Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Tatiana meletakkan ponselnya ketika panggilan dengan ayah mertuanya itu sudah terputus. Ya, mungkin sebentar lagi Ayah mertuanya itu akan menjadi mantan Ayah mertuanya. Tapi selama perceraian itu belum resmi, Tatiana akan terus memanggilnya ayah. Karena ayah mertuanya itu sebenarnya orang yang sangat baik.
Sebenarnya bisa saja Tatiana jujur ada ayah mertuanya itu tentang apa saja yang sudah Brandon lakukan. Masalahnya bukan hanya sebatas membiarkan wanita lain tinggal di villa mereka. Brandon pasti hanya mengatakan tentang hal itu kepada ayahnya, hanya meminjamkan villa-nya.
Pria itu tidak mungkin mengatakan bahwa wanita itu boleh tinggal di kamar utama. Dimana itu adalah kamar yang harusnya hanya ditinggali oleh Brandon dan Tatiana. Dan bahkan bisa dipastikan kalau Brandon juga tidak akan mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia juga telah melepas jabatan Tatiana, lalu diberikan pada wanita itu. Dan pastinya Brandon juga tidak akan bilang, bahwa wanita itu bebas melakukan apapun di kantor sampai menghabiskan ratusan juta dalam satu bulan.
Bahkan Tatiana yakin, Brandon juga tidak akan bilang kalau dia bahkan membiarkan Siska mengacak-acak lemari pribadinya, memakai pakaiannya, bahkan membuang foto pernikahan Brandon dan Tatiana.
Tatiana sudah bisa menebak semua itu. Brandon hanya akan menyalahkannya karena terlalu picik, terlalu pelit, dan terlalu cemburuan.
Tatiana menghela nafas panjang, dia butuh minum. Dan hal itu tidak ada di dalam kamar. Tatiana keluar dari kamarnya menuju ke arah dapur. Tapi dia mendengar suara di pintu masuk apartemennya.
Tatiana memiringkan sedikit kepalanya, melihat siapa yang akan masuk. Selain dia, Yuli, kedua kakaknya dan Kevin asisten pribadi Erick. Tidak ada yang tahu kata sandi pintu apartemennya.
Mata Tatiana melebar, ketika dia melihat siapa yang muncul setelah membuka pintu.
"Kakak!"
Tatiana terkejut, itu Zack. Dan dengan banyak paper bang di tangannya. Pria tampan yang wajahnya sebelas dua belas dengan Shownu Monsta-x itu tersenyum pada Tatiana.
"Selamat pagi adikku sayang, pasti belum mandi!"
Tatiana mendekati kakaknya, dan menatap pria tampan itu dengan intens.
"Kakak, aku benar-benar menyayangi mu!"
Tatiana sangat terharu, kakaknya itu sudah melalui penerbangan selama 8 jam lebih untuk bisa sampai di tempatnya ini. Bayangkan saja, jam berada dia pergi dari negara M.
"Aku tahu! aku juga menyayangi mu. Aku sudah minta Kevin pesankan makanan. Mandilah, ini pakaian baru, tas dan sepatu baru untukmu. Pakai ini, dan buat semua orang melihat siapa kamu sekarang! kamu itu adik kesayangan pemilik Ramos Company dan Ramos global Corporation. Jangan berpenampilan hanya seperti istri direktur!"
Tatiana mengangguk.
"Kakak mau minum apa? aku buatkan!"
"Tidak usah, kamu siap-siap saja. Aku akan buat sendiri minuman untukku!" kata Zack yang langsung beranjak ke dapur.
"Baiklah, anggap rumah sendiri ya!"
"Tak perlu kamu katakan itu, aku selalu anggap semua rumah di dunia ini, rumahku!"
Tatiana terkekeh dan masuk ke dalam kamarnya.
Tak lama berselang, setelah Zack membuat satu cangkir kopi untuk dirinya sendiri. Kevin datang dengan banyak kotak makanan.
"Tuan..."
