NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

​Ledakan udara akibat hempasan tubuh Wu Tian menciptakan kawah kecil di tanah merah Shenzhou. Debu dan daun-daun kering beterbangan, mengaburkan pandangan.

​Serigala Bayangan bertaring ganda itu menghentikan terkaman di udara. Insting binatang buasnya yang tajam mendadak menjeritkan alarm bahaya yang luar biasa. Ia merasakan kehadiran predator yang jauh lebih tinggi di rantai makanan, tepat di hadapannya.

​Wu Tian tidak membuang waktu. Sebelum serigala itu sempat mendarat kembali ke tanah, ia melangkah maju. Gerakannya begitu cepat hingga menciptakan ilusi optik seolah ia berpindah tempat tanpa berpijak. Dengan satu gerakan santai, seolah sedang mengusir lalat, Wu Tian mengibaskan punggung tangan kirinya ke arah kepala serigala.

​BOOM!

​Distorsi ruang tak kasat mata menghantam monster itu. Tanpa ada cipratan darah yang dramatis, seluruh tubuh Serigala Bayangan itu terlempar ke belakang sejauh sepuluh meter, menabrak pohon raksasa hingga tumbang, dan langsung mati dengan seluruh tulang dalam tubuhnya hancur menjadi bubur.

​Hening seketika melanda hutan.

​Tiga kultivator muda Klan Wu yang tadinya sudah bersiap menyambut ajal, kini terpaku dengan mata terbelalak. Napas mereka terengah-engah, memandang punggung pemuda berbaju kulit serigala di depan mereka dengan tubuh gemetar hebat. Menumbangkan Serigala Bayangan tingkat tinggi dalam sekali kibas tangan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh kultivator ranah biasa.

​Wu Tian perlahan membalikkan tubuhnya. Wajahnya datar, tetapi matanya yang hitam legam menatap mereka satu per satu. Untuk memastikan ketiga manusia asing ini tidak bertindak bodoh atau mencoba menyerangnya dengan pedang, Wu Tian memutuskan untuk memberikan sedikit peringatan.

​Ia melepas sedikit saja aura membunuh alaminya—aura yang ia dapatkan dari menyerap energi kematian Shenzhou selama delapan belas tahun.

​DEEEGG!

​Tekanan udara di sekitar mereka mendadak merosot drastis. Udara di sekeliling Wu Tian tampak bergetar dan menggelap, memancarkan hawa dingin yang menusuk sumsum tulang. Bagi ketiga kultivator muda itu, rasanya seolah-olah langit Shenzhou runtuh tepat di atas kepala mereka. Lutut mereka langsung lemas. Dua kultivator laki-laki langsung jatuh terduduk dengan wajah sepucat mayat, sementara sang gadis, Kakak Senior Lin, harus menancapkan pedangnya ke tanah agar tidak ambruk.

​"S-Siapa..." suara Lin bergetar hebat, tenggorokannya terasa kering dan tercekik oleh aura mengerikan itu.

​Wu Tian menatap mereka dengan tatapan mengancam, alisnya sedikit bertaut. Suaranya terdengar kaku, berat, dan sedikit serak saat keluar dari tenggorokannya—efek karena tidak pernah digunakan untuk berbicara dengan manusia lain selama belasan tahun.

​"Kenapa... kalian datang ke tempat mati ini?" tanya Wu Tian, menjeda kalimatnya untuk membiasakan lidahnya. "Kematian bukan hal yang murah di sini."

​Mendengar pertanyaan itu, Lin menelan ludah dengan susah payah. Ia berusaha menekan rasa takutnya demi keselamatan adik-adik seperguruannya. "K-Kami... kami adalah murid dari Klan Wu di Daratan Kesembilan. Kami nekat menerobos perbatasan... untuk mencari Buah Esensi Jiwa yang kabarnya hanya tumbuh di perbatasan Shenzhou. Kami membutuhkannya untuk kompetisi klan bulan depan."

​Lin menjeda kalimatnya, menatap Wu Tian dengan kombinasi rasa takut dan kebingungan yang teramat sangat. Di Sembilan Daratan, Shenzhou adalah tanah terkutuk yang sudah terkunci, tempat yang dihuni iblis. Tapi di depannya saat ini berdiri seorang pemuda manusia, berpakaian primitif, namun memiliki kekuatan yang melampaui para tetua mereka.

​"Kami sudah menjawab..." kata Lin dengan suara berbisik, memberanikan diri. "Sekarang... bolehkah kami bertanya? Siapa Anda sebenarnya? Bagaimana bisa ada manusia hidup dan tumbuh di daratan terlarang yang terkunci ini?"

​Mendengar pertanyaan balik itu, aura mengerikan di sekitar Wu Tian mendadak lenyap begitu saja, menguap seperti kabut diterpa angin. Perubahan atmosfer yang drastis itu membuat ketiga kultivator tersebut tersedak udara, bingung dengan sikap pemuda misterius ini.

