Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pertama mengajar
...Paling sedih itu apa bila...
...sedang berusaha untuk bangkit...
...dari dosa, tapi masih jatuh...
...dalam dosa yang sama. ...
...----------------...
Setelah berbicara empat mata dengan olivia, Khalisa pulang berjalan kaki dengan anggun menuju ndalem sambil membawa sajadah di lengannya. Di perjalanan Khalisa bisa melihat aktivitas para santriwati di pagi hari.
"assalamu'alaikum" ucap salam Khalisa
"waalaikumsalam" dari ruang dapur.
Khalisa menuju ke arah dapur di sana sudah berkumpul anggota keluarganya. membuat Khalisa tidak enak, pasti mereka menunggu dirinya.
Khalisa mencium tangan kedua orang tuanya.
"aba, Uma dan abang makan dulu, Khalisa masih mau ke atas dulu taruk mukena dulu. " ucap Khalisa dengan lembut.
"yaudah Uma dan yang lainnya duluan ya. soalnya aba mu mau ke luar hadirin acara orang" kata Uma Maryam. diangguki oleh Khalisa.
Khalisa pergi meninggalkan meja makan menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
setelah sampai di kamarnya. Khalisa juga mengganti pakaiannya karena mulai pagi ini khalisa akan mulai mengajar.
Outfit Khalisa mengajar pertama kali👆
Setelah rapi dengan pakaiannya Khalisa keluar menuju ke bawah.
Setelah sampai di meja makan, Khalisa langsung duduk dan mengambil makanannya sendiri. mereka makan dengan tenang, karena aba Mustofa mengajarkan jika sedang makan dilarang untuk berbicara. Setelah menghabisi makanannya, gus Ali menyerahkan jadwal mengajar Khalisa.
"dek ini jadwal mu, abang menempati kamu mengajar di kelas Aliya karena disana yang kekurangan guru mengajar" ucap gus Ali kepada adik nya
Khalisa menerima lembaran tersebut, lalu ia baca.
"iya bang, Khalisa ngerti" ucap lembut Khalisa
"Yaudah kalau gitu aba mau berangkat dulu" kata aba Mustofa bangun dari kursinya di ikuti oleh Uma Maryam mengantar suaminya ke dapan.
Gus Ali dan khalisa mencium tangan aba nya. Setelah itu mereka berdua beranjak juga dari kursi masing masing menuju ke kamarnya karena mereka masik mengambil buku.
Setelah mengambil buku, Khalisa dan gus Ali berangkat bareng menuju ke pondok. mereka banyak berbincang tentang kemajuan pondok.
setelah sampai di belokan, mereka berpisah Khalisa menuju ke sekolah sedangkan gus Ali menuju ke kantor.
Khalisa sampai di kelas, ia Masuk tak lupa mengucapakan salam (kelasnya hanya para santriwati ya gaesa, karena di pondok ini kelasnya di bedakan dimana santri putra dan putri)
"assalamu'alaikum" ucap salam Khalisa saat masuk ke dalam kelas.
"waalaikumsalam" para santriwati yang berada di kelas langsung duduk di tempat masing masing.
Mereka semua terpana dengan aura ning nya walaupun ning Khalisa memakai cadar aura nya masih terpancar. para santriwati senang bisa melihat langsung ning nya, karena tidak semua para santriwati bisa berpapasan lewat.
"baik semuanya sebelum kita mulai proses belajarnya, kita baca doa terlebih dahulu" ucap Khalisa dengan lembut namun tegas.
.
Di posisi Damian, dia berada di luar kota bersama asistennya bernama yoga yang tak lain sahabat dari Damian waktu sekolah.
Mereka sekarang berada kantor cabangnya, Damian baru keluar dari ruang rapat bersama yoga.
"semoga masalah ini cepat selesai, gua mau masalah di sini besok harus selesai" kata Damian sambil berjalan menuju ruang pribadi nya.
Ya. Damian memutuskan jika mereka hanya berdua bicara nya tidak terlalu formal, awalnya yoga tidak mau karena bagaimana pun Damian adalah atasannya.
"gua akan usahain besok akan selesai dam" ucap yoga
Banyak para karyawan yang menyapa bos besarnya tapi hanya di balas dengan tatapan datarnya.
Bersambung...