"Duduklah, katakan padaku. Kenapa ruangan itu bukan lagi ruangan Tatiana. Lalu dimana ruangan adikku, apa suaminya itu mempromosikannya, jadi apa? posisi direktur? lalu apa yang akan dilakukan suaminya yang tidak becus apa-apa itu?" tanya Zack panjang lebar.
Wajah Kevin sedikit ragu, dia memang agak gugup mengatakannya. Tempramen Zack, meski tidak segalak Erick. Tetap saja kalau marah mengerikan. Dan Kevin sudah tahu pasti, kalau dia memberitahukan sebenarnya apa yang terjadi di perusahaan Wirawan baru-baru ini. Maka Zack juga pasti akan marah dan mengamuk.
"Kevin, mau aku adukan pada kak Erick. Supaya bonus tahunanmu di hapus?"
"Maaf tuan, jadi begini. Tuan Brandon ternyata melepas jabatan nona. Dia bahkan memberikan ruangan itu beserta dengan jabatannya kepada mantan sekertaris pribadinya. Saya merasa penasaran sebenarnya apa hubungan mereka, sampai tuan Brandon melakukan semua itu. Ternyata, desas-desus mengatakan kalau mereka berselingkuh. Bahkan wanita itu tinggal di villa tuan Brandon dan nona. Tinggal di kamar utama, di perusahaan juga bebas melakukan apa saja. Bahkan kemarin, saat ada lelang itu. Tuan Brandon mengajak wanita bernama Siska itu. Membelikannya 2 set perhiasan yang harganya lebih dari 250 juta..."
Brakk
Kevin langsung bungkam. Dia tidak berani bicara lagi. Karena Zack sudah memukul kaca meja di depan mereka dengan sangat keras. Jika itu kaca biasa, yang harganya jutaan saja pasti sudah pecah.
"Beraninya pria brengsekk itu!" geram Zack.
Tatiana yang mendengar suara keras dari luar, segera keluar dari kamarnya.
"Kakak..., kakak kenapa?" tanya Tatiana melihat tangan kakaknya terkepal kuat dan sudah merah di bagian bawahnya.
Zack menoleh ke arah Tatiana.
"Si brengsekk itu sudah memperlakukan kamu seperti itu, kamu tidak mengatakannya pada kakak? apa kamu begitu mencintainya sampai kamu butaa, Tatiana?" lirih Zack.
Mata pria itu memerah. Wajahnya jelas menunjukkan tidak terima, adiknya di perlakukan seperti itu oleh suaminya.
Tatiana menundukkan kepalanya, dia seperti bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan kakaknya. Karena kakaknya juga merasakan rasa sakit yang pastinya adiknya alami gara-gara Brandon.
"Kak, sebenarnya aku juga sudah mengurus perceraian dengan mas Brandon. Kemarin aku sudah membuatnya tanda tangan, hanya butuh 29 hari lagi..."
"Kenapa harus menunggu 29 hari? kalau kamu mau, hari ini juga kakak bisa mengurusnya. Kamu bisa langsung berpisah dengan si brengsekk yang tidak tahu diri itu!"
"Kakak, aku boleh menyelesaikan urusan rumah tanggaku sendiri ya? tolong biarkan aku mengurus masalah ini sendiri. Ayah mertua dan ibu mertua itu kondisi kesehatannya kurang baik. Ayah mertua selalu baik padaku, dan mas Brandon dulu juga tidak seperti ini..."
"Kita sudah membantunya selama lima tahun. Apa itu belum setimpal?" sela Zack.
Tatiana kembali diam, dia tahu kakaknya hanya ingin membantunya. Tapi, dia punya rencananya sendiri. Dia tidak mau, seolah menggunakan kekuasaan kakaknya untuk mengakhiri semua ini. Itu akan menyakiti ayah mertuanya.
"Kakak... hanya 29 hari lagi, ya...." bujuk Tatiana.
Zack berdecak pelan.
"Ck, kalau kak Erick tahu hal ini. Dia tidak akan setuju!"
"Kalau begitu jangan beritahu, aku akan baik-baik saja. Jika ada masalah, aku pasti hubungi kakak!"
"Baiklah, tapi kakak akan hentikan semua vendor!"
"Baiklah!"
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