[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diusir Utuk Kedua Kalinya
"Siapa yang mengijinkan kalian membuat keributan di tempat ini?"
Karina yang baru tiba di dekat pintu gerbang tempat tinggalnya, dia langsung disambut teriakan penuh caci maki yang keluar dari mulut Mira dan Frans.
Mendengar suara Karina dan akhirnya melihat rupa gadis itu, dua orang yang sebelumnya terus berteriak, kini mereka menunjuk-nunjuk ke arah Karina yang berdiri tenang di balik pintu gerbang.
"Kau... Cepat kembalikan gelang milik putriku, dan akui di depan Tuan Nicholas kalau gelang itu sejak awal adalah milik putriku!"
Mira meminta sesuatu yang kini sangat dijaga oleh Karina, membuat tatapan sinis seketika diarahkan gadis itu ke arah Mira, wanita yang tak tau malu.
"Kenapa aku harus mengembalikan barang yang sejak awal adalah milikku? Dan lagi aku bukan orang yang suka berbohong, jadi nggak mungkin aku membohongi Tuan Nicholas yang bisa saja berdampak buruk bagiku juga keluargaku!"
Karina menolak mentah-mentah permintaan Mira. Baginya tak ada kewajiban mengabulkan permintaan yang terasa tak masuk akal, dan dia berencana langsung pergi, tetapi semua itu urung dilakukan setelah kehadiran orangtuanya.
Sophia dan Adrian telah selesai dengan latihan tertutup mereka, dan kini mereka datang mendampingi Karina.
"Kau Adrian, suruh putrimu yang nggak tau diri itu mengembalikan gelang putriku yang diambilnya!"
Melihat kedatangan Adrian dan Sophia, Frans merasa ini adalah kesempatan untuk membuat dua orang itu memaksa Karina melakukan permintaannya juga istrinya.
"Gelang apa yang kalian maksud?"
Sophia menatap bergantian dua orang yang tertahan di luar pintu gerbang, dan cepat dia beralih menatap putrinya.
"Ibu, mereka menginginkan gelang ini, gelang yang merupakan hadiah ulang tahun pemberian Ibu untukku!"
Saat mengeluarkan gelang yang saat ini ada du tangannya, Karina pura-pura mengambil dari saku celana, padahal dia mengambil gelang itu dari ruang penyimpanan Sistem.
"Ini memang gelang hadiah ulang tahun yang aku berikan pada putriku, bahkan disini jelas tertulis nama Karina, bukan nama Valerie."
Gelang hadiah Sophia untuk Karina memiliki mekanis putar yang unik, dan begitu mekanis itu diputar, langsung saja nampak sebuah tulisan, dan itu benar-benar bertuliskan nama Karina, bukti sah kepemilikan benda itu.
"Bukti sudah jelas, jadi jangan meminta apa yang bukan milik kalian!"
Dulu Adrian terlalu lunak pada keluarga orangtuanya, membuat berkali-kali istri dan juga putrinya dihina mereka. Tetapi sekarang semua itu tak akan terjadi lagi, dimana prioritasnya saat ini adalah melindungi keluarga kecilnya dari siapapun yang ingin menyakiti mereka, termasuk jika pihak yang ingin menyakiti mereka adalah keluarga orangtuanya.
Lagipula hubungan diantara mereka sudah resmi terputus sejak keluarga Salim memutuskan hubungan keluarga, tepat di hari Adrian mengalami kebangkrutan total.
Sementara itu Mira dan Frans yang ditunjukkan bukti kepemilikan gelang tepat di depan kedua mata kepala mereka sendiri, keduanya seketika terdiam, bingung mencari alasan lain untuk bisa mendapatkan gelang milik Karina.
"Kau sendiri yang memberikan gelang itu pada Valerie di masa lalu, jadi jangan coba-coba kau mengambil kembali barang yang sudah kau berikan ke orang lain!"
Mira sadar ucapannya sangat konyol, apalagi dia tau pasti Karina tak pernah memberi apa-apa pada putrinya, yang ada di masa lalu putrinya sering merebut barang-barang milik Karina, dan cepat diakui sebagai miliknya.
"Aku tidak merasa pernah memberikan barang apapun ke Valerie, dan seharusnya kalian ini tau siapa yang sering merebut barang-barang milikku, lalu nggak lama kemudian barang itu langsung diakui sebagai miliknya!"
