NovelToon NovelToon
Love Mercenary Killer

Love Mercenary Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bgreen

Penculikan yang salah berujung pada malam panas. Lalu, wanita menghilang. Obsesi sang pembunuh bayaran dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bgreen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencoba kabur

Maple tidak tahu di mana dirinya berada. Yang ia tahu pasti, kini ia terkurung di suatu tempat yang sempit dan gelap—pengap dan menyesakkan seperti berada di dalam peti mati. Aroma tanah lembap dan debu menusuk hidungnya, membuatnya semakin sesak.

Dor... Dor... Dor...

Suara tembakan dari luar bagaikan petir yang menggelegar, memekakkan telinga dan mencabik-cabik hatinya yang rapuh.

Getaran dari setiap tembakan terasa hingga ke tulang-tulangnya. Tubuhnya menggigil hebat, bukan hanya karena dingin yang menusuk kulitnya, tapi juga karena teror yang merasuk ke sumsum tulang.

Napas Maple tercekat, dadanya terasa sesak. Keputusasaan mulai menggerogoti, membisikkan bahwa ajalnya sudah dekat, bahwa tidak ada jalan keluar dari mimpi buruk ini.

Namun, di tengah kegelapan yang pekat, secercah tekad menyala, membara di dalam dirinya. Ia tidak boleh menyerah. Ia harus melarikan diri dari situasi mengerikan ini, dari cengkeraman pria kejam yang telah menculiknya.

Dengan sisa tenaga yang ada, Maple menendang dan memukul apa pun yang menghalangi jalannya. Ruang sempit ini terasa seperti peti mati yang siap menguburnya hidup-hidup.

Ia tahu, jika hanya berdiam diri dan menunggu, pria itu akan datang dan mengakhiri hidupnya dengan keji. Ia harus berjuang, meski hanya ada sedikit harapan yang tersisa.

Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Maple menendang sesuatu yang terasa seperti pintu kayu lapuk

BRAK!

Pintu itu terbuka dengan kasar, engselnya berderit memilukan, memberikan celah baginya untuk menyeret tubuhnya keluar dari ruang pengap tersebut.

Udara segar langsung menyerbu paru-parunya, meskipun bercampur dengan aroma mesiu dan tanah basah.

BRUK!

Tubuhnya jatuh membentur lantai kayu dengan keras, lututnya terasa ngilu. Kakinya tanpa sengaja menyenggol sebuah meja kecil di dekat lemari reyot yang tampak usang.

PYAAR!

Suara pecahan kaca atau gelas memecah keheningan yang tegang. Serpihan kaca beterbangan, beberapa di antaranya mengenai wajahnya.

Maple, dengan tangan terikat di belakang, mencoba meraba-raba di sekitarnya. Ia harus menemukan sesuatu, apa pun, yang bisa membantunya melepaskan diri dari jeratan ini.

Jantungnya berdegup kencang, memompa adrenalin ke seluruh tubuhnya. Suara tembakan di luar masih terdengar jelas—pertanda bahwa pria itu sedang sibuk, mungkin sedang terlibat baku tembak dengan seseorang. Ini adalah kesempatannya, satu-satunya kesempatan yang mungkin ia dapatkan.

Telapak tangannya terasa perih, tergores pecahan kaca yang berserakan di lantai. Darah mulai merembes keluar dari luka-luka kecil itu, namun ia mengabaikan rasa sakit. Ia terus meraba, mengabaikan rasa sakit, sampai akhirnya jarinya menyentuh sesuatu yang keras dan tajam. Sebuah potongan kaca, mungkin pecahan dari bingkai foto atau hiasan keramik yang pecah.

Dengan gemetar, Maple menggenggam erat pecahan kaca itu. Ia mulai menggesek-gesekkannya pada tali yang mengikat kedua tangannya.

Setiap gesekan terasa menyakitkan, tali itu terasa kasar dan keras di kulitnya, tapi tekadnya lebih kuat dari rasa sakit itu. Ia harus bebas. Ia harus selamat dari mimpi buruk ini.

"Ku mohon... lepaslah..." bisik Maple dalam hati, suaranya bergetar. Dengan napas terengah-engah, ia terus menggerakkan tangannya yang gemetar, berusaha sekuat tenaga memotong tali yang mengikatnya.

Beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam, diiringi desisan napas tertahan dan suara gesekan yang memilukan, akhirnya ikatan di tangannya terlepas.

Tali itu putus, serat-seratnya berhamburan di lantai. Maple segera merobek kain hitam yang menutupi kepalanya, melemparkannya ke samping. Cahaya yang tiba-tiba masuk membuat matanya menyipit, pupilnya mengecil dengan cepat.

