NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : memiliki rencana jahat

Sementara di dalam kamar mandi terlihat Andrew yang tengah mengguyur seluruh tubuhnya di bawah air shower, sesekali kedua tangan nya menyibak rambut hitamnya yang terguyur air. lekuk tubuh berotoknya begitu terlihat jelas di bawah guyuran air yang mengalir.

20 menit berlalu, pria itu berjalan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan jubah mandi. kini di tangan nya sudah ada handuk kecil yang sedang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah.

Setelah rambutnya di rasa sudah tidak terlalu basah lagi, ia melempar handuk tersebut ke arah keranjang baju kotor di sudut kamar dan berjalan ke arah ranjang.

Perlahan Andrew duduk di pinggir ranjang besar milik nya, ia berniat akan mengambil ponsel yang ada di atas meja samping tempat tidur. namun kini tatapan matanya tertuju ke arah beberapa benda berbentuk seperti bungkus permen yang berada di atas meja, dengan gerakan pelan ia membuka laci meja tersebut dan memasukan benda tersebut ke dalam sana. barusan ia telah memakai hanya satu saja benda tersebut sebagai pengaman dan masih terdapat banyak lagi di dalam laci miliknya benda seperti itu.

Meskipun ia sering melakukan cinta satu malam dengan wanita berbeda, namun ia masih memikirkan soal kesehatan agar terhindar dari penyakit menular jika tidak memakai pengaman. Ia pun tidak akan sebodoh itu menebar benih sembarangan, jadi memakai pengaman sudah menjadi hal biasa dan wajib di lakukan oleh Andrew sebelum berhubungan dengan para wanita itu.

Kini dengan cepat Andrew menutup kembali laci tersebut, ia sudah tidak berminat lagi untuk melihat isi ponselnya saat ini. Ia memutuskan untuk segera tidur dengan hanya mengunakan jubah mandi tanpa berniat untuk berganti pakaian dengan mengunakan piyama tidur.

Tubuhnya sudah begitu lelah dan letih, yang dia butuh kan hanya segera tidur untuk saat ini.

********

Sementara di tempat lain terlihat gadis remaja yang tengah mengintip ketiga orang yang sedang menikmati makan malam di meja makan.

Gadis remaja itu adalah Bella, saat ini ia tengah memegangi perutnya sendiri yang terus saja berbunyi. air liur Bella hampir saja menetes keluar saat melihat Clara sedang memasukan steak daging ke dalam mulutnya sendiri. hal itu terlihat begitu menggiurkan di mata gadis itu saat ini.

"Kapan aku bisa makan steak daging lagi kaya Clara?, terakhir aku makan steak saat ayah masih hidup." Lirih Bella pelan, merasa sedih karena tiba-tiba ia teringat mendiang sang ayah.

Namun dari arah belakang, tiba-tiba saja pundak Bella di tepuk pelan oleh seseorang. sontak saja gadis itu langsung membalikkan tubuhnya ke belakang untuk melihat siapa orang tersebut.

"Ussssttt..... jangan berisik, ayo makan di dalam kamar." Ucap bi Sri yang menyuruh Bella agar tidak berisik.

Bella yang mengerti hanya mengaggukan kepalanya pelan dan mulai mengikuti langkah Bi Sri menuju kamar mereka.

Kini Bella sedang duduk di lantai sambil menunggu Bi Sri mengambilkan makanan untuk dirinya. Ia terlihat tersenyum saat bi Sri telah memasuki kamar sembari membawa piring yang berisikan makanan dan langsung memberikan piring tersebut kepadanya.

Bella terlihat sangat bersyukur meski lauk makan malam saat ini hanya sayur sop ayam dan tahu tempe sisa waktu siang. karena biasanya dia hanya makan sekali, namun hari ini dia bisa merasakan 3 kali makan nasi itu pun karena bantuan bi Sri.

"Ayo cepetan makan, mumpung semua orang sedang berada di meja makan." Ucap bi Sri menyuruh Bella untuk segera makan.

"Makasih banyak, bi Sri adalah ibu peri nya Bella." Ucap Bella yang mulai makan dan tersenyum ke arah bi Sri yang telah begitu baik kepada nya.

"Sama-sama, bi Sri harap Bella bisa segera terbebas dari rumah yang seperti neraka ini. Bella berhak mendapatkan kebahagian di luar sana" Ucap bi Sri yang menatap sedih ke arah Bella yang kini terlihat begitu lahap menikmati makanannya.

Tiba-tiba saja Bella menghentikan gerakan tangannya yang sedang memegang sendok dan langsung menatap ke arah bi Sri.

