NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menembus Tabir Penghalang

Satu tahun Li Hua dan Shu Hua terjebak di dunia baru itu. Dan selama satu tahun tinggal di dalam hutan yang dilindungi oleh tabir pelindung, tidak pernah sekalipun keduanya ditemukan oleh orang lain; hal itu terjadi karena sangat tidak mungkin bagi orang luar menerobos tabir pelindung itu.

Namun, hal yang berbeda terjadi hari ini. Seseorang telah menembus tabir pelindung. Seketika saja, Shu Hua bersiaga, bersiap untuk melawan saat seseorang datang dan kemudian menyerang mereka.

"Su-a, sepertinya orang itu bukan orang jahat," ucap Li Hua.

Dengan mata batinnya, Li Hua bisa mengenali energi seseorang. Dia bisa tahu, energi itu jahat, atau tidak. Dan untung saja, kali ini energi yang datang mendekat bukanlah orang jahat.

"Kakak yakin?"

"Iya. Aku yakin."

"Kalau begitu, kenapa dia masuk ke sini? Dan bagaimana bisa? Selama kita di sini, tidak ada seorang pun yang bisa menembus tabir itu. Tapi, kenapa sekarang bisa? Apakah tabir itu mulai melemah?"

Li Hua menggeleng. "Bukan melemah. Tabir itu baik-baik saja."

"Lalu kenapa orang itu bisa masuk?"

"Karena orang itu tidak memiliki niat buruk. Sepertinya dia hanya tersesat. Seseorang yang tidak memiliki niat jahat akan selalu diterima di hutan ini," jelas Li Hua.

Shu Hua tampak bingung. "Bagaimana Kakak bisa tahu tentang semua itu?" tanya Shu Hua.

Li Hua tertawa canggung. "Entahlah. Semua pengetahuan itu tiba-tiba saja memenuhi isi pikiranku. Dan aku yakin semua itu benar. Jadi, sekarang lebih baik kamu temukan orang yang tersesat itu dan bantu dia keluar dari hutan ini secepat mungkin."

"Kenapa dia harus meninggalkan hutan ini secepat mungkin? Ini adalah pertama kalinya dalam satu tahun aku melihat mahluk hidup lain. Tidak bisakah kita ajak dia ke sini dan minum teh bersama?" Shu Hua merengek, tetapi Li Hua tegas kepada sang Adik. Dan semua itu Li Hua lakukan untuk kebaikan semua orang.

"Tidak bisa, Su-a! Jika dia tetap di sini untuk waktu yang lama, energinya akan diserap habis oleh hutan ini, dan akhirnya dia akan mati. Dia harus segera keluar!" tegas Li Hua.

"Mati?!"

"Iya. Hutan ini sepertinya hutan mistis. Banyak hal aneh di sini. Dan sebuah keberuntungan yang besar bagi kita karena tidak terpengaruh dengan semua hal aneh itu. Tetapi, tidak ada jaminan orang itu juga seperti kita. Jadi, untuk keselamatannya, cepat temukan orang itu dan bawa dia keluar dari hutan ini!" Li Hua tegas memberi perintah kepada Shu Hua.

"Tapi... bagaimana dengan Kakak?" Shu Hua tidak tenang jika harus meninggalkan Li Hua sendiri.

"Jangan cemaskan Kakak. Jika aku merasakan ada energi seseorang yang mendekat, aku akan langsung bersembunyi. Tenang saja." Li Hua meyakinkan Shu Hua.

Dan akhirnya, Shu Hua pun pergi mencari orang yang telah menerobos masuk ke dalam hutan mistis itu. Namun bukan hal yang mudah untuk mencari seseorang di hutan yang luas dan lebat dengan pohon tinggi itu.

Shu Hua terus mencari sampai tiba-tiba Shu Hua merasakan seseorang berlari dengan suara langkah yang hampir tak terdengar menuju ke arahnya dengan sebuah pedang.

Dengan kecepatan sepersekian detik, Shu Hua langsung memanggil pedangnya.

"Pedang!"

Dan didetik berikutnya, pedang Shu Hua langsung muncul di tangannya dan dengan sempurna Shu Hua menangkis serangan tiba-tiba laki-laki asing itu.

Tidak cukup hanya dengan menangkis, Shu Hua balik menyerang, membuat pedang sang laki-laki terlepas dari tangannya dan kini terpaku diam di tempat saat Shu Hua menodong pedang tajamnya tepat di urat nadi laki-laki itu.

"Siapa kamu?! Dan kenapa kamu masuk ke hutan ini?!" tanya Shu Hua langsung tanpa basa-basi.

Laki-laki itu mengangkat kedua tangannya—tanda bahwa dia menyerah dan tidak akan memberikan perlawanan lagi kepada Shu Hua.