Karina tersenyum miring, membuat wajah dua orang di luar pintu gerbang terlihat semakin jelek.
Merasa bakalan gagal mendapatkan barang yang diinginkan putri mereka dan tak tahan terus-terusan dihina, Frans cepat saja menarik Mira, lalu pergi menjauh meninggalkan tempat tinggal Karina dan keluarganya.
"Aku yakin mereka akan kembali lagi bersama Ayah dan Ibu!"
Saat mengucapkan itu, tampak cahaya di mata Adrian meredup, menunjukkan sebuah reaksi kekecewaan yang mendalam pada dua orang yang membuatnya terlahir ke dunia ini.
"Ayah, sekalipun mereka membawa leluhur keluarga datang ke tempat tinggal kita, selama Ayah bisa tegas ke mereka, apapun yang mereka lakukan, mereka hanya akan membawa pulang rasa kecewa dan malu!"
Karina menyerahkan segala keputusan pada Ayahnya, sekalian dia ingin menilai dimana Ayahnya akan menempatkan diri.
Dia akan sangat kecewa kalau sampai Ayahnya menempatkan diri ke keluarga orangtuanya yang jelas di pihak salah, meski dirinya di sini hanyalah seorang anak angkat.
Kalau sampai itu yang terjadi, Karina tak akan ragu untuk memberontak, dan tak akan ada lagi sosok Karina yang menuruti keinginan orangtua angkatnya.
Adrian sendiri yang telah mendengar ucapan Karina, dia tau kalau putrinya itu sedang mengujinya, dan tentunya dia sudah menentukan sikap apa yang akan ditunjukkan jika nanti bertemu keluarga orangtuanya.
Melihat sudah waktunya sarapan, ketiganya memutuskan kembali ke dalam bangunan utama tempat tinggal, bersama-sama pergi ke ruang makan untuk sarapan.
*
Di tempat berbeda...
Dua orang yang akhirnya tiba kembali di rumah sakit, mereka menceritakan apa yang baru saja terjadi pada Valerie.
Semua diceritakan lengkap tanpa ada yang ditutup-tutupi, membuat Valerie yang mendengar cerita itu merasa kesal sekaligus marah pada Karina dan orangtuanya. Dia tak menyangka kalau orangtua Karina sudah tak lagi seperti dulu yang mudah dikendalikan oleh keluarganya.
Dulu, apa saja yang diinginkan keluarganya pasti dituruti oleh kedua orangtua Karina, bahkan termasuk saat ayahnya meminta 10 persen saham di perusahaan yang waktu itu dikelola oleh ayah Karina.
"Om Adrian dan Tante Sophia pasti sudah dipengaruhi wanita sialan itu sehinnga mereka nggak lagi patuh pada kita!"
Valerie sangat yakin dengan apa yang baru diucapkannya, membuatnya semakin membenci Karina, dan dia baru akan merasa puas dikehidupan kali ini setelah melihat Karina hancur.
"Dad, Mom, bagaimana kalau kalian meminta bantuan Kakek dan Nenek? Aku yakin kalau mereka yang bicara, Om Adrian dan Tante Sophia akan langsung menurut, dan sekalian saja suruh Kakek dan Nenek meminta sebagian besar harta milik keluarga itu! Bagaimanapun juga sebagai keluarga, kita berhak ikut merasakan keberhasilan mereka!"
Kemarin Valerie sudah mendengar cerita semua kejadian yang terjadi saat Kakek, Nenek dan Orangtuanya datang ke tempat tinggal Karina, dimana mereka hanya bertemu gadis itu.
Dari cerita itu Valerie tau kalau kini keluarga Karina kembali menjadi keluarga kaya, dan dia seketika menginginkan semua kekayaan itu menjadi miliknya, termasuk rumah mewah yang ditempati Karina dan orangtuanya.
"Dad, Mom, aku ingin rumah yang ditempati keluarga wanita itu! Jadi, Daddy dan Mommy harus memastikan kalau Kakek juga Nenek bisa mendapat rumah itu untuk dijadikan sebagai rumah baru keluarga Salim!"
Mendengar permintaan putri mereka, keduanya hanya mengangguk dan tersenyum kecil, dimana mereka sendiri juga menginginkan rumah itu bersama dengan seluruh isinya.
tp abs ni,mga mreka dpt blsn stimpal....