NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Xiao Yan melangkah naik ke atas pedang kayunya. Begitu kakinya menyentuh permukaan kayu, dia merasakan retakan di pedang itu sedikit melebar.

"Gawat. Berat badanku dan tekanan Qi-ku mulai merusak struktur seluler kayu ini," batin Xiao Yan. "Aku harus membagi beban tubuhku menjadi sepuluh titik tumpu udara."

Xiao Yan mulai melayang naik. Dia bergerak dengan kecepatan yang sangat konstan, persis lima kilometer per jam. Dia melaju di jalur paling pinggir, menghindari kerumunan siswa yang saling bertabrakan di tengah lapangan.

"Pelan, stabil, dan membosankan. Ini adalah kecepatan terbaik untuk tetap tidak mencolok," pikirnya.

Namun, di sisi lain lapangan, sekelompok siswa dari Kelas Unggulan sedang melakukan latihan bebas. Di antara mereka adalah Zhao Wei, yang sedang memamerkan pedang merah menyalanya.

"Lihat para pecundang Kelas Biasa itu," ejek Zhao Wei sambil terbang berputar di udara. "Bahkan ada yang menggunakan kayu bakar untuk terbang. Hei, kau! Si muka datar!"

Zhao Wei menukik tajam ke arah Xiao Yan. Dia ingin memamerkan kemampuannya dengan melakukan manuver drift udara tepat di depan wajah Xiao Yan.

Wuuush!

Pedang merah Zhao Wei melesat hanya beberapa sentimeter dari ujung hidung Xiao Yan, menciptakan gelombang angin kencang.

Gelombang angin itu menghantam pedang kayu Xiao Yan. Secara matematis, tekanan angin dari pedang mesin tingkat tinggi seharusnya akan membalikkan pedang kayu ringan tersebut dan melempar pengendaranya.

"Ups, maaf! Anginnya terlalu kencang untuk sampah sepertimu!" teriak Zhao Wei sambil tertawa dan terbang menjauh.

Xiao Yan menatap punggung Zhao Wei yang menjauh. Wajahnya tetap datar, tapi matanya menyipit sedikit.

"Angin tadi hampir membuat perhitunganku meleset," batin Xiao Yan.

Untuk menjaga keseimbangan akibat hantaman angin Zhao Wei, Xiao Yan tanpa sadar melepaskan sedikit tekanan ekstra pada ujung kakinya untuk memperkuat stabilitas. Hanya sedikit.

Krak.

Suara retakan kayu terdengar sangat jelas di telinga Xiao Yan.

"Sial. Terlalu kuat," batinnya panik.

Pedang kayu itu tidak patah, tapi energi yang bocor dari kaki Xiao Yan masuk ke dalam serat kayu dan bereaksi dengan oksigen di udara. Pedang kayu itu tiba-tiba memancarkan aura biru redup yang sangat pekat.

Syuuuuut!

Tanpa aba-aba, pedang kayu itu melesat maju dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

"Ugh!" Xiao Yan terkejut.

Dalam waktu kurang dari satu detik, dia sudah melewati Lin Fan, melewati Guru Li, dan hampir menabrak dinding gedung akademi.

"Gawat, gawat, gawat! Jika aku menabrak dinding dengan kecepatan ini, gedungnya akan bolong!" pikir Xiao Yan cepat.

Dia tidak bisa menginjak rem secara mendadak karena momentum energinya akan meledakkan pedang kayu itu menjadi serpihan yang mematikan bagi siswa di sekitarnya.

Xiao Yan melakukan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan. Dia memiringkan badannya secara ekstrem, mengubah arah lintasan pedang kayunya menuju ke langit dengan sudut tegak lurus.

WUUUSH!

Sebuah garis cahaya biru tipis melesat dari lapangan menuju ke atas awan. Kecepatannya begitu tinggi hingga menciptakan suara ledakan udara kecil.

BOP!

Seluruh siswa dan Guru Li mendongak ke langit, menutupi mata mereka dari debu yang beterbangan.

"Apa itu tadi? Meteor?" tanya Lin Fan dengan mulut melongo.

