NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Satu bulan kemudian...

Suara jangkrik bersahut-sahutan. Di dalam kamar berukuran tiga kali empat meter itu, Elena duduk bersila di atas kasur kapuk sambil memeluk lututnya. Wajahnya kusut, persis seperti pakaian yang belum disetrika.

"Bella, aku benci ayam jago tetangga depan!" rengek Elena.

Bella, yang sedang sibuk memukul nyamuk dengan raket listrik, menoleh dan menghela napas panjang.

"Ayamnya sedang tidur, Ele. Ini jam dua belas malam. Kenapa kamu tiba-tiba mengomel tidak jelas?"

"Aku benci semuanya!" Elena mengusap wajahnya frustrasi. "Kamu tahu apa yang paling menyedihkan di dunia ini? Punya uang miliaran di rekening, tapi terjebak di pelosok desa yang bahkan ke minimarket saja harus naik angkot setengah jam! Belum lagi angkotnya bau solar campur ikan asin!"

Ya, satu bulan tinggal di daerah pelosok membuat Elena berdua mulai terbiasa dengan itu semua. Kalau Bella, jangan ditanya. Ia sudah pernah tinggal di Indonesia cukup lama.

Bella memutar bola matanya malas, kembali mengayunkan raket nyamuknya. "Ele, kita ini sedang sembunyi. Kamu lupa ada kakek-kakek super kaya yang sedang memburumu? Daripada kamu ditangkap lalu disuruh melayani kakek itu seumur hidup, lebih baik kamu berteman dengan ayam jago Pak RT!"

"Tapi aku ini sultan, Bella! Masa sultan mandinya pakai air gayung yang ada jentik nyamuknya?!" protes Elena tidak terima. Bibirnya mengerucut maju sejauh lima sentimeter.

"Syukuri saja, Ele. Besok pagi kubelikan obat jentik nyamuk," sahut Bella abai. "Sudah, cepat tidur."

Suasana kembali hening selama beberapa menit. Bella baru saja memejamkan mata saat tiba-tiba terdengar suara isakan tertahan dari ranjang sebelah.

Hiks... hiks...

Bella langsung membuka mata lebar-lebar. Ia menoleh perlahan ke arah Elena. Sahabatnya itu kini sedang menangis tersedu-sedu sambil menggigit ujung selimut.

"Astaga! Elena, kamu kenapa malah menangis begini? Kesurupan penunggu pohon mangga di depan?!" pekik Bella panik, langsung mendekati Elena.

"Bella... hiks... aku mau makan..." rengek Elena, air matanya bercucuran membasahi pipi.

Bella mengelus dadanya lega.

"Ya ampun, bilang dong kalau lapar! Bikin kaget saja. Kamu mau makan apa? Tadi sore aku beli mie instan rasa soto ayam. Mau kumasakkan pakai telur setengah matang?"

Elena menggeleng keras, tangisannya malah semakin kencang. "Tidak mau mi instan! Itu makanan rakyat jelata! Aku tidak mau!"

Dahi Bella berkerut. "Lalu kamu mau makan apa, Nyonya Sultan?"

"Aku mau makan truffle mushroom yang dipanggang pakai butter," isak Elena tersendat-sendat.

Mulut Bella sedikit terbuka, otaknya loading. "Di kebun belakang rumah paman ada jamur tiram, besok aku masakkan untukmu."

"Bukan jamur tiram, Bella! Tapi truffle!" jerit Elena frustrasi sambil memukul-mukul kasur. "Dan aku juga mau caviar! Caviar beluga dari Rusia! Lalu untuk pencuci mulutnya, aku mau croissant asli dari bakery bintang lima di Paris yang pinggirannya kering tapi dalamnya selembut awan!"

Bella melongo tak percaya. Ia menempelkan punggung tangannya ke dahi Elena, memastikan sahabatnya itu tidak sedang demam tinggi.

"Ele, kamu sadar tidak kita ada di mana sekarang? Kita di desa! Desa! Boro-boro truffle mushroom, tukang sayur lewat sini saja paling mewah cuma bawa kangkung sama tempe mendoan! Lagipula sejak kapan seleramu jadi begini? Biasanya makan ayam geprek level sepuluh saja kamu sudah sujud syukur!"

"Aku tidak peduli!" Elena menangis makin meraung-raung, meronta-ronta di atas kasur kapuk seperti anak TK yang tidak dibelikan mainan. "Aku mau caviar, Bella! Kalau tidak makan caviar malam ini, rasanya aku bisa mati! Pesankan lewat ojek online, ya? Please."

"Ojek online mana yang mau menyeberang benua bawa caviar jam dua belas malam, Elena Anastasia?!" bentak Bella, mulai kehabisan kesabaran. "Kamu ini kenapa? Aneh sekali!"

Elena mengabaikan omelan Bella dan terus menangis tersedu-sedu. Namun, di tengah tangisan histerisnya meminta makanan super mewah yang mustahil didapat itu, tiba-tiba Elena terdiam kaku.

Wajahnya yang memerah karena menangis mendadak berubah pucat pasi.

"Ele? Kamu kenapa?" tanya Bella curiga melihat perubahan drastis sahabatnya.