Dengan gerakan cepat, ia membuka ikatan di mulutnya, ikatan itu terasa kasar di bibirnya, dan juga melepaskan tali yang mengikat kakinya.

Kakinya terasa kaku dan mati rasa setelah lama terikat. Ia harus segera keluar dari tempat terkutuk ini, sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi.

"Ohh God..." Maple membekap mulutnya dengan tangan yang baru saja bebas, jari-jarinya gemetar hebat.

Pemandangan di hadapannya membuatnya membeku, kakinya terasa terpaku di lantai.

Di sudut ruangan yang sama, tergeletak seorang pria dengan kondisi mengenaskan, sudah tak bernyawa.

 

Rasa mual menyeruak di tenggorokannya, asam lambung naik dan membakar kerongkongannya, namun Maple menahannya.

*

Suara tembakan masih memekakkan telinga, menggema di sekelilingnya. Dengan langkah hati-hati, Maple berdiri dan mulai mencari jalan keluar dari rumah yang terasa seperti neraka ini.

Ia mencoba membuka jendela di ruangan itu. Dengan gerakan perlahan, nyaris tanpa suara, ia berhasil membuka jendela kecil tersebut. Dengan sekuat tenaga, ia memanjat dan melompat keluar.

SRAAAK... Maple berhasil keluar dari ruangan itu melalui jendela. Ia berjalan mengendap-endap ke depan, berusaha mengamati situasi. Sebuah mobil hitam terparkir di depan rumah, tampak seperti harapan satu-satunya untuk melarikan diri.

Maple memantau keadaan sekeliling sebelum memutuskan untuk mendekati mobil tersebut. Dua orang pria terlihat sedang berkelahi sengit di halaman depan, saling melayangkan pukulan dan umpatan. Melihat pemandangan itu, Maple mengurungkan niatnya untuk langsung menuju ke mobil.

"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Maple putus asa.

Namun, pikiran itu hanya berlangsung sesaat. Ia memutuskan untuk mengambil risiko. Dengan tekad bulat, ia berlari secepat mungkin ke arah mobil, berharap bisa segera masuk dan melarikan diri dari tempat ini.

Nahas, saat ia sudah berada di dekat mobil, pintu itu terkunci rapat. Ia menarik dan mendorong, namun pintu itu tetap tidak bergeming. Kepanikan mulai mencengkeramnya.

Kedua pria itu terlalu fokus pada perkelahian mereka, sama sekali tidak menyadari keberadaan Maple. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk mengecek ketiga mobil yang terparkir di sana. Jantungnya berdebar kencang setiap kali ia mencoba membuka pintu.

Akhirnya, keberuntungan berpihak padanya. Salah satu mobil tidak terkunci dan pintunya terbuka dengan mudah. Senyum lega terukir di wajah Maple. Kunci mobil bahkan tergantung di kontak, seolah memang menunggunya.

Namun, kelegaan itu hanya berlangsung sesaat. Tepat saat ia hendak masuk ke dalam mobil, perkelahian kedua pria itu berakhir. Salah satu pria itu, dengan wajah penuh amarah dan luka, melihat Maple yang saat itu sedang berusaha masuk ke dalam salah satu mobil yang terparkir di sana.

Tanpa ragu, Maple melompat masuk ke dalam mobil dan berusaha menghidupkan mesin. Tangannya gemetar saat memasukkan kunci dan memutarnya.

Namun, mesin mobil itu tidak mau menyala. Hanya suara "ngik... ngik..." yang terdengar, membuat jantung Maple semakin berpacu. Pria itu semakin dekat, langkahnya semakin cepat.

"Shit... Come on... Please..." bisik Maple putus asa, terus berusaha menghidupkan mesin mobil. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Ia tahu, jika ia tidak segera pergi dari sini, pria itu akan menangkapnya.

PYARRR!

Suara pukulan keras menghantam kaca mobil tempat Maple berada, membuatnya tersentak kaget. Kaca itu retak, membentuk jaring laba-laba yang mengerikan.

Pria itu membuka paksa pintu mobil dan berusaha menarik Maple keluar. Maple, yang dilanda kepanikan dan putus asa, melawan sekuat tenaga. Ia menendang dan meronta, namun cengkeraman pria itu terlalu kuat.

Dengan sisa tenaga yang ada, Maple berhasil melepaskan diri dari cengkeraman pria itu. Ia keluar dari mobil dan berlari sekuat tenaga menuju hutan lebat di belakang rumah. Pria itu tidak menyerah, ia terus mengejar Maple dengan langkah lebar dan amarah yang membara.

1
perahu kertas
😯😯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!