"Aku mencari saudaraku," jawabnya.

"Saudara? Apa maksudmu ada orang lain yang masuk ke hutan ini selain dirimu?!"

Laki-laki itu mengangguk pelan.

"Kakak!?" Shu Hua yang mengingat bahwa pada saat itu sang Kakak sedang sendirian pun langsung bergegas untuk kembali kepadanya.

Dan tidak lupa, Shu Hua juga membawa laki-laki itu bersama dengan dirinya. Shu Hua tidak bisa melepaskannya begitu saja; setidaknya sampai ia bisa membantu menemukan saudara laki-laki itu yang hilang di hutan itu juga!

———

Di gubuk, Li Hua masih menunggu Shu Hua datang membawa kabar baik. Tetapi, Li Hua tak kunjung mendengar suara Shu Hua. Sebaliknya, Li Hua hanya mendengar suara langkah kaki seseorang saat orang itu tanpa sengaja menginjak ranting kering.

"Siapa di sana?!" Li Hua waspada, langsung mengarahkan tongkat kayunya. Namun, kali ini terasa sedikit aneh. Li Hua tidak bisa merasakan energi orang yang saat ini ada di hadapannya.

"Maafkan aku. Aku membuatmu terkejut. Aku sungguh tidak berniat buruk. Hanya saja... aku tersesat," ungkapnya.

Laki-laki itu tampaknya adalah saudara dari laki-laki yang pada saat bersamaan sedang bersama dengan Shu Hua.

Ketika mendengar suara laki-laki itu, Li Hua tampak tenang; Li Hua merasa laki-laki itu tidak berbahaya. Ia menurunkan kewaspadaannya, menurunkan kembali tongkatnya.

"Kamu tersesat? Bagaimana bisa?" tanya Li Hua.

"Sebelumnya aku sedang berkuda bersama dengan Adikku. Kami sedang berburu, dan kebetulan salah satu buruanku lari, dan saat aku mengejar, tiba-tiba saja aku sadar jika aku telah tersesat dan terpisah dari Adikku," jelasnya.

"Lalu bagaimana dengan tabirnya? Bagaimana kamu dan Adikmu bisa melewati tabir itu?" tanya Li Hua tenang.

Namun laki-laki itu tampaknya tidak mengerti dengan apa yang Li Hua katakan.

"Tabir? Tabir apa yang kamu maksud? Aku tidak mengerti."

"Kamu tidak bisa melihatnya?"

"Aku tidak melihat tabir apa-apa. Sungguh! Aku bersumpah!"

Sungguh aneh. Laki-laki itu ternyata tidak bisa melihat tabir pelindung itu, tetapi dia bisa masuk dengan mudah. Dan yang lebih aneh, Li Hua tidak bisa merasakan energinya; Li Hua tidak tahu apakah energi laki-laki itu baik, atau tidak.

"Apa kamu tinggal di sini?" Laki-laki itu mulai menujukkan ketertarikannya dengan Li Hua.

"Iya. Aku tinggal di sini bersama dengan Adikku." Li Hua menjawab dengan tenang.

"Kamu juga memiliki seorang Adik? Lalu, di mana Adikmu? Jangan bilang dia juga tersesat sama sepertiku dan juga Adikku." Laki-laki mulai nyaman bercanda.

"Dia bukan tersesat, tetapi dia sedang mencari orang yang tersesat," jawab Li Hua, dengan pelan menuangkan teh ke dalam cangkir lusuh yang kebetulan ada di gubuk yang satu tahun lalu ia temukan bersama dengan Shu Hua.

"Maksudnya?"

"Dia sedang mencari Adikmu yang tersesat di hutan ini, dan sepertinya dia sudah menemukannya. Mereka akan datang sebentar lagi." Li Hua meminum tehnya dengan pelan, diikuti oleh laki-laki itu.

Melihat ketenangan Li Hua, laki-laki itu tampak semakin tertarik dan juga penasaran kepada Li Hua.

"Boleh aku bertanya siapa namamu?"

"Namaku, Li Hua."

"Li Hua... nama yang bagus. Dan namaku..." Belum sempat laki-laki itu mengatakan siapa namanya, tiba-tiba saja Shu Hua datang, langsung mendorong Adik laki-laki itu kepadanya hingga mereka berdua terjatuh bersama. Selanjutnya, Shu Hua memanggil pedang lain.

"Pedang!"

Sebuah pedang lain muncul di tangannya; dengan kedua pedang di tangannya, Shu Hua langsung mengancam dua bersaudara itu, membuat mereka tidak bisa bergerak. Karena jika mereka bergerak sedikit saja, maka leher mereka akan ditembus oleh pedang tajam Shu Hua!

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!