Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kultivasi Tertutup dan Perjalanan ke Puncak Dewa Qingyun
Dua bulan setelah kemenangan besar atas Sekte Gunung Api, Gunung Hijau kembali tenang. Seluruh sekte sibuk membangun kembali kekuatan, memperkuat array pelindung, dan melatih pasukan elit. Xiao Lin memutuskan untuk menutup diri di Paviliun Kaisar yang baru dibangun di puncak tertinggi Puncak Awan. Tidak ada yang boleh mengganggu selama dua bulan.
Di dalam paviliun, waktu mengalir enam kali lebih lambat berkat array waktu kuno yang diaktifkan Cincin Dewa Daun Abadi. Xiao Lin duduk bersila di tengah kolam qi raksasa. Ling’er duduk di depannya, membantu mengalirkan qi alam murni dari seluruh gunung.
“Mulai,” kata Xiao Lin pelan.
Ia memutar Kultivasi Langit Abadi Daun Awan dengan kecepatan penuh. Energi kuno dari Inti Kaisar Pertama dan qi gunung membanjiri meridian-nya seperti lautan tak berujung. Cahaya hijau keemasan menyelimuti seluruh paviliun.
Suara sistem bergema jelas dan terperinci di jiwa-nya:
[Status Kultivasi Xiao Lin – Update Real Time]
Realm: Tahap Kaisar (Emperor Stage)
Tingkat Saat Ini: Tahap Kaisar Tingkat 2 (Awal Stabil)
Energi Qi: 4.120.000 / 4.500.000
Bakat Meridian: Tingkat 22 (Langit Abadi Kaisar)
Enam bulan berlalu di dalam ruang waktu paviliun. Xiao Lin tidak bergerak sedikit pun. Setiap hari ia menyerap qi, menyempurnakan teknik, dan memperkuat jiwa. Ling’er terus menjaga agar tidak ada gangguan qi.
Pada bulan keenam di dalam paviliun (hari ke-60 di luar), tubuh Xiao Lin bergetar hebat. Petir qi hijau keemasan menyambar-nyambar di langit di atas paviliun. Awan hitam tebal berkumpul.
“Kraaaak!”
Suara retak langit terdengar. Qi-nya meledak naik, membentuk lautan Kaisar yang lebih luas dan murni.
Suara sistem bergema penuh kemenangan:
“Selamat! Terobosan berhasil. Energi Qi +1.800.000. Poin Pengalaman +2.500.000. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Kaisar Tingkat 3 (Menengah)! Bakat Meridian meningkat ke Tingkat 23 (Langit Abadi Kaisar Sempurna). Warisan baru terbuka: ‘Pedang Dewa Daun Abadi’ (Tingkat Langit Menengah – terikat jiwa).”
Xiao Lin membuka mata. Cahaya qi hijau keemasan menyala terang di pupilnya. Tubuhnya terasa seperti langit yang tak terbatas. Pedang Awan Daun di pangkuannya berevolusi menjadi Pedang Dewa Daun Abadi, bilahnya kini mengeluarkan aura dewa yang menekan.
Ling’er tersenyum gembira. “Tuan, kau semakin dekat dengan puncak keabadian. Puncak Dewa Qingyun tinggal dua minggu lagi.”
Xiao Lin berdiri. “Waktunya keluar.”
Paviliun terbuka. Ketua Luar, Mu Qinglan, dan para tetua sudah menunggu di luar. Mereka merasakan aura baru Xiao Lin dan langsung berlutut hormat.
“Selamat atas terobosan Tahap Kaisar Tingkat 3, Wakil Ketua!” kata Ketua Luar dengan suara bergetar.
Mu Qinglan menatap Xiao Lin dengan mata berbinar. “Kau siap berangkat ke Puncak Dewa Qingyun?”
Xiao Lin mengangguk. “Ya. Besok pagi kita berangkat. Saya, Kakak Qinglan, dan Ling’er. Sekte Gunung Hijau akan dijaga oleh Ketua Luar dan pasukan elit.”
Malam itu, Xiao Lin mengumpulkan semua sumber daya sekte yang tersisa dan menyerahkan Formasi Dewa Daun Abadi kepada Ketua Luar sebagai pertahanan utama.
Pagi harinya, kapal roh perang hijau keemasan meluncur ke langit. Tujuan: Istana Langit Tengah, lokasi Puncak Dewa Qingyun.
Perjalanan memakan waktu sepuluh hari. Di sepanjang jalan, Xiao Lin terus kultivasi ringan. Kabar tentang “Xiao Lin yang sudah mencapai Tahap Kaisar Tingkat 3 di usia muda” sudah menyebar ke seluruh Benua Qingyun. Banyak sekte besar mulai memperhatikan.
Pada hari kesepuluh, kapal tiba di Istana Langit Tengah. Sebuah kota terapung raksasa yang melayang di atas awan putih. Ribuan kultivator Tahap Kaisar dari seluruh benua sudah berkumpul. Bendera-bendera besar berkibar, aura Kaisar memenuhi langit.
Seorang tetua Aliansi Seratus Sekte menyambut di pelabuhan udara. “Xiao Lin dari Sekte Gunung Hijau… nama mu sudah terkenal. Puncak Dewa Qingyun dimulai besok pagi. Hanya 100 kultivator Tahap Kaisar terbaik yang diundang. Kau termasuk di dalamnya.”
Xiao Lin mengangguk hormat. Ia menatap ke arah istana utama yang megah di tengah kota terapung.
Di dalam hatinya, sistem bergema pelan:
“Deteksi Musuh di Puncak Dewa Qingyun terbuka. Ada tiga kultivator Tahap Kaisar Tingkat 5 yang sudah menandai nama Anda sebagai target.”
Xiao Lin tersenyum tipis.
“Bagus. Semakin banyak musuh, semakin cepat aku naik.”