NovelToon NovelToon
The Reasons

The Reasons

Status: tamat
Genre:Angst / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik gemerlapnya Los Angeles, Lara Giger (24) terjebak dalam neraka pernikahan bersama suaminya yang posesif dan manipulatif, Billy Davidson (29). Setiap malam tubuhnya disiksa, namun Lara memilih pasrah.
Alih-alih melarikan diri, Lara memilih bertahan di bawah siksaan suaminya demi menghindari caci maki keluarga besarnya yang sejak lama melabelinya sebagai "Anak Sial" dan pembawa petaka jika ia bercerai.

Namun, rahasia masa lalu perlahan mengusik belenggu pernikahan itu.

Di universitas tempatnya belajar, Lara harus berhadapan dengan Darion Vale Knight (25), dosen hukum muda sekaligus pria masa lalu yang memegang komitmen dengannya.

Darion, yang menyadari luka-luka fisik dan batin Lara, bertekad menggunakan keadilan hukum untuk membebaskannya. Sementara itu, Lara terus berjuang mendorong Darion menjauh demi melindunginya dari "kesialan" dirinya.

Di antara jeratan obsesi kejam sang suami dan perlindungan tulus sang mantan kekasih, mampukah Lara merobek sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Gedung aula utama University of Southern California—salah satu universitas ternama yang terletak tepat di jantung kota Los Angeles—pagi itu tampak penuh sesak.

Ratusan pasang mata tertuju ke arah panggung utama, di mana sebuah seminar nasional bertajuk “Restoring Justice: Melindungi Hak Korban di Balik Dinding Domestik” sedang berlangsung.

Riuh rendah obrolan mahasiswa seketika senyap begitu seorang pria dengan setelan jas formal berwarna abu-abu gelap melangkah mantap mendekati podium.

Pria itu adalah Darion Vale Knight. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Darion telah menempati posisi terhormat sebagai dosen muda di Fakultas Hukum universitas tersebut.

Bukan sekadar akademisi biasa, ia juga merupakan putra bungsu dari keluarga Knight—salah satu dinasti hukum paling berpengaruh dan disegani di seantero Los Angeles.

Namun, alih-alih memanfaatkan nama besar keluarganya untuk meraup kekayaan di firma hukum korporat raksasa, Darion memilih mendedikasikan hidupnya sebagai advokat bagi mereka yang suaranya sering kali dibungkam oleh sistem dan ketakutan.

Hari ini, di bawah sorot lampu aula yang terang, Darion berdiri tegap. Postur tubuhnya yang tinggi dan atletis, dipadukan dengan rahang tegas serta kacamata berbingkai tipis yang membingkai mata tajamnya, memberikan impresi karismatik yang kuat. Ia mengetuk mikrofon sekali, lalu mulai berbicara.

Suaranya bariton, jernih, dan bergaung dengan penuh wibawa ke seluruh sudut ruangan.

"Kalian wajib melindungi hak yang kalian miliki," ujar Darion, memulai rentetan kalimatnya dengan penekanan yang tegas.

Pandangan matanya menyapu seluruh audiens, mencakup para mahasiswi yang duduk di barisan depan. "Jangan pernah takut dibenci. Jangan pernah takut tidak didengarkan. Ketika kalian memilih untuk diam atas ketidakadilan yang menimpa diri kalian sendiri, saat itulah kalian sedang memberikan izin kepada pelaku untuk terus melangkah lebih jauh."

Darion sengaja memilih topik ini karena angka statistik di Los Angeles County menunjukkan tren yang mengerikan.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual di dalam hubungan terus meningkat, namun sebagian besar korban memilih menutup rapat mulut mereka karena tekanan sosial, rasa malu, hingga ancaman dari pelaku.

Sebagai putra bungsu keluarga Knight, Darion menggunakan platformnya untuk menyuarakan apa yang selama ini dianggap tabu.

Ia berbicara bukan hanya sebagai dosen yang membacakan teori di atas lembaran kertas, melainkan sebagai seorang pembela yang ingin menyuarakan jeritan hati para wanita yang dijadikan korban.

Maraknya pelaku pemerkosaan dalam hubungan pernikahan serta maraknya KDRT yang berlindung di balik status 'urusan rumah tangga' membuatnya merasa muak.

"Banyak orang di luar sana, khususnya para wanita, dibesarkan dengan dogma bahwa mereka harus selalu mengalah demi menjaga keutuhan sebuah institusi bernama pernikahan," lanjut Darion, tangannya bergerak memberikan gestur penekanan.