"Bella tidak akan pernah bisa pergi kemana pun Bi, karena Bella hanya memiliki keluarga ini saja dan juga Bi Sri. meskipun mereka selalu menyiksa dan jahat kepada Bella, namun tetap saja mereka satu-satunya keluarga yang Bella miliki."

Bella terlihat langsung menundukan kepalanya setelah berbicara kepada bi Sri, ia berusaha agar tidak mengeluarkan air matanya di hadapan wanita itu.

Kini Bella mulai kembali melanjutkan makannya yang sempat terhenti dengan berusaha agar tidak menangis di hadapan bi Sri yang tengah menatapnya pula saat ini.

*****

2 hari berlalu, kini di dalam sebuah apartemen mewah Andrew sedang bersiap-siap karena sebentar lagi dia akan segera pergi dinas ke luar kota bersama Fatir.

Tok! Tok!

"Tuan sarapan sudah siap." ucap bi Ina asisten rumah tangga yang bekerja di apartemen pria itu.

kini terlihat Bi Ina tengah berdiri di depan pintu kamar Andrew yang terbuka lebar.

"Baik Bi, saya akan segera ke luar. oh iya tolong bawakan koper saya ke ruang tengah." Perintah Andrew menatap sekilas ke arah Bi Ina.

"Baik tuan." Sahut Bi Ina mulai masuk ke dalam kamar karena akan segera mengeluarkan koper milik tuan mudanya itu.

Andrew terlihat berjalan santai keluar dari kamar milik nya dan langsung menunju ke arah meja makan untuk sarapan pagi terlebih dahulu sebelum menempuh perjalanan jauh dari jakarta ke Surabaya.

Andrew langsung saja mendaratkan tubuh nya di kursi meja makan, mata nya menatap ke arah sarapan pagi yang telah tersedia di hadapanya saat ini. pagi ini asisten rumah tangganya itu sudah menyiapkan roti lapis panggang dengan keju dan telur mata sapi di atasnya. tidak lupa juga ada secangkir kopi hitam rendah gula di samping pria itu.

Sebelum memakan roti lapis yang ada di piring, Andrew terlihat meraih secangkir kopi yang ada di sampingnya dan mulai menyeruputnya pelan. Reflek ia menutup kedua matanya karena merasa rileks setelah menghirup aroma kopi yang sedang di minumnya itu.

"Tidak sia-sia hampir tiap bulan aku selalu mengimpor kopi ini dari luar negeri, karena memang rasa dan aromanya begitu luar biasa." Gumam Andrew merasa puas dengan rasa kopi yang selalu dia minum setiap harinya.

Klek!

Pintu apartemen tiba-tiba terbuka lebar karena kedatangan seseorang, orang yang baru saja masuk itu terlihat tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putih dan rapihnya saat ini.

"Good morning." Sapa Fatir dengan begitu riang.

"Good morning juga tuan Fatir, tuan Andrew saat ini sedang berada di meja makan. saya juga sudah buat kan sarapan untuk anda." Balas bi Ina yang  saat ini sedang menyeret koper milik Andrew ke ruang tengah.

"Thanks you, bi Ina paling pengertian pokoknya." Ucap Fatir begitu senang karena setiap hari selalu mendapat sarapan gratis di apartemen sahabatnya itu.

"Sama-sama tuan." Jawab bi Ina.

Sementara Andrew yang berada di meja makan hanya memutar bola matanya malas, karena mendengar suara sok manis dan manja yang berasal dari sang sahabat meski dia tidak melihat tingkah Fatir langsung.

Andrew kini melihat jika sahabatnya itu tengah berjalan ke arahnya, dengan cepat ia segera menyantap kembali sarapannya dan pura-pura tidak melihat keberadaan Fatir.

Saat berjalan menunju meja makan, Fatir terlihat mengerutkan keningnya heran. karena sahabatnya itu tidak melirik ke arahnya sama sekali dan terlihat fokus menyantap sarapan pagi nya.

"Woy...kok diem-diem bae sih!" Ucap Fatir yang mulai duduk di samping Andrew.

"Berisik Lo! Bikin gua tambah laper dan pengen makam Lo sekalian!" Ucap Andrew ketus langsung melirik sekilas ke arah Fatir.

"Wow.... takut uhhhhh!!" Jawab Fatir dengan ekpresi wajah yang pura-pura takut.

Andrew terlihat diam tidak menanggapi candaan Fatir, ia hanya menatap sekilas sahabatnya itu dan melanjutkan sarapannya lagi.

Fatir hanya menggerutu dalam hati karena kebiasaan buruk Andrew yang sering cuek seperti ini. namun seketika mood nya kembali ceria setelah melihat sepiring sarapan yang telah di siapan bi Ina khusus hanya untuk dirinya. tanpa memperdulikan sahabatnya itu Fatir segera menyantap sarapan pagi nya sampai habis.

