AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Monster?" Louis terlihat terkejut menatapnya, begitu juga dengan 4 orang pria lainnya.
"Kalian tidak tahu?" pertanyaan yang diucapkan oleh Sarah.
"Sudah beberapa bulan aku tidak bertemu dengan kucingku. Jadi mereka sama sekali tidak tahu." Jawaban penuh senyuman dari Ren, mengelus kepala harimau putihnya yang seukuran gajah raksasa.
Kucing yang sebelumnya selalu mengikuti tuannya diam-diam. Tapi mungkin hanya saja, kelima pria ini tidak menyadarinya.
"Kamu memelihara monster? Spesies monster asli bukan dari radiasi?" pertanyaan yang diucapkan Louis pelaku seorang hunter.
"Benar! ini adalah kucing peliharaanku, hadiah dari ayahku, saat ulang tahunku yang ke-5." Itulah yang diucapkan oleh mantan anak pemilik restoran ayam goreng. Hal yang membuat mereka sama sekali tidak dapat berkata-kata.
Spesies monster memang ada sebelum dunia mengalami kiamat. Tapi tidak banyak, bahkan orang kaya dan berkuasa pun belum tentu dapat memilikinya.
"Jangan terlalu banyak berpikir, ayo kita lanjutkan perjalanan. Kita juga harus berburu nanti." Kalimat yang diucapkan Sarah pada akhirnya.
Perbekalan dan persenjataan, diletakkan di atas punggung Miau-miau. Sedangkan Ren berada di atasnya.
Mereka harus bergerak cepat bukan?
Memanfaatkan perahu karet yang memang di bawa oleh salah satu anggota, 4 orang di antara mereka menaikinya. Sedangkan, Zero memilih bersama Ren berada di atas punggung harimau putih raksasa.
Jalur yang mereka pilih adalah menelusuri sungai. Sarah benar-benar berlari dengan cepat.
"Ren, apa yang terjadi sebenarnya saat itu?" pertanyaan dari Zero saat mereka masih berada dalam perjalanan.
"Aku benar-benar melemparkan dinamit ke dalam mulut ular, mungkin... saat itu aku benar-benar panik, berlari sambil melemparkan benda asal." Kalimat masuk akal yang diucapkan olehnya. Walaupun sejatinya Zero tidak yakin.
"Wanita itu... apa kamu memiliki hubungan istimewa dengan?" tanya Zero penuh rasa penasaran.
"Nona Sarah adalah penyelamatku, tentu saja aku harus mengikuti dan menuruti semua kehendaknya. Selain itu, dia benar-benar baik... dan cantik." Pandangan mata yang tidak lepas pada wanita itu.
Hal yang membuat Zero mengangkat sebelah alisnya. Ya, pada dasarnya Ren memang orang yang benar-benar baik hati, begitu lugu dan polos. Mungkin hanya sebuah kebetulan saja, atau memang karena Tuhan berpihak kepada orang baik?
"Dia memang cantik..." gumam Zero."Tapi, di mana Sebenarnya kalian mendapatkan bahan makanan yang terbuat dari tanaman?" Pada akhirnya pertanyaan utama dari pemuda itu terucap.
"Nona Sarah sendiri yang akan mengatakannya kepada kalian. Tapi tidak sekarang..." jawabnya.
Sementara Sarah yang tengah berlari seorang diri, melambatkan langkahnya, melirik ke arah belakang, di mana Ren dan Zero tengah berbicara. Gadis itu menghela nafas kasar, sama sekali belum mendapatkan informasi tentang Ren.
Tapi wajahnya yang rupawan, tur katanya benar-benar lembut, menghormati wanita dan rela berkorban. Jujur saja hati Sarah benar-benar luluh.
Bagaimana caranya agar pria itu menyatakan perasaannya?
Tapi fokusnya saat ini, memang hanya bertahan hidup, mengalahkan Kelvin dan final boss.
***
"Host berhasil menjalankan misi, penambahan 230 poin."
Pemberitahuan notifikasi dari sistem terdengar. Kelvin menghela nafas kasar, matanya melirik ke arah monster level S yang baru saja dikalahkan olehnya.
"Te... terimakasih." Cherry, seorang wanita yang begitu cantik, memeluk Kelvin erat.
Benar! Dirinya baru saja menyelamatkan wanita ini.
"Kamu tidak apa-apa kan? lain kali jangan berkeliaran seorang diri." Sebuah nasehat penuh senyuman lembut dari Kelvin.
Cherry menatap ke arahnya, pria yang begitu rupawan, bentuk tubuhnya tegap gagah, menggunakan pakaian tentara. Dirinya tidak memiliki tempat untuk berlindung. Karena itu.
