NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:71.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bahasa

Sera masih mendengarkan penjelasan Alen, sesekali menahan nafasnya, namun ada beberapa alasan yang membuatnya senang, setidaknya adik sepupunya itu melakukan suatu tindakan bukan tanpa alasan, walaupun hasil akhirnya mengerikan.

"Okey baiklah, terus keadaan korban gimana?" tanya Sera berharap bukan hal terburuk saja.

"Begitulah"

"Begitulah bagaimana?"

"Aku rasa masih aman-aman saja"

"Masih bisa melanjutkan aktifitasnya di perkuliahan kan?" Tuhan!, Sera berharap Alen akan menjawab iya.

"Rawat Inap kak"

"APA?!"

Sera seketika melebarkan matanya, asam lambungnya terasa naik seketika, kepalanya pusing dan ingin muntah saja.

"Tenang kak, menurutku dia hanya pura-pura saja, lukanya gak dalam kok, perdarahannya juga bisa cepat di hentikan waktu itu, dia juga masih bisa ngomel-ngomel sebelum akan di bawa kerumah sakit, mungkin dia hanya acting saja biar terlihat seperti orang paling teraniaya di dunia"

Sera terdiam, berusaha menenangkan dirinya, nafas pelan sambil mengelus dada, beharap yang terbaik dan keadaan bisa segera di atasinya.

"Bagaimana orang tuanya?"

"Mangkanya aku minta tolong ke kak Sera, besok datang ya di kampus"

Pasrah, lebih pada menyerah akan kelakuan adik sepupunya, karena Sera juga tau bahwa sebenarnya Alen melakukan itu untuk membela dirinya.

"Okey, aku akan mengurusnya, jam berapa dewan kampus meminta ketemu?" tanya Sera.

"Pagi, jam delapan kak, aku tunggu besok"

"Katakan jam tujuh pagi akan menemuinya"

"Apa?!, kenapa jam tujuh, mereka minta jam delapan kak"

"Ck, jam tujuh atau aku tidak akan datang ke sana"

"Kalau mereka menolak?"

"Oma yang akan turun tangan"

Seketika, terdiam, tak ada cicitan lagi dari Alen, dan Sera tau jika sang Oma yang akan mengambil alih urusannya, pasti tidak akan lama kampus itu berjaya.

"Okey, bisa aku terima, aku rasa mereka tak akan berani melakukan hal itu jika aku menyebutkan nama belakang ku, yah walau selama ini aku sudah mati-matian menyembunyikan" ucap Alen.

"Cukup satu hal yang harus kau ingat Alen, jangan sampai kau gunakan kekuatan mu untuk membuat huru hara di kampusmu, atau kau akan_TAMAT!"

"Aku tau kak, tidak akan pernah, aku masih ingin tinggal disini, bersama kalian, bersama Oma"

"Bagus, setidaknya aku lega kau masih ingat akan hal itu, ingat konsekuensi nya, kau bisa kehilangan segala kebebasan yang kita punya kalau sampai melanggar batasan yang di berikan"

"Aku ingat"

"Bagus, kita ketemu besok" Sera memutuskan sambungan ponselnya, segara masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju Mansion untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya yang begitu lelah.

*

*

Hanya bisa beristirahat beberapa jam saja di Mansion, kenyataanya kini adalah, Sera sudah harus belajar bahasa asing yang belum pernah di kenalnya.

Suasana yang membeku saat Sera kini sudah di hadapkan dengan dua orang yang membuat hidupnya terasa gelap dan hampa.

Tepat jam 7 malam, yang biasanya Sera masih rebahan menikmati kasur empuknya sambil makan cemilan dan menikmati tontonan film horor, kini harus di hadapkan dengan dua laki-laki dengan wajah yang seolah siap menelannya.

"Ehem, jadi Nona Sera sudah siap?" Mega yang seperti tuyul ikut kemanapun Sera pergi kini sudah ada disampingnya.

"Bukannya siap gak siap aku harus siap?"

"Okey, memang harus demikian karena besok akan ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian bahasa"

"Okey, MULAI!"

Sera menatap dengan fokus, matanya tertuju pada dua orang laki-laki yang ada di hadapannya kini mulai membuka buku tebal yang bisa membunuh orang di luar sana jika melayang di kepalanya, mungkin jangan sampai idenya di copy sama adik sepupunya, bisa-bisa membunuh orang beneran nantinya.

"Besok lagi jangan cari tutor yang kayak gini, aku ngeri" bisik Sera pada Mega.

"Maksudnya?" tanya Mega.

"Semua yang rapi, serius dan membawa kecerdasan di atas rata-rata, pasti ujung-ujungnya membawa sial saja"

"Ehem, seperti_"

"GRAVEN RUDOLF"

keduanya bersama-sama menyebut namanya.

Mega tertawa lirih tertahan, begitu juga dengan Sera, tapi lebih pada bercampur kesal seketika.

"Kalian yang serius" interupsi dari suara wanita yang seketika membuat keadaan tangan makin mencekam.

Sera melirik ke arah sang Oma, disanalah terlihat zona bahaya yang nyata, walaupun Oma nampak tersenyum tenang, tapi seperti petugas penjara yang siap mukul tahanan kalau gak bisa diaturnya.

"Ayo, silahkan dimulai, dan aku akan duduk disini" Oma Alena tersenyum.

Ya Tuhan, senyuman yang kelewat manis, tapi Sera tau itu adalah pertanda dimana sang Nenek Mafia siap melemparkan cucunya di ranah pertarungan yang sesungguhnya.