Guru Li menyipitkan matanya, melihat ke arah langit yang kini kembali tenang.

"Bukan... itu tadi..." Guru Li melihat ke arah posisi terakhir Xiao Yan. Di sana kosong. "Xiao Yan? Di mana dia?"

Beberapa detik kemudian, jauh di atas awan, Xiao Yan sedang berdiri di atas pedang kayunya yang kini mulai mengeluarkan asap kecil. Dia berada di ketinggian tiga ribu meter. Oksigen di sini sangat tipis, tapi itu tidak masalah bagi paru-parunya yang memiliki stat 9999.

"Hah... Nyaris saja," desah Xiao Yan.

Dia melihat ke bawah. Pedang kayunya sudah hangus di bagian ujung. Retakannya sekarang menyebar ke seluruh bagian.

"Benda ini akan hancur dalam sepuluh detik," batinnya melakukan kalkulasi jatuh bebas. "Aku harus turun sekarang, tapi tidak boleh terlihat seperti jatuh dari langit."

Xiao Yan melompat turun dari pedangnya tepat sebelum benda itu hancur menjadi abu di udara. Dia jatuh bebas, mengatur posisi tubuhnya agar hambatan angin memperlambat jatuhnya secara alami.

Saat mendekati area pohon peneduh di pinggir lapangan yang tidak terpantau oleh Guru Li, Xiao Yan menendang udara dengan teknik "Langkah Hampa Udara" untuk menghilangkan seluruh momentum jatuhnya.

Tap.

Dia mendarat dengan sangat lembut di atas dahan pohon, lalu melompat turun ke tanah. Dia merapikan kaus putihnya yang sedikit kusut dan berjalan keluar dari balik pohon menuju lapangan dengan langkah gontai, seolah-olah dia baru saja merangkak keluar dari semak-semak.

"Guru... Guru Li..." panggil Xiao Yan dengan suara yang dibuat terengah-engah.

Guru Li dan Lin Fan langsung berlari menghampirinya.

"Xiao Yan! Kau dari mana saja?! Tadi ada ledakan energi dan kau menghilang!" tanya Guru Li khawatir.

"Hah... Hah... Tadi... pedang kayuku meledak karena angin dari Tuan Muda Zhao," ucap Xiao Yan sambil menunjuk ke arah semak-semak. "Aku terlempar ke sana dan pingsan sebentar. Kepalaku pusing sekali."

Lin Fan melihat ke arah semak-semak, lalu melihat wajah Xiao Yan yang terlihat "pucat" (Xiao Yan sengaja menghentikan aliran darah ke wajahnya selama beberapa detik).

"Bajingan Zhao Wei itu!" teriak Lin Fan marah. "Dia hampir membunuhmu dengan pedang mewahnya! Guru, lihatlah! Xiao Yan sampai gemetar!"

Guru Li menatap Xiao Yan dengan penuh simpati. Dia tidak meragukan cerita Xiao Yan karena memang sangat logis bagi sebuah pedang kayu murah untuk meledak jika terkena turbulensi dari pedang tingkat tinggi.

"Hah... Syukurlah kau selamat," ucap Guru Li sambil menepuk bahu Xiao Yan. "Istirahatlah di UKS. Aku akan melaporkan tindakan Zhao Wei kepada pengawas kedisiplinan. Terbang ugal-ugalan di area Kelas Biasa adalah pelanggaran berat."

"Terima kasih, Guru," jawab Xiao Yan datar.

"Ayo, aku bantu kau jalan ke UKS," kata Lin Fan sambil merangkul bahu Xiao Yan.

Sambil berjalan menjauh, Xiao Yan menatap langit sebentar. Jejak biru tipis di awan tadi sudah memudar ditiup angin.

"Lain kali, aku akan memakai sepatu yang lebih tebal agar energinya tidak bocor lagi," batin Xiao Yan. "Hidup damai ini benar-benar sangat melelahkan."

Xiao Yan pun menghabiskan sisa harinya dengan berbaring santai di ranjang UKS yang empuk, menikmati fasilitas bolos pelajaran yang legal berkat kesalahpahaman yang dia ciptakan sendiri.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!