"Mereka diajarkan untuk menyembunyikan memar di balik riasan wajah. Mereka dipaksa menerima tamparan sebagai bentuk 'didikan'. Hari ini, saya berdiri di sini untuk menekankan kepada kalian semua, mahasiswa-mahasiswi saya: hukum tidak pernah membedakan apakah kekerasan itu terjadi di jalanan gelap atau di dalam kamar tidur yang sah. KDRT adalah kejahatan murni, dan korban tidak boleh memikul rasa bersalah atas kejahatan orang lain!"

Tepuk tangan riuh sempat membahana sejenak sebelum Darion mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat agar suasana kembali tenang. Ia tahu, menyampaikan teori hukum pidana saja tidak akan cukup untuk mengubah pola pikir yang sudah mengakar.

"Sekarang, saya ingin membuka sesi tanya jawab," kata Darion, beralih ke sisi panggung untuk mengambil mikrofon nirkabel.

"Saya ingin mendengar pemikiran kalian. Mari kita bedah bagaimana hukum kita di California memandang hak kebebasan wanita dalam berumah tangga."

Sebuah tangan langsung teracung tinggi dari barisan tengah. Seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan hukum pidana bernama Chloe berdiri setelah menerima mikrofon dari panitia.

"Selamat pagi, Sir Darion," buka Chloe, suaranya terdengar lantang namun terselip nada keraguan yang mewakili banyak wanita di luar sana.

"Saya ingin bertanya mengenai realitas di lapangan. Kita semua tahu hukum tertulis di California sangat ketat mengenai perlindungan korban KDRT. Namun, bagaimana jika korban mengalami manipulasi psikologis yang ekstrem? Sering kali, suami yang melakukan KDRT juga memegang kendali finansial dan sosial penuh atas istrinya. Ditambah lagi, ada tekanan dari keluarga korban sendiri yang menganggap perceraian adalah aib keluarga. Dalam situasi di mana korban diisolasi dan dicap sebagai 'pembawa sial' atau 'perusak nama baik keluarga' jika ia melapor, bagaimana hukum bisa benar-benar menjangkau dan membebaskan wanita tersebut?"

Darion mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk tanda mengapresiasi kedalaman pertanyaan tersebut.

Pertanyaan Chloe seolah secara tidak langsung menggambarkan badai tak kasat mata yang saat ini tengah mengurung Lara Giger.

"Pertanyaan yang sangat bagus, Chloe," jawab Darion, melangkah perlahan di atas panggung.

"Apa yang kau gambarkan adalah fenomena pengendalian. Ini adalah bentuk KDRT non-fisik yang sering kali menjadi dasar sebelum kekerasan fisik terjadi. Pelaku sengaja memutus akses finansial, membatasi komunikasi korban dengan dunia luar, bahkan mencuci otak korban hingga korban merasa bahwa dialah penyebab kemarahan suaminya."

Darion berhenti sejenak, menatap langsung ke arah Chloe.

"Hukum di California telah berkembang untuk mengenali hal ini. Sejak beberapa tahun lalu, bukti pengendalian dan kekerasan psikologis sudah bisa digunakan di pengadilan untuk mendapatkan surat perintah perlindungan. Namun, tantangan terbesarnya memang bukan pada teks hukumnya, melainkan pada psikologis korban. Di sinilah peran kita sebagai penegak hukum dan masyarakat. Kita harus membangun sistem pendukung yang aman. Jika sebuah keluarga justru memojokkan korban dan melabelinya dengan sebutan negatif seperti 'pembawa sial' hanya karena ia membela dirinya sendiri, maka institusi keluarga tersebut telah gagal total dalam fungsi kemanusiaannya."

Belum sempat Darion menyelesaikan ulasannya secara mendalam, seorang mahasiswi lain di barisan depan bernama Manopo mengangkat tangannya dengan tergesa-gesa.

Begitu mikrofon berpindah tangan, ia langsung melayangkan pertanyaan yang lebih tajam.

"Tetapi, Sir Darion, bagaimana dengan pembuktian di pengadilan?" tanya Manopo dengan kening berkerut.

"Dalam banyak kasus marital rape atau pemerkosaan dalam pernikahan, serta kekerasan fisik yang dilakukan secara tertutup tanpa saksi mata di dalam rumah mewah yang dijaga ketat, pelaku yang memiliki status sosial tinggi dan uang melimpah sering kali bisa menyewa pengacara hebat untuk memutarbalikkan fakta. Mereka bisa menuduh korban mengalami gangguan jiwa, atau menuduh luka-luka itu adalah akibat dari kelalaian korban sendiri. Bagaimana hukum bisa memastikan kebebasan wanita tersebut jika sistem pengadilan pun masih bisa dibeli dengan kekuasaan?"

