NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Tap. Tap.

Langkah kaki Lin Xiao menggema pelan saat dia berjalan memasuki lorong gua yang gelap dan lembab.

Cahaya matahari dari luar perlahan-lahan menghilang ditelan oleh pekatnya bayangan di dalam perut bumi.

Udara di dalam sini terasa jauh lebih dingin dan membuat bulu kuduk berdiri.

Bau amis darah dari luar telah digantikan oleh aroma lumut dan bebatuan mineral yang sangat tajam.

"Gua ini terasa sangat panjang dan dalam." ucap Lin Xiao memecah kesunyian.

"Apakah kau yakin ada warisan raja lain di tempat kumuh seperti ini?"

'Aku tidak pernah salah mengenali aura rekan-rekanku sendiri, Nak.' jawab Kaisar Pedang Haus Darah di dalam kepalanya.

'Aura ini sangat khas, perpaduan antara aroma kematian dan sesuatu yang sangat menjijikkan.'

"Menjijikkan... bagaimana maksudmu?" tanya Lin Xiao sambil meraba dinding gua yang basah untuk mencari jalan.

"Jangan bilang kau menyuruhku mencari harta karun di sarang monster beracun."

'Hahaha, kau lebih cerdas dari yang aku kira.' tawa sang kaisar bergema.

'Aura yang aku rasakan ini adalah milik Kaisar Racun Tanpa Wujud, salah satu penghuni paling merepotkan di Makam Para Raja.'

Lin Xiao menghentikan langkahnya sejenak mendengar nama gelar yang sangat mengerikan itu.

"Kaisar Racun? Apakah dia seorang ahli racun dari zaman kuno?"

'Dia bukan sekadar ahli racun biasa, dia adalah perwujudan dari racun itu sendiri.' jelas Kaisar Pedang dengan nada serius.

'Di masa lalu, satu tetes darahnya cukup untuk mengubah sebuah negara besar menjadi lautan mayat dalam semalam.'

Lin Xiao menelan ludah membayangkan kengerian kekuatan semacam itu.

Jika dia bisa mendapatkan kekuatan racun seperti itu, memusnahkan faksi Kepala Tetua akan semudah membalikkan telapak tangan.

Wush.

Lin Xiao kembali melanjutkan langkahnya dengan semangat yang jauh lebih membara dari sebelumnya.

Setelah berjalan menyusuri lorong berliku selama hampir setengah jam, dia tiba di sebuah jalan buntu.

Di depannya hanya ada sebuah dinding batu padat yang ditumbuhi lumut tebal bercahaya redup.

Tidak ada jalan lain, dan tidak ada tanda-tanda keberadaan ruangan rahasia di sekitarnya.

"Jalan buntu." keluh Lin Xiao sambil mengetuk dinding batu itu dengan gagang pedangnya.

"Apakah instingmu salah kali ini?"

'Sembarangan, instingku tidak pernah salah, bocah.' dengus Kaisar Pedang Haus Darah merasa tersinggung.

'Ini adalah formasi ilusi tingkat tinggi yang dirancang untuk mengelabui mata manusia biasa.'

"Lalu bagaimana caraku membukanya?" tanya Lin Xiao.

"Aku tidak tahu apa-apa tentang formasi atau susunan prasasti."

'Coba gunakan darahmu.' perintah sosok kuno itu dengan tegas.

'Kaisar Racun sangat menyukai energi kehidupan, teteskan darahmu yang telah tercampur Teknik Penguasa Darah ke tengah dinding itu.'

Lin Xiao tidak ragu sedikit pun dan langsung menggores telapak tangan kirinya menggunakan ujung pedang.

Darah segar berwarna merah pekat menetes keluar.

Srak.

Dia menempelkan telapak tangannya yang berdarah ke permukaan dinding batu yang dingin itu.

Energi merah darah dari dalam Dantiannya dialirkan secara perlahan mengikuti instruksi sang kaisar.

Gruk. Gruk.

Dinding batu yang semula padat tiba-tiba bergetar hebat dan mulai memancarkan cahaya hijau yang menyilaukan.

Lumut-lumut tebal di dinding itu layu dan menjadi abu dalam sekejap mata.

Kriet.

Batu tebal itu perlahan-lahan bergeser ke samping, membuka sebuah lorong baru yang memancarkan udara hangat.

Lin Xiao menarik tangannya dan tersenyum melihat jalan rahasia yang berhasil dia buka.

Dia melangkah masuk ke dalam lorong itu dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan batu yang sangat luas.

Ruangan itu tidak lembab seperti lorong sebelumnya, melainkan sangat bersih dan kering.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah altar batu berbentuk bunga teratai.

Di atas altar itu, duduk sesosok kerangka manusia yang mengenakan jubah hijau yang sudah compang-camping dimakan usia.

"Apakah itu sisa tubuh dari Kaisar Racun Tanpa Wujud?" tanya Lin Xiao sambil mendekat dengan sangat waspada.

'Bukan, itu hanya tubuh wadah yang dia gunakan sebelum jiwanya ditarik ke dalam Makam Para Raja.' jawab Kaisar Pedang.