"Tuan, terima kasih... bolehkah aku mengikutimu. Aku tidak memiliki keluarga maupun tempat untuk berlindung. Sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku rela melakukan apapun." Kalimat yang diucapkan oleh wanita ini bersungguh-sungguh.
"Kelvin apa kamu akan membawanya?" tanya Sofia bergelayut manja.
"Aku tidak keberatan jika bertambah satu orang lagi. Karena aku tahu Kelvin mencintai kami dengan tulus." Ayu melangkah mendekat menelan napasnya.
"Perkenalkan namaku Rani..." Rani mengulurkan tangannya kepada Cherry.
"Cherry..." Cherry membalas jabatan tangan Rani.
"Kamu boleh mengikutiku, mulai sekarang perlakukan Cherry dengan baik. Seperti saudara kalian..." Kelvin menghela nafas berucap.
Ini adalah dunia impiannya, di mana para wanita takluk akan pesonanya. Tapi semuanya terasa ada yang kurang. Apa karena ketidakhadiran Sarah?
Ya... mungkin dirinya sedikit merindukan wanita itu. Wanita yang sempat menjadi istrinya. Tidak! Sekarang dirinya sudah memiliki empat istri, sama sekali tidak ada yang kurang di hidupnya yang begitu sempurna.
Kelvin menatap ke arah jemari tangannya sendiri. Lagipula setelah mengumpulkan lebih banyak poin, semuanya akan menjadi miliknya. Tahta Raja dunia, di tengah dunia yang telah kiamat ini. Dirinya akan menjadi harapan baru. Akan menjadi pemimpin baru.
Dan kala itu Sarah hanya dapat berlutut dan memohon untuk masuk ke dalam Haremnya.
"Tu ...tuan Kelvin." Dirinya menatap ke arah Cherry, istri barunya. Wanita yang begitu cantik dengan rambut pendek dan bentuk tubuh indahnya.
Menatapnya dengan tatapan mata sayu, benar-benar terlihat menggiurkan."Cherry bersedia memberikan tubuh Cherry pada tuan Kelvin sebagai balas budi."
Persetan dengan Sarah! Wanita itu hanya merajuk! Suatu saat nanti saat kembali, Sarah pasti memohon untuk kembali bersamanya.
Cherry berjinjit mencium mesra bibit Kelvin. Pria ini memang begitu rupawan, begitu kuat dan hebat. Dirinya tidak keberatan jika harus berbagi kasih sayang. Karena kehidupan sendiri di luar sana amat sangat sulit bagi wanita lemah sepertinya.
Kelvin sudah tentu akan membalasnya. Terlebih kala Sofia memeluknya dari belakang. Dua wanita lainnya juga mulai menggerayanginya.
Segalanya begitu menghanyutkan. Tapi suara beberapa orang mendekat terdengar.
Suara tepukan tangan?
"Wah! Ternyata mantan suami nona Sarah begitu menjijikan. Pantas saja nona Sarah meninggalkannya." Zero yang memang berlidah tajam berucap, bertepuk tangan penuh senyuman.
Kelvin segera melepaskan ciumannya, begitu juga dengan Cherry, Sofia, Ayu dan Rani. Semuanya menatap ke arah 7 orang yang baru saja datang.
"Sarah mereka siapa!?" pertanyaan yang diucapkan oleh Kelvin. Saat pergi sebelumnya Sarah hanya membawa Ren kembali.
Tapi sekarang membawa 5 pria lagi? Wanita ini benar-benar...
"Lebih baik hidup berkelompok, daripada hidup seorang diri. Ya...seperti kamu yang hidup dengan para istrimu. Aku juga ingin hidup tenang dengan teman-temanku." Sarah mengedipkan sebelah matanya.
Tapi anehnya yang menempel pada Sarah, memang hanya teh hijau. Ren yang selalu berlindung di belakang wanita ini.
"Sarah... Jangan sedih, wajar saja bagi Kelvin untuk menambah wanita lagi. Perlahan kamu akan melupakan rasa sakit hatimu. jangan sedih ya... aku akan menghiburmu." Lagi-lagi ucapan pelan, tapi mematikan mengingat Kelvin menambah satu wanita lagi.
"Tutup mulutmu..." Kelvin berusaha keras untuk tersenyum, entah kenapa tekanan darahnya sepertinya naik setiap melihat pria ini (Ren).
"Kamu yang sebaiknya menutup mulutmu. Nona Sarah saat ini ada dalam perlindungan kami, dia merupakan bagian dari kelompok kami." Louis menyeringai mengeluarkan bola api dari tangannya.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...