NovelToon NovelToon
Benang Yang Tersembunyi

Benang Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Matteo Adrian Reins Smith kembali ke Seoul bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai pemimpin industri yang ia bangun dari rasa iri dan ambisi untuk melampaui bayang-bayang ayahnya dan keraguan kakaknya. Namun, di balik kemegahan takhtanya, hati Matteo kosong. Ia dihantui memori Manila—tentang Sheena yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Di sisi lain kota Seoul, Park Chae-young hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang traumatis. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan cinta membawanya ke sebuah bar, dan ia terbangun dengan hidup yang hancur. Ayahnya meninggal karena terkejut, meninggalkan Chae-young hamil di usia muda. Kini, di usia 28 tahun, ia adalah desainer hantu di balik brand ‘Forever-young’ yang viral. Ia membesarkan sepasang anak kembar yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Secangkir Teh dan Pengakuan Tersembunyi

Langkah Matteo untuk mendekati Chae-young kini terasa lebih ringan namun tetap penuh kehati-hatian. Setelah malam sidang keluarga yang menguras emosi, ia telah menumpahkan segalanya kepada Lee Young-ae. Tidak ada lagi rahasia. Ibunya kini tahu bahwa cucu-cucunya lahir dari sebuah malam yang kacau, namun penuh konsekuensi permanen.

Pagi harinya, suasana di kediaman Smith sedikit lebih tenang. Lee Young-ae, Mark, Sheena, dan Marian bersiap untuk kembali ke Filipina siang itu. Namun, sebelum melangkah ke bandara, Lee Young-ae memberikan satu titah mutlak pada putranya.

"Matteo, Ibu ingin kau menikahi wanita itu secara baik-baik. Jangan gunakan kekuasaanmu untuk menekannya, tapi gunakan hatimu untuk memintanya. Dia ibu dari anak-anakmu, dan dia pantas mendapatkan martabat yang seharusnya," ucap Lee Young-ae tegas sebelum masuk ke mobil.

Matteo hanya mengangguk, matanya menatap kepergian keluarganya dengan perasaan campur aduk. Ia segera meluncur ke butik Forever-Young. Namun, yang tidak disadari Matteo, ibunya tidak langsung menuju bandara. Lee Young-ae meminta supirnya untuk memutar balik. Ada satu urusan yang harus ia selesaikan sebagai seorang ibu dan calon mertua.

Siang itu, Chae-young sedang merapikan beberapa manekin saat seorang wanita paruh baya dengan aura keibuan yang sangat teduh masuk ke butiknya. Bukan sebagai pelanggan, tapi sebagai tamu pribadi.

"Nona Park, apa Anda punya waktu untuk minum teh sebentar bersamaku?" sapa Lee Young-ae dengan senyum tulus yang tidak bisa ditolak.

Chae-young, yang awalnya was-was dan mengira akan disodori cek kosong seperti yang dilakukan Matteo tempo hari. Mereka duduk di sebuah kedai teh tradisional yang tenang di kawasan Insadong. Ruangan itu hanya berisi aroma kayu cendana dan uap teh hijau yang menenangkan.

"Maafkan perbuatan tercela putraku lima tahun lalu, Chae-young-ah," ucap Lee Young-ae tiba-tiba, suaranya tulus tanpa sedikit pun kesombongan. "Aku datang bukan untuk membelanya, tapi untuk meminta maaf atas luka yang ia goreskan padamu."

Chae-young tertegun. Ia sudah menyiapkan mental untuk dihina atau disuruh menjauh, namun wanita di depannya ini justru meminta maaf atas nama putranya. Lee Young-ae mulai bercerita banyak hal tentang Matteo. Tentang bagaimana ambisiusnya pria itu sejak kecil, bagaimana potensinya yang luar biasa dalam membangun bisnis, dan betapa ia selalu bangga pada semua anaknya tanpa terkecuali.

Lee Young-ae benar-benar ibu yang bijaksana. Ia tidak menceritakan hal buruk, seperti bagaimana Matteo pernah hampir merusak kebahagiaan keluarga Mark di Filipina. Ia hanya ingin Chae-young melihat sisi Matteo yang bisa diandalkan. Mendengar cerita itu, Chae-young merasakan kerinduan yang mendalam pada ibunya sendiri. Rasa hangat mulai menjalar di hatinya.

"Nyonya sebenarnya, malam itu Matteo tidak salah sepenuhnya," bisik Chae-young pelan, matanya menatap uap tehnya.

Tanpa diketahui siapa pun, sejak Matteo mengecup keningnya kemarin, benteng memori yang terkunci di otak Chae-young runtuh seketika. Kilasan malam lima tahun lalu itu kembali dengan sangat jelas, membuat pipinya terasa terbakar karena malu.

Ia ingat sekarang. Ia ingat bagaimana ia masuk ke kamar 2007 dengan keadaan hancur karena pengkhianatan pacar dan sahabatnya. Ia ingat bagaimana ia, dengan liarnya, duduk di atas perut Matteo yang sedang mabuk. Ia ingat suaranya sendiri yang menawarkan diri untuk dipuaskan dan berjanji akan membayar Matteo berapapun harganya.

Chae-young menutup wajahnya dengan sebelah tangan di bawah meja. Tuhan, bagaimana bisa aku seagresif saat itu, batinnya merutuk. Ia ingat Matteo sempat mencoba menolaknya dan menyuruhnya keluar, namun rasa haus akan pelarian membuat Chae-young tidak mempedulikannya.

"Ada apa, Nak? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Tanya Lee Young-ae khawatir.

"Ti-tidak, Nyonya." Jawab Chae-young gugup.

Tentu saja ia tidak akan menceritakan momen gila itu pada siapa pun, apalagi pada Matteo! Biarlah Matteo tetap merasa bersalah karena telah menyerangnya, daripada pria itu tahu bahwa sebenarnya Chae-young-lah yang memulai segalanya dengan sangat memalukan.

"Intinya, kami berdua salah malam itu Nyonya. Tolong, Anda jangan terlalu menyalahkan Tuan Matteo," lanjut Chae-young mencoba menguasai diri.

Lee Young-ae tersenyum tipis, ia menggenggam tangan Chae-young.

"Mulai sekarang, panggil aku Ibu." Ucap Lee young-ae sebagai penutup untuk percakapan mereka siang ini.

Setelah kepergian Lee Young-ae dari kedai teh, Chae-young tidak langsung kembali ke butik. Ia duduk terdiam selama beberapa menit, menangkup pipinya yang terasa panas. Bayangan kejadian lima tahun lalu itu berputar seperti film HD di kepalanya.

“Tuan, aku akan membayarmu... puaskan aku,” suara seraknya sendiri di malam itu terngiang-ngiang.

Chae-young merutuk dalam hati. Bagaimana bisa ia sebegitu beraninya? Dan yang lebih membuat dadanya berdegup kencang adalah fakta bahwa Matteo—si pria yang ia anggap manusia aneh yang dingin—ternyata sempat mencoba bersikap ksatria dengan menolaknya sebelum akhirnya pertahanannya runtuh karena agresif Chae-young.

"Bodoh, Park Chae-young... kau benar-benar memalukan," gumamnya sambil menggelengkan kepala.

Sore harinya di butik, suasana terasa lebih hangat. Cahaya matahari terbenam masuk melalui jendela besar, menyentuh helai-helai kain sutra yang dipajang. Chae-young sedang berlutut di lantai, menyematkan jarum pentul pada bagian bawah gaun manekin, ketika lonceng pintu berbunyi.

Bukan pelanggan, tapi aroma maskulin yang kini sangat ia kenali masuk ke dalam indra penciumannya.

"Chae-young-ah."

Suara bariton itu terdengar lebih lembut dari biasanya. Chae-young tersentak, jarum pentul di tangannya hampir menusuk jarinya sendiri. Ia mendongak dan mendapati Matteo berdiri di sana tanpa jas, hanya mengenakan kemeja biru navy dengan lengan yang digulung hingga siku, menampakkan urat-urat tangannya yang kokoh.

"Tuan Matteo? Anda... Anda datang lagi?" Chae-young berusaha berdiri, namun karena terburu-buru, kakinya sedikit tersangkut kain gaun.

"Hati-hati," Matteo dengan sigap melangkah maju dan menangkap lengan Chae-young.

Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik. Chae-young menatap tangan Matteo yang menangkup lengannya, lalu perlahan menatap wajah pria itu. Jarak mereka sangat dekat. Ia bisa melihat bulu mata Matteo yang lentik dan iris mata ice blue yang kini menatapnya dengan penuh perhatian, bukan lagi tatapan mengadili.

"Terima kasih," bisik Chae-young, segera menarik lengannya dan merapikan rambut bronte waves-nya yang sedikit berantakan.

Matteo tidak langsung menjauh. Ia justru tersenyum tipis—sebuah senyum yang jarang ia tunjukkan, yang membuat ketampanannya naik berkali-kali lipat.

"Ibuku baru saja menelepon. Katanya, kau wanita yang sangat baik. Dia sangat menyukaimu."

Chae-young menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya. "Nyonya Lee sangat baik. Saya... saya merasa seperti sedang berbicara dengan ibu saya sendiri."

Matteo merasa hatinya menghangat mendengar itu. Ia meraba saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna biru tua. Chae-young menahan napas. Apa ini lamaran? Terlalu cepat! batinnya panik.

Namun, saat Matteo membukanya, isinya adalah sepasang jepit rambut berlian berbentuk bunga lili kecil yang sangat indah.

"Aku melihat ini di butik perhiasan tadi dan langsung teringat padamu," ucap Matteo. "Bukan untuk membayar apa pun, Chae-young-ah. Hanya... ingin memberikannya padamu. Boleh aku pasangkan?"

Chae-young terpaku. Sisi keras kepalanya ingin menolak, tapi sisi wanitanya yang sudah merindukan kasih sayang selama lima tahun ini berteriak untuk menyerah. Ia mengangguk pelan.

Matteo melangkah lebih dekat. Chae-young bisa mencium aroma sandalwood yang menenangkan dari tubuh pria itu. Jemari besar Matteo bergerak dengan sangat hati-hati, menyisipkan jepit rambut itu di sela rambut bronte Chae-young yang lembut. Napas Matteo terasa hangat di pelipis Chae-young.

"Cantik," bisik Matteo pelan, matanya menatap tepat ke dalam mata honey brown milik Chae-young.

Chae-young merasa dunianya seolah berhenti berputar. Ingatannya tentang malam panas itu dan kenyataan manis di depannya ini bercampur menjadi satu perasaan yang meluap-luap. Ia menyadari satu hal, ia mungkin tidak akan pernah bisa membenci pria ini, berapapun kerasnya ia mencoba.

"Terima kasih, Matteo," ucap Chae-young, untuk pertama kalinya ia memanggil nama pria itu tanpa embel-embel 'Tuan'.

Mata Matteo berbinar mendengar namanya disebut begitu manis. Ia meraih tangan Chae-young, mengecup punggung tangannya dengan lembut. "Ayo kita jemput si anak-anak. Mereka pasti sudah menunggu Mommy-nya untuk makan es krim bersama."

Chae-young tersenyum, sebuah senyuman tulus yang sudah lama tidak ia tunjukkan. Sambil berjalan keluar butik berdampingan dengan Matteo, ia berjanji dalam hati akan menyimpan rahasia tentang siapa yang memulai duluan itu selamanya, agar ia bisa terus menikmati perlakuan manis dari pria "manusia aneh" yang ternyata sangat lembut ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!