"Okey, jadi akan kita mulai?" Sera segera menatap dua orang tutor yang masih seperti patung kembar di hadapannya, ya Tuhan, Sera benar-benar tak percaya akan melakukan hal ini.

"Jangan membuat mereka tegang Sera sayang, kamu akan belajar pada mereka, bukan malah menakutinya" Oma Alena mempertimbangkan.

"Bukannya Oma?" sahut Sera.

"Okey, aku akan pergi dari sini, maaf ya"

Sera hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala.

Waktu berjalan, dan hampir jam sebelas malam, Sera benar-benar sudah menyerah, baginya menguasai kalimat dasar sebanyak itu sudah cukup membuat otaknya terbakar.

Akhirnya para tutor yang nampak lelah itu segera pamit, dan Sera dengan segera menyandarkan punggungnya di sofa, rasanya lelah luar biasa.

"Tenang sayang, kalian sudah aku masak kan sesuatu yang spesial, ayo makan" Sang Oma tersenyum menyambut cucunya yang sudah berhasil belajar kilat malam ini.

"Terimakasih Nyonya Alena" ucap Mega tak percaya jika ternyata keluarga yang terkenal sangat introvert dengan dunia luar nyatanya begitu hangat.

Sementara Sera masih memejamkan matanya, menikmati tubuhnya yang nyaman bersandar di sana.

Tak lama, gerakan tangan Mega akhirnya menyadarkannya, membuat matanya terbuka.

"Ayo kita makan, di jam hampir tengah malam, selamat, habis ini kita akan melar jika sering lembur larut malam"

Mega tertawa lirih, sebenarnya tak mungkin juga hal itu terjadi, karena dia tau apa yang di masak semuanya terukur dengan jelas.

Tiga porsi capcay, kesukaan Sera, Favorit karena buatan tangan sang Oma, dan seketika matanya berbinar bahagia.

"Graven Rudolf mungkin sebuah kesalahan, tapi masakan Oma adalah kebenaran, ini sangat_LEZAT!" teriaknya.

Oma Alena tertawa senang melihat cucunya nampak berseri kembali dengan hidangan yang di buatnya.

"Kalau begitu habiskan sayang, dan Nona Mega, terimakasih sudah bersabar untuk cucu saya"

"Oh, iya Nyonya, tentu saja, saya sangat senang bekerja dengan Nona Sera"

"Hem, tapi kamu juga harus berhati-hati, dia kadang licik untuk pencapaian tujuannya, jangan sampai berhasil di kelabui nya" sang Oma sedikit berbisik pada Mega.

"Aku bukan Alensky Oma!" teriak Sera yang masih bisa mendengar ucapan Omanya.

"Kalian sama saja"

"Dia lebih mengerikan asal Oma tau" protes Sera.

Mega tertawa, begitu juga dengan Oma Alena, lalu ketiganya menikmati makanan di tengah malam.

Bersambung

Jangan lupa Komen, like vote dan tonton iklannya.

1
B Hadi Ronaldo
makin penasaran dg kekuatan sera,,,,,moga kekuatan graven bisa jadi obatnya biar kekuatan sera bisa di kendalikan.tetap sehat dan semangat kk.
wanti astuti
Laper banget Aku Graven pengen nerkam kamu sebener nya tp sayang gengsi ku selangit /Silent/
Mundri Astuti
ngomong" nama asisten graven sama kaya asisten opa Edward y thor...
Mundri Astuti
wahhhh Sera kamu mesti bnyk berlatih, semoga Daddy ethan membuka segel kamu sera
Mutia
Sera lapar pingin makan Graven...😄
ParyaTi Cnil
Alhamdulillah dilanjut lagi keluarga nugraha tapi udah jadi oma alena,wes lanjut thor semangat aku suka aku suka
Nandi Ni
PEKA,,,,Graven kata itu yg dimaksud oleh Sera🤣🤣🤣
Nandi Ni
Sera...cinta itu buta,jangan mengharap mereka menyadari kekeliruannya,selagi obsesi mereka belum tercapai,ga akan berhenti,dan akan mwnghancurkan aral yg melintang
Isabela Devi
keluarga Nugraha selingkuh bisa bahaya
Aghitsna Agis
duh graven kpk suka banget ya ngaduk2 perasaan sera sih jgn gengsi bilang aja cinta biar seranya adem nga nge gass trrus
Aya Yeyet
sera sera 🤭🤭
Aya Yeyet
🤭🤭🤭
Nandi Ni
Erla yg terobsesi dg Charly sejak dulu dg begitu bodohnya ditipu mentah-mentah cuma dg iming-iming jadian.
Nandi Ni
musuh selalu melihat bahwa pihak wanita selalu jadi sasaran empuk karena wanita itu dipandang lemah dan tak berdaya.tetapi selemh-lemahnya wanita,lelaki se bengis apapun bisa hancur dg tipu daya wanita.
Nandi Ni
aku kasih vote n kopi biar semangat up nya thor
wanti astuti
Tunggu sebentar lg kehancuran mu Erla farada jangan main² kau sama keluarga NUGRAHA bakalan habis kau
Nandi Ni
Dua kekuatan bersatu,berlandaskan cinta dan kebersamaan,semoga orang yg berniat jahat bisa dicegah bahkan kalau bisa hancurkan sekaliyan.
Nandi Ni
Paling Graven kena banting oleh Sera🤣🤣🤣
Nandi Ni
Uang dan kekuasaan....rupanya masih jadi momok yg menakutkan,demi itu mereka rela melakukan apa saja.Padahal mati juga,semua itu ga dibawa,bahkan yg ada hanya jadi rebutan pewarisnya,miris !
Titik Subekti
anak alilin kok nggak muncul thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!