*****

Cuaca siang ini begitu panas karena memang sudah menunjukan pukul 1 siang. Terlihat Bella dan Sarah sedang bermain ayunan sembari menikmati es cream di tangan mereka.

Sementara seorang anak laki-laki seusia Bella tengah mendorong ayunan secara bergantian, laki-laki tersebut adalah Bisma kakak laki-laki dari anak kecil berusia 8 tahun bernama Sarah.

Semenjak Bella tinggal di lingkungan ini, ia mulai berteman baik dengan kakak beradik tersebut. Karena hanya mereka berdua saja lah yang mau berteman dengan Bella selama ini.

"Ayo kak lebih kencang lagi mendorong ayunan nya." Seru Sarah.

"Iya benar, lebih kuat lagi. Ini sungguh seru." Timpal Bella terlihat begitu senang.

"Siap para tuan putri, kalian berdua memang tidak ada takutnya." Ucap Bisma yang terkekeh pelan melihat tingkah adiknya Sarah dan Bella yang tidak merasa takut sama sekali dan malahan meminta di ayun lebih tinggi lagi.

Sementara kini beberapa anak remaja seusia Bella dan Bisma tengah melewati taman, di antara beberapa anak remaja tersebut terdapat gadis bernama Clara.

"Ra, itu bukannya anak pembantu Lo?. Kenapa dia bisa deket banget sama si Bisma dan adiknya itu." Heran salah satu teman Clara.

"Mana?" Tanya Clara yang melirik ke sekitar mencari keberadaan pria pujaan hatinya yang tengah bersama sepupu dekilnya itu.

"Itu loh di taman lagi bermain ayunan."

Sontak saja Clara langsung menatap ke arah taman tepatnya di permainan ayunan, seketika matanya langsung membulat sempurna dengan kedua tangan sudah mengepal kuat menahan amarah dan rasa cemburu yang sedang menggerogoti hatinya saat ini.

"Sialan! Bisa-bisanya dia sedekat itu dengan Bisma dan adiknya." Geram Clara terus menatap ke arah mereka.

"Gila Lo kalah saing sama anak pembantu yang miskin dan dekil kaya gitu." Ucap salah satu teman Clara mulai menghasut.

HAHAHAHAHAHA!

Beberapa teman Clara yang lainya terlihat tertawa karena sahabatnya itu bisa kalah dari seorang anak pembantu. karena memang selama ini Clara tidak pernah mengakui Bella sebagai sepupunya melainkan sebagai anak pembantu yang ada di rumahnya. karena Clara tidak mau sampai teman-temannya itu tahu jika dia ternyata bersaudara dengan Bella.

DIAM KALIAN SEMUA! teriak Clara marah dan segera meninggalkan teman-temanya itu.

Clara terus berjalan dengan sesekali menghentakan kedua kakinya ke tanah karena begitu kesal, pria yang selama ini dia taksir bisa begitu dekat dengan sepupu dekilnya itu.

"Mamah kemana sih?, kenapa tuh cewek dekil bisa bermain keluar bukan nya beberes rumah." Gerutu Clara kesal.

MAH, MAMAH DI MANA?! teriak Clara saat sudah memasuki rumah namun tidak ada sabutan dari sang mamah.

"Di mana mamah?" Tanya Clara saat kebetulan bi Sri lewat di hadapanya.

"Nyonya lagi pergi arisan non, mungkin satu jam lagi akan segera pulang." Jawab bi Sri, kini ia agak heran karena tumben sekali non Clara jam segini sudah pulang bermain.

"Oh gitu, iya sudah sana pergi!" usir Clara dengan nada suara yang begitu tidak sopan.

Bi Sri segera pergi sambil mengelengkan kepalanya pelan karena perlakuan tidak sopan yang di tunjukkan oleh anak majikannya itu.

"Dasar anak zaman sekarang tidak ada sopan-sopannya sama yang lebih tua!,satu keluarga tidak ada yang bener semua sikap sama kelakuannya!" Gerutu bi Sri dalam hati.

Kini terlihat Clara yang sedang berdiri diam dan terlihat tengah memikirkan sesuatu.

"Pantesan aja si Bella dekil bisa bebas merdeka ternyata mamah lagi gak ada di rumah. awas aja gue bakalan biki Lo di hukum seberat-beratnya sama mamah!, karena hari ini Lo sudah bikin gue marah dan malu di hadapan semua temen-temen." Batin Clara penuh rasa benci.

Kini Clara sedang merencanakan sesuatu di dalam otaknya, dan dia sangat yakin rencana nya itu akan berhasil dan membuat Bella menangis meraung-raung nantinya.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!