'Lihatlah kotak kayu kecil yang ada di pangkuan kerangka itu.'

Lin Xiao mengarahkan pandangannya ke pangkuan kerangka tersebut.

Benar saja, ada sebuah kotak kayu berwarna hitam pekat yang tertutup rapat, memancarkan aura hijau yang sangat mematikan.

Sss.

Udara di sekitar kotak itu mendesis seolah-olah ruang hampa sedang dilelehkan oleh racun yang tidak kasat mata.

"Bagaimana caraku mengambilnya?" tanya Lin Xiao dengan kening berkerut.

"Auranya saja sudah cukup untuk membuat kulit tanganku melepuh jika aku menyentuhnya secara langsung."

Sebelum Kaisar Pedang Haus Darah sempat menjawab, roh Makam Para Raja di dalam Dantian Lin Xiao tiba-tiba bergetar keras.

Sebuah pusaran energi muncul dari dada Lin Xiao dan melesat keluar menyelimuti ruangan batu tersebut.

Wush.

Kotak hitam di pangkuan kerangka itu terbuka dengan sendirinya akibat tarikan resonansi dari Makam Para Raja.

Asap hijau yang sangat pekat menyembur keluar dari dalam kotak dan melayang di udara.

Asap itu perlahan-lahan berkumpul dan membentuk sesosok wajah manusia yang sudah sangat tua dan keriput.

Sepasang mata hijau yang sangat licik menatap tajam ke arah Lin Xiao.

'Sudah berapa ribu tahun aku menunggu di tempat membosankan ini?' suara serak dan melengking menggema di seluruh ruangan.

'Akhirnya ada manusia yang berhasil menemukan jejak peninggalanku.'

"Lin Xiao memberi salam kepada Senior Kaisar Racun." ucap Lin Xiao sambil menangkupkan kedua tangannya dengan hormat namun tetap waspada.

"Saya kemari mengikuti petunjuk dari dalam Makam Para Raja."

Bayangan hijau itu tertawa pelan, tawa yang membuat perut Lin Xiao terasa sedikit mual.

'Makam Para Raja telah memilih tuan baru rupanya.' ucap bayangan itu.

'Tubuhmu lumayan kuat, tapi aura di tubuhmu ini sangat menjijikkan.'

'Hei Tua Bangka Racun, jaga mulutmu!' bentak Kaisar Pedang Haus Darah dari dalam kepala Lin Xiao secara tiba-tiba.

'Aura yang kau sebut menjijikkan itu adalah warisan kebanggaanku!'

Wajah bayangan hijau itu tampak terkejut sejenak mendengar suara kaisar pedang.

'Oh, ternyata si Gila Darah sudah bangun lebih dulu dan menempel pada bocah ini.' cibir Kaisar Racun dengan nada mengejek.

'Tentu saja, aku selalu lebih cepat darimu dalam segala hal.' balas Kaisar Pedang dengan sombong.

'Cepat berikan warisanmu padanya, kami tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan omong kosongmu.'

'Diam kau, ini adalah warisanku, aku yang berhak menguji apakah dia pantas atau tidak!' bentak Kaisar Racun tidak terima.

Lin Xiao menghela napas panjang melihat dua sosok legenda kuno itu malah berdebat di depannya.

"Maaf menyela, Senior Kaisar Racun." ucap Lin Xiao dengan nada tegas menghentikan perdebatan mereka.

"Ujian seperti apa yang harus saya lewati untuk mendapatkan warisan Anda?"

Bayangan hijau itu berhenti mempedulikan Kaisar Pedang dan kembali menatap Lin Xiao.

'Kau sangat berani, Nak. Racunku tidak seperti pedang si Gila Darah yang hanya mengandalkan kekerasan.'

'Racunku membutuhkan ketahanan mental yang mutlak, atau kau akan mati membusuk dari dalam.'

"Saya sudah terbiasa dengan rasa sakit." jawab Lin Xiao dengan sorot mata sedingin es.

"Katakan saja apa yang harus saya lakukan."

'Di dalam kotak hitam itu, terdapat Inti Racun Surgawi yang telah aku padatkan selama seribu tahun.' jelas Kaisar Racun.

'Telan inti itu mentah-mentah.'

Mata Lin Xiao sedikit melebar mendengar syarat tersebut.

Menelan racun paling mematikan di dunia secara langsung terdengar seperti tindakan bunuh diri yang sangat bodoh.

'Apa kau takut, Nak?' ejek Kaisar Racun melihat keraguan Lin Xiao.

'Jika kau takut, pergi dari sini dan jadilah pecundang yang hanya mengandalkan pedang karatan itu seumur hidupmu.'

'Jangan dengarkan provokasinya, Lin Xiao!' teriak Kaisar Pedang Haus Darah memperingatkan.

'Tubuhmu baru berada di tingkat ketiga, kau bisa hancur jika menelan inti itu tanpa persiapan!'

Lin Xiao terdiam selama beberapa detik.

Dia menatap kerangka di depannya, lalu menatap kotak hitam yang memancarkan kabut hijau mematikan itu.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!