitam berbaris di depannya.

"Kalian berdelapan adalah sisa sisa kegagalan yang memalukan dari tantangan siang tadi," ucap Chef Arya membuka suara.

"Malam ini kami tidak akan berbaik hati memberikan bahan masakan yang mewah atau mudah diolah."

Chef Bram memberi isyarat kepada asisten televisi untuk membuka sebuah wadah alumunium besar di atas podium.

Tutup besi itu dibuka dan bau amis yang sangat menyengat tajam langsung menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

"Ugh, bau apa ini? Seperti bau kotoran sapi bercampur darah mentah," keluh Kevin sambil menutup hidungnya rapat rapat.

Leo yang berdiri tepat di sebelah Kevin sampai terlihat memejamkan mata menahan mual mencium aroma tersebut.

"Bahan utama kalian di babak Pressure Test malam ini adalah Jeroan Sapi mentah," umumkan Chef Renata dengan nada tegas.

"Ada babat, usus, paru, hati, dan limpa segar yang sama sekali belum dibersihkan dari sisa kotorannya."

Jojo langsung menelan ludahnya dengan susah payah melihat gundukan organ dalam berwarna pucat dan merah gelap itu.

"Kalian harus membersihkan bau kotoran dari organ organ ini dan menyajikannya menjadi hidangan restoran kelas atas," perintah Chef Arya.

"Bagi yang gagal membersihkan bau amisnya, kami akan langsung membuang makanan itu ke tempat sampah di depan mata kalian."

"Waktu kalian sangat terbatas, hanya tujuh puluh lima menit dimulai dari sekarang!" teriak Chef Arya tanpa basa basi.

Teeet.

Suara sirine merah berbunyi sangat nyaring menandakan dimulainya pertarungan hidup dan mati tersebut.

Delapan peserta langsung berlarian saling sikut menuju gunungan jeroan sapi itu dengan wajah jijik.

Kevin mengambil potongan babat putih dan paru sapi dengan tangan yang sudah dilapisi sarung tangan karet tebal.

"Aku tidak sudi menyentuh barang kotor dan murahan ini dengan tangan kosongku," gerutu Kevin kesal.

Aldo menatap dari atas balkon dan langsung menganalisis tantangan yang sangat menjebak ini di dalam kepalanya.

"Babat dan paru butuh waktu direbus lebih dari dua jam agar empuk kalau memakai panci biasa," batin Aldo.

"Mereka semua harus menggunakan panci presto bertekanan tinggi jika ingin waktunya cukup dan dagingnya bisa dikunyah."

Jojo terlihat kebingungan di meja masaknya sambil memegang sepotong usus sapi yang sangat panjang dan berlendir.

"Aku harus mencucinya pakai apa biar baunya hilang? Jeruk nipis atau cuka?" gumam Jojo panik berbicara sendiri.

"Gunakan garam kasar dan kapur sirih Jojo, gosok dengan kuat karena itu satu satunya cara paling cepat!" batin Aldo berteriak dari dalam hati.

Tapi Aldo tidak bisa membuka mulutnya sama sekali karena dua orang panitia keamanan berdiri mengawasi tepat di belakang mereka.

Di meja lain, Kevin mulai memotong babat sapinya dengan gerakan pisau yang sangat cepat dan agresif.

Tras tras tras.

"Gembel itu pasti senang melihatku tersiksa memasak makanan kelas bawah seperti ini," desis Kevin menatap tajam ke arah balkon.

"Tapi aku akan membuat babat murahan ini menjadi hidangan Tripe Stew gaya Italia yang sangat mahal harganya."

Kevin langsung memasukkan potongan babatnya ke dalam panci presto bersama kaldu sapi pekat dan tuangan anggur merah.

"Kau memang pintar Kevin, kau tahu persis cara menutupi bau amis organ dengan zat asam dari anggur merah," analisis Aldo memuji lawannya dalam diam.

Namun pandangan Aldo kembali beralih ke arah Jojo yang kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Jojo masih berkutat di wastafel mencoba menggosok usus sapinya dengan cairan sabun cuci piring karena dia benar benar tidak tahu caranya.