Elena membelalakkan mata sembari menelan ludahnya susah payah. "Bella..."

"Jangan bilang sekarang kamu mau minta rendang daging dinosaurus?"

Bukannya menjawab, Elena malah menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangan. Ia langsung melompat dari atas kasur, berlari secepat kilat menerobos pintu kamar, dan menuju kamar mandi kecil di area belakang rumah.

Terdengar suara muntahan yang sangat hebat dari dalam sana.

"Howek! howek!"

Bella berdiri terpaku di dalam kamar, memeluk raket nyamuknya dengan raut wajah kebingungan yang teramat sangat. Matanya mengerjap beberapa kali, mencoba memproses rentetan kejadian absurd malam ini.

Minta makanan super mewah di tengah malam buta. Menangis histeris tanpa alasan yang jelas. Dan sekarang, muntah-muntah hebat.

"Elena kamu kenapa, sih? Masuk angin?" gumam Bella pelan.

Sedetik kemudian, sebuah pemikiran gila melintas bebas di otak Bella. Matanya membulat sempurna, rahangnya seolah hampir jatuh ke lantai.

"Tunggu sebentar," gumam Bella, menatap horor ke arah pintu kamar mandi. "Mual? Muntah? Ngidam aneh yang tidak masuk akal? Jangan-jangan, si kakek tua itu..."

Bella langsung menelan ludahnya dengan sangat susah payah, membayangkan skenario paling mengerikan yang bisa menimpa sahabat itu.

*

*

Malam itu juga, berbekal senter ponsel dan jaket seadanya, Bella nekat membawa Elena yang masih pucat pasi ke rumah bidan desa. Perjalanan jauh melewati jalan tanah di tengah malam tak menyurutkan niat Bella.

Toh, sudah tugas bidan siaga dua puluh empat jam, bukan?

Setibanya di sana, Bidan Ningrum yang terpaksa bangun dengan daster berlapis jas putih langsung memeriksa Elena yang terbaring lemas.

"Duh, perutku rasanya seperti diaduk-aduk, Bu. Tolong berikan obat masuk angin yang paling ampuh. Yang impor dan berkualitas ya kalau ada," keluh Elena sambil memegangi perutnya yang mual.

Bella memutar bola matanya kesal. "Banyak gaya kamu! Dikasih tolak angin seribuan juga sembuh."

Bidan Ningrum hanya tersenyum maklum. Setelah memeriksa perut Elena dengan saksama dan melihat garis pada alat tes urine darurat, senyum wanita paruh baya itu semakin lebar dan hangat.

"Selamat ya, Mbak," ucap Bidan Ningrum lembut sembari mencuci tangannya di wastafel. "Masuk angin apanya? Ini mah usia kehamilannya sudah masuk empat minggu. Dijaga ya kandungannya, jangan kecapekan."

Hening sesaat. Suara jangkrik di luar jendela bahkan sampai terdengar jelas.

"A—apa?!" pekik Elena dan Bella bersamaan.

"Aku hamil?!" Elena langsung bangkit. "Bu Bidan jangan mengada-ada, ya! Alat tesnya pasti kedaluwarsa, kan? Atau stetoskopnya rusak?"

"Saya tidak sedang bercanda, Mbak."

Wajah Elena mendadak semakin pucat. Ingatannya langsung tersedot pada malam panjang di hotel bintang lima bersama si pria tua sebulan yang lalu.

Di sisi lain, rahang Bella nyaris jatuh ke lantai. Ia menepuk jidatnya keras-keras.

"Pantas saja malam-malam begini dia ngidam makanan sultan! Minta caviar sama truffle mushroom segala. Ternyata benih si kakek kaya raya itu langsung jadi! Gila, jos beneran tuh aki-aki!" batin Bella.

1
Sarinah Quinn
makin seruu nih ceritanya gak sabar nunggu lanjutannya thor 😍 🙏
Sarinah Quinn
pokoknya alur ceritanya bagus sekali dan sangat seru pokoknya. gak ngebosenin tiap part nya. remended banget deh untuk dibaca 👍👍❤️❤️❤️❤️❤️
Senja: Makasih kakakk😘
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣bella mana
tinie
sabar noaah
kamu belum bertemu semua anggota keluargamu yang di luar negri
semuanya sombong🤣🤣
tinie
jiwa matre meronta ronta
🤣🤣🤔🤔
tinie
hahah Noah jika tau
bukan hanya mengerjai
TPI akan menjadi musuh bebuyutanmu
sebab sedari awal bertemu
kalian sudah saling bertengkar🤣🤣🤣
Sri Rahayu
Leon bakalan hbs dikerjain Elena yg bekerjasama dgn Xander dan Naomi...bahkan Noah jg akan ngerjain Leon juga nih...lanjut Thorr kepo nih 😘😘😘
Kinara Widya
betul Noah...kamu masuk dalam keluarga yg kurang waras semua...🤣🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
wah Elena kapan lagi bermanja manja sama suami orang apalagi udah lansia dan di saksikan istri sah nya pula hahaha🤣🤣
asik nih gak sabar menunggu kelanjutannya
Oma Naomi saya mengagumi anda🤣
MamDeyh
😂😂😂
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!