NovelToon NovelToon
Putri Tanpa Cahaya

Putri Tanpa Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dyana

Sakura adalah anak dari selir yang sejak lahir dianggap tidak memiliki kekuatan. Karena itu ia sering dibully dan diremehkan oleh keluarga bangsawan tempatnya tinggal.
Hidupnya semakin tragis ketika ia terus-menerus diracuni secara perlahan, membuat tubuhnya lemah dan sakit. Di tengah penderitaannya, satu-satunya orang yang melindunginya adalah ibunya. Namun sang ibu akhirnya dibunuh oleh pihak yang berkuasa di dalam keluarga itu.
Setelah kehilangan segalanya, Sakura yang tersisa dalam keputusasaan tanpa sadar mulai membangkitkan kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya. Kekuatan itu selama ini tersembunyi, dan kini perlahan mulai bangkit, mengubahnya dari gadis yang dianggap lemah menjadi sosok yang berpotensi mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 – Jatuh di Bawah Cahaya

Aula latihan hari itu dipenuhi suara.

Namun bukan suara biasa.

Ada sesuatu yang berbeda.

Udara terasa lebih berat. Lebih menekan.

Seluruh murid berkumpul mengelilingi arena duel—lingkaran batu besar yang dipenuhi retakan dan bekas benturan dari pertarungan sebelumnya.

Hari itu bukan sekadar latihan.

Ini adalah panggung.

Tempat kekuatan ditunjukkan…

dan kelemahan dihancurkan tanpa ampun.

Di barisan depan

Claudia berdiri dengan tenang.

Posturnya tegak. Wajahnya tanpa cela.

Aura cahaya lembut mulai mengalir dari tubuhnya, menyelimuti sekeliling dengan kilau keemasan yang bersih.

Indah.

Namun menekan.

Seolah keberadaannya saja sudah cukup untuk membuat orang lain mundur.

Instruktur melangkah ke tengah arena.

“Pertandingan berikutnya…”

Tatapannya menyapu seluruh murid.

“Claudia.”

Tidak ada yang terkejut.

Bisikan langsung terdengar.

“Sudah jelas hasilnya…”

“Siapa korban kali ini…”

Claudia melangkah maju.

Tenang.

Pasti.

Seolah ia hanya menjalani sesuatu yang sudah ditentukan sejak awal.

Instruktur kembali berbicara.

“Lawanmu…”

Hening sejenak.

“Sakura.”

Suasana langsung berubah.

Beberapa murid tertawa kecil.

“Serius?”

“Ini bahkan bukan pertarungan…”

Sakura berdiri diam di barisannya.

Beberapa detik.

Lalu—

ia melangkah.

Pelan.

Namun stabil.

Tidak cepat.

Tidak ragu.

Langkahnya menggema pelan saat ia memasuki arena.

Tubuhnya masih lemah.

Racun di dalamnya belum sepenuhnya stabil.

Namun ia tetap datang.

Claudia memperhatikannya.

Senyum tipis muncul.

“Jangan pingsan sebelum aku mulai ya… anak selir.”

Tawa kecil menyebar.

Sakura tidak menjawab.

Ia hanya berdiri.

Diam.

Instruktur mengangkat tangan.

“Mulai!”

Claudia langsung menyerang.

“Light Spear.”

Cahaya berkumpul di tangannya lalu melesat cepat.

Sakura terkejut.

Tubuhnya bergerak refleks

Namun

“UGH—!”

Serangan itu tetap mengenai bahunya.

Tubuhnya terpental.

Menghantam lantai batu dengan keras.

Suara benturan menggema.

“Baru satu serangan…”

“Sudah selesai…”

Bisikan terdengar.

Namun Sakura bergerak.

Tangannya mencengkeram lantai.

Perlahan ia bangkit.

Claudia mengangkat alis.

“Masih berdiri?”

Nada suaranya sedikit berubah.

Bukan kagum.

Tapi mulai terganggu.

“Radiant Lash.”

Cahaya memanjang menjadi cambuk

CRACK!!

Serangan menyambar cepat.

Sakura mencoba menghindar

Namun

“AAH—!”