Pertanyaan Manopo membuat seisi aula mendadak hening.

Topik tentang uang dan kekuasaan yang mampu membungkam hukum adalah sebuah rahasia umum yang pahit, terutama di kota metropolitan penuh ego seperti Los Angeles.

Darion tersenyum tipis, sebuah senyuman dingin yang sarat akan tekad. Sebagai bagian dari keluarga Knight yang terbiasa bertarung di ruang sidang kelas atas, ia tahu persis taktik kotor yang disebutkan oleh Manopo.

"Uang bisa menyewa pengacara terbaik, Manopo, tetapi uang tidak bisa menghapus jejak sains dan kebenaran objektif," tegas Darion, suaranya terdengar begitu tajam dan penuh keyakinan.

"Dalam hukum modern, kita tidak hanya bergantung pada testimoni verbal yang bisa dimanipulasi. Kita memiliki bukti forensik, rekam medis psikologis, jejak digital, hingga pola perilaku yang dianalisis oleh para ahli. Jika seorang wanita disiksa secara fisik, setiap memar, setiap bekas luka fungsional, dan setiap trauma psikologis yang terekam adalah bukti mati yang tidak bisa dibantah oleh argumen pengacara mana pun."

Darion melangkah lebih dekat ke ujung panggung, mencondongkan tubuhnya ke arah para mahasiswa dengan tatapan mata yang berkilat serius.

"Dan ingat satu hal ini," sambungnya dengan nada yang menuntut perhatian penuh.

"Kebebasan seorang wanita dalam berumah tangga bukan hanya tentang hak untuk keluar dari pernikahan yang beracun. Kebebasan sejati adalah ketika wanita itu tahu bahwa dia memiliki hak penuh atas tubuhnya, pikirannya, dan pilihan hidupnya sendiri tanpa perlu meminta izin atau merasa takut akan ancaman dari suaminya. Jika pasangan kalian menganggap bahwa pernikahan memberi mereka hak kepemilikan mutlak atas tubuh kalian hingga boleh memperlakukan kalian seperti samsak tinju atau pemuas hasrat paksaan, maka dia bukan seorang suami. Dia adalah seorang kriminal yang mengenakan cincin kawin."

Kalimat terakhir Darion bagaikan hantaman petir yang menyadarkan seluruh audiens di aula itu.

Keberanian dosen muda ini dalam menguliti realitas gelap rumah tangga yang toxic membuat banyak mahasiswi merasa merinding sekaligus terinspirasi.

"Jadi," Darion menutup sesinya dengan memandang ke sekeliling ruangan, "tugas kalian sebagai calon-calon penegak hukum masa depan adalah menjadi mata bagi mereka yang dipaksa buta, dan menjadi suara bagi mereka yang dibungkam dalam sunyi. Jangan pernah membiarkan ada wanita di kota ini yang merasa bahwa mati di tangan suaminya lebih baik daripada menanggung malu karena meminta keadilan. Kita harus mengubah stigma itu."

Gemuruh tepuk tangan yang luar biasa keras langsung pecah di dalam aula besar tersebut.

Beberapa mahasiswa bahkan berdiri memberikan Tepuk Tangan atas pemaparan luar biasa dari Darion Vale Knight.

Namun, di balik riuh rendah apresiasi yang ia terima, Darion hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan yang sulit diartikan.

1
Mita Paramita
jangan seneng dan bahagia dulu lara🫣 mungkin aja nanti Billy kabur dari penjara terus menculik dan memisahkan lara & dorian🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kak reader paling bisa deh🤭🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Takut banget billy kabur, trus menyakiti lara,, 😬
FoxVault
Cerita nya sangat seru kak 😁
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
Mia Camelia
kenapa kisah cinta keluarga knight selalu ber liku liku berkelok kelok meliuk liuk🤔🤔🤔
jadi gemes nih baca nya thor
Rosdianah 🌷: hihihi maaf ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
keluarga knight , sukses semua ya thor...
ada pebinis, pembalap, doesen muda🥰🥰🥰kalo ini ada di dunia nyata, pasti sempurna banget nih🤔😄
Rosdianah 🌷: Lancar halu Author 🤣
total 1 replies
Mia Camelia
jangan2 billy punya 2 kepribadian kali nih🤔🤔🤔masa gampang banget berubah2 nya🤣🤣🤣haduh kasian lara😔
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ya ampun ini kejam sekali billy😂😂😂
Rosdianah 🌷: Modal gampar🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!