hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita sepulang sekolah
4 sore jam pulang sekolah berbunyi, Inda bergegas dan merapikan buku pelajaran miliknya, dia berjalan santai bersama teman-temannya tak lama kemudian dia bertemu Keiza pacarnya dan juga Aidan.
" sebelum pulang, ayo mampir dulu" ucap Inda, Keiza dan Aidan hanya mengangguk mengiyakan ajakan Inda
" oh ya Aidan tadi aku waktu ketemu mori dia"
Sebelum Inda menyelesaikan pertanyaan Aidan memotong.
" sudah gak usah di bahas lagi " potong Aidan dengan nada tegas.
" hmm... apa ada masalah apa nih?" Keiza bingung dengan percakapan Inda dan Aidan.
Setelah sesampainya di cafe mereka bertiga mulai mengobrol dan membuat Keiza terkejut dengan apa yang dia dengar.
" Apa! Mori berselingkuh? " teriak Keiza membuat pengunjung lain menatap mereka.
" begitulah " Aidan kembali merenung
melihat Aidan sedih kembali Keiza kembali berbicara
" udah lah lupain aja masih banyak perempuan lain kok, kayak si ketua kelas bukankah kalian sangat akrab "
Suasana canggung menyelimuti mereka, tidak nyaman dengan suasana canggung itu Inda berusaha mencairkan suasana.
Setelah cukup lama Aidan pulang duluan meninggalkan Keiza dan Inda berduaan di cafe.
" Nda kamu tahu siapa yang jadi selingkuhannya si mori?" tanya Keiza tak lama setelah Aidan pergi
" dia kakak kelas di sekolah aku, namanya Reval" jawab Inda
Setelah berbincang mereka berdua keluar bersama berjalan menuju rumah mereka.
Setelah sampai dirumah Aidan mandi dan makan sebelum dia pergi kamarnya dia memandangi foto yang terpajang di seluruh sudut kamarnya, foto Aidan dan mori.
Aidan memasukan foto foto tersebut kedalam kardus dan berniat membuangnya, setelah selesai membuang semua foto-foto tersebut Aidan berbaring di kasur.
Tak lama pintu kamarnya terbuka kakak perempuannya masuk.
" mau apa?" tanya Aidan
" ayo main game" jawab kakaknya
Aidan mengiyakan dan berjalan ke kamar kakanya, berbeda dengan kamar Aidan yang bersih kamar kakaknya sangat berantakan baju kotor dan bersih berserakan dimana-mana.
" kak, kamu gak ada niatan bersihin kamar kamu? "
" gak usah ikut campur kamu cukup diam"
" haah... Main gamenya di kamar aku aja aku gak nyaman lihat kamar kakak yang berantakan"
Mereka kembali ke kamar Aidan, mereka duduk menghadap monitor yang menyala, game sedang berjalan.
" hmm.. Foto foto ini mau kau apakan Aidan?"
" buang"
"heh... ada apa nih, jadi kamu udah putus"
" gak usah ikut campur kamu cukup diam"
Waktu berlalu dengan cepat sampai langit mulai gelap Aidan yang mulai bosan dengan game yang dia mainkan keluar kamar dan bertemu ibunya di dapur sedang memasak.
" ada yang bisa ku bantu Bu?"
" oh. Adek tolong cuci sayuran yang disana lalu potong"
"okay" Aidan langsung melakukan hal yang ibunya suruh
Setelah makanannya jadi Aidan dan ibunya membawa makanan yang sudah siap ke meja makan.
" dek, panggil kakak mu suruh dia makan"
Aidan masuk kamarnya berniat memanggil kakaknya tapi dia melihat kakaknya tertidur dengan layar monitor yang masih menyala.
" kakak tidur Bu" ucap Aidan pada ibunya
" yasudah kamu makan dulu "
Aidan dan ibunya lanjut memakan makanan, pintu bel berbunyi ayahnya pulang.
" Selamat datang ayah"
Setelah makan Aidan kembali ke kamarnya dan bersiap pergi untuk bermain.
Dia sampai di lapangan teman-temannya sudah menunggu untuk bermain bola voli.
Aidan terlihat bersemangat memainkan bola voli, keringat membasahi pakaian mereka satu persatu teman-temannya pulang, Aidan yang sedang mampir kewarung untuk membeli air minum bertemu dengan kak melin.
" selamat malam kak melin" ucap Aidan
" malam juga Aidan, kamu habis dari mana kelihatan capek banget?" tanya melin
" habis dari lapangan main bola voli"
Mereka berjalan berdua obrolan keluar secara alami
" mau mampir dulu gak kaka melin " tanya Aidan sambil menunjuk warung mie yang sepi pengunjung.
" boleh "
Aidan dan melin memesan mie tak lama pelayan datang membawa pesanan yang mereka pesan, mie dengan telur setengah matang sangat mengoda.
Setelah selesai makan dan kemudian bayar mereka melanjutkan perjalanan pulang.