​Wu Tian tidak menjawab dengan kata-kata puitis atau penuh misteri. Baginya, berbohong atau berbelit-belit adalah konsep yang tidak berguna karena di Shenzhou, segalanya diselesaikan secara langsung.

​Ia hanya meraba dadanya, merogoh ke balik pakaian kulit serigalanya, dan mengeluarkan selembar kain sutra merah usang serta jimat kertas yang telah hangus sebagian. Wu Tian memandangi jimat itu sekilas, lalu mengarahkan pandangannya pada lambang lidah api berlapis emas yang tersulam di jubah putih Lin.

​Ia membandingkan keduanya secara bergantian dengan wajah polos tanpa ekspresi. Setelah memastikan bentuknya sama, Wu Tian menurunkan tangannya dan berkata dengan nada suara yang sangat enteng, seolah sedang membicarakan cuaca.

​"Aku tidak tahu siapa aku. Tapi benda yang menempel di tubuhku saat bayi ini bilang, aku adalah bagian dari Klan Wu."

​DEG.

​Kata-kata yang diucapkan dengan begitu santai itu justru menghantam kesadaran Lin dan kedua rekannya bagai petir di siang bolong. Lin merangkak sedikit mendekat, matanya terpaku pada jimat hangus di tangan Wu Tian.

​Sebagai murid inti Klan Wu, Lin tahu betul sejarah klannya. Jimat di tangan pemuda itu bukan jimat sembarangan. Itu adalah Jimat Segel Darah Purba yang hanya digunakan oleh garis keturunan inti Klan Wu belasan tahun lalu untuk ritual-ritual tingkat tinggi—jimat yang sudah lama dimusnahkan dan dilarang penggunaannya oleh Tetua Agung Wu Cang.

​"T-Tidak mungkin..." bisik Lin, matanya bergetar menatap jimat itu, lalu beralih menatap wajah Wu Tian. "Delapan belas tahun lalu... ritual Altar Darah yang gagal..."

​Lin teringat pada cerita bisik-bisik di kalangan tetua tentang malam di mana puluhan bayi klan lenyap dan Shenzhou mendadak "terkunci". Apakah pemuda di depannya ini adalah salah satu bayi yang selamat? Tapi bagaimana mungkin seorang bayi bertahan hidup di neraka ini selama delapan belas tahun dan menjadi sekuat ini?

​Wu Tian tidak peduli dengan kepanikan batin yang sedang dialami Lin. Otaknya yang cerdas, yang dipenuhi oleh pengetahuan aneh yang ia sendiri tidak tahu dari mana asalnya, langsung menangkap sebuah kesempatan emas. Selama delapan belas tahun ia terkurung dalam ketidaktahuan. Dan sekarang, three petunjuk hidup tentang asal-usulnya berada tepat di depan matanya.

​"Kalian ingin keluar dari hutan ini hidup-hidup?" tanya Wu Tian tiba-tiba, memutus lamunan Lin.

​Ketiga kultivator itu mengangguk cepat tanpa ragu. Di dalam hutan belantara Shenzhou yang dipenuhi binatang buas mutasi, tanpa perlindungan pemuda ini, mereka tidak akan bertahan lebih dari satu jam.

​Wu Tian memasukkan kembali jimatnya ke dalam baju, lalu melipat tangannya di dada. Wajahnya kembali datar, namun ada kilatan tekad yang dingin di matanya.

​"Bawa aku keluar dari daratan ini. Bawa aku ke tempat Klan Wu berada," ujar Wu Tian, nadanya terdengar seperti perintah yang tidak bisa dinegosiasikan. "Sebagai gantinya, aku akan memastikan tidak ada satu pun monster di tempat ini yang menyentuh kulit kalian sampai kita tiba di perbatasan."

​Lin memandang dua rekannya yang masih ketakutan, lalu kembali menatap Wu Tian. Membawa orang asing dengan kekuatan monster yang membawa jimat terlarang Klan Wu kembali ke klan adalah sebuah risiko raksasa yang bisa memicu kemarahan para tetua. Namun, menolak berarti mati di tempat ini.

​"Baik... kami setuju," jawab Lin akhirnya dengan suara mantap. "Kami akan membawamu ke Daratan Kesembilan, ke markas utama Klan Wu."

​Wu Tian berbalik, menatap ke arah kabut tebal yang membatasi Shenzhou dengan dunia luar. Setelah delapan belas tahun hidup dalam kesunyian dan menguasai jurus-jurus terlarang purba, monster yang dulu mereka buang dan mereka anggap sebagai abu tumbal, akhirnya bersiap untuk melangkahkan kakinya keluar.

​Dunia bawah tidak akan pernah sama lagi.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!