"Astaga Aldo, apa yang anak itu lakukan? Sabun cuci piring akan membuat ususnya menjadi beracun!" pekik Rina kaget melihat kelakuan Jojo.

Aldo langsung memegang kepalanya dan memejamkan mata merasa sangat putus asa melihat kebodohan tersebut.

"Dia sudah hancur sejak menit pertama Rina, mentalnya sama sekali belum siap untuk kerasnya tekanan dapur ini," ucap Aldo pelan.

Jojo akhirnya membuang usus bersabun itu ke tempat sampah sambil menangis karena sadar dia melakukan kesalahan konyol yang membuang waktu.

Dia berlari kembali ke meja bahan dan mengambil sisa paru sapi segar yang ukurannya cukup besar menutupi kedua telapak tangannya.

Paru sapi mentah memiliki tekstur yang sangat licin dan kenyal seperti spons basah jika belum direbus lebih dulu.

"Aku harus memotongnya tipis tipis selagi mentah lalu menggorengnya sampai kering," gumam Jojo mencoba menghibur dirinya sendiri yang sedang kalut.

Jojo meletakkan paru berlendir itu di atas talenan kayunya dan mengambil pisau daging yang berukuran sangat besar.

Tangan kiri Jojo menekan paru sapi itu dengan kuat sementara tangan kanannya mulai mengiris dengan tenaga penuh dari atas.

Namun karena permukaan paru itu dilumuri darah dan sangat licin, daging itu bergeser dari posisinya secara tiba tiba.

Pisau tajam yang diayunkan Jojo meleset dari sasaran daging dan langsung menghujam jari telunjuk serta ibu jari tangan kirinya.

Cras.

"Aaaargh!" jerit Jojo dengan suara yang sangat melengking dan menyayat hati merobek kesunyian galeri.

Darah segar berwarna merah pekat langsung menyembur keluar membasahi talenan kayu dan potongan paru sapi di atas mejanya.

Suasana galeri langsung berubah menjadi sangat kacau balau dalam hitungan detik.

Beberapa peserta wanita di dekat meja Jojo ikut menjerit histeris melihat jumlah darah yang keluar merembes sangat banyak.

"Tim medis, masuk ke dalam galeri sekarang juga!" teriak Chef Arya dengan wajah sangat panik sambil berlari turun dari podium.

Aldo mencengkeram pagar besi balkon hingga buku buku jarinya memutih pucat karena syok.

"Jojo!" teriak Aldo tanpa sadar memanggil nama anak itu dari atas balkon mengabaikan aturan galeri.

Tiga orang tim medis berpakaian putih langsung menerobos masuk dari pintu belakang membawa kotak P3K darurat.

Mereka dengan sigap menekan luka robek Jojo menggunakan gulungan kain kasa tebal untuk menghentikan pendarahan hebat tersebut.

"Luka potongnya sangat dalam Chef, ini mengenai jaringan saraf jarinya dan butuh jahitan di rumah sakit segera," lapor ketua tim medis dengan nada serius.

Jojo menangis tersedu sedu menahan rasa sakit yang luar biasa berdenyut di tangan kirinya.

"T-tapi masakanku belum selesai Chef, aku tidak mau pulang tereliminasi seperti ini," isak Jojo memelas menatap dewan juri.

Chef Bram menggelengkan kepalanya dengan raut wajah sangat prihatin dan menyentuh bahu Jojo dengan lembut.

"Keselamatan fisikmu jauh lebih penting dari piala kompetisi ini Jojo, kau tidak bisa melanjutkan memasak dengan kondisi cacat seperti ini."

"Bawa dia ke rumah sakit terdekat sekarang juga dan pastikan dia mendapat perawatan dokter spesialis terbaik," perintah Chef Arya tegas kepada tim medis.

Jojo digandeng oleh tim medis berjalan tertatih tatih keluar dari galeri dengan celemek hitam yang sudah berlumuran noda darah segar.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
kiyoe: Terimakasih kak Heni selalu atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!