Punggungnya terkena.

Tubuhnya kembali terhempas.

Napasnya terputus.

Namun ia masih sadar.

Claudia melangkah mendekat.

Pelan.

Menekan.

“Kenapa kau masih bertahan?”

bisiknya dingin.

“Tidak ada yang mengharapkan apa pun darimu.”

Ia menatap dari atas.

“Tetap berdiri seperti itu… hanya membuatmu terlihat lebih menyedihkan.”

Sakura mengepalkan tangan.

Tubuhnya gemetar.

Namun ia bangkit lagi.

Untuk kedua kalinya.

Beberapa murid mulai terdiam.

“Dia masih…”

“Kenapa…”

Claudia menyipitkan mata.

“Baiklah.”

Cahaya berkumpul lebih kuat di tangannya.

Lebih terang.

Lebih padat.

“Berakhir.”

Serangan dilepaskan.

Cepat.

Kuat.

Mematikan.

Namun di dalam diri Sakura sesuatu bergerak.

duk…

Suara itu muncul lagi.

Lemah.

Namun jelas.

“Bangkit…”

Sakura menggertakkan gigi.

Ia menolak.

Namun tubuhnya bergerak sendiri.

Angin tipis berputar di sekelilingnya.

Sangat lemah.

Hampir tidak terlihat.

Namun cukup

untuk sedikit menggeser arah serangan.

BOOOOM!!

Ledakan mengguncang arena.

Debu beterbangan.

Saat debu mereda Sakura terlihat Terpental jauh.

Tubuhnya menghantam tanah.

Namun tidak langsung pingsan.

Claudia mengernyit.

“Barusan…?”

Ia menatap Sakura.

Untuk pertama kalinya ada keraguan tipis.

Namun ia segera menepisnya.

“Hanya kebetulan.”

Ia berbalik.

“Sudah cukup.”

Namun Sakura bergerak lagi.

Sangat pelan.

Tangannya mencengkeram tanah.

Ia mencoba bangkit.

Untuk ketiga kalinya.

Seluruh arena terdiam.

Tidak ada tawa.

Tidak ada bisikan.

Hanya keheningan.

Claudia menatapnya.

Tatapannya mengeras.

“…menjijikkan.”

Sakura akhirnya berdiri.

Hanya beberapa detik.

Namun cukup.

Lalu kakinya goyah.

Pandangan kabur.

Dan ia jatuh.

Kali ini tidak bangkit lagi.

Hening.

Instruktur melangkah maju.

“Pemenang: Claudia.”

Tidak ada sorakan.

Hanya suasana yang aneh.

Berat.

Seolah sesuatu baru saja terjadi

namun tidak bisa dijelaskan.

Claudia berdiri diam.

Menatap Sakura.

Beberapa detik.

Lebih lama dari yang seharusnya.

Lalu ia berbalik.

“Lemah tetap lemah.”

Namunia tidak sepenuhnya yakin.

Di salah satu sudut aula seorang pria misterius memperhatikan.

Diam.

Matanya menyipit.

Ia tidak melihat mana.

Tidak melihat teknik.

Namun ia melihat sesuatu yang lain.

“Bukan sihir…”

gumamnya pelan.

“Tapi juga bukan ketiadaan…”

Tatapannya tetap pada Sakura yang tergeletak.

“…apa sebenarnya dia…”

Angin berhembus pelan saat murid mulai bubar.

Hari itu

Sakura kalah.

Telak.

Menyakitkan.

Memalukan.

Namun ia tidak benar-benar kosong.

Dan jauh di dalam dirinya

sesuatu kecil…

masih berdenyut.

Menunggu.

Bangkit.

---------

Hai semua

mimin mau bilang maaf dulu jika cerita kurang menarik atau ceritanya hampir sama dengan novel mimin sebelumnya yang masih tentang balas dendam.

Jangan terlalu berharap ya

Mimin baru mencoba kembali setelah beberapa lama..

terima kasih🥰🥰🥰

1
Yarim Yovan
menarik
Kali a Mimir
padahal ceritanya bagus kok sepi
Kali a Mimir: siap🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!