NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 35 - Lautan Petir di Dalam Kabut

Bai Fengxuan berdiri terpaku di tengah kabut tebal sambil mencoba mengatur napasnya yang masih kacau. Dadanya terasa sakit akibat benturan tadi dan seluruh tubuhnya dipenuhi lumpur serta goresan kecil. Wajan hitam besar di punggungnya bahkan masih mengeluarkan bunyi dengung samar akibat serudukan rusa spiritual beberapa saat lalu. Namun rasa sakit itu bukan masalah terbesar sekarang.

Ia tersesat.

Dan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Sekte Forgotten Blade, Bai Fengxuan benar-benar merasakan ketakutan yang sesungguhnya. Bagaimanapun juga, ia masih bocah berusia sepuluh tahun.

Hutan Kabut Abadi bukan tempat bermain murid luar ‘biasa’ seperti dirinya. Bahkan Zhao Yuan yang berada di Qi Gathering level 5 pun tetap berhati-hati selama perjalanan tadi. Sekarang dirinya sendirian di tengah kabut tanpa tahu arah pulang, tanpa tahu posisi kelompoknya, dan tanpa tahu bahaya apa yang bersembunyi di dalam hutan ini.

Tenggorokan Bai Fengxuan terasa sedikit sesak dan untuk sesaat ia benar-benar ingin menangis. Namun setiap kali pikiran itu muncul, wajah Han Gu dan Xu Liang langsung terlintas di benaknya. Kalau mereka melihat dirinya menangis sekarang, mereka pasti akan menertawakannya seumur hidup.

Karena itulah Bai Fengxuan menggertakkan gigi kecilnya lalu menepuk pipinya sendiri pelan.

“Tenang…” Suara kecilnya terdengar sangat lemah di tengah kabut. “Yang penting cari jalan keluar dulu.”

Ia mulai berjalan perlahan di antara pepohonan besar yang dipenuhi lumut basah. Langkahnya dibuat seringan mungkin sambil sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada rusa spiritual gila itu yang kembali mengejarnya.

Kabut di tempat ini jauh lebih tebal dibanding wilayah luar hutan sebelumnya. Jarak pandangnya bahkan tidak sampai beberapa zhang. Pepohonan tua berdiri seperti bayangan hitam raksasa di balik kabut putih, membuat seluruh tempat terasa asing dan menyeramkan.

Bai Fengxuan mencoba mengingat penjelasan Zhao Yuan pagi tadi. Kalau menemukan rawa atau danau… itu berarti mereka sudah mendekati wilayah hutan dalam.

Semakin ia memikirkan itu, semakin tidak tenang pula dirinya. Waktu terus berlalu perlahan. Entah sudah berapa lama ia berjalan tanpa arah ketika langit di atas kepalanya mulai berubah semakin gelap. Cahaya sore perlahan menghilang dan malam mulai turun di dalam Hutan Kabut Abadi.

Suasana langsung menjadi jauh lebih dingin. Bai Fengxuan akhirnya berhenti di dekat pohon besar lalu membuka tas kain kecilnya. Setelah mengobrak-abrik isi tas beberapa saat, ia akhirnya menemukan lentera minyak kecil yang tadi dibawa Han Gu untuk berjaga malam.

Tangannya sedikit gemetar saat menyalakan api. Tak lama kemudian cahaya kuning redup mulai menyinari area kecil di sekitarnya. Kabut putih bergerak perlahan melewati cahaya lentera seperti roh-roh halus yang melayang diam di antara pepohonan.

Bai Fengxuan kembali melanjutkan langkahnya. Namun semakin jauh ia berjalan, tanah di bawah kakinya mulai terasa berbeda. Awalnya hanya sedikit lembap. Lalu perlahan berubah menjadi lumpur basah yang membuat langkahnya semakin berat.

Beberapa saat kemudian—

ceplak…

Air mulai mengenai alas kakinya. Bai Fengxuan langsung berhenti lalu mengangkat lentera sedikit lebih tinggi. Di bawah cahaya redup itu ia akhirnya menyadari bahwa tanah di sekelilingnya sudah berubah menjadi rawa dangkal.

Air hitam keruh memenuhi permukaan tanah hingga setinggi mata kaki. Jantung Bai Fengxuan langsung berdegup sedikit lebih cepat.

“…Rawa?”

Ia langsung teringat ucapan Zhao Yuan pagi tadi. Kalau menemukan rawa atau danau… berarti mereka sudah mendekati wilayah hutan dalam.

Wajah Bai Fengxuan langsung sedikit pucat. Kabut di tempat ini juga terasa jauh lebih aneh. Semakin pekat. Bahkan cahaya lentera minyak miliknya seperti tertelan oleh putihnya kabut.

Ia mencoba menoleh ke belakang. Namun yang terlihat hanya lautan putih tanpa ujung.

Bai Fengxuan perlahan mulai kehilangan arah sepenuhnya.

Tidak ada jalan kembali. Yang tersisa hanyalah rawa sunyi dan kabut putih yang terus bergerak perlahan di bawah langit malam. Untuk sesaat rasa takut kembali memenuhi dadanya. Namun sekarang ia tidak punya pilihan lain selain terus berjalan ke depan.

Air rawa mulai semakin tinggi ketika ia melangkah lebih dalam. Lumpur dingin masuk ke sela alas kakinya dan membuat tubuhnya menggigil pelan.

Suasana di tempat itu terlalu sunyi. Bahkan suara serangga malam pun tidak terdengar. Dan tepat ketika Bai Fengxuan mulai berpikir tempat ini benar-benar menyeramkan, ia melihat cahaya.

Sebuah cahaya biru samar berkedip dari kejauhan di balik kabut. Mata Bai Fengxuan langsung sedikit membesar.

“Api?” gumamnya pelan.

Untuk sesaat harapan langsung muncul di dalam hatinya. Mungkin Zhao Yuan dan yang lain sedang mencarinya. Atau mungkin ada kultivator lain di dalam hutan.

Bai Fengxuan segera berjalan lebih cepat menuju sumber cahaya tersebut. Namun semakin dekat dirinya melangkah, semakin aneh pula perasaan di dalam dadanya.

Udara mulai terasa berat.

Rambut halus di lengannya perlahan berdiri.

Dan ketika akhirnya ia berhasil melihat lebih jelas apa yang ada di balik kabut langkah Bai Fengxuan langsung membeku.

Jauh di tengah rawa itu, kilatan petir biru saling menyambar di udara seperti ular-ular cahaya yang bergerak liar. Cahaya biru terang berkedip tanpa henti di tengah kabut gelap dan aura mematikan yang dipancarkan tempat itu membuat jantung Bai Fengxuan langsung menegang.

Krekkk!

Petir menyambar udara beberapa zhang di atas rawa dan menghancurkan pohon mati menjadi arang hitam hanya dalam sekejap.

Bulu kuduk Bai Fengxuan langsung berdiri.

“Mati aku…” Ia mundur satu langkah dengan wajah pucat. Namun tepat saat itu salah satu kilatan petir tiba-tiba berhenti bergerak.

Lalu berbalik ke arahnya.

Mata Bai Fengxuan langsung membesar.

“Kenapa petir bisa melihat orang?!”

Krekkk!!

Kilatan biru itu langsung melesat ke arahnya seperti makhluk hidup.

Bai Fengxuan langsung berbalik lalu lari tunggang-langgang di tengah rawa sambil membawa wajan hitam besar di punggungnya. Air rawa terciprat ke mana-mana ketika tubuh kecilnya berlari panik.

Namun kilatan petir itu jauh lebih cepat. Dalam hitungan detik—

BRAKKK!!

Petir biru menghantam punggung Bai Fengxuan dengan suara ledakan keras. Tubuh Bai Fengxuan langsung menegang. Namun beberapa detik kemudian…

“…Eh?” Ia berkedip bingung.

Tidak sakit.

Ia perlahan menoleh ke belakang dan baru sadar bahwa petir tadi seluruhnya menghantam wajan hitam di punggungnya. Permukaan wajan tua itu bahkan hanya mengeluarkan sedikit asap tipis tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.

Mata Bai Fengxuan langsung membesar perlahan.

Wajan hitam itu… menahan petir?

Beberapa kilatan lain kembali menyambar ke arahnya. Namun hasilnya tetap sama. Seluruh petir hanya menghantam permukaan wajan hitam lalu menghilang begitu saja tanpa mampu melukainya.

Bai Fengxuan perlahan berhenti berlari. Jantungnya masih berdegup cepat, namun sekarang rasa takut di matanya mulai bercampur dengan hal lain.

Ia menoleh kembali ke arah lautan petir di kejauhan. Dan kali ini, setelah lebih tenang, ia akhirnya melihat sesuatu di tengah badai petir tersebut.

Di tengah rawa dan kilatan biru yang saling menyambar itu… tumbuh setangkai bunga.

Bunga itu tampak seperti kristal biru transparan dengan kelopak tipis bercahaya samar. Akar dan batangnya memancarkan qi spiritual yang sangat murni, sementara petir-petir di sekelilingnya tampak seperti sedang melindungi keberadaan bunga tersebut.

Bai Fengxuan langsung menelan ludah kecil. Walaupun dirinya masih sangat awam dalam dunia kultivasi, ia tetap bisa menebak satu hal.

Itu pasti tanaman spiritual langka. Dan kemungkinan besar… sangat berharga.

Tatapannya perlahan bergerak ke arah wajan hitam di punggungnya. Lalu kembali ke bunga kristal itu.

Pikirannya mulai bekerja cepat. Kalau wajan ini bisa menahan petir… Maka mungkin—

Bai Fengxuan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya muncul ide yang bahkan membuat dirinya sendiri merasa gila.

Namun semakin lama ia memikirkan bunga kristal itu, semakin besar pula rasa penasaran di dalam hatinya. Dan rasa penasaran Bai Fengxuan… memang sering berakhir buruk.

Beberapa saat kemudian ia menarik napas panjang.

“Cuma ambil bunga lalu lari…”

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

“Harusnya aman.”

Kalau Han Gu melihat ekspresinya sekarang, kakak seniornya itu pasti langsung tahu bahwa Bai Fengxuan akan melakukan sesuatu yang sangat bodoh.

Tanpa membuang waktu lagi, Bai Fengxuan segera melepas wajan hitam dari punggungnya lalu memegangnya seperti perisai besar.

Kemudian ia berjongkok. Tubuh kecilnya mulai meringkuk di balik wajan itu sambil perlahan bergerak maju di tengah rawa. Dari kejauhan penampilannya benar-benar seperti kura-kura aneh yang sedang berjalan di air lumpur.

Dan detik berikutnya—

KREKKKK!!

Puluhan petir biru langsung menyambar ke arahnya.

Seluruh petir menghantam permukaan wajan hitam dengan suara ledakan keras bertubi-tubi. Cahaya biru memenuhi rawa sementara Bai Fengxuan meringkuk ketakutan di balik wajannya.

Namun seperti sebelumnya tidak ada satu pun petir yang berhasil melukainya. Wajan hitam tua itu menahan semuanya.

Mata Bai Fengxuan perlahan berbinar. “Benar-benar berhasil…” Rasa takut di dalam dirinya perlahan mulai berubah menjadi semangat aneh.

Ia terus bergerak maju perlahan sambil berlindung di balik wajan. Petir-petir terus menghantam di atas kepalanya tanpa henti, namun semuanya hanya mengeluarkan percikan cahaya biru sebelum menghilang.

Kabut rawa berguncang liar setiap kali petir menyambar. Dan sedikit demi sedikit Bai Fengxuan berhasil mendekati bunga kristal itu.

Qi spiritual yang dipancarkan bunga tersebut terasa sangat murni dan kuat. Bahkan sebelum menyentuhnya pun Bai Fengxuan sudah bisa merasakan qi di dalam meridiannya bergerak lebih aktif.

Akhirnya, setelah perjuangan yang benar-benar aneh itu, ia tiba tepat di depan bunga kristal.

Bai Fengxuan menelan ludah kecil sambil menatap bunga tersebut dengan mata berbinar. Dari dekat, bunga itu tampak jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Kelopaknya transparan seperti kristal es dan cahaya biru samar terus berdenyut dari dalam batangnya.

Petir-petir di sekelilingnya juga menjadi semakin ganas sekarang. Namun Bai Fengxuan sudah tidak peduli lagi.

Dengan satu tangan tetap memegang wajan sebagai pelindung, ia perlahan mengulurkan tangan lainnya menuju bunga itu.

Tangannya sedikit gemetar.

Lalu—

cak.

Ia mencabut bunga itu hingga ke akar-akarnya. Dan tepat di saat bunga kristal itu terlepas dari tanah seluruh lautan petir di rawa langsung menghilang.

Kabut kembali sunyi.

Tidak ada lagi cahaya biru.

Tidak ada lagi suara petir.

Yang tersisa hanyalah Bai Fengxuan kecil yang berdiri di tengah rawa sambil memegang bunga kristal aneh dengan wajah penuh lumpur dan ekspresi tidak percaya.

“…Berhasil?”

Untuk beberapa detik ia hanya berdiri bengong. Lalu perlahan senyum kecil muncul di wajahnya. Entah kenapa… akhir-akhir ini dirinya semakin sering mengambil benda aneh dari tempat berbahaya.

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!