Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 03
Acara perjamuan tahunan berlangsung malam ini. Semua orang terlihat begitu luar biasa malam ini. Bahkan ketika kakek Roeslan Kesuma turun bersama kedua cucunya disana semua mata terpana melihat ketampanan mereka berdua.
Dengan bangga kakek Roeslan Kesuma mengenalkan mereka disana.
"Pada malam ini, izinkan saya mengenalkan kedua cucu saya." ucapnya pada para tamu undangan yang datang.
"Ini adalah Rean Arya Partama, cucu saya." semua kata menatap ke arah laki-laki tampan yang berada di kanan kakek Roeslan.
Rean menundukkan kepalanya, sebagai tanda penghormatan pada para tamu undangan disana.
"Dan ini, Sean Arya Pratama. Saudara kembar dari Rean." ucapnya lagi, membuat Rean juga melakukan hal yang sama dengan kakaknya.
Bisik-bisik mulai terdengar. Banyak orang-orang yang menceritakan ketampanan kedua anak kembar tersebut.
"Malam ini saya juga ingin mengumumkan, jika perusahaan cabang akan saya serahkan pada Sean, dan Roeslan Kesuma Hospital akan di pimpin langsung oleh Rean." pengumuman tersebut menyulut api amarah dalam diri Vincent.
Dia yang bekerja keras di perusahaan selama ini, tapi kenapa kedua saudara kembar itu yang mendapatkannya?
Rean dan Sean tidak percaya ini. Mereka menolak semua itu, tapi tidak ingin mempermalukan kakeknya di depan banyak orang.
Tatapan Sean tiba-tiba saja tertuju pada sosok cantik yang hendak keluar dari ruangan besar rumah utama ini membuatnya meninggalkan pesta.
"Sean?" panggil kakeknya melihat cucunya pergi.
"Dia ada urusan sedikit kek." ucap Rean menenangkan.
Sean hendak mengejar gadis itu, tapi tiba-tiba saja ponselnya berdering dan itu panggilan dari rumah sakit.
"Ya, halo?" jawab Sean menerima panggilan tersebut.
"Ada pasien' yang harus di operasi segera dokter. Sebelumnya kami sudah mengatakan jika anda sedang cuti, tapi-"
"Saya akan segera kesana!" jawab Sean langsung dan mengurungkan niatnya untuk menemui gadis tadi.
Sementara di rumah besar tersebut, Rean membawa kakeknya ke ruangan kerjanya. Dia ingin membicarakan semua ini. Bahwa dia dan Sean tidak bisa menerima semuanya.
"Maaf, kakek. Tapi kami tidak bisa menerima semua ini. Terlebih Sean, dia sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis. Dunianya hanya berputar dalam meja operasi?" Rean berusaha menjelaskan pada kakeknya.
"Kakek tidak memintanya untuk sekarang. Kapanpun dia mau dia bisa melakukannya. Itu hanya sebagai hadiah dari kakek untuk kalian. Dan kamu, bisa bekerja di rumah sakti kita. Tidak ada yang menganggu kalian bukan?" kata kakeknya lagi.
Saat mereka bicara, tiba-tiba saja pintu ruangan kerja kakeknya di buka dan masuklah pamannya.
"Ada apa Roesdi?" tanya kakek Roeslan melihat putranya datang.
Pasti ini berhubungan dengan pengumumannya tadi.
"Ayah, kenapa ayah melakukan semua ini? apa ayah tidak memikirkan perasaan Vincent?"
"Kakek, Rean pamit." katanya yang tidak ingin bergabung dengan pembicaraan ini.
"Kamu tetap duduk!" titah kakeknya tak terbantahkan.
"Apa yang harus aku pikirkan? Vincent tetap di perusahaan. Aku tidak mengusirnya, lalu apa masalahnya?" jawab kakek Roeslan datar.
"Tapi ayah, tidak seharusnya ayah mengumumkan hal seperti ini. Apa mereka bisa mengurus perusahaan? Terlebih Sean, aku rasa dia-"
"Lalu apa kamu pikir Vincent bisa mengurus perusahaan? berapa kali dia membuat kesalahan yang fatal? Aku tetap diam. Aku bahkan tidak menghukumnya. Lalu apa masalahnya jika aku membagi milikku pada cucuku? Walau Rika mungkin sudah tidak menganggap ku lagi sebagai ayah, tapi mereka tetap cucuku dan mereka berhak mendapatkannya. Bahkan mereka menempuh pendidikan di luar negeri tanpa campur tanganku. Lalu dimana letak kesalahannya?" kata kakek Roeslan membuat Roesdi terdiam.
Rean tidak ingin banyak bicara. Karena akan semakin menyulitkan dirinya nanti. Diam saja dia sudah salah, apalagi bicara nanti.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh