Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.
Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.
Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.
Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13—Wilayah Hutan
Pada akhirnya Yuofan menyerah dan membiarkan kera itu mengikuti nya. Bahkan saat ini, Yuofan tengah duduk santai di atas bahu kera tersebut yang sedang berjalan menuju gua tempatnya tinggal. Karena kebetulan wilayah itu adalah wilayah yang di kuasai olehnya.
Yuofan menoleh kearah kera itu, “Namamu siapa tadi?”
“Di Xinyuan, bos!” balasnya dengan semangat, tetapi hal itu malah membuat Yuofan kembali memasang ekspresi aneh. Ia merasa bahwa kera ini terlalu energik untuknya.
“Aku tak mau dipanggil seperti itu, panggilan itu terlalu tua,” ucap Yuofan seraya menggelengkan kepalanya. “Namaku Tian Yuofan, kau bisa panggil senyamanmu.”
“Baik, tuan muda!” balas kera itu seraya mengacungkan jempolnya pada Yuofan.
“Maksudnya namaku!” ucap Yuofan seraya kembali menggelengkan kepalanya.
“Tentu, tuan muda fan!” kera itu kembali mengacungkan jempolnya dengan mata penuh cahaya yang menyilaukan.
“Sudahlah, terserah kau saja.” Yuofan menghela nafasnya, merasa frustasi menghadapi kera itu. Sedangkan Wuxu kembali tertawa terbahak-bahak melihat dua kera yang saling mengobrol.
“Yuan, katamu, kau adalah pemimpin dari wilayah tempat ku tinggal. Apakah dihutan ini terbagi menjadi 4 wilayah? Binatang besar yang bersama mu tadi adalah pemimpin dari masing-masing wilayah?” tanya Yuofan seraya melemparkan Wuxu yang bertengkar di atas kepalanya.
Di Xinyuan menggeleng, menyangkal pertanyaan Yuofan. “Hutan ini terbagi menjadi 5 wilayah. Barat, timur, Utara, selatan, dan tengah…”
Ia mulai menjelaskan pembagian wilayah di sekitar gunung tersebut.
Pertama, bagian barat dipimpin oleh seekor ular dengan sisik sekeras baja, bernama Tie Mang. Tubuhnya panjang dan kuat, menjadikannya penguasa wilayah rawa dan tanah lembap di sekitarnya. Ia juga memiliki atribut air, tetapi ia tidak terlalu paham mengapa Tie mang ikut perebutan bunga mawar api yang jelas-jelas berlawanan dengan atribut nya.
Kemudian bagian timur dipimpin oleh seekor burung dengan bulu seputih salju, bernama Bai Luan. Ia tidak ikut dalam perebutan bunga mawar api sebelumnya, karena atributnya adalah es, sehingga bunga tersebut tidak memberinya manfaat baginya. Selanjutnya, di bagian utara dipimpin oleh seekor harimau berkepala tiga dengan ekor berbentuk kipas, bernama Shou liehu. Setiap kepalanya memiliki kesadaran sendiri, membuatnya sulit diprediksi dalam pertarungan.
Untuk wilayah selatan, kera itu menyebut dirinya sebagai penguasa di sana. Nada suaranya terdengar tenang, tetapi cukup jelas menunjukkan kepercayaan dirinya. Terakhir, bagian tengah—tepat di sekitar gunung berapi tadi, dikuasai oleh seekor beruang besar dengan bulu tajam seperti duri, bernama Mao Xiong.
“Aku baru tahu di hutan ini ada penguasa dengan atribut es. Apa mungkin wilayahnya dilapisi oleh salju?” tanya Yuofan merasa ia belum cukup menjelajahi hutan itu. Bersamaan dengan itu Wuxu kembali terbang dan bertengkar diatas kepala Yuofan.
Di xinyuan mengangguk membenarkan. “Bai luan sangatlah pendiam, ia jarang keluar dari wilayahnya, juga wilayahnya lebih kecil dibandingkan pemimpin yang lain. Walau wilayahnya kecil, bukan berarti ia lemah,"
Kera itu menatap Yuofan, “Bai luan sangatlah baik! Dibandingkan ketiga pemimpin lainnya, dialah yang paling dekatku. Tuan muda pasti menyukainya! Dia juga uga sangat kuat, tapi pemalas.” lanjut kera itu seraya tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi serta taringnya.
“Sebenarnya seberapa luas hutan ini?” Yuofan kembali bertanya, ia ingat bahwa Wuxu pernah berkata bahwa hutan ini lebih luas dari sebuah kekaisaran.
“Apa kau mau melihat nya?” kera itu melirik Yuofan dengan senyuman kecil.
“Apa?” Yuofan kebingungan, tetapi sebelum ia mencerna ucapan itu tiba-tiba Di xinyuan maraihnya kemudian melemparkannya ke langit. Hal itu membuat Yuofan terkejut bahkan ia berteriak sangat kencang dibuatnya.
Namun ia langsung terdiam saat menyadari betapa luasnya hutan itu. Dari ketinggian tempat ia berada, hamparan pepohonan terlihat membentang tanpa batas. Ia mencoba mencari ujungnya, tetapi sejauh pandangannya menjangkau, yang terlihat hanya lautan hijau yang terus berlanjut. Meski berada di posisi setinggi itu, ia tetap tidak mampu melihat keseluruhan wilayah hutan tersebut.
Beberapa saat kemudian, ia kembali tersadar akan posisinya saat ini. Ia masih berada di ketinggian yang sangat jauh dari permukaan. Bahkan Di xinyuan yang berada di bawah sana terlihat begitu kecil, hampir seperti titik dari tempat ia berdiri.
“AAAAAAAAA!!” ia berteriak kembali saat gravitasi membawanya untuk kembali ke bawah.
Yuofan menutup matanya tak sanggup untuk menyaksikan kengerian yang sedang dialaminya. Tetapi setelah beberapa saat, ia tak merasakan bahwa dirinya telah menyentuh daratan. Ia pun membuka matanya dan menyadari bahwa Di xinyuan sudah menangkap nya, dan kini ia berada di atas telapak tangannya.
“Huh, huh, huh…” Yuofan memegangi jantungnya yang berdetak sangat kencang.
Begitupun dengan Wuxu yang hanya terdiam kaku merasa bahwa ia mengalami trauma ringan. “Kera sialan! Aku pasti akan membunuhmu nanti.” batin Wuxu menelan rasa kesalnya.
“Hehehe, tuan muda tenang saja. Aku pasti menangkap mu!” Ucap Di xinyuan seraya mengacungkan ibu jarinya membuat Yuofan merasa sedikit kesal.
“Hei! Lain kali beri lah peringatan, jantungku hampir copot gara-gara kau!” teriak Yuofan seraya menunjuk-nunjuk kearah kera besar itu, yang hanya di tanggapi kekehan kecil.
Di xinyuan kemudian kembali menaruh Yuofan diatas pundaknya, dan mereka pun kembali berjalan pulang dengan tenang.
“Kau bilang, sebelumnya kau adalah yang paling lemah? Jika diurutkan dari yang paling kuat, berapa peringkat masing-masing pemimpin?” tanya Yuofan merasa penasaran dengan kemampuan para pemimpin wilayah, apalagi setelah melihat seberapa luas wilayah hutan itu.
“Peringkat pertama adalah Shou liehu, ia pemarah dan sangat suka merendahkan yang lain. Lalu peringkat kedua adalah Bai luan, tetapi ia sangat pemalas. Ketiga adalah Mao xiong, keempat Tie mang, dan terakhir adalah aku sendiri.” ucap Di xinyuan seraya menunduk kesal. Yuofan melihat ekspresi itu, ia kemudian memalingkan wajahnya dan menatap kearah gua tempatnya tinggal yang semakin dekat.
“Jika saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin persaudaraan kami tak akan terpecah seperti ini…” ucap kera itu dengan suara lirih, matanya terlihat berkaca-kaca mengingat kenangan yang menyenangkan dimana kelima pemimpin hutan saat masih kecil.
“Apa? Kalian bersaudara?” Yuofan mengerutkan keningnya bingung.
“Maksudnya persaudaraan tak sedarah.” ucap Wuxu yang ikut mendengarkan cerita dari Di xinyuan karena ia merasa itu menarik.
Di Xinyuan kemudian kembali bercerita. Ia mengingat bahwa dahulu mereka pernah dirawat oleh seorang pria, meskipun kini ingatan tentang sosok itu sudah mulai samar.
Pada dasarnya, pria itulah yang membesarkan mereka. Ia mengajarkan banyak hal, mengajak mereka bermain, dan menemani masa-masa ketika dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Saat itu, mereka belum mengenal perebutan wilayah atau pertarungan untuk menjadi yang terkuat dan semuanya terasa lebih tenang. Pria itu mengetahui banyak hal dan sangatlah pintar, ialah yang pertama kali mengajari mereka cara mengumpulkan energi dan mengendalikannya dengan benar. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan yang tidak biasa, yaitu dapat menyembuhkan orang lain, alam, bahkan lukanya sendiri.
Hutan tempat mereka tinggal pun menjadi subur karena perawatan pria tersebut. Ia menjaga keseimbangan alam dengan teliti, seolah memahami setiap bagian dari hutan itu.
Namun semuanya berubah. Ketika ia berusia sekitar 1.250 tahun, pria itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Tidak ada penjelasan, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, ingatan tentangnya pun perlahan memudar, meninggalkan hanya potongan-potongan kenangan yang tidak lagi utuh.
Sejak saat itulah, hubungan persaudaraan mereka renggang dan masing-masing mulai memperebutkan kekuasaan hutan. Mereka bertarung satu sama lain untuk memperluas wilayah, juga untuk membuktikan siapa yang paling kuat disana. Niat mereka awalnya agar saat pria itu kembali, mereka yang paling kuat bisa menarik perhatian nya.
Wuxu mengerutkan keningnya. “Pria itu adalah seorang dewa.” ucap Wuxu membuat Yuofan membulatkan